Menikah Karena Jebakan

Menikah Karena Jebakan
Bab 56


__ADS_3

Kenyataan pahit harus Sesil alami dan rasakan saat ini dimana dirinya hamil setelah pemeriksaannya, perutnya yang sering merasa mual dan kepala yang terus pusing membuatnya langsung berobat ke Dokter.


Hasil pemeriksaan terus Sesil pandang, dia bahkan lupa siapa Ayah dari anak yang dia kandung saat ini, saat dia mabuk dan masuk ke dalam Hotel tempo waktu dia benar benar tidak sadar laki laki yang membawanya.


" Sayang,, " Ucap Sarah membuka pintu kamarnya membuat Sesil kaget dan langsung menyimpan kertas di tangannya.


" Ma,, Ada Apa " Ucapnya


Sarah menatap wajah putrinya yang sedikit berbeda, terlihat pucat dan tidak semangat.


" Kamu Sakit, kenapa wajah kamu sangat pucat sayang "


Sesil menggeleng,,


" Mama bisa keluar,, Aku mau istirahat "


Sarah terus menatapnya namun kemudian mengangguk,,


" Ya Sudah Mama keluar,, kamu istirahat "


Saat Sarah beranjak tiba tiba Sesil kembali merasakan mual di Perut nya,,


" Uwek,, "


Sesil menutup mulutnya dan langsung berlari ke kamar mandi sementara Sarah langsung mengejarnya.


" Sesil,, " Ucap Sarah mendekat dan memijat tengkuk Sesil yang sudah berjongkok di depan kloset.


Sarah merasa bingung, beberapa hari ini Sesil memang sedikit berbeda, Dia sering makan makanan yang sebenarnya dia tidak suka,,


" Sebenarnya apa yang terjadi,, " Ucap Sarah membuat Sesil menoleh


" Sesilia,, Jawab pertanyaan Mama " Lanjutnya membuat Sesil langsung berlutut dan memeluk kaki Sarah.


" Ma,, Maafin aku,, " Ucap Sesil dengan isak tangis.


" Sesil,, Cerita sama Mama sebenarnya kamu kenapa? "


" Aku Hamil "


Deg.!!


Sarah terdiam,, ternyata semua yang dia takutkan terjadi.


" Siapa yang menghamili kamu "


" Aku gak tau Ma,, Aku mabuk saat itu "


" Astaga,, Sesilia jika Papa kamu masih ada sudah pasti akan mengusir kamu "


Sesil terus menangis membuat Sarah merasa tidak tega dia pun langsung berjongkok dan memeluknya.


 


Hari semakin sore,,


Sesil terus berada di kamarnya membuat Sarah menghampiri nya dan membawakan Makan untuknya Sesil sama sekali tidak makan dari pagi.

__ADS_1


" Sayang kamu makan ya, dari pagi Tidak ada apa pun yang masuk ke dalam mulut kamu kasihan anak kamu Nak.. "


" Biar Ma,, Aku saja tidak tau siapa Ayahnya buat apa aku pertahanin "


" Sayang,, " Ucap Sarah memeluk Sesil yang masih terus menangis.


" Jangan bilang seperti itu, Mama janji akan selalu menemani kamu,, Kita cari jalan keluarnya bersama "


" Ini semua karena Alexa Ma,, Dia selalu merebut kebahagiaan aku selama ini "


" Alexa,, Dia memang keterlaluan.. Kamu tenang saja Sayang Mama tidak akan tinggal diam dengan semua ini "


********


Berbeda dengan Sesil yang merasakan kesedihan bertubi, Lexa malah hidup bahagia dan bergelimang harta bahkan memiliki suami yang bukan hanya Tampan namun juga Kaya Raya membuatnya tidak pernah merasakan kesedihan dan kesusahan.


