
Karel melajukan mobilnya hingga sampai di rumah, dia melirik Lexa yang malah tertidur di sampingnya.
Beberapa hari ini memang Lexa sibuk mengurus design bersama Jonatan yang sudah pasti menguras tenaganya.
Rasa tidak tega memang sangat di rasakan Karel namun di balik semua itu pekerjaan ini sangat membuat Lexa bahagia dan melihat semangatnya membuat Karel hanya bisa mensuport nya.
Karel membopong tubuh Lexa masuk ke dalam, beberapa pelayan rumah langsung menundukan tubuh mereka saat tau Tuan mereka pulang,,
" Tuan,, " Sapa Rian
" Tunggu saya di ruang kerja " Ucap Karel langsung kembali menuju kamarnya sementara Rian menautkan alisnya bingung apalagi dengan raut wajah Karel yang Terlihat berbeda.
-
Karel menatap wajah istri kecilnya dan mengecupnya, dia pun berjalan keluar meninggalkan Lexa yang masih tertidur.
Sementara Rian sudah berada di dalam ruang kerja menunggu Karel di sana,,
-O,
Ceklek,,
Pintu terbuka membuat Rian segera beranjak saat tau Karel yang masuk.
" Tuan "
" Saya ingin kamu melakukan sesuatu terhadap Nicol "
" Nicol,, Maksud Anda teman kampus Nyonya Alexa "
" Ya, dia sudah berani mencelakai Alexa dan saya mau dia tidak lagi mengganggunya "
" Baik Tuan "
Karel mengangguk dan menuju meja kerjanya, dia memijat pelipisnya.
Tiba tiba ponselnya berdering dan terlihat sebuah nama di layar ponselnya membuatnya segera mengangkatnya.
(....)
" Bukan begitu,,
(....)
Karel meletakan ponselnya, dia kembali merasa pusing.
" Sayang,, " Ucap Lexa langsung menghampiri Karel dan memeluknya.
Karel tersenyum dan mengusap punggung gadis kecilnya yang selalu saja manja dengannya namun membuatnya senang.
" Kenapa bangun hem "
Lexa menatap Karel dan langsung duduk di pangkuannya,,
" Kamu gak temani aku tidur,, "
Karel tersenyum, selalu saja gadis kecilnya ini membuatnya gemas.
" Kamu ngapain di sini terus tadi Rian terlihat buru buru kenapa "
" Oh itu,, Tidak hanya ada pekerjaan "
Lexa mengangguk dan tersenyum,,
**********
Hari pun semakin sore,,
Baik Karel ataupun Lexa masih berada di sana, Karel kembali melanjutkan kerjanya sementara Lexa menemaninya dengan bermain ponsel.
Karel meliriknya dan berjalan menghampiri,,
" By,, "
" Hem,, kenapa" Ucap Lexa tersenyum "
__ADS_1
" Apa kamu mau bertemu orang tua ku? "
Lexa terdiam dan meletakan ponselnya, selama menikah memang Lexa belum pernah bertemu dengan orang tua Karel.
" O-orang tua kamu "
" Ya By,, Selama kita menikah kamu belum pernah bertemu dengannya "
Lexa masih terdiam, dia memang sangat mau bertemu namun dia merasa takut jika nanti malah pernikahan mereka tidak mendapatkan restu dari orang tua Karel.
Karel orang satu satunya yang kini Lexa miliki dan dia tidak mau jika mereka harus berpisah sudah cukup Lexa di tinggalkan Ayah dan Ibunya.
" By,, hei " Ucap Karel mengusap wajah Lexa karena terus terdiam.
" A- aku takut "
" Takut? "
" Aku takut jika orang tua kamu tidak menyukai ku "
Karel tersenyum dan menggenggam kedua tangannya,,
" Mereka pasti menyukai kamu By, "
" Rel,, Cuma kamu yang aku punya saat ini dan aku gak mau kalau kembali merasakan kehilangan aku gak mau "
Karel langsung menarik Lexa dalam dekapannya, terlihat wajah Lexa Yang berubah sedih bahkan air matanya menetes.
" Aku gak mau kembali merasakan kesedihan, sudah cukup Ibu dan Ayah ninggalin aku dan aku gak mau jika kamu juga ninggalin aku "
" Sst,, By, dengar itu tidak akan pernah terjadi aku tidak akan pernah meninggalkan kamu sampai kapan pun "
Lexa mengangguk dan memeluk Karel erat, selama keterpurukannya setelah di tinggal Ayahnya hanya Karel yang selalu ada di sampingnya, menemaninya dan menghiburnya membuatnya kembali bangkit dan bisa tersenyum.
