
Lexa sudah bersiap dia akan kembali kuliah setelah beberapa hari tidak masuk, tubuhnya pun sudah kembali sehat dan kesedihannya sudah berkurang karena Karel yang selalu menemani dan menghiburnya.
" Selamat pagi " Ucap Lexa dengan senyum cerianya
Karel menatapnya heran dengan Lexa yang sudah terlihat rapi.
" Kamu mau kemana "
" Kuliah dong emang mau kemana ikut kamu kerja " Ucap Lexa Asal dengan mengambil roti
" Boleh saja kalau mau ikut ke kantor "
" Uhuk.. Uhuk,,, "
Karel langsung memberikan air untuknya,,
" Pelan pelan saya tidak akan minta "
Lexa mencebikan bibirnya dan meletakan gelas di atas meja.
" Terus gimana " Ucap Karel membuat Lexa mengernyit bingung
" Apa nya? "
" Mau ikut ke Kantor "
" Ya Kali aku nemenin kamu kerja yang ada bosan kali "
Karel tersenyum dan menghentikan makannya menatap lekat Lexa yang sedang menikmati rotinya malah membuat Lexa salah tingkah karena tatapan Karel.
" Kenapa malah liatin aku "
Karel tidak menjawab namun tangannya terangkat dan mengusap sudut bibir Lexa yang tersisa selai strawbery.
" A- aku bisa sendiri " Ucap Lexa langsung menarik tisu dan membersihkannya
" Dasar gadis kecil "
Lexa membuka mulutnya, lagi lagi Karel kembali memanggilnya gadis kecil.
" Rian akan mengantarkan mu dan menemani kamu selama di Kampus "
" Ta- tapi "
" Patuh dan tidak ada bantahan "Ucap Karel tanpa ada bantahan
Lexa menghela napasnya,
Kenapa malah Karel semakin protektif dengannya semenjak Kejadian di Rumah Sakit Lexa selalu di kawal dirinya atau Rian kemana pun.
Lexa berjalan keluar dan terlihat Rian yang sudah siap di samping mobil,, dia pun langsung membuka pintu saat melihat Lexa berjalan keluar.
" Silahkan Nyonya " Ucap Rian dan Lexa langsung masuk.
Rian berlari memutar dan duduk di kursi kemudi, dia pun melajukan mobilnya keluar halaman rumah mewah.
__ADS_1
Selama perjalanan Lexa hanya terdiam namun terlihat jika dia sedang memikirkan sesuatu,,
" Rian,, Apa aku boleh tanya sesuatu "
" Silahkan Nyonya "
" Apa Karel seperti itu "
" Maksudnya Nyonya? "
" Dia selalu memerintah seenaknya saja, mengatur aku untuk mengikuti keinginannya "
Rian tersenyum,,
" Kenapa kamu malah tersenyum "
" Maaf Nyonya,, Sebenarnya Tuan Karel itu orang yang baik dan selalu mengutamakan orang orang yang dekat dengannya terutama Anda "
" Aku, ?? "
" Ya,, Tuan selalu meminta saya untuk menjaga Nyonya dan melaporkan semua yang terjadi "
Lexa terdiam,,
Sampai seperti itu kah?? Namun setiap dekat dengannya bahkan Karel sangat dingin dan selalu memerintah.
Tapi,, di balik semua itu Rian benar Karel adalah laki laki yang sangat baik buktinya selama ini dia menemaninya di saat dirinya terpuruk.
" Ah ya terima kasih "
" Sama sama Nyonya,, "
" Oya kamu tunggu di sini saja Oke "
Rian mengangguk dan Lexa berjalan masuk kampus.
Rian menatap mobil yang sangat dia kenal, ya itu merupakan mobil Sesil.
Rian pun terus menatapnya hingga terlihat Sesil keluar.
Tidak lama kembali terlihat sebuah mobil yang terparkir bersebelahan dan itu merupakan mobil Nicol.
