Menikah Karena Jebakan

Menikah Karena Jebakan
Bab 65


__ADS_3

Lexa langsung menutup mulutnya saat berada di meja makan bahkan perutnya mulai bereaksi membuatnya langsung beranjak menuju kamar mandi.


" Uwek,, Uwek " Lexa terus memuntahkan semua isi dalam perutnya


" By, astaga " Ucap Karel yang langsung menyusul masuk dan memijat tengkuk Leher Lexa.


" Perut aku mual banget " Keluh Lexa dengan wajah pucatnya.


Karel membopong tubuhnya dan membawa ke ruang tengah,,


" Kamu tunggu aku buatkan teh hangat untuk kamu "


" Gak mau " Ucap Lexa yang menahan tangan Karel.


" Aku mau kamu di sini " Lanjutnya dan Karel mengangguk.


Karel duduk di samping Lexa yang malah langsung memeluknya.


Di usapnya lembut pucuk rambut istrinya, rasanya tidak tega melihat Lexa yang merasakan semua ini ingin rasanya semua pindah kepada dirinya.


" Maaf Tuan ini teh hangat nya " Ucap Sarni yang datang membawa teh hangat


" By,, kamu minum dulu ya " Ucap Karel dan Lexa mengangguk.


Karel menyelipkan anak rambut yang menutupi wajah Lexa, di tatapnya wajah pucat Lexa.


Aku sangat ingin mengajakmu ke suatu tempat namun melihat kondisi kamu seperti ini aku khawatir By.


Lexa menatap Karel yang terlihat melamun,,


Cup,,


Lexa mengecup singkat bibir Karel dan tersenyum membuat Karel tersadar dan mengacak gemas rambutnya.


" Kamu bilang mau ajak aku ke suatu tempat, Kemana? " Ucap Lexa.


Karel terdiam,,


" Sayang,, " Lanjut Lexa menggoyangkan lengan Karel.


" Nunggu kondisi kamu lebih baik ya, aku gak mau kamu malah kecapekan By "

__ADS_1


Lexa langsung melepaskan tangannya, dan menyilangkan kedua tangannya kesal bahkan dia tidak mau menatap Karel.


Karel menghela napasnya,,


Dia tau jika perasaan Istrinya berubah ubah karena kehamilannya.


" By, hei " Ucap Karel namun Lexa melepaskan tangan Karel


" Ya Udah kita pergi ya,, tapi kamu belum makan sesuatu kamu makan dulu oke "


Lexa menoleh,,


" Janji " Ucapnya dan Karel mengangguk.


Lexa langsung tersenyum dan memeluknya,,


Ternyata benar emosi juga perasaan ibu hamil itu sangat sensitif dan aku sebagai suami harus bisa sabar menghadapinya.


" Kita pergi sekarang " Ucap Lexa dan Karel mengangguk.


" Tapi kamu makan dulu, kamu belum makan sama sekali "


Lexa terdiam dia mencium bau nasi pun sudah membuat perutnya sangat mual.


" Tapi gak mau makan nasi " Cegah Lexa membuat Karel kembali duduk menatapnya.


" Aku mau bakso " Lanjutnya membuat Karel mengernyit.


" Ini masih pagi By,, dimana ada bakso yang lain ya "


Lexa menggeleng,,


" Aku mau Bakso Sayang, kamu mau anak kamu ileran "


" Ya Udah aku cari dulu ya,, " Ucap Karel namun lagi lagi Lexa menahannya


" Aku ikut "


Karel lagi lagi hanya pasrah dan menurut jika sudah menyangkut istrinya dan jika Lexa sudah bicara soal anaknya Karel tidak bisa menolaknya.


********

__ADS_1


Arnico Grup


Semua pegawai menatap seseorang yang datang dengan pakaian sangat sexy, mereka tau jika itu adalah model ternama bernama Gabriel yang memang sudah beberapa kali datang ke perusahaan.


Mereka saling berbisik melihatnya, Gabriel memang memiliki tubuh sexy dengan rambut panjangnya yang sengaja dia urai namun wajahnya masih kalah jika di banding Alexa istri dari Bos mereka.


Alexa memang memiliki wajah cantik natural.


Remon dan Rian langsung menghampirinya saat melihat Gabriel yang keluar dari pintu Lift, karena memang Resepsionis sudah menghubunginya jika ada seseorang yang mencari Bos mereka dan dia ngotot untuk tetap masuk.


" Nona Gabriel " Sapa Remon


" Dimana Karel, Aku ingin bertemu dengannya "


" Maaf Nona,, Tuan sedang tidak berada di kantor " Ucap Remon.


" Alah ini hanya akal akalan kalian saja bukan, aku tau jika Karel berada di dalam ruangannya "


" Nona Maaf,, Tuan memang tidak ada di kantor " Lanjut Rian namun Gabriel tidak menghiraukannya dan terus menerobos masuk ruangan Karel.


Remon dan Rian terus mengikutinya,,


" Karel,, Sayang,, Aku datang " Ucap Gabriel mencari kesetiap ruangan Karel namun tidak menemukannya .


" Dimana Karel, dia tidak mungkin tidak ke Kantor "


" Tuan sedang ada urusan hingga membuatnya tidak ke kantor beberapa hari Nona " Ucap Remon.


Gabriel terdiam,,


Dia langsung berjalan keluar dengan menahan rasa kesal juga marahnya.


" Aku ikuti dia dulu " Ucap Rian dan Remon mengangguk.


Karel memang memerintahkan Rian untuk menyelidiki kepulangan Gabriel, dan meminta Remon untuk menghandle perusahaan selama dia tidak ke kantor.


Rian terus mengikuti Gabriel tanpa Gabriel tau, hingga Gabriel masuk ke dalam mobilnya dan mengeluarkan ponselnya.


" Maaf Nomor yang anda tuju sedang tidak dapat menerima panggilan "


" Sial,, gak aktif nomornya.. Tapi kamu lihat aja Rel, aku gak akan nyerah kamu orang satu satunya yang bisa balikin semua "

__ADS_1


Gabriel melajukan mobilnya dan dengan sigap Rian terus membuntutinya.


__ADS_2