
Karel langsung menarik Lexa dan memeluknya,, Lexa terdiam dan hanya bisa menangis dalam dekapannya..
Sementara rahang Karel mengeras menatap dua wanita di hadapannya yang sama sekali tidak menghiraukan ancamannya saat itu.
" Sepertinya kalian lupa dengan apa yang pernah saya Ucapakan saat itu " Ucap Karel penuh penekanan.
" Apa maksud Anda " Ucap Nicol
Karel menatap Nicol,,
" Aku mau ke Ayah " Ucap Lexa membuat Karel mengangguk,,
" Kita ke Ayah kamu "
Nicol menatap Karel yang terlihat begitu perhatian dengan Lexa, rasanya sangat cemburu menatapnya.
Berbeda dengan Sarah atau Sesil, mereka terlihat ketakutan karena ancaman Karel yang sudah pasti tidak akan main main dengannya.
" Kak,, Semua ini, -
" Cukup Sesil,, Kamu benar benar keterlaluan aku gak nyangka kamu melakukan semua itu "
" Aku melakukan semua itu Karena kamu, Aku sayang sama Kamu Kak tapi kamu sama sekali tidak pernah mau tau "
Nicol menggeleng dan pergi begitu saja,,
Kini Lexa bersama Ayahnya, terlihat wajah Wicaksono tersenyum menatap Lexa yang terus menggenggam tangannya bahkan Karel pun berada di sana berdiri di samping Lexa.
" Saya minta maaf atas kejadian waktu itu " Ucap Wicaksono menatap Karel
" Seharusnya Saya mendengar penjelasan Alexa lebih dulu dan tidak mempercayai mereka"
Karel tersenyum,,
" Semua itu masa lalu dan Saya sudah melupakannya "
" Terima kasih telah menjaga Alexa, dan Saya titip Alexa kepada kamu "
" Ayah,, Kenapa bicara seperti itu Lexa mau terus bersama Ayah "
Wicaksono tersenyum dan mengusap wajah putrinya, masih tetap sama Putri kecilnya yang mulai tumbuh dewasa namun tetap saja selalu manja dengannya.
Karel,, dia terus menatap Lexa rasanya dia pun ikut merasakan bahagia menatap Lexa yang tersenyum seperti saat ini.
Hingga hari semakin sore,,
Lexa sudah bersama Karel, mereka sudah dalam perjalanan pulang dari Rumah sakit walau sebenarnya Lexa tidak mau pulang dan ingin menemani Ayahnya namun Karel memaksanya dan berjanji untuk kembali menemaninya besok.
" Jangan terus cemberut,, Besok Saya janji akan kembali menemani kamu " Ucap Karel
Lexa menghela napasnya dan menatap Karel yang terus fokus dengan stir nya.
" Awas aja kalau bohong "
Karel mengernyit,,
" Apa saya pernah berbohong hem "
Lexa terdiam namun akhirnya menggeleng,,
Memang selama ini Karel tidak pernah bohong apa semua yang di ucapkan nya nyata.
" Rel,, "
" Hem,, "
__ADS_1
" Makasih Ya "
" Makasih,, ?"
" Ya, karena kamu begitu baik denganku selama ini "
Karel mengangguk,,
Lexa menatap lurus, sedangkan Karel meliriknya,,
Semua itu saya lakukan untuk kebahagiaan kamu Gadis Kecil, Melihatmu tersenyum membuat saya bahagia melihatnya.
Hingga mobil sampai di depan Rumah, Karel menatap Lexa yang malah terlelap di samping nya.
Mereka terjebak macet membuatnya beru sampai malam hari.
Karel menggeleng dan berjalan turun, bisa bisanya Lexa terlelap.
Dengan perlahan Karel membopongnya dan membawanya masuk,,
" Tu, - Karel langsung menatap Rian yang akan menyapanya, Rian langsung mengangguk tau akan apa yang Karel maksud.
Karel tidak mau mengganggu tidurnya Lexa yang begitu nyenyak.
Sedangkan Rian terus menatap Bosnya, dia hanya bisa menggeleng dengan sikap Karel yang berubah lebih bersikap hangat dengan Lexa.
Sesampainya di kamar, Karel menurunkan tubuh Lexa di ranjang,, dia pun melepas sepatu yang Lexa pakai bahkan menyeka rambutnya yang menghalangi wajah cantik Lexa.
Walau tertidur Lexa tetap saja terlihat cantik.
Dia pun duduk di tepi ranjang dengan terus menatap wajah Lexa lekat.
