
Lexa berjalan sendiri karena Milea ijin sedang mengantar Orang tuanya, semua kelas Kuliah telah usai dan kini Lexa berjalan keluar karena Rian sudah memberi tahunya jika dia sudah menunggu di luar.
" Alexa tunggu " Ucap Sesil menghadangnya
Lexa hanya menghela napasnya, dia sudah tidak mau lagi berhubungan dengan Sesil ataupun Nicol.
Hidupnya sudah tenang bersama Karel yang mencintainya.
" Kita perlu bicara " Lanjut Sesil menarik tangan Lexa menuju taman belakang kampus.
" Bicara apa lagi,, Bukannya semua sudah jelas" Ucap Lexa dengan menarik tangannya.
Pergelangannya masih sedikit sakit dan kini Sesil kembali mencekeram nya.
" Gue minta Lo jauhi Kak Nicol, Lo juga tau kan kita mau tunangan? "
Lexa tersenyum bahkan heran dengan ucapan Sesil, bukannya selama ini Nicol yang selalu mengejarnya.
" Apa tidak salah dengar,, Kak Nicol yang terus mengejarku "
" Tapi Kak Nicol membatalkan tunangan ini karena kamu "
Deg..!!
Lexa terdiam tidak percaya, bahkan perasaanya yang dulu terhadap Nicol sudah hilang begitu saja dan kini hanya ada Karel yang menempati hatinya.
" Maksud Kamu "
" Ya Nicol membatalkan semua karena dia masih mencintai kamu, Alexa pliss kamu bujuk Nicol untuk tidak membatalkannya " Ucap Sesil dengan menggenggam kedua tangan Alexa.
Melihat Sesil seperti ini Lexa pun tidak tega, dia tau bagaimana saudaranya ini dia sangat mencintai Nicol.
" Baiklah,, Aku akan bicara dengannya " Ucap Lexa membuat Sesil tersenyum dan memeluknya.
" Thanks Alexa,, Lo memang saudara gue "
Lexa mengangguk,,
" Aku duluan, Rian sudah menunggu " Ucap Lexa melepaskan pelukannya.
Sesil tersenyum melihat kepergian Alexa,,,
Lo masuk dalam permainan gue Alexa. Gumamnya seraya memainkan rambut panjangnya.
Lexa hanya terus diam selama perjalanan, dia memikirkan semua ucapan Sesil kepadanya malas sebenernya namun melihat Sesil memohon kepadanya membuat hatinya tersentuh bagaimana pun Sesil merupakan saudaranya.
" Maaf Nyonya kita langsung ke rumah atau, -
" Ke rumah "
Rian mengangguk dan melajukan mobilnya,,
__ADS_1
Hingga sampai di depan rumah,,
" Makasih Rian " Ucap Alexa langsung berjalan masuk membuat Rian bingung.
Ada apa lagi, Tuan karel terlihat bahagia tetapi kenapa Nyonya Alexa malah seperti memikirkan sesuatu.
Hari semakin senja,
Lexa masih berada di kamarnya, dia bingung harus melakukan apa untuk membantu Sesil sedangkan dirinya sudah tidak mau lagi berhubungan dengan Nicol.
Lamunannya buyar saat merasakan sesuatu di perutnya, matanya menunduk dan terlihat tangan kekar yang memeluknya dari belakang sudah pasti itu adalah Karel yang melakukannya.
" Sudah pulang " Ucap Lexa dengan tetap menatap lurus
Karel mengangguk dengan wajahnya yang sengaja dia tumpuh kan pada bahu Lexa mencium harum sabun pada kulit gadis kecilnya.
Semenjak mereka semakin dekat, Karel memang selalu pulang cepat dan tidak pernah lagi pulang malam.
" Ada Apa hem " Ucap Karel tau jika gadisnya sedang memikirkan sesuatu.
Lexa melepaskan tangan Karel dan memutar tubuhnya hingga mereka kini berhadapan, Karel tidak tinggal diam tangannya langsung menarik pinggang ramping Lexa hingga tidak ada lagi jarak antara mereka.
Cup,,
Kecupan singkat dia berikan kepada Lexa membuat Lexa mendorong,,
" Rel,, " Kesal Alexa
" Apa mau bicara denganku "
Lexa mengangguk dan Karel langsung menggandeng tangannya masuk karena angin yang dingin.
" Ceritakan apa yang terjadi hem "
" Aku bertemu Sesil dan kami berbicara sesuatu "
Raut wajah Karel langsung berubah saat mendengar nama Sesil, dia tidak mau Lexa kembali sedih dan tersakiti oleh mereka.
" Apa yang dia bicarakan "
" Dia bilang jika Nicol membatalkan pertunangannya dan memintaku untuk membujuknya agar tetap berjalan "
" Aku tidak setuju " Ucap Karel tegas membuat Lexa kaget.
" Tapi Rel dia, -
" Aku tidak mau lagi kamu berhubungan dengan mereka By, selama ini kamu selalu menderita oleh mereka "
" Aku tau, tapi semua ini juga karena aku Rel "
" Karena kamu, Maksudnya? "
__ADS_1
" Ya, Sesil bilang jika Nicol membatalkannya karena dia masih memiliki perasaan kepadaku "
Lexa menatap Karel, terlihat jelas jika suaminya cemburu dengan ucapannya.
" Rel,, "
" Aku tidak mengijinkan kamu menemui Nicol "
" Tapi Aku kasihan dengan Sesil, dia sangat mencintai Nicol dan dia juga setidaknya saudaraku "
" Aku tetap tidak setuju " Ucap Karel langsung beranjak dan keluar dari kamar Alexa.
Alexa menatapnya,,
Dia tau jika suaminya pasti tidak akan mengijinkannya namun bagaimana pun Sesil saudaranya dan dia harus membantunya.
Karel masuk ke dalam kamarnya dan melempar sembarang jas yang dia pakai,
Langkahnya menuju balkon kamarnya dengan tangannya yang menyalakan korek.
Dia kembali merokok.
Karel selalu meluapkan rasa marahnya dengan merokok padahal Alexa sudah melarangnya.
" Kenapa kamu kembali merokok " Kesal Alexa langsung menarik batang rokok yang masih menyala dan Karel hanya melirik
Karel tidak menjawab dan kembali akan menarik namun tiba tiba,,
" Aw panas " Ucap Lexa karena jarinya terkena Rokok membuat Karel panik
" Astaga By,, " Ucapnya langsung membuang batang Rokok dan membawa Lexa masuk ke dalam.
Lexa menatap Karel yang sangat panik padahal hanya sedikit yang terkena,,
" Maaf By,, Semua salah aku " Ucap Karel dengan mengolesi salep.
Karel terdiam saat Lexa malah memeluknya erat dan menggeleng,,
" Aku yang minta maaf " Ucap Alexa dalam pelukannya.
Karel membalas pelukan Alexa dan mengecup pucuk rambutnya.
Hingga Lexa melepaskannya dan menatap wajah Karel,,
" Jangan kembali merokok, Aku tidak mau terjadi sesuatu dengan kamu,, Cuma kamu yang aku miliki sekarang "
" Aku Minta maaf By, dan aku janji "
Lexa tersenyum dan kembali memeluknya,,
__ADS_1
Karel membelai rambut panjang Lexa, dia akan melakukan apa saja untuk membuat gadisnya ini bahagia.