Menikah Karena Jebakan

Menikah Karena Jebakan
Bab 72


__ADS_3

Setelah cukup lama tidur Lexa pun membuka matanya bahkan perutnya mulai merasakan lapar, matanya menatap sekeliling tidak adanya Karel di sana membuatnya mencari.


Lexa beranjak dan berjalan mencarinya namun Matanya menatap seseorang yang duduk di sofa.


Dengan langkah pelan lexa berjalan mendekat benar saja Karel lah yang berada di sana namun terlihat tidur.


Kenapa malah tidur di sofa coba, kan bisa tidur di ranjang tadi. Gumam Lexa.


Lexa memandang wajah suaminya yang terlelap, dia pun duduk di sampingnya dan menyentuh wajahnya.


Karel mengerjabkan matanya,,


" By " Ucap Karel beranjak.


Lexa masih menatapnya tanpa bicara membuat Kare tau jika istrinya masih tidak mau melihatnya,


" Kenapa tidur di sofa sih, kenapa tidak tidur di ranjang samping aku "


Karel menautkan alisnya,,


" Ta- tapi kamu bukannya '-


" Apa?? Bilang aja kamu gak mau tidur samping aku "


" Bukan seperti itu By,, "


" Stop.. !! Aku gak mau denger "


Lexa beranjak dan akan berjalan namun Karel menahan tangannya.


" Apa lagi, Aku lagi kesal sama kamu "


Karel malah langsung memeluknya, Lexa sempat menolak namun Karel tetap memeluknya membuat Lexa pasrah dan hanya diam.


Merasa tidak ada penolakan kembali membuat Karel melepaskan pelukannya.


" Sudah tidak marah lagi " Ucap Karel dan Lexa menggeleng.


Karel tersenyum dan mengusap wajah cantik istrinya yang terlihat begitu menggemaskan saat seperti ini.


" By,, Pliss jangan lagi mengusir aku seperti pagi tadi, Aku tidak bisa jauh dari kamu aku khawatir dengan keadaan kamu "


" Aku minta maaf " Ucap Lexa dan Karel tersenyum


" Kenapa minta maaf?? Ini bukan salah kamu By,, tapi karena anak kita yang sedang kesal sama Papa nya karena membuat Mamanya kelelahan semalam "


Lexa tersenyum,,


Dia merasa malu dengan tingkahnya semalam yang begitu agresif bahkan dia lah yang meminta Karel lebih dulu.


" Tapi aku suka dengan sikap kamu seperti semalam, kamu benar benar membuat aku puas " Goda Karel semakin membuat Lexa malu dan langsung memalingkan wajahnya.

__ADS_1


" Sayang udah aku malu,, "


Karel terkekeh dan menarik Lexa dalam dekapannya,,


" Aku suami kamu By,, kenapa harus malu bahkan aku sangat menyukainya "


Lexa memukul dada Karel dan tersenyum dalam dekapan Karel.


" Sayang,, aku laper dan aku pengin makan martabak "


Karel melepaskan pelukannya dan menatap Lexa,,


" Martabak?? "


Lexa mengangguk,,


Sementara Karel merasa bingung harus kembali mencari kemana lagi.


" Sayang " Ulang Keyla dan Karel tersenyum,,


" Iya Sayang,, Aku cari ya kamu tunggu di rumah ya "


" Tapi cepet "


Karel mengangguk dan mengecup kening Lexa,,


 


" Rel,, kamu mau kemana? " Ucap Moza


" Nyari martabak Mom"


" Martabak?? Untuk siapa? "


" Alexa ingin makan martabak "


" Oh,, Ya Sudah buruan beli nanti anak kamu ileran kalau tidak di turuti " Goda Leon


" Daddy,, Kasihan jangan goda Karel terus " Ucap Moza membuat Leon terkekeh.


Karel langsung berjalan keluar dan melajukan mobilnya.


 


Sepanjang jalan Karel terus mencari penjual Martabak, cukup sulit karena cuaca sore yang juga gerimis membuat beberapa pedagang tidak menjualkan dagangannya.


Namun ucapan Daddy nya terus terekam, dia tidak mau jika anaknya nanti lahir akan ileran gegara saat Lexa ngidam tidak keturutan.


Hari semakin malam,, namun Karel belum juga menemukan penjual Martabak namun keberuntungan berpihak pada dirinya saat melihat penjual martabak. Dengan segera Karel menghampirinya.


" Silahkan,, Mau yang rasa apa? " Ucap penjual.

__ADS_1


Deg..!!


Karel melupakan jika Lexa menginginkan rasa apa sedangkan ponselnya tertinggal di rumah,,


" Em,, Saya mau semua rasa "


" Baik,, ditunggu sebentar "


Karel duduk di kursi yang ada di sana, dia pun menghela napasnya merasakan ngidam Alexa yang sedikit membuatnya bingung namun itu pun masih cukup bisa dia cari.


Hampir satu jam akhirnya semua bungkusan terlihat, Karel membayar semuanya dan kembali menuju mobilnya.


Dengan semangat Karel melajukan mobilnya pulang, senyuman terukir saat mengingat jika dia bisa menemukan martabak keinginan istrinya.


Dengan menenteng semua bungkusan Karel berjalan masuk,,


Terlihat Lexa duduk di kursi makan bersama Moza, dengan senyumannya Karel pun berjalan menghampirinya.


" By,, ini martabaknya "


Lexa dan Moza menatapnya kaget, begitu banyak Karel membelinya.


" Kamu beli semua? " Ucap Lexa dan Karel mengangguk.


" Buat apa sayang? "


" Kamu By,, aku lupa tanya kamu ingin rasa apa ya sudah aku beli semua. "


Lexa hanya menatapnya,, . rasanya sudah tidak ingin makan martabak, melihatnya saja sudah membuat perutnya penuh.


" Kamu mau makan yang mana aku suapi ya " Lanjut Karel namun Lexa menggeleng.


" Aku sudah kenyang,, Mommy buatin aku omlet " Ucap Lexa


Karel mengernyit,,


" Terus ini gimana By? "


" Kamu makan aja deh "


" Tapi ini banyak By, Makan ya aku suapi "


" Salah kamu sendiri belinya banyak banget " Ucap Lexa berjalan menuju kamar.


Karel menghela napasnya panjang dengan sikap Lexa.


Moza yang melihatnya hanya bisa terkekeh,,


" Sabar,, Orang hamil memang bawaannya sensitif " Ucap Moza.


Karel mengangguk dan masih menatap martabak yang di belinya semua.

__ADS_1


Astaga,, Benar benar harus ekstra sabar menghadapi wanita hamil. Gumam Karel mengusap wajahnya kasar dan mengejar Alexa.


__ADS_2