Menikah Karena Jebakan

Menikah Karena Jebakan
Bab 71


__ADS_3

Karel masih menemani Lexa di Kamarnya, Moza kembali datang membawa nampan berisi sarapan namun bukan Nasi melainkan omlet sosis.


Moza tau jika menantunya tidak bisa mencium bahkan makan Nasi karena akan kembali mual dan melihat Lexa seperti ini membuatnya khawatir.


" Sayang,, Makan dulu ya mau Mommy suapi? "


Lexa mengangguk dan melirik Karel yang duduk di sampingnya, tiba tiba rasanya dia kesal akan keberadaan Karel di sana.


" Rel,, kamu ngapain sih di sini terus " Ucap Lexa membuat Karel juga Moza kaget


" Hah,, Aku temani kamu By "


" Gak Lah,, kamu keluar aku mau sama Mommy "


" Ta- tapi By "


" Keluar Rel.. "


Moza menyunggingkan senyuman tipis melihat wajah putranya yang bingung, sebenarnya Moza tau ini bukan kemauan Lexa namun karena anak dalam kandungan nya.


Karel berjalan keluar namun dia kembali menoleh namun Lexa tidak menatapnya dan mulai makan setelah Moza menyuapinya.


" Enak Mom " Ucap Lexa dengan mulut penuh dan Moza tersenyum.


" Kamu suka, Nanti Mommy buatkan lagi "


Lexa mengangguk dan kembali makan membuat Moza tenang karena ada makanan yang masuk ke dalam perut menantunya.


 


Karel berjalan keluar dan duduk di sofa, dia masih bingung dengan sikap Lexa padahal mereka baik baik saja tapi kini Lexa malah mengusirnya.


Leon yang melihat putranya duduk sendiri pun menghampiri..


" Loh kamu ngapain di sini, Bukannya Moza sedang kurang enak badan "


Karel menggeleng,,


" Dia bersama Mommy di kamar "


" Terus kenapa kamu keluar, Di waktu seperti ini harusnya kamu sebagai suami harus di sampingnya bukan malah pergi, jangan enaknya saja pas bikin anak Rel " Goda Leon

__ADS_1


Karel menautkan alisnya, enak saja Daddy nya bilang seperti itu nyatanya dia di usir oleh Lexa.


" Udah sana Masuk,, " Lanjut Leon


" Tapi Lexa yang ngusir aku Dad, dia bilang mau sama Mommy "


Leon terkekeh,, . ternyata ini alasan putranya murung bahkan terlihat jika wajah Karel sedih.


" Oh,, Nikmatin Rel,, asal Lexa tidak meminta kamu tidur di kamar lain "


" Daddy "


Leon terkekeh dan beranjak meninggalkan putranya dengan wajah yang sungguh lucu.


Karel memijat pelipisnya dan bersender tiba tiba Moza datang menghampirinya.


" Kamu kenapa Rel " Ucap Moza duduk di samping putranya


Karel membuka matanya dan membenarkan duduknya..


" Gimana Lexa Mom, mau makan? "


" Sudah makan juga minum Vitamin, sekarang Lexa istirahat "


Karel mengangguk namun masih dengan wajah Murungnya..


" Oya Mommy mau bicara serius sama Kamu "


Karel kembali teringat dengan ucapan Moza kalau ada yang akan di bicarakan.


" Mommy mau bicara apa "


Moza menatap Karel,,,


" Kamu tau istri kamu sedang hamil muda dan masih sering merasakan mual dan pagi ini kamu liat bukan Lexa mual muntah muntah apa kamu tidak kasihan dengannya "


Karel mengernyit dia tidak paham dengan apa yang di bicarakan Mommy nya.


" Maksud Mommy? "


Moza menghela napasnya,,

__ADS_1


" Apa kamu tidak bisa untuk sedikit sabar menahan diri tidak dulu menyentuh Lexa, "


Karel terdiam, kali ini dia paham arah ucapan Mommy nya.


" Tapi Bukan aku Yang"-


" Tahan sampai kandungan Lexa kuat Rel, Apa kamu mau jika nantinya terjadi sesuatu dengan kehamilan Lexa,, Mommy gak mau ya "


" Tapi Mom, -


" Sudahlah,, Mommy tidak mau kejadian seperti ini terjadi, kasihan Alexa " Ucap Moza berjalan meninggalkan Karel yang masih tidak mengerti.


Karel mengacak rambutnya frustasi, dia pun bersender memejamkan matanya di sana.


******


Setelah cukup lama,,


Karel berjalan menuju kamarnya, dia ragu untuk masuk takut jika Lexa masih belum ingin melihatnya.


Namun dia pun tidak bisa meninggalkan Lexa apalagi keadaan Lexa saat ini.


Dengan langkah ragu nya dia membuka pintu kamarnya dan melihat jika Lexa terlelap bahkan sangat pulas.


Karel melangkah maju dan menghampiri Lexa, dia duduk di tepi ranjang menatap wajah pulas istri nya.


Matanya kini menatap perut Lexa yang sedikit sudah terlihat, dia pun mengangkat tangannya untuk menyentuh dan mengusapnya lembut.


Nak,,


Papa tau kamu anak yang hebat, tapi Papa minta tolong ya jangan lagi seperti ini membuat Mama kamu kesal dengan Papa, Papa juga kena marah Oma kamu Sayang,,


Sedangkan Opa malah mengejek Papa, Apa kamu tidak kasihan sama Papa Nak..??


Karel menghela napasnya,,


Tapi apapun itu,,


Papa selalu berdoa untuk kesehatan kamu di sana, sehat sehat terus dan jangan membuat Mama kamu kelelahan ya.


Karel segera mengangkat tangannya saat melihat Lexa menggeliatkan tubuhnya, dia Takut malah menganggu istirahat istrinya.

__ADS_1


__ADS_2