
Lexa menyimpan ponselnya setelah membaca Chat dari Karel yang memberitahunya jika hari ini dia lembur dan akan pulang malam, supir rumah lah yang akan menjemputnya karena Rian juga akan ikut bersamanya.
" Lexa hei,, ke Kantin yuk gue laper " Ajak Milea
" Ya Udah yuk "
Mereka berjalan menuju kantin dengan obrolan kecil dan sesekali tertawa.
Nicol yang baru saja keluar dari ruang Dosen pun terus menatap Lexa, wajahnya saat tersenyum membuatnya ikut bahagia namun baru kali ini dia melihat Lexa tertawa lepas seperti itu dan terlihat di raut wajahnya jika dia tidak memiliki beban apa pun.
Selepas itu tawa kamu Lexa, selama ini aku tidak pernah melihatnya.
Apa sebahagia itu kamu hidup bersama Karel, apa Karel begitu menyayangi kamu.
Seharusnya Aku lah yang menjadi pendamping kamu seperti janjiku dulu kepada Ibu kamu sebelum meninggal.
Nicol kini hanya bisa menatapnya dan menyesali semua sikapnya dulu, bahkan penyesalannya sudah sangat terlambat.
Alexa sudah menikah bahkan suaminya bukan orang sembarangan.
" Nicol,, Apa masih ada sesuatu " Ucap salah seorang Dosen.
" Tidak Pa,, Kalau begitu Saya permisi terima kasih sebelumnya "
" Sebenarnya saya keberatan atas kepindahan kamu, kamu termasuk mahasiswa baik dan pintar namun jika alasan kamu seperti itu bagaimana lagi "
" Saya minta Maaf Pa,, "
" Sukses selalu untuk kamu "
" Terima kasih,, Saya permisi Pa "
Nicol kembali berjalan, dia berniat untuk pamit kepada Lexa jika dia akan pindah ke luar negeri.
Sebenarnya Alexa lah alasannya kenapa dia pindah kuliah, dia tidak bisa melupakannya.
Namun langkahnya terhenti saat melihat Lexa yang masih tertawa lepas, Nicol tidak mau mengganggunya.
Nicol sadar selama ini dia hanya membuat Lexa kecewa hingga membencinya.
Selamat tinggal Alexa, ,
__ADS_1
Aku tidak bisa lagi menjagamu, sudah ada suami kamu yang menjagamu.
Maaf aku telah menyakitimu.
Nicol melangkah mundur dan menuju parkiran.
*******
Di Perusahaan,,
Karel masih dengan meetingnya bersama semua Staff kantor.
Semua terlihat begitu serius dengan apa yang sedang Bos mereka ucapkan.
Hingga tanpa terasa hari semakin senja,,
" Baiklah,, meeting kita sampai di sini " Ucap Karel
Semua Staff berjalan keluar namun berbeda dengan Remon dan Rian yang masih berada di sana.
" Permisi Tuan,, " Ucap salah Satu Staff
" Ada yang mencari Anda "
Karel menautkan alisnya,, dia berfikir jika itu Alexa istrinya namun tiba tiba..
" Hai semua,, " Ucap Gabriel masuk dengan membawa beberapa paper bag di tangannya
" Aku tau kalian habis meeting lama dan pasti lapar, aku membawa semua ini untuk kalian " Lanjutnya meletakannya di atas meja
Karel sama sekali tidak menatapnya bahkan dia merasa tidak senang dengan kedatangan Gabriel ke sana.
" Oya Rel,, ini untuk kamu aku masih ingat makanan kesukaan kamu dan ini Cofee kamu pasti sangat lelah bukan "
Karel menatapnya,,
Wanita yang dulu begitu di cintai nya namun dia menghianatinya,,
Rasa perih masih sangat terasa di hatinya,,
" Kalian makan lah " Ucap Karel beranjak.
__ADS_1
Gabriel menatapnya dan meletakan cofee di meja.
" Karel tunggu "
Karel menghela napasnya dan berhenti,,
" Sampai kapan kamu akan terus menghindar, Aku memang salah dan aku minta maaf Rel,, "
" Minta maaf setelah semua kamu lakukan,,, " Ucap Karel tanpa menatapnya.
" Karel lihat aku " Ucap Gabriel
Karel terdiam membuat Gabriel berdiri di hadapannya.
" Aku terpaksa melakukan semua itu "
" Maksud kamu "
" Dia mengancam aku, Kamu tau aku begitu menginginkan menjadi seorang model dan dia mengancam jika aku tidak mau menjadi kekasihnya maka dia akan memberitahu kepada semua Agensi untuk tidak menerima aku sebagai modelnya. "
Deg..!!!
Karel terdiam,, entah dia akan percaya atau tidak nyatanya luka yang telah Gabriel berikan untuknya sudah terlalu dalam.
Hingga membuatnya dulu jauh dari orang tuanya.
Karel berjalan meninggalkan Gabriel tanpa berbicara apa pun..
" Karel,, Karel " Teriak Gabriel tanpa di dengar Karel.
Senyuman terukir di wajah Gabriel, dia sangat yakin jika Karel akan percaya kepadanya.
Sementara Karel terus teringat dengan ucapan Gabriel tadi, semua dia lakukan karena terpaksa.
****,, Umpat Karel memukul stir mobilnya..
" Alexa,, " Ucapnya teringat dengan istri yang sudah menunggunya di rumah.
Dia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk bisa segera sampai di rumah dan bertemu dengan istrinya.
Karena hanya Alexa yang bisa menenangkannya..
__ADS_1