Menikah Karena Jebakan

Menikah Karena Jebakan
Bab 54


__ADS_3

Seperti hari hari biasa Lexa pergi ke Kampus dan Karel pergi ke Kantor, kehidupan mereka pun berjalan seperti biasa tidak merasa terganggu dengan munculnya Gabriel masa lalu Karel, Walau sebenarnya rasa takut terus menyelimuti diri Lexa namun dia percaya dan yakin jika suaminya tidak akan tergoda untuk kembali bersamanya,,


Gabriel,, Dia hanya masa lalu Karel, Wanita yang sudah membuat kekecewaan besar pada hati Karel jadi sudah sangat pasti jika Karel membencinya.


" Hati hati,, semangat kerja nya karena ada istri kamu yang masih membutuhkan banyak uang" Ucap Lexa terkekeh saat sudah sampai di depan gerbang kampusnya..


" Bahkan kekayaanku tidak akan habis tujuh turunan By,, " Lanjut Karel mengacak rambut Lexa


" Aku tau itu "


Karel menggeleng dengan tingkah istrinya,,


Cup,,


" Bye " Ucap Lexa membuka pintu mobilnya setelah mengecup singkat pipi Karel.


" By,, " Cegah Karel membuat Lexa menoleh


" I Love you "


Lexa tersenyum,,


" I Love you too "


Karel terus menatap Lexa yang berjalan masuk, dan kemudian melajukan mobilnya.


Lexa berjalan melewati lorong Kampus, namun langkahnya terhenti saat melihat segerombolan mahasiswi yang sedang menghakimi seseorang.


Lexa menautkan alisnya namun matanya mengangkap jika Sesil lah yang berada di tengah tengah mereka dan sedang mendapatkan banyak cemooh dari semua mahasiswi.


" Sesil " Ucap Lexa kembali berjalan dan menghampiri mereka.


" STOP "


Semua langsung menatap Lexa yang berjalan mendekati Sesil,,


Lexa menatap Sesil yang terlihat kacau dengan penampilannya kini.


" Ada Apa Ini "


" Lexa sudah lah,, Dia tuh cewek munafik menutupi kesalahannya dengan memfitnah orang "


" Gak Usah bela dia,, Saudara macam apa sudah salah tapi masih menyalahkan orang "


Lexa menggeleng,,


" Cukup,, Kalian gak bisa menghakimi Sesil seperti ini di keluarkan dari kampus sudah cukup "


" Gue gak nyangka hati Lo seperti malaikat Lexa padahal Lo sudah terus di sakiti dia tapi Lo masih bela " Ucap salah satu dari mereka dan berjalan pergi.


Sementara yang lain pun mengikutinya, tinggal lah Lexa bersama Sesil.

__ADS_1


" Kamu gapapa "


Sesil menatap Lexa,,


" Gak Usah Sok baik,, Lo seneng kan gue seperti ini "


" Sesil tunggu,, " Ucap Lexa menahan tangan Sesil namun malah Sesil mendorongnya


" Aw,,, " Rinti Lexa namun seseorang manahan tubuhnya hingga tidak terjatuh ke lantai.


" Sesilia " Ucap Nicol menatap tajam sementara Lexa langsung melepaskan tangan Nicol yang memegang tubuhnya.


" Ka- Ka Nicol "


" Apa kamu belum puas terus menyakiti Lexa dan kamu menuduhnya "


Sesil menggeleng,,


" Bu- Bukan seperti itu Ka,, Aku bisa jelasin semua,, Semua ini Karen Dia " Ucap Sesil menunjuk Lexa.


" Cukup Sesil,, Selama ini aku cukup sabar dengan tingkah kamu yang terus menyalahkan aku "


" Hahahaha,, Terus kamu mau apa Hah "


" Kamu, -


Lexa menoleh saat seseorang menahan tangannya,,


" Jangan pernah kotori tangan kamu untuk orang sepertinya " Ucap Karel menatap tajam Sesil yang terlihat ketakutan.


" Anda sudah tau salah tapi terus menyalahkan istri saya,, Apa ucapan saya kurang Jelas "


" Sa- saya tidak akan pernah takut karena memang Alexa yang salah "


" Ayo By "


Karel menggandeng tangan Lexa meninggalkannya, sementara Nicol terus menatapnya,,


" Ka " Ucap Sesil memegang lengan Nicol


" Cukup Sesil,, "


Sialan,, semua ini karena Lexa..


Awas saja kamu pasti akan mendapatkan balasannya.


Aku tidak akan pernah takut dengan Karel. Gumam Sesil tersenyum.


 


Lexa menatap Karel,,

__ADS_1


Bahkan Karel malah membawa Lexa kembali ke mobi.


" Kenapa malah ke mobil Sayang,, Aku belum kuliah " rengek Lexa


Karel menoleh dan mengusap pucuk rambutnya,,


" Kamu ikut aku ke kantor ya,, Aku terus kepirikiran jika kamu kuliah By "


" Biasanya juga ada Rian yang jagain aku "


" Rian sedang aku tugaskan mengurus sesuatu"


Lexa menghela napasnya dan membalikan wajahnya menatap lurus.


Karel menggeleng dan kembali melajukan mobilnya.


 


Nicol sudah berada di kelasnya, dia terus memikirkan sikap Karel dan Lexa.


Apa sudah tidak ada rasa sama sekali di hati kamu untukku Alexa, kita sudah sangat lama dekat sedangkan dia, hanya beberapa bulan kamu mengenalnya.


Apa sebahagia itu kamu bersamanya,, Apa aku harus dan bisa melupakanmu hingga merelakan kamu bersamanya.


Batin Nicol mengacak rambutnya frustasi.


Sesil menuju mobilnya,,


Wajahnya terus emosi, bahkan tangannya memukul stir mobilnya..


" Argh " Teriak Sesil menahan emosi namun tiba tiba dia merasakan sesuatu dengan perutnya..


" Uwek "


Sesil menutup mulutnya dan membuka pintu mobilnya,, dia pun memuntahkan cairan dalam perutnya.


" Kenapa aku mual seperti ini " gumam Sesil dengan memejamkan matanya menahan rasa mual yang masih dia rasakan.


*****


Wajah Lexa terus cemberut karena tingkah Karel yang menurutnya seenaknya saja, sementara Karel dengan santainya malah menarik Lexa dan memeluk pinggangnya membuat Lexa menoleh namun malah Karel tetap bersikap sama semakin membuat Lexa kesal.


Hingga mereka sampai di depan ruangan, Lexa melepaskan tangan Karel.


" By,, "


" Aku tuh lagi kesel sama kamu " Ucap Lexa membuat Karel malah semakin ingin menggodanya


" Eh,, " Ucap Lexa saat malah Karel menarik pinggangnya dan membuat wajah mereka semakin dekat, sorot mata elang Karel terus menatap manik mata Indah Lexa.


Ceklek,,

__ADS_1


Suara pintu terbuka sukses membuat keduanya menoleh dan terlihat seseorang berdiri menatap mereka dengan tatapan yang sulit di artika..


__ADS_2