Menikah Karena Jebakan

Menikah Karena Jebakan
Bab 70


__ADS_3

Lagi lagi Lexa hanya menggeleng dengan senyuman yang begitu manis di wajahnya,


Sementara Karel menatapnya bingung, di saat dirinya bingung dengan tingkah istrinya namun Lexa malah tersenyum semakin membuatnya bingung.


" Sayang,, Aku ingin,,, -


Lexa menghentikan ucapannya,,


Sedangkan Karel di buat bingung dengan tingkah istrinya yang tidak seperti biasanya,,


Karel langsung di kaget kan saat Lexa yang langsung mengecup bibirnya bahkan merangkulkan kedua tangannya.


" By,, " Ucap Karel memegang pinggang ramping Lexa yang tampak tersenyum cantik.


" Sayang,, "


Karel memejamkan matanya sekilas dan kembali menatap wajah cantik Lexa, malah Lexa semakin cantik saat merajut seperti ini.


" By,, Pliss,, Jangan seperti ini aku tidak akan tahan " Ucap Karel namun Lexa menggeleng bahkan kembali mengecup bibirnya.


Karel yang mulai tergoda pun menarik Lexa dalam pangkuannya dan membalas ciuman Lexa bahkan ********** lembut hingga membuat Lexa begitu menikmatinya..


" Aku akan melakukannya dengan pelan " Ucap Karel dan Lexa hanya mengangguk.


Karel kembali menciumi wajah Lexa, turun ke leher jenjangnya hingga meninggalkan bekas di sana.


" Eum,, " Suara lembut dari bibir mungil Lexa semakin membuat Karel semangat.


Dengan sanga hati hati juga lembut, Karel mulai melakukannya..


Lexa memejamkan matanya menikmatinya, Karel yang menatapnya semakin dibuat melayang bahkan di kehamilan Lexa malah serasa berbeda.


" Eum,, " Legukan kembali terdengar,, Namun Karel menatap wajah polos Lexa dan mengusapnya lembut,,


" Perut kamu sakit By, ? "


Lexa hanya menggeleng,,


Karel tersenyum dan kembali melakukannya,, . suara legukan keduanya saling bersautan di dalam kamar besar dengan hanya cahaya Bulan dan Bintang yang meneranginya.


*********


Berbeda dengan Karel yang sedang menikmati malam indahnya bersama istri cantiknya,,


Namun di sebuah Apartemen terlihat Gabriel yang terus mencoba menghubungi Karel namun hingga kini nomornya tidak aktif,,


Sialan,, Kenapa masih belum aktif..


Kesal Gabriel terus mencoba menghubungi..


" Sayang " Ucap seseorang yang langsung memeluknya dari belakang bahkan dengan mengecup punggungnya.

__ADS_1


" Joshua,, sebentar " Ucap Gabriel dengan masih menelepon


" Kamu menelpon siapa sih "


Gabriel menatap Joshua yang hanya memakai handuk di pinggangnya.


" Karel,, dari kemarin nomornya masih tidak bisa aku hubungi "


" Coba kamu sekali lagi "


Nomor Yang Anda Tuju sedang tidak berada di luar jangkauan.


" Sudahlah Sayang,, mungkin dia sudah tidur "


" Tapi Kita membutuhkan dia Josh,, "


" Besok kamu bisa mendatangi kembali kantornya dan mulai mendekatinya "


Gabriel terdiam namun kemudian tersenyum,,


" Kenapa belum memakai pakaian hem,, apa kau sedang menggodaku? " Ucap Gabriel dengan menatap dada bidang Joshua yang tidak berlapis pakaian.


" Sudah pasti kamu tidak akan tahan bukan jika melihatnya " Goda Joshua.


Gabriel menggigit bibir bawahnya,,


Joshua yang melihatnya pun segera membaringkan tubuh Gabriel dan mencium bibirnya.


Tanpa sepengetahuan Karel, Leon pun mengarahkan anak buahnya untuk terus mengikuti dan memantau gerak gerik keduanya.


********


Keesokan Harinya,,


Lexa mengerjabkan matanya dan merasakan sesuatu dengan perutnya, rasanya sangat mual.


Lexa langsung berlari menuju kamar mandi dan memuntahkannya.


" Uwek,, Uwek,, "


Lexa terus memuntahkan semua cairan dari dalam perutnya namun tetap saja rasanya masih sangat mual, tubuhnya mulai lemas dan dia pun terduduk lemas di lantai.


Karel yang membuka matanya menyadari jika istrinya tidak ada di sampingnya pun segera mencarinya..


" By,, "


Namun matanya menatap pintu kamar mandi yang terbuka, dia berjalan mendekat..


" By,, Astaga "


Karel langsung menghampiri Lexa dan berjongkok di sampingnya.

__ADS_1


Lexa yang sangat lemas pun hanya bersender pada dada Karel.


Wajahnya sangat pucat membuat Karel sangat khawatir.


Karel langsung membopong tubuhnya kembali ke kamar dan menurunkannya dengan hati hati..


" Tunggu aku buatkan teh hangat " Ucap Karel mengusap wajah Lexa yang malah memejamkan matanya.


Karel berjalan keluar dan berteriak memanggil Moza..


" Mom,, "


Moza yang berada di dapur bersama pelayan rumah pun langsung keluar,,


" Rel,, kenapa? "


" Mom, Istri aku "


" Lexa,, Ada dengan Lexa Rel "


" Lexa muntah dan tubuhnya lemas "


" Mommy buatkan Teh, kamu kembali ke kamar"


Karel mengangguk dan Moza langsung membuatkan Teh hangat.


Di kamar Lexa memejankan matanya yang terasa pusing, perutnya pun masih terasa mual.


" Sayang,, Minum teh nya dulu ya " Ucap Moza


Lexa menurut dan Karel membantunya bangun,,


Namun Moza melihat sesuatu di leher Lexa, dia pun menghela napasnya.


" Gimana Sayang,, Masih mual? "


Lexa menggeleng,,


" Kita ke Rumah Sakit ya "


" Gak mau Rel " Ucap Lexa yang masih bersender di dada Karel.


" Ini Biasa terjadi Rel, apa lagi di usia muda kehamilan Lexa akan merasakan mual juga pusing,, Oya apa ada obat mual yang kemarin Dokter kasih "


" Ada Mom "


" Ya Sudah,, Kamu sarapan dulu dan minum Obatnya ya "


" Iya Mom"


" Nanti Mommy ingin bicara sama kamu " bisik Moza dan Karel terdiam dengan banyak pertanyaan dalam otaknya.

__ADS_1


__ADS_2