Namun tiba tiba ponsel Lexa berdering, Karel mengambil di dalam tasnya dan terlihat Nicol yang kembali menghubungi.
Ada apa lagi dia menghubungi Lexa,,
Sengaja untuk tidak membuat Lexa terganggu.
" Ada Apa lagi Anda menelpon istri Saya " Ucap Karel namun tidak ada jawaban atau suara dari seberang.
Di saat Karel akan memutuskan telponnya tiba tiba Nicol langsung bicara.
" Dimana Alexa kenapa Anda yang selalu mengangkatnya "
" Alexa istri Saya dan urusan Alexa kini juga urusan Saya "
" Hahaha,, istri?? Kalian menikah karena sebuah Jebakan bukan karena Cinta "
" Lebih baik selalu peduli dan mempercayai dari pada cinta namun tidak percaya "
Nicol kembali terdiam mendengar ucapan Karel untuknya,,
" Saya ingatkan kepada Anda, Hubungan Anda dengan Alexa sudah berakhir dan kini Alexa sudah menjadi istri Saya dan kamu sendiri bukan yang sudah menuduh Alexa selingkuh di luar , Jadi Jauhi Lexa dan Jangan pernah mengganggunya atau Anda berurusan dengan Saya.. ,,, Dan satu lagi,, Anda lebih baik urus tunangan Anda, didiklah untuk menjadi wanita baik " Lanjut Karel dengan menutup telponnya setelah mengucapkan semua itu.
Karel kembali berjalan menghampiri Lexa, dia meletakan ponselnya di atas Nakas dekat ranjang.
Kembali dia menatap wajah Lexa, senyuman terukir di wajah dinginnya.
Tidurlah,, Istirahat untuk esok hari,, gumam Karel mengusap rambut Lexa dan membenarkan selimut untuk menutupi tubuhnya.
Karel berjalan keluar,,
*******
Malam semakin larut,,
__ADS_1
Namun Karel masih belum terpejam, bayangan wajah Lexa yang tertawa saat di Rumah Sakit terus terbayang di pikirannya.
Melihat Gadis Kecilnya tertawa membuat sesuatu berbeda dalam dirinya,,
Astaga,, Kenapa Saya terus terbayang wajahnya,, gumam Karel mengusap wajahnya kasar.
Dia pun beranjak matanya sangat sulit untuk di pejamkan, di tatapnya sudah jam 1 malam.
Dia pun berjalan keluar namun di saat melewati kamar Lexa terdengar suara dari dalam.
" Ayah,, jangan pergi Lexa gak mau Ayah tinggal "
Karel langsung membuka pintu dan terlihat Lexa terus mengigau,,,
" Astaga Alexa " Ucapnya langsung mendekat dan mengusap wajah Lexa yang berkeringat namun juga air mata yang membasahi wajahnya,,
" Alexa bangun " Lanjutnya membuat Lexa membuka Mata dan menatapnya namun Tiba tiba Lexa langsung beranjak dan memeluknya,,
" Aku takut Rel,, Aku takut " Ucap Lexa dengan isak tangis dan memeluk tubuh Karel sangat erat.
" Ssst,, Ada Saya di sini, semua cuma mimpi "
" Aku mimpi Ayah pergi ninggalin aku, dan Ayah tidak mendengar aku memanggil nya "
Karel menyeka air mata di wajah Lexa dan menatapnya,,
" Itu hanya mimpi,, Sekarang jangan takut ada Saya di sini "
Lexa mengangguk dan kembali memeluknya,,
" Sekarang tidur lagi masih malam " Ucap Karel namun Lexa menggeleng.
" Aku gak mau sendiri, Aku takut "
Karel menghela napasnya dan menatap tidak tega,,
" Saya akan di sini temani kamu, sekarang tidur ya "
Lexa kembali berbaring, namun dia terus menggenggam erat tangan Karel.
Karel mengusap pucuk Rambut Lexa dan menatapnya hingga Terlihat Lexa kembali tertidur.
*******
Keesokan Harinya,,,
Lexa mengerjabkan matanya merasakan cahaya matahari yang mulai masuk ke dalam kamarnya,,
Dia pun menatap sekeliling mencari keberadaan Karel yang sudah tidak ada di sampingnya.
Semalam Nicol terus menemaniku, dia pasti sangat mengantuk.
Lexa beranjak manuju kamar mandi membersihkan wajahnya.
Dia berniat untuk menyiapkan sarapan untuk Karel.
Ponselnya kembali berdering,,
Lexa langsung menggeser tombol hijau dan mengangkat nya,,
" Ya Halo "
(....)
Brak..!!
__ADS_1