Menikah Karena Jebakan

Menikah Karena Jebakan
MKJ"25


__ADS_3

Ponsel terjatuh begitu saja bahkan air mata menetes membasahi pipi Lexa antara percaya dan tidak mendengar kabar dari Rumah Sakit jika Ayahnya meninggal karena jantungnya kembali bermasalah.


" Ayah,,, " Histeris Lexa dengan terduduk di lantai.


Karel langsung masuk saat mendengar suara Lexa, dia baru saja keluar kamarnya.


" Alexa " Ucapnya langsung menghampiri Alexa yang masih terduduk.


" Ayah Rel,, Ayah meninggal "


Karel langsung memeluknya, berusaha menguatkan gadis di hadapannya ini namun tiba tiba Lexa tidak sadar dan pingsan dalam pelukan Karel.


" Alexa,, Alexa bangun Alexa " Ucap Karel mengusap wajah Lexa dan segera membopongnya.


Karel langsung mengambil minyak angin dan mengusapkannya pada tangan dan hidung Alexa, terlihat jika Karel begitu mengkhawatirkan Lexa saat ini.


*******


Sementara di Rumah Sakit, Sarah sibuk mengurus pemakaman Wicaksono.


Wicaksono meninggal pagi tadi setelah Jantungnya kembali bermasalah.


Sebelumnya antara Sarah dan Wicaksono terlihat berbicara dan Wicaksono masih sangat marah dengan tindakan Sarah juga Sesil yang menjebak Alexa hingga membuatnya menikah dengan laki laki yang sama sekali tidak di kenalnya.


" Ayah,, " Tangis Sesil menatap Wicaksono yang sudah berada di dalam ambulance.


Mereka sudah dalam perjalanan menuju makam, Nicol ikut bersama dengan mereka namun Nicol terus menghubungi Lexa mengabarkan jika Ayahnya akan di makam kan.


Dimana Alexa, kenapa pesan aku tidak di balasnya bahkan aku menelponnya pun tidak dia angkat.


Sudah sekitar 1jam,,


Wicaksono sudah di makamkan namun baik Sarah, Sesil ataupun Nicol masih berada di sana.


Mereka terus menangis di depan Nisan,,


Lexa yang baru saja sampai langsung menangis histeris dan bersimpuh di depan Nisan ayahnya, memeluknya bahkan terus Menciumi dan memanggilnya.


Nicol langsung terdiam saat Karel mendekat dan mengusap bahu Lexa, bahkan Lexa bersandar pada dada bidangnya sembari terus menangis.


" Ayah kamu sudah di surga,, Dia akan sedih jika melihat kamu seperti ini Alexa " Ucap Karel namun Lexa menggeleng


" Kenapa Ayah harus pergi ninggalin aku,, Ibu juga sudah di surga terus bagaimana dengan aku "


" Ssst,, Ada saya yang akan terus bersama kamu "


Nicol memanas melihat pemandangan di hadapannya,,


" Kak,, " Ucap Sesil namun Nicol langsung menghempaskan tangannya dengan terus menatap Lexa.


Karel membantu Lexa bangun, namun pandangan Lexa menatap Sarah dan Sesil yang terlihat menunduk.


" Lexa,, Aku,, '-


" Aku mau pulang " Ucap Lexa tidak menghiraukan Nicol yang berdiri dan menatapnya,,


" Kita pulang sekarang "

__ADS_1


Karel memeluk Lexa dan mereka berjalan menuju Mobil,,


Nicol masih terus menatapnya hingga Karel melajukan mobilnya,,


" Kak,, "


" Lepas,, Kita putus Sesil " Ucap Nicol langsung meninggalkannya


" Engga Kak, Aku gak mau putus "


" Setelah semua yang kamu lalukan, Kamu sudah bohong Sesilia,, Aku benar benar tidak menyangka kamu bisa lakukan semua ini "


" Kak Nicol,,, "


" Sayang,, Sayang,, sudah ya,, "


" Ma,, Aku gak mau putus,, Aku cinta Kak Nicol".


" Mama tau Sayang, Mama akan bicara dengab Orang tua Nicol untuk segera melakukan pertunangan kalian "


Sesil mengangguk dan langsung memeluk Sarah,,


*******


Karel terus menatap Lexa yang masih terus menangis, dia tau bagaimana perasaan Lexa saat ini, ditinggal Ayahnya di saat semua kesalahpahaman terjawab.