***************
Nicol baru saja sampai di rumah, namun kedua orang taunya sudah menunggunya di ruang tamu, mereka terlihat tidak baik baik saja membuat Nicol heran.
" Nicol duduk,, Papa mau bicara dengan kamu "
" Besok aja Pa, Aku sangat cape "
Nicol menghela napasnya dan menghampiri mereka.
brak..
" Kamu lihat itu "
Nicol menatap sebuah Map di meja dan mengambilnya, sebuah laporan penuruan saham di Perusahaan mereka.
" Penurunan Saham "
" Papa bingung sama kamu,, Apa yang sudah kamu lakukan terhadap Alexa hingga Karel Juan melakukan semua ini "
" Maksud Papa "
" Kamu Tau siapa dia Nicol, semua bisa dia lakukan dengan sangat mudah dan kamu,, Kamu menganggu Alexa yang sudah jelas jelas istrinya,, Papa bingung sama Kamu! "
" Pa, Aku sangat mencintai Alexa dan aku mau dia kembali "
" NICOL!!! kamu, -
" Aw,,, " Rintih Bagaskara memegang dadanya yang terasa sakit.
" Astaga Papa " Teriak Miranda
" Ma,, Kita bawa Papa ke Rumah sakit " Ucap Nicol langsung memapah Bagaskara keluar.
Karel menatap layar ponselnya setelah Rian mengirimkan Chat kepadanya,,,
Ini belum seberapa Nicol, dan semua bisa lebih jika Anda masih berani menyentuh Alexa.
Karel meletakan ponselnya karena Menatap Alexa yang berbaring di sampingnya,,
" Kenapa belum tidur "
__ADS_1
Lexa memutar tubuhnya menatap Karel,,
" Aku tidak bisa tidur "
Karel merebahkan tubuhnya yang langsung mendapatkan pelukan Alexa,,
" Kenapa kamu begitu manja hem "
" Apa gak boleh manja sama suami sendiri "
" Boles By,, dan aku malah sangat suka "
Lexa tersenyum dan kembali memeluk bahkan menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Karel.
Karel mengecup dalam pucuk rambut Lexa dan memeluknya,,
Selama bersama Alexa,, kehidupan Karel banyak berubah..
Lexa merupakan wanita yang berbeda, dia mampu membuat Karel yang seperti serigala kutub berubah mencair dan lembut.
Tidak lama mereka terlihat terlelap dengan masih saling memeluk seakan tidak mau untuk di pisahkan.
Keesokan Harinya,,
Seperti biasa,,
Lexa mulai menyiapkan pakaian kerja untuk Karel yang masih berada di kamar mandi, hari ini Lexa kuliah siang membuatnya belum bersiap.
" Baju aku By "
Lexa membawanya menghampiri Karel dan membantunya,
" Sayang,, Apa bisa kamu menunduk aku susah pasang dasinya "
Karel mengangguk dan membungkukkan tubuhnya menatap wajah cantik gadis kecilnya,,
Cup,,
Lexa langsung membulatkan matanya saat Karel malah mencuri untuk mencium bibirnya,,
" Kenapa cium,, "
" Kamu selalu saja buat aku gemas By, rasanya malas untuk ke kantor hari ini "
" Kenapa sekarang kamu berubah hem,, bukannya dulu kamu sangat betah di kantor terus kenapa sekarang malah terbalik "
" Dulu belum ada kamu di rumah " Ucap Karel menarik hidung mancung Lexa.
Lexa memegang hidungnya,,
" Apa tidak mau mengantar suami kerja " Lanjut Karel membuat Lexa langsung memeluk lengannya dan mereka berjalan turun.
" Kamu bener gak sarapan dulu "
" Aku sarapan di kantor ya, ini sudah telat By "
" Ya Udah,, kamu bawa ini dan harus sarapan sampai di kantor, Ingat kamu ada sakit magh dan aku gak mau kamu sakit "
" Iya Istriku,,
Ya Sudah aku berangkat ya, kamu baik baik nanti Rian yang akan mengantar dan menemani kamu di kampus "
Lexa mengangguk,,
" Bye,, I Love you " Ucap Karel dengan mengecup kening Lexa
" I Love you too,, hati hati suamiku "
Karel mengangguk dan tersenyum,,
Lexa kembali masuk saat mobil Karel sudah melaju keluar.
Loh,, kenapa ada Mobil kembali..
Apa Karel melupakan sesuatu atau ada yang tertinggal. Gumam Lexa saat mendengar suara Mobil dari depan rumah.
__ADS_1
Lexa segera berlari keluar dan membuka pintu namun matanya menatap seseorang yang berdiri di depan pintu yang juga menatapnya..