
Sudah hampir jam 12 siang dan Lexa masih berada di kantor menemani Karel yang kembali melanjutkan pekerjaannya,,
Lexa hanya memainkan ponselnya berbalas pesan dengan Milea tanpa mengganggu Karel.
Karel beranjak menghampiri Lexa,,
" Sudah waktunya makan siang " Ucap Karel berdiri menatap Lexa
Lexa menatap jam dan menyimpan ponselnya,,
" Bukannya kamu baru saja makan " Ucapnya
" Bukan saya tapi kamu, Ayo " Ajak Karel menarik tangan Lexa.
Lexa tidak bergerak dan menatap genggaman tangannya membuat Karel menoleh,,
" Bukannya tadi ada yang bilang istri saya "
Lexa tersenyum dan mengikuti langkah Karel,,
" Karel,, " Tahan Lexa membuat Karel kembali menoleh.
" Kamu Lupa jika sedang menggandengku, Langkah mu terlalu cepat aku tidak bisa menyusulnya "
Karel menghela napasnya dan mengangguk,,
Dan kembali melangkah
" Tuan,, Nyonya " Sapa Rian
" Biar Lexa bersama Saya,, Kamu tetap di sini "
" Baik Tuan "
Mereka masuk ke dalam Lift khusus, Rian menggeleng membuat Remon mengernyitkan keningnya..
" Kenapa? "
" Nyonya Alexa benar benar pawang Serigala " Ucap Rian terkekeh
" Awas saja kalau Tuan mendengarnya "
Lexa menatap Karel yang hanya terus menatap lurus, bahkan karena terlalu tinggi membuatnya sedikit mendongak.
" Tidak usah memandang wajah tampan saya" Ucap Karel membuat Lexa mengalihkan pandangannya
" Si- siapa yang memandang kamu "
Karel menatap Lexa yang terlihat malu,,
" Terus kenapa wajah kamu merah " Bisik Karel tepat di telinga Lexa membuat harum parfum maskulin tubuh Karel sangat terasa olehnya.
Ting,,
Pintu Lift terbuka, Karel masih menggandeng tangan Lexa namun Lexa kembali menahannya,,
" Banyak karyawan kamu " Ucap Lexa saat Karel menatapnya
Karel melepaskan tangannya dan berjalan, Lexa langsung menyusulnya dan benar saja belum semua karyawan keluar makan siang dan mereka menatap ke arah dimana Lexa berjalan bersama Karel berdampingan.
Lexa hanya menunduk, sudah pasti semua akan heboh akan dirinya hari ini namun Karel terlihat begitu cuek.
" Masuk " Ucap Karel membuka pintu mobilnya
Lexa mengangguk dan masuk ke dalam, sementara Karel memutar dan duduk di kemudi namun pemandangan itu tetap terlihat oleh karyawan perempuan di sana hingga membuat gosip.
__ADS_1
" Ehem,, " Deheman Remon membuat mereka menoleh
" Jika kalian begitu penasaran bisa langsung tanyakan kepada Tuan Karel dan jangan berasumsi sendiri " Ucap Remon membuat mereka diam dan hanya menunduk.
Baik Karel, Remon ataupun Rian memang terkenal laki laki cuek, dingin namun di luar semua itu mereka merupakan laki laki tampan yang mampu membuat luluh kaum hawa yang menatapnya.
Ninety- Nine Resto
Lexa menatap Restoran di depannya, sebenarnya dia takut jika terlihat oleh wartawan atau yang mengenali mereka.
Karel mengerti apa yang Lexa pikirkan,,
" Tenang saja di sini Aman, tidak ada wartawan yang akan meliput "
Lexa tersenyum dan mereka berjalan masuk.
" Ayo " Ajak Karel yang lagi lagi menggenggam tangan Lexa.
Mereka menuju salah satu kursi pojok, sengaja memang Karel memilih di sana, dia tidak mau membuat Lexa risih dan mengganggu makan siangnya.
" Permisi Tuan,, Nona,, silahkan " Ucap salah satu pelayan.
Lexa membukanya dan memilih salah satu makanan kesukaan nya sementara Karel hanya memesan hot coklat.
" Kamu kenapa tidak pesan makan? "
" Saya masih kenyang "
" Tumben pesan Hot Coklat "
" Bukannya Istri saya melarang untuk Saya minum Kopi " Ucap Karel sukses membuat Lexa Blussing.
