
Rian langsung berjalan menghampiri mereka dengan wajah yang sulit di artikan.
" Pa Rian " Ucap Amel gugup
Baik Rian ataupun Remon memang orang kepercayaan Karel sudah sepantasnya semua karyawan Arnico Company takut dengan mereka apalagi dari mereka memang sama sama memiliki sikap dingin juga tegas.
" Kamu Lihat baik baik wajah Nyonya Alexa, dia salah satu orang Tuan Karel jadi kapan pun bisa datang ke mari " Tegas Rian membuat Amel hanya bisa mengangguk.
" Mari Nyonya " Lanjutnya dan Lexa hanya mengangguk.
Aura kegelapan sangat terasa di ruang Meeting pagi ini, semua Staff hanya bisa menunduk saat menatap wajah gelap Bos mereka terlihat jelas wajah iblik menyelimuti auranya.
Bukan tanpa sebab,, sedari sampai di Kantor sudah beberapa karyawan yang kena marah Karel hanya karena sebuah masalah kecil dan kini mereka duduk menunduk tanpa ada nya yang berani menatap atau menjawab semua perkataan darinya.
Derrt,,
Remon mengambil ponselnya,, wajahnya mengernyit saat membaca pesan masuk dari Rian dia pun menghampiri Karel dan terlihat membisikan sesuatu.
Karel terdiam namun dia segera beranjak,,
" Meeting hari ini cukup " Ucapnya langsung berlalu meninggalkan ruang meeting tanpa berbicara apa pun membuat semua saling tatap bingung.
" Ehem,, Kalian sudah dengar bukan,, semua kalian Evaluasi ulang "
" Baik "
Remon mengangguk dan membereskan semua berkas yang Karel tinggalkan begitu saja di meja.
Karel langsung menuju ruangannya setelah Remon mengatakan jik Lexa berada di sana,,
" Rian " Ucap Karel saat melihat Rian
" Ya Tuan,, "
" Dimana Gadis kecil ah,, maksud saya Alexa "
" Sudah menunggu di ruangan Anda Tuan "
Karel mengangguk dan kembali berjalan namun langkahnya kemudian terhenti dan menatap Rian,,
" Kenapa Kamu tidak memberitahu jika Alexa akan kemari "
" Maaf Tuan,, Nyonya tidak memperbolehkan untuk memberi tahu Anda karena Nyonya ingin memberikan kejutan "
Setelah mendengar kejutan Karel langsung menuju ruangannya,,
Lexa menatap ruangan yang begitu luas, bahkan terlihat Rak buku yang begitu rapi,,
Ceklek,,
Pintu terbuka dan Lexa langsung menoleh terlihat Karel lah yang membuka pintunya,,
" Kamu,, Rian bilang kalau kamu sedang meeting " Ucap Lexa
Karel berjalan masuk dan menghampiri Lexa yang masih berdiri menatapnya,,
" Kenapa kemari dan tidak memberitahu saya "
Memang dasar ini Kutub gak ada baik baiknya coba,, harusnya gak usah deh aku ke sini.
" Jangan ngebatin saya tau apa yang kamu pikirkan " Lanjut Karel membuat Lexa membuka mulutnya kesal.
__ADS_1
" Ya Udah aku pulang " Kesal Lexa menyambar tasnya yang dia letakan di sofa
" Siapa yang menyuruh kamu pulang "
" Kamu sibuk bukan,, Aku hanya akan mengantarkan ini, kamu tidak makan dari semalam apa kamu amnesia jika kamu punya magh"
Karel menarik senyuman di wajahnya mendengar ocehan Lexa yang terkesan perhatian kepadanya.
" Sini duduk " Ucap Karel menepuk sampingnya
Dengan masih kesal Lexa menurut dan duduk di samping Karel yang terlihat membuka bungkusan nya,,
Namun Karel hanya menatapnya membuat Lexa menatapnya,,
" Kenapa mau protes "
" Aku tidak tau makanan kesukaan kamu dan Rian bilang kamu tidak pemilih makanan lagian kamu kurang makan sayur dan tidak suka jus, makanya aku beli semua itu "
Karel mengangguk dan akan memakannya,,
" Hei,, Apa kamu tidak memiliki sopan santun " Lanjut Lexa membuat Karel menautkan kedua alisnya,,
" Apa hanya diam ketika sudah di berikan sesuatu "
Karel menghela napasnya,, ternyata wanita di depannya ini lebih cerewet dari Mommy nya,,
" Terima kasih " Ucap Karel dengan senyuman yang terlihat di paksakan.