Rian terus melihat mereka sesuai perintah Karel yang tidak mau kembali Lexa sedih dan menangis karena sikap keduanya.
Lexa berjalan menyusuri Lorong kampus, beberapa temannya menyapa dirinya dan sesekali mereka mengungkapkan bela sungkawa atas meninggalnya Ayah Lexa.
" Alexa " Ucap Nicol saat melihat Lexa yang masih berdiri dengan bersama beberapa temannya
Lexa menoleh,,
" Aku duluan ya " Ucap Lexa langsung berjalan namun Nicol segera mengejarnya
" Lexa, Lexa tunggu " Ulang Nicol menahan tangan Lexa
__ADS_1
" Lepas " Ucap Lexa menepisnya
" Oke Sorry,, Tapi pliss ada yang mau aku bicara dengan kamu "
" Apa lagi,, semua sudah jelas bukan terus apa yang mau di bicarakan "
" Aku minta maaf,, seharusnya aku mendengar penjelasan kamu dan tidak semudah itu mempercayai Sesil "
Lexa tersenyum kejut, bahkan semua itu sudah terlanjur dan hatinya pun sudah sangat kecewa dengan sikap Nicol waktu itu yang langsung mengecapnya selingkuh.
" Minta Maaf,, kemana saja selama ini Kamu Kak, Kita sudah lama saling kenal namun kamu tidak sama sekali percaya atau paling tidak mendengarkan penjelasan aku "
Nicol terdiam,,
Dia memang salah sangat salah namun saat itu dia sangat dibuat geram apalagi dengan Sesil yang terus mengompori nya.
" Kenapa diam,, Semua ucapan aku benar bukan " Lanjut Lexa
" Aku memang salah,, Dan aku mau kita kembali memulainya "
" Memulainya,, Kamu lupa jika sekarang aku sudah menikah "
" Alexa,, Pernikahan Kamu Hanya karena Jebakan dan aku tau jika kamu tidak mencintainya begitu pula dengan Karel yang juga tidak mencintai mu "
" Kata siapa aku tidak cinta dengan Karel, Aku atau pun Karel saling mencintai dan selama ini kami hidup bahagia jadi lebih baik kamu pikirkan saja hubungan kamu dengan Sesil " Ucap Lexa akan meninggalkan Nicol namun Nicol kembali menahan dan mencekeram tangan Lexa.
" Kak Nicol lepas sakit " Rintih Lexa karena Nicol sangat erat mencekeram nya.
" Tidak,, Aku baru akan melepaskannya setelah kamu memaafkan ku dan kembali dengan ku"
" Lepas,, Sakit " Ucap Lexa mencoba melepaskannya
" LEPAS " Ucap Rian langsung mendekat membuat beberapa orang menatapnya.
Lexa langsung meringis bahkan pergelangan tangannya terlihat merah.
" Nyonya Anda tidak papa " Ucap Rian dan Lexa mengangguk.
" Anda siapa ini tidak ada hubungannya dengan Anda " Ucap Nicol menatap Rian
" Anda sudah mengganggu Nyonya Alexa berarti Anda berurusan dengan saya "
" Kamu, -
" Kak Nicol " Teriak Sesil langsung berlari menghampiri
" Nyonya,, Silahkan " Ucap Rian dan Lexa mengangguk
Nicol menatap Lexa yang meninggalkannya
" Kak Nicol kenapa sih, Lexa sudah menikah kenapa masih terus mengejarnya "
" Dia menikah karena jebakan kamu Sesil, jika kamu tidak menjebaknya maka pernikahan itu tidak akan Terjadi " Ucap Nicol langsung pergi meninggalkan Sesil yang masih berdiri mematung di tempatnya.
Sementara tidak jauh terlihat sepasang mata yang terus menatap kearah mereka.
Jadi,, Alexa menikah dengan Karel apa itu Karel Juan?!.
__ADS_1