Tidak lama pesanan datang,, memuat Lexa tersenyum,,
" Makanlah,, Saya ke toilet sebentar " Ucap Karel dan Lexa mengangguk.
Lexa menikmatinya,,
Pagi tadi sarapan yang hanya sedikit membuatnya kini merasakan lapar.
Karel berjalan menuju Toilet, namun dia berpapasan dengan seorang wanita di sana,,
Wait,, laki laki tadi sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana??
" Astaga Sesil,, Kenapa begitu lama Mama sampai khawatir sayang "
Wanita itu adalah Sesilia, saudara tiri Lexa yang memang juga berada di sana bersama Mamanya.
" Ma,, Tadi Aku melihat laki laki tapi siapa ya, perasaan pernah melihatnya " Ucap Sesil mengingatnya
" Sudahlah,, Ayo kita makan Mama sudah lapar sayang"
Sesil mengangguk dan mereka kembali ke kursinya.
Sementara Karel kembali menghampiri Lexa yang masih begitu menikmati makanannya.
" Tidak Usah buru buru makannya "
Lexa mendongak dan tersenyum dengan mulut yang berisi penuh makanan,,
Karel menarik tisu dan membersihkan sudut bibir Lexa yang blepotan sontak membuat Lexa langsung merebutnya dan membersihkannya sendiri.
Lexa sesekali melirik Karel yang sedang membuka ponselnya.
__ADS_1
" Makan dan tidak usah menatap saya " Lagi lagi Karel selalu tau Lexa sedang menatapnya
Astaga,, kenapa selalu saja aku ketahuan sedang menatapnya batin Lexa kembali melanjutkan makannya.
Sementara di meja lain tepatnya di seberang meja Karel dan Lexa, Sesil bersama Sarah juga berada di sana.
tanpa sengaja Sesil melihat Lexa di sana bersama laki laki namun dia tidak bisa melihat wajahnya dan hanya terlihat bahunya saja.
" Ma,, Itu bukannya Alexa tapi dengan siapa dia"
Sarah menoleh dan benar saja, dia pun melihat Lexa di sana.
" Kamu benar Sayang, Tapi siapa laki laki itu dan sepertinya bukan sembarangan "
Sesil mengangguk,,
" Ma,, Dia laki laki yang tadi aku ketemu di toilet dan sebelumnya dia juga pernah mengantar Lexa ke kampus " Ucap Sesil mengingat namun dia langsung menutup mulutnya tidak percaya,,
" Sayang kamu kenapa sih, "
Sesil langsung mengambil ponselnya dan mencari gambar dimana Karel bersama seorang wanita di Rumah Sakit.
" Impossible " Ucap Sesil saat tau jika ternyata laki laki itu adalah Karel Juan Pengusaha ternama yang sedang begitu ramai di perbincangkan.
" Ma,, Lihat ini "
Sarah mengambil ponselnya dan terlihat kaget..
" Jangan bilang laki laki waktu itu adalah Karel Juan " Ucapnya membuat Sesil terdiam.
Sial,,, kenapa malah salah sasaran coba kenapa harus Karel Juan yang berada di kamar itu.
Astaga,, jadi Laki laki itu dan, -
Sesil semakin ketakutan,,
" Sayang hei kamu kenapa "
" Ma,, Mama ingat laki laki yang aku ceritakan itu "
" Ya Mama ingat "
" Jadi dia salah satu orang Karel, berarti Karel pun sudah tau semuanya,, Bagaimana ini Ma "
" Tenang Sesil,, Sekarang kita mending pulang jangan biarkan mereka melihat kita "
Sesil mengangguk dan langsung keluar namun Lexa seperti melihatnya,,
" Kenapa? " Ucap Karel melihat Lexa yang terus menatap keluar
" Tidak,, Aku seperti melihat Ibu dan Saudara tiriku "
Karel memandang keluar namun tidak terlihat siapa pun di sana.
" Mungkin aku hanya salah lihat " Ucap Lexa.
Karel menatap Lexa terlihat jika wajahnya berubah,,
" Ada Apa "
" Aku hanya merindukan Ayah, Bagaimana keadaanya saat ini "
Karel terdiam dan menatap kesedihan yang terpancar di wajah Lexa, ingatannya masih sangat jelas di saat Lexa begitu saja di buang oleh mereka saat itu hanya karena sebuah salah paham.
Bahkan Ayahnya pun tidak mau mendengar penjelasan darinya.
__ADS_1