" Jangan menangis " Ucap Karel dengan mengusap air mata di wajah Lexa


" Kenapa Ayah malah ninggalin aku di saat semua kesalahpahaman terjawab "


Karel menepikan mobilnya,,


Lexa menatap Karel,,


" Tapi aku sendirian sekarang "


" Apa kamu tidak menyadari keberadaan Saya, Saya akan menemani kamu Alexa "


Karel kembali menyeka air mata di wajah cantik Lexa, hatinya teriris sangat sakit melihat Lexa menangis,,


" Semua terlalu cepat Rel, sangat membuat hati aku hancur "


" Saya lebih hancur melihat kamu menangis seperti ini " Ucap Karel yang langsung menarik Lexa dalam dekapannya.


" Jangan tinggalin aku " Ucap Lexa dalam dekapan Karel


" Saya janji "


Lexa memeluk Karel erat,


Saat ini hanya Karel yang dia miliki, tidak ada siapa pun bahkan ibu dan saudara tirinya sudah pasti tidak akan ada untuknya.


*********


Nicol terus memikirkan Alexa, bayangan di mana Alexa menangis membuatnya sangat khawatir rasanya sangat ingin memeluknya namun Lexa malah terlihat menjauhinya.


Bodohnya aku,, kenapa begitu percaya dengan Sesil,, Padahal sudah jelas jika aku sudah lama mengenal Alexa dan tau bagaimana dirinya kenapa malah tidak mempercayainya.

__ADS_1


Alexa,, Aku minta maaf,,


Nicol mengambil ponselnya untuk menghubungi Alexa, namun di urungkan nya mengingat bagaimana sikap Alexa kepadanya ada Karel yang ada bersamanya.


****,, umpatnya melempar ponselnya sembarang dan mengacak rambutnya frustasi.


Tiba tiba ponselnya berdering,,


Nicol menatapnya dan terlihat Sesil yang menghubunginya.


Nicol membiarkannya tanpa memperdulikan ponselnya yang terus berdering.


Rasanya sudah sangat kecewa, Karena ucapan Sesil kini dirinya kehilangan Alexa.


*****


Alexa masih terus melamun bahkan dia sama sekali tidak makan setelah pulang dari pemakaman, dia terus berada di kamarnya menatap foto dirinya bersama kedua orang tuanya.


Ceklek,,


Pintu terbuka dan terlihat Karel berjalan masuk,, Karel sama sekali tidak meninggalkannya dan terus menemaninya..


" Kamu sama sekali tidak makan, Kita makan ya " Ajak Karel namun Lexa menggeleng


" Bukan kah kamu sendiri yang selalu mengajari saya untuk tidak telat makan dan lebih sayang dengan tubuh "


" Tapi aku tidak lapar "


" Apa kamu mau melihat orang tua kamu sedih"


Lexa menggeleng,,


" Jika kamu terus seperti ini, mereka pasti akan sangat sedih "


Lexa menoleh dan menatap Karel,,


" Sekarang kamu makan,, Saya akan meminta Sarni membawakan makan untuk kamu " Ucap Karel beranjak namun Lexa menahan tangannya dan menggenggamnya


" Aku mengantuk,, Kamu mau temani aku tidur"


Karel terdiam,,


Dia sangat bingung untuk bagaimana, menolaknya pun tidak tega apalagi saat ini Lexa sangat membutuhkan seseorang.


Akhirnya Karel mengangguk dan naik ke atas ranjang,,


Tiba tiba Lexa langsung memeluknya dan menenggelamkan wajahnya pada dada bidangnya.


Jantungnya berdebar, mungkin saja Lexa merasakannya saat ini.


Karel merupakan laki laki normal, mereka sudah menikah dan dengan tingkah Alexa yang seperti ini kepadanya membuat sesuatu berbeda dia rasakan di tubuhnya namun saat ini keadaan tidak memungkinkan dan harus membuat Karel berperang dengan hawa dalam tubuh nya.


Sangat sulit namun Karel terus menahannya, yang ada dalam pikirannya saat ini adalah Alexa.


Gadis kecilnya membutuhkan seseorang untuk menjaga, menemani juga menenangkannya.


Karel mengusap rambut panjang Lexa dan tanpa sadar mengecup pucuk rambutnya.

__ADS_1


Pelukan Lexa sangat erat hingga membuat posisinya sangat sulit namun disaat dia akan membenarkan menatap wajah Lexa yang sudah terlelap membuatnya tidak tega dan akhirnya Karel hanya pasrah dan membiarkannya.


Semakin lama dia pun merasakan mengantuk dan akhirnya terlelap dengan memeluknya.


__ADS_2