" By, Bisa tolong Ambilkan aku baju " Ucap Karel dari balik pintu kamar mandi


" Sebentar Sayang " Ucap Lexa yang langsung berjalan menuju Lemari besar yang tidak jauh dari tempatnya duduk.


Dengan membawakan pakaian ganti Lexa menuju Pintu Kamar mandi,,


" Makasih By " Ucap Karel dan Lexa tersenyum.


Sore ini Karel akan mengajak Lexa keluar untuk jalan jalan Sore,, anggap saja seperti anak muda yang sedang pacaran mengingat malam ini merupakan malam minggu.


Lexa tersenyum menatap suaminya yang selalu saja Tampan dengan menggunakan apa pun,,



" Kenapa? " Bingung Karel namun Lexa menggeleng.



" Jalan sekarang? " Lanjutnya dan Lexa mengangguk.


 


Mereka sudah berada di dalam Mobil, entah mau kemana mereka sore yang yang pasti ingin merasakan malam minggu sama halnya seperti anak muda.


" Mau kemana hem " Ucap Karel


Lexa menoleh dan terlihat seperti berpikir,,


" Gimana kalau Nonton " Ajak Lexa dan Karel mengangguk setuju.


" Baiklah,, " Ucapnya melajukan mobilnya menuju salah satu Cinemaxx.


Banyak pandang mata menatap ke arah mereka sebenarnya menatap Karel karena ketampanannya membuat kaum hawa terpesona namun seakan acuh Karel terus berjalan dengan tangan yang tidak terlepas untuk menggandeng Lexa.


" Kita mau Nonton apa " Ucap Lexa


" Tersenyum kamu saja By "


Lexa mengangguk dan memesan Tiketnya, namun dia di buat kesal karena malah penjaga yang terus menatap ke arah suaminya.


" Ehem Mba,, " Kesal Lexa

__ADS_1


" Ma- Maf,, Yang Mana Kak " Ucapnya namun terus mencuri pandang.


" Film ini " Tunjuk Lexa


Karel menautkan Alisnya bingung dengan sikap Istri kecilnya,,


" 120rb Kak "


Karel langsung mengeluarkan uang dan membayarnya,,


" Ayo Sayang " Ajak Lexa menarik tangan Karel.


" By,, hei kenapa? "


" Aku tuh kesal,, Dari tadi mereka semua liatin kamu apalagi Mba mba tadi "


Karel terkekeh,


" Biar Saja mereka menatapku,, Tapi aku sama sekali tidak terpengaruh karena istri aku ini lebih dari mereka, lebih segala galanya "


" Gombal " Ucap Lexa tersenyum


" Nah kan tambah cantiknya kalau senyum gitu"


" Sayang,, sejak kapan kamu pintar menggombal hah "


" Sejak kenal kamu "


" Terus'-


" Hanya sama kamu tidak dengan yang lain " Potong Karel karena tau apa yang akan Lexa ucapkan.


Lexa tersenyum dan mereka Membeli Pop corn juga minuman.


 


Film sudah dimulai baik Lexa ataupun Karel pun sudah berada di salah satu kursi penonton,,


Karel memberikan minum saat melihat Lexa yang terus saja makan pop corn,,


Lexa yang masih fokus pun hanya menerima dan meneguknya setelahnya dia kembalikan membuat Karel menggeleng.


Lexa yang mulai merasa mengantuk pun bersender pada bahu Karel,


Karel mengusap wajahnya lembut dan membiarkannya.


" Ngantuk? " Bisik Karel dan Lexa mengangguk.


" Tidurlah,, Nanti aku bangunkan setelah selesai atau kita mau pulang "


" Engga mau,, Malam mingguannya belum selesai Sayang "


" Baiklah,, "


Lexa kembali duduk dan menatap layar di hadapannya,,


Karel menoleh dan mengusap pucuk rambutnya,,

__ADS_1


Dia pun kembali menatap lurus dimana layar besar dengan suara menggema ,,


__ADS_2