
Karel mengusap pucuk rambut Lexa,,
Senyuman terus terukir di wajahnya kebahagiaan dirinya karena akan segera memiliki anak dari istrinya.
Namun tiba tiba seseorang menghampirinya dan memanggilnya..
" Karel,, "
Lexa langsung menghentikan makannya saat melihat Gabriel berdiri di depan mereka bahkan Karel sendiri merasa kaget dengan adanya Gabriel di sana.
" Kamu di sini juga? " Lanjut Gabriel tanpa menghiraukan adanya Alexa di sana.
Karel menatap Lexa terlihat wajahnya yang langsung berubah, namun Karel mengingat semua yang Dokter katakan jika kandungan Lexa lemah dan tidak boleh banyak pikiran.
" Kita pulang ya,, Kamu harus banyak istirahat" Ajak Karel
Karel meletakan piring yang Lexa pegang dan dia mengandeng tangan Lexa melewati Gabriel yang menatapnya kesal.
" Karel tunggu,, " Ucapnya mendekat.
" Kamu urus dia, Aku tunggu di Mobil " Ucap Lexa namun Karel malah semakin erat menggenggam tangannya.
" Kita harus bicara Rel, Aku gak mau kamu terus salah paham "
" Sudah Tidak ada yang harus dibicarakan, Ayo By "
Gabriel mengepalkan tangannya, dia terus menatap Karel yang begitu perhatian dengan Lexa bahkan hingga tidak menghiraukan dirinya.
Sial,, aku gak akan biarkan kamu terus bersamanya Rel,
Aku butuh kamu untuk mengembalikan semuanya.
Sementara di Mobil,,
Lexa merasa heran dengan tingkah suaminya tidak biasanya Karel bersikap tegas bahkan jika sudah bertemu dengan Gabriel Karel pasti akan berbeda namun kini malah Karel lebih mengutamakan dirinya.
" Rel,, "
" Ya By,, kenapa perut kamu sakit atau kamu mau makan sesuatu? "
Lexa menggeleng,,
" Terus kenapa, apa ada yang sakit "
Lexa tidak menjawab malah langsung memeluk Karel tanpa mengganggunya membuat Karel kaget namun dia tersenyum dan mengusap wajah Lexa lembut.
" Kenapa hem "
" Aku mau seperti ini "
__ADS_1
Karel mengangguk dan membiarkan istrinya bergelayutan di lengannya walau sedikit susah.
Karel bingung karena Lexa yang malah diam bahkan tidak lagi bicara..
" By,, " Ucap Karel namun Lexa ternyata malah terlelap membuat Karel menggeleng.
Karel menepikan mobilnya dan membenarkan tubuh Lexa untuk lebih nyaman.
Karel pun melepas jas yang di pakainya dan menyelimuti tubuh Lexa yang terlelap dengan wajah yang sangat menggemaskan.
" Kamu pasti lelah By,, kita pulang ya "
Karel melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan sesekali melirik Lexa.
Mobil mewahnya masuk ke dalam Halaman mewah dan besar, Rian yang melihatnya pun segera menghampiri.
" Tuan,, " Sapanya dan Karel mengangguk dengan berjalan memutar.
Dengan susah payah Karel membopong tubuh Lexa yang masih terlelap dan membawanya ke dalam kamar.
Karel menatap wajah damai Lexa yang sudah berbaring di atas ranjang,,
Dia pun mengusap lembut pucuk rambutnya dan mengecup keningnya dalam.
" Aku tinggal sebentar " Ucapnya beranjak keluar dan memanggil Sarni juga Rian untuk ke ruang Kerjanya.
Tok,,
Tok,,
Tok,,
" Masuk "
Rian juga Sarni berjalan masuk,,
" Duduk "
Mereka duduk di depan Karel, mereka sangat heran karena tidak biasanya Karel memanggil mereka seperti ini.
" Apa ada sesuatu yang bisa kami bantu Tuan " Ucap Rian
" Istri saya Hamil dan Sarni, kamu beritahu semua orang rumah untuk tidak memperbolehkan istri Saya melakukan sesuatu kalian harus menyiapkan semua kebutuhan dan apapun yang istri Saya inginkan "
" Nyonya Alexa hamil,, Selamat Tuan dan akan beritahu semua pelayan "
" Terima kasih,, Kamu bisa keluar "
" Baik Tuan permisi "
" Selamat Tuan atas kehamilan Nyonya Alexa " Ucap Rian dan Karel mengangguk.
" Rian,, Saya ada tugas untuk kamu "
__ADS_1
Karel terlihat memberitahu Rian sesuatu ,,,
" Baik Tuan saya mengerti '
" Kamu bisa keluar "
Karel masih berdiam di dalam ruang Kerjanya dan membuka Laptopnya,,
********
Sementara Alexa membuka matanya dan menatap sekeliling,,
" Aku udah di kamar,, terus dimana Karel " Gumamnya bangun dan duduk bersender.
Dia pun kembali teringat dimana mereka bertemu Gabriel..
" Pasti Karel menemuinya,, "
Lexa menatap perutnya yang masih rata diapun mengusapnya lembut, di saat kabar kehamilannya yang seharusnya membuat kebahagiaan di dalam keluarga kecilnya namun malah ada pengganggu yang muncul.
Sayang,, Walaupun kamu masih di dalam perut Mama tapi Mama sangat mencintai kamu, Mama akan menjaga kamu sampai kita bertemu lagi.
Ceklek,,
Karel membuka pintu kamarnya membuat Lexa menoleh,,
" Sudah bangun " Ucapnya meletakan segelas susu yang dia bawa di atas nakas.
" Kamu dari mana " Ucap Lexa penuh selidik. Dia tidak mau jika suaminya bertemu dengan Gabriel.
" Buat susu By,, Kamu minum susunya dulu mumpung hangat "
Lexa menatapnya dan menerimanya juga meneguknya,,
" Kamu Lapar, mau makan? " Ucap Karel dan Lexa menggeleng.
" Aku kira kamu, -
" By,, " Potong Karel dengan menggenggam tangan Lexa.
" Kamu sedang hamil Dokter bilang kamu jangan banyak memikirkan hal hal yang tidak penting, jangan stres juga banyak pikiran kamu juga harus banyak istirahat "
" Tapi Kamu, -
" Kamu pasti memikirkan Gabriel bukan.,, Aku sudah janji sama kamu saat itu dan aku tidak akan melupakannya kebahagiaan kamu paling utama dan kamu juga anak kita adalah kebahagiaan aku "
Lexa menatap Karel bahkan dari sorot matanya tidak ada kebohongan di sana, Karel mengucapkan semua dengan serius.
" Aku Janji akan selalu menemani kamu dan kita akan merawat anak ini bersama " Lanjut Karel membuat Lexa mengangguk dan langsung berhambur dalam pelukannya.
Karel membalas pelukan istrinya, dia sudah berjanji dalam dirinya untuk tidak kembali membuat Lexa bersedih ataupun menangis.
__ADS_1