
Lexa masih terdiam, dia merasa jika Karel memang masih menyimpan perasaannya kepada Gabriel dan dia sengaja ingin tau bagaimana sikap Karel dia lebih memilih dirinya atau Gabriel.
" Morning By " Sapa Karel mengecup pucuk rambutnya.
Lexa hanya tersenyum tipis tanpa membalasnya, dia sudah menyiapkan semua pakaian kerja Karel dan dirinya hanya memakai pakaian santai karena memang tidak ada kelas hari ini.
" Aku tunggu di bawah " Ucap Lexa beranjak.
Karel terus menatapnya,
Dia tau jika istrinya masih kecewa dengannya dan semua itu wajar karena sikapnya yang tidak tegas terhadap Gabriel.
Karel menghela napasnya dan memakai semua pakaiannya dia pun berjalan turun dan matanya menatap Lexa yang sudah duduk di meja makan menunggunya.
" Karel menarik kursinya namun Lexa masih diam dan hanya mengambil roti untuknya.
" By,, " Ucap Karel
" Kamu bisa kan ambil semua sendiri "
Karel tidak menjawab dan mengambil semua sendiri, sebenarnya bukan ini yang Lexa inginkan namun melihat sikap Karel selama ini menghadapi Gabriel membuatnya tidak yakin jika Karel mencintainya dengan sepenuh hati.
Karel terus menatap Lexa,,
Dia sangat tidak enak dalam keadaan seperti ini dimana istrinya terus mendiamkannya.
" By,, Aku mau bicara " Ucap Karel menggandeng tangan Lexa kembali ke kamarnya.
Sarni menatapnya,,
Bahkan Rian yang baru saja masuk pun bingung,,
" Bik,, ada apa? " Ucap Rian
" Tuan dan Nyonya ada masalah, mereka saling diam "
Rian menggeleng,,
__ADS_1
Namun sebenarnya dia tau persis apa yang sedang terjadi dengan Bos nya namun dia tidak mau sok tau akan masalah mereka.
-------
Di dalam kamar Karel masih menatap Lexa yang tidak menatapnya,,
Bahkan Karel berjongkok di hadapan Lexa.
" Kamu mau bicara apa ini sudah siang dan kamu harus ke kantor " Ucap Lexa
" Aku tidak peduli " Ucap Karel dengan terus menatap wajah Lexa.
Ponsel Karel terus berdering dan itu sama sekali di hiraukan.
" Kamu kenapa, aku gak mau kamu mendiami aku By "
Lexa menatapnya,,
Rasanya begitu banyak beban untuk dia sampaikan.
Deg..!!
Karel tidak menyangka jika Lexa akan menanyakan semua ini kepadanya.
" Apa maksud kamu,, Kamu istri aku sudah pasti aku cinta kamu By "
Lexa tersenyum,,
" Mulut kamu bicara seperti itu tapi tidak dengan hati kamu "
" Harus bagaimana lagi aku bilang,, Gabriel hanya masa lalu aku,, "
" Tapi dia Cinta pertama kamu "
" By,, Pliss,, jangan lagi bahas semua ini.. Bukannya aku sudah janji untuk tidak bertemu dengannya "
" Dia akan terus menemui kamu "
__ADS_1
Ponsel Karel kembali berdering bahkan terus berdering membuat Karel mengambilnya namun malah terlihat nomor Gabriel yang menghubunginya.
" Kenapa tidak kamu angkat, dia sudah menunggu kamu bukan "
Karel langsung menonaktifkan ponselnya,, dia beralih duduk di samping Lexa yang malah memalingkan wajahnya.
" Pergilah,, Aku mau sendiri " Ucap Lexa dengan air mata yang kembali menetes.
Rasanya sangat sakit mengatakan semua ini namun dia harus tegas dengan suaminya.
" Tidak aku tidak akan pergi " Ucap Karel.
" Aku mau sendiri Rel Pliss "
Karel menggeleng,,
Namun Lexa sama sekali tidak mau menatapnya membuat Karel merasa hancur tiba tiba Lexa merasakan pusing di kepalanya dan pandangannya kabur.
Bruk,,
" By,, " Ucap Karel saat melihat Lexa yang jatuh pingsan
Karel langsung membopongnya dan membawanya ke Rumah Sakit.
Dalam perjalanan Karel terus melirik Lexa dia sangat khawatir dengan keadaan Istrinya.
Hingga sampai di Rumah Sakit,,
Dokter yang melihatnya pun langsung menghampiri..
" Maaf Tuan, Biar kamu periksa "
Karel mengangguk Dan duduk di kursi tunggu, dia mengusap wajahnya kasar dengan Lexa seperti ini.
By,, Pliss kamu harus baik baik saja aku tidak mau terjadi sesuatu dengan kamu.
Gumam Karel mengusap wajahnya Kasar dan terus menatap pintu ruang dimana Lexa masih di periksa.
__ADS_1