Menikah Karena Jebakan

Menikah Karena Jebakan
Bab 68


__ADS_3

Lexa membuka matanya dan menatap sekeliling ruangan yang sangat asing baginya bahkan dia sendiri tidak tau berada di sana.


Lexa beranjak duduk dan tidak menemukan Karel di sana membuatnya semakin takut.


Dengan berjalan tergesah dia langsung keluar kamarnya..


" Rel,, kamu dimana? " Ucap Lexa berjalan keluar dan menuruni anak tangga.


" Rel,, " Ulangnya karena tidak juga menemukan bahkan tidak adanya jawaban dari Karel hingga langkahnya menuju di mana terdengar suara,,


" Rel,, "


Lexa kaget saat melihat Karel yang duduk menoleh bahkan adanya kedua mertuanya di sana,,


" By,, kamu sudah bangun " Ucap Karel yang langsung beranjak menghampiri.


Moza terlihat tersenyum menatapnya, namun Lexa seakan masih belum percaya dengan apa yang di lihatnya dimana Mertuanya juga berada di sana di hadapannya.


" Mommy,, Daddy " Ucap Lexa mengerjabkan matanya.


" Hai Sayang " Ucap Moza


" Sayang,, jadi ini, -


Karel mengangguk dan menggandeng Lexa,,


Moza langsung memeluknya,,


Menantu cantik kesayangannya bisa kembali bertemu bahkan dengan kabar baik untuk mereka.


" Mommy kangen sekali Sayang " Ucap Moza memeluk Lexa.


Tidak kalah rasa kangennya membuat Lexa membalas bahkan matanya berkaca.


" Gimana Kabar kamu Sayang,, "


" Baik Mo,, "


" Hei,, kenapa menangis apa tadi Mommy terlalu kencang meluknya? "


Lexa menggeleng,,


Sementara Leon pun berjalan mendekat membuat Lexa segera mencium punggung Papa mertuanya.


" Nak,, " Ucap Leon mengusap pucuk rambut Lexa.

__ADS_1


Karel yang melihat istrinya menangis pun mendekat,,


Lexa menoleh dan memeluknya,,


" Kamu jahat,, Kenapa gak bilang ada Mommy juga Daddy "


" Maaf By, Aku hanya ingin memberi kejutan "


Leon pun memeluk Moza,,


Dia bangga dengan Karel dia mendengar dan tidak melupakan ucapannya.


 


Kabar kehamilan Lexa pun sudah di dengar Moza dan Leon dan inilah mengapa mereka kembali ke Indonesia.


Tadinya mereka akan pulang ke rumah namu Karel memberitahu jika dia akan membawa Lexa liburan di Vila mereka.


Moza menghampiri Lexa yang tengah duduk,,


" Sayang,, Ini Mommy buatkan kamu teh hangat "


Lexa menoleh dan tersenyum,,


" Mommy sangat bahagia mendengar kamu hamil, Makanya Mommy langsung pulang "


" Karel yang memberitahu Mommy,, ? "


" Ya,, Dia hanya mengirimkan Chat dan ketika Mommy sampai di Bandara kalian malah sudah ke Yogya akhirnya kami menyusul "


" Jadi semua,, "


" Ya Sayang, , Kamu harus sehat ya jangan banyak pikiran apalagi kelelahan karena di perut kamu ini ada malaikat kecil "


Lexa mengangguk dan tersenyum,,


Rasanya sangat bahagia dikelilingi orang orang yang menyayanginya.


Apalagi di tengah tengah mereka akan adanya malaikat kecil yang akan membuat keluarga kecilnya menjadi sempurna.


Karel menghampiri mereka setelah sebelumnya bicara dengan Leon.


Kabar kembalinya Gabriel pun sudah Leon dan Moza dengar, mereka memperingatkan Karel untuk tidak kembali berhubungan dengannya apalagi saat ini Lexa yang tengah hamil.


" Lagi ngapain,,? " Ucap Karel mengecup kening Lexa dan duduk di sampingnya.

__ADS_1


" Jadi kamu sengaja meminta Mommy ke sini?"


Karel mengangguk,,


" Kamu sendiri bilang jika kamu sangat merindukan Mommy "


Lexa menatap Moza yang tampak tersenyum,,


Kasih sayang Moza kepadanya begitu tulus bahkan seperti ibu kandung apalagi Lexa sudah sangat lama tidak merasakan kasih sayang orang tua.


" Apa Mommy bakal tinggal di sini? " Ucap Lexa


" Ya Sayang,, Mommy akan menemani kamu di sini "


Lexa tersenyum dan langsung memeluk Moza erat, dia begitu menyayangi Moza sejak pertama mereka bertemu.


Karel menatapnya,,


Senyuman terbit di wajah tampannya, bahkan dia akan terus membuat orang orang yang dia sayang bahagia.


Ting,,


Ponselnya berdering,,


Karel merogoh saku celananya dan mengernyit saat melihat pesan dari Rian, padahal dirinya sudah memerintahkan untuk tidak dulu mengganggunya beberapa hari ke depan.


" Aku angkat telpon dulu " Ucap Karel dan Moza mengangguk.


" Bentar ya " Lanjut Karel mengusap wajah Lexa yang menatapnya,,


Karel berjalan sedikit menjauh untuk menjawab telponnya,,


" Bukannya saya sudah bilang jika jangan ganggu saya beberapa hari ini " Kesal Karel.


"(....)


Karel langsung terdiam, dia pun segera membuka email yang Rian maksud dan matanya membulat saat melihat isi dari email tersebut.


**************


Mampir juga yuk dia Novel terbaru aku,,


Kisahnya juga gak kalah bikin Baper dan tingkat kehaluan kalian bertambah,, 😬😬


__ADS_1


__ADS_2