
Matanya memicing saat melihat sebuah pesan masuk di Ponsel Karel dan di saat dia buka dan di bacanya mata Lexa membulat tidak percaya bahkan dadanya terasa sesak,,
Tidak mungkin. ucapnya dengan tangan yang menutup mulutnya.
" By,, " Ucap Karel yang ternyata terbangun
" Ada Apa hem " Lanjutnya dan Lexa memberikan Ponsel kepada Karel.
Karel terdiam, dia bahkan tidak menyangka jika Gabriel akan menghubungi nya.
" Semua tidak akan pernah terjadi By,, Hati aku cuma ada kamu Oke "
Lexa mengangguk dan memeluknya,,
Walau sudah seribu kali Karel menyakinkan dirinya namun entah mengapa rasa takutnya begitu besar jika mereka akan kembali bersama dan meninggalkan Lexa yang sendiri.
" Apa mau terus peluk seperti ini,, " Goda Karel membuat Lexa langsung melepaskan nya bahkan dia pun melupakan jika mereka masih dalam keadaaan polos.
Dengan segera Lexa langsung berlari menuju kamar mandi membuat Karel hanya menggeleng seraya tersenyum.
--------
Karel berada di balkon kamarnya dengan memakai kaos polos juga celana jeans pendek dia terus memikirkan Gabriel,, di saat hatinya sudah bisa melupakannya kini dia malah kembali.
" Sayang,, " Ucap Lexa mencari keberadaan nya
" Ya By,, "
Lexa menoleh dan tersenyum saat melihat suaminya berada di balkon dia pun berjalan mendekat.
" kamu ngapain "
" Nunggu kamu yang begitu lama mandinya "
Lexa terkekeh,,
Dia memang selalu lupa jika sudah berada di kamar mandi, merendam tubuhnya membuatnya sangat rileks.
" Kamu mau sarapan apa, Aku siapin ya "
" Jangan,, Aku gak mau tangan kamu kembali terluka biarkan Sarni yang menyiapkan nya "
" Tapi Sayang,, -
" By,, "
" Baiklah suamiku,, Aku akan patuh "
Karel tersenyum dan mengacak rambutnya Lexa..
" Aku mandi dulu "
__ADS_1
" Hem,, "
Lexa membuka lemari dan menyiapkan pakaian kerja Karel, dia pun bersiap karena juga akan ke Kampus pagi ini.
************
Lexa sudah berada di Kampus, beberapa hari dia memang tidak melihat Sesil setelah Gosip waktu itu memang Sesil sudah sangat jarang terlihat sebenarnya Lexa merasa sedikit khawatir namun mengingat semua yang telah dia lakukan terhadapnya membuat Lexa kini bersiap cuek.
" Lexa tunggu,, " Ucap Nicol
Lexa menoleh dan menatap Nicol yang berjalan mendekat namun kali ini wajah Nicol terlihat berbeda membuat Lexa bingung.
" Aku tidak menyangka jika kamu bisa melakukan semua itu, Aku cinta sama kamu dan aku pengin kita seperti dulu,, aku juga tau di hati kamu hanya ada aku dan bukan laki laki itu "
" Sudah berapa kali aku bilang, Aku mencintai Karel dan Kamu,, Dulu memang kita saling mencintai,, Tolong kamu bisa ngerti " Ucap Lexa
" Tapi aku tidak bisa melupakan kamu, Aku cinta kamu Alexa, Aku mau kita kembali bersama "
Lexa menampis tangan Nicol yang akan menyentuhnya,,
" Jangan sentuh aku " Ucap Lexa namun Nicol semakin mendekat membuat Lexa melangkah mundur.
Bruk..!!
Tubuh Lexa terbangun tembok,, kepalanya menggeleng karena Nicol yang malah tersenyum dan terus melangkah maju sementara di kampus terlihat sepi, mereka berada di lorong kampus.
" Ka- Kamu mau ngapain "
Satu hantaman berhasil membuat tubuh Nicol tumbang,,
Lexa menatap jika Rian kini berdiri tidak jauh darinya.
" Kurang Ajar kamu " Ucap Rian yang kembali akan menghajar Nicol
" Rian stop,, " Ucap Lexa menahannya
" Tapi Nyonya, "
" Sudah kita biarkan saja "
" Baik Nyonya "
Nicol terus menatap Lexa yang berjalan meninggalkan nya, bukan rasa takut namun dia malah tersenyum dengan tangan yang mengusap sudut bibirnya yang berdarah.
*********
Sementara seorang wanita cantik dengan tubuh yang sangat ideal berada di dalam ruangan Karel, bahkan dengan busana yang memperlihatkan lekukan tubuh Indah nya siapa lagi jika bukan Gabriel.
Karel yang baru saja sampai terlihat berjalan masuk namun berbeda dengan semua karyawan yang masih tidak percaya dengan adanya Model Cantik yang berada di sana.
" Tuan Tunggu " Ucap Remon
__ADS_1
" Ada Apa "
Karel menatap Remon yang terlihat ragu,,
" Sejak kapan kamu menjadi bod** seperti ini"
" Maaf Tuan,, Tapi di ruangan Anda , - " Ucap Remon seraya enggan untuk mengatakannya.
Remon tau siapa wanita yang berada di ruangan Karel,,
Karel menggeleng dan langsung membuka pintu ruangannya,,,
Ceklek,,..
Karel berjalan masuk namun langkahnya terhenti saat melihat Gabriel yang Menunggu nya.
" Karel,, " Ucap Gabriel beranjak dengan senyuman di wajahnya sementara Karel hanya berdiri mematung menatap Gabriel yang semakin mendekat bahkan dia langsung akan memeluknya namun Karel langsung menghindar membuat Gabriel menatap tidak percaya.
" Rel,, apa kamu tidak kangen denganku "
Karel berjalan menuju kursinya tanpa menatap wajah Gabriel yang terus mengikutinya,,
" Untuk apa kamu kembali "
" Maksud Kamu,, Aku sudah bilang Aku sangat kangen sama Kamu Rel,, Aku minta maaf soal dulu, Aku sayang sama Kamu Rel aku, -
" Saya sudah menikah dan tolong keluar, Saya sibuk hari ini "
" Tapi Rel,, "
Karel tidak menjawab dan berjalan menuju pintu dan membukanya,,
Gabriel menatapnya tidak percaya, dia pun mengambil tasnya dan berjalan keluar.
Karel menutupnya dan memijat pelipisnya,,
Untuk apa kamu kembali di saat hati dan perasaan ini sudah tidak ada kembali "
-----
Hari semakin siang namun Karel sama sekali tidak bisa konsen, bayangan dimana Gabriel terus mengganggu nya.
****.. Umpatnya dengan bersender dia pun langsung beranjak dan keluar Perusahaan, Remon menatapnya namun dia tidak berani untuk menanyakan karena wajah Karel yang terlihat emosi.
Karel melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dia akan menuju ke sebuah Tempat dimana dia pasti bisa melupakannya,,
Mobilnya semakin melambat, dia menatap bangunan yang berada tidak jauh darinya,, tangannya merogoh untuk mengambil benda pipih di saku jasnya.
Dia pun terlihat menghubungi seseorang dan tidak lama terlihat seseorang yang berdiri dengan mencarinya.
Karel menutup telponnya dan keluar, dia pun berjalan menghampiri nya dan di saat mereka sudah dekat Karel langsung memeluknya erat,, meredam rasa emosi yang mengganggu dirinya..
__ADS_1