" Gak ikhlas banget " gerutu Lexa
" Ya terus bagimana gadis kecil,, Atau aku gak jadi makan hem "
" Tidak,, tidak,, makan lah, "
" Biasakan makan sayur juga minum jus, itu sangat baik untuk kesehatan "
" Kenapa kau begitu cerewet,, "
Lexa terkekeh sambil menikmati Jus strawbery yang juga di belinya tadi.
" Kenapa kamu tidak makan " Ucap Karel karena hanya ada satu makanan yang Lexa bawa
" Oh,, Aku sudah makan "
Karel mengangguk,,
Sementara Lexa kembali menatap ruangan di sana, dia pun berjalan mendekati jendela kaca besar yang memperlihatkan keindahan luar.
Karel membiarkannya dan hanya menatapnya,,
" Oya,, tadi aku gak di bisa masuk loh, masa mereka bilang aku anak kecil dan sudah banyak gadis yang sengaja datang ke sini hanya untuk bertemu denganmu "
" Siapa yang mengatakan semua itu "
" Resepsionis kamu, tapi Rian sudah memberitahu mereka "
" Biar saya beritahu mereka "
" Eh jangan,, Lagian Rian sudah bicara tadi dan mereka terlihat ketakutan,, aku tuh bingung kenapa kalian begitu galak "
Karel menatap Lexa dan membuatnya tersenyum dengan mengangkat tangannya dengan jari yang membentuk huruf V,,
" Kamu lanjut makannya dan habiskan semuanya "
__ADS_1
Karel mengangguk,,
Gadis kecil ini benar benar sungguh berani dengannya namun Karel bingung kenapa dirinya malah sama sekali tidak marah bahkan dia merasa bahagia dengan sikap dan tindakan Lexa.
jika menurut seperti ini kamu terlihat lebih tampan. batin Lexa tanpa sadar namun segera dia menggeleng dengan apa yang sudah dia pikirkan tadi.
Remon menghampiri Rian yang sedang menikmati flupy yang Lexa berikan kepadanya,,
" Enak nih " Ucap Remon
Rian menoleh dan tersenyum,,
" Mau " Ucapnya dengan mulut yang berisi makanan,,
" Tidak,, makanlah "
Remon duduk di meja dan masih tidak habis pikir dengan tingkah bosnya yang sangat aneh menurutnya,,
" Saya bingung dengan sikap Tuan Karel,, dia langsung menutup meeting setelah tau Nyonya Alexa datang "
Rian mengangguk,,
" Sepertinya mereka sudah saling cinta,, bukannya itu akan lebih baik "
" Ya Benar,, semenjak masalah waktu itu sikap Tuan berubah menjadi sangat kejam"
" Namun tidak jika sedang bersama Nyonya Lexa " Ucap Rian membuat Remon semakin penasaran.
" Memangnya Kenapa Dengan Nyonya Alexa " Ucap Remon sangat penasaran.
" Bisa di bilang jika Nyonya Alexa merupakan pawangnya Tuan Karel " Ucap Rian terkekeh
Remon tersenyum dan menggelengkan kepalanya..
" Benar benar ajaib,, seorang gadis kecil mampu meluluhkan serigala kutub " Ucap Remon membuat mereka tertawa.
Lexa tersenyum menyadari semua makanan yang dia bawa habis di lahap Karel tanpa sisa,,
" Kenapa semalam kamu tidak makan bahkan kamu berangkat sangat pagi dan tidak sempat sarapan "
Karel menatap Alexa,,
" Saya tidak lapar" bohong karel
" Ais,, Aneh kenapa bisa begitu coba "
" Saya sudah terbiasa tidak makan "
" Hei,, Pantas saja kamu sakit Magh makan saja tidak teratur "
" Kenapa kau begitu cerewet dan sejak kapan jadi mengatur huh "
" Sejak aku menjadi istri kamu " Ucap Alexa tanpa sadar membuat Karel tersenyum,,
" Baiklah gadis kecil,, semua kebutuhan dan keperluan saya kamu yang atur " Ucap Karel mengacak rambut Lexa dan beranjak.
Lexa menepuk keningnya,, .
Dia tidak sadar dengan ucapannya tadi namun malah Karel menyetujuinya,,
Lexa menatap Karel yang terlihat masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Mampus,, kenapa berani sekali aku bicara seperti tadi terus kenapa juga Karel malah mengiyakan. Gerutu Lexa merutuki ucapannya