
Karel mengangkat telpon masuk dan duduk di samping Lexa seraya mengusap pucuk rambutnya,,
" Halo "
(......)
" APA?!! "
Lexa langsung menatap Karel, bahkan wajahnya berubah membuat Lexa penasaran siapa yang menghubunginya hingga membuat Karel semarah ini..
Karel menatap Lexa dengan tatapan Tajam,,
" Apa yang Nicol lakukan sama kamu di kampus, Apa dia menyakiti kamu "
Lexa menggeleng,,
Karel menghela napasnya dan langsung memeluk Lexa, beruntung Lexa tidak mengalami apa pun, Rian lah Yang menghubungi dan menceritakan semua.
" Ada Rian yang membantuku tadi Rel,, Maaf aku hanya tidak mau membuat kamu khawatir"
Karel melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Lexa.
" Kamu sangat berharga untuk ku By, apa pun yang terjadi cerita sama aku Oke "
Lexa tersenyum dan mengangguk,,
" Sayang,, Gimana kalau kita menginap di sini semalam saja aku masih betah " Ucap Lexa manja
" Jangan manja seperti itu By,, kamu sangat menggemaskan "
Lexa tersenyum membuat Karel semakin dibuat gemas hingga hembusan napas mereka saling mengenai kulit, Lexa memejamkan matanya dan mulai menikmati sentuhan Karel.
Kruyukk....
Karel melepaskan pelukannya dan menatap Lexa yang terlihat malu,,
" Aku Lapar " Ucapnya terkekeh membuat Karel menggelengkan kepalanya dan mengacak rambut panjang nya.
" Kita makan sekarang " Ajak Karel menggandeng tangan Lexa.
Mereka berjalan menuju Lift,,
Sementara di sebuah Restoran terlihat seorang wanita yang tengah makan di sana, dia lah Gabriel.
Dengan penampilan yang selalu sexy dia duduk di salah satu kursi.
Makanan di depannya belum sama sekali dia sentuh pikirannya terus terhadap Karel.
Jadi kabar itu benar jika Karel sudah menikah, siapa perempuan itu dan secepat ini dia melupakan ku dan menikah??
__ADS_1
Aku tau bagaimana perasaannya terhadapku dan semua itu tidak masuk akal.
Tiba tiba matanya menatap dua orang berjalan masuk mereka adalah Karel dan Alexa bahkan Mereka terus bergandengan, senyuman Lexa terus terpancar di wajahnya.
Karel,,
Siapa perempuan yang bersamanya, apa dia istrinya?? Tapi tidak mungkin perempuan itu terlihat masih begitu muda bahkan bukan tipe wanita yang Karel suka.
Gabriel terus menatap mereka, tangannya mengepal di saat mereka terlihat sangat romantis dan terlihat mereka yang saling sayang juga perhatian.
Sial. Umpat Gabriel dan berjalan menuju toilet.
Di kursi lain,,
Karel terus menatap wajah cantik Lexa yang masih terus tersenyum dengan cerita ceritanya, kebahagiaan tersendiri Melihat wanitanya yang terus tersenyum senang.
Karel menyelipkan rambut Lexa dan di tatapnya kembali wajah cantiknya..
" Maaf permisi " Ucap salah seorang Pelayan membawakan pesanan mereka.
" Sayang,, Aku ke toilet bentar ya " Ucap Lexa
" Aku temani ya "
" Hanya ke toilet Sayang "
Karel mengangguk dan menatap Lexa yang terus berjalan, dia masih khawatir jika nanti terjadi sesuatu dengan istrinya.
" Maaf maaf " Ucap Lexa saat tubuhnya tidak sengaja menabrak seseorang
" Tidak papa " Ucap wanita itu namun di saat mata mereka bertemu membuat mereka saling menatap.
Lexa menatap Gabriel yang masih menatapnya bahkan dia tidak menyangka akan bertemu dengannya.
" Maaf " Ucap Lexa dan kembali berjalan masuk ke dalam toilet sementara Gabriel dia pun kembali berjalan.
Karel yang masih menunggu Alexa pun mengambil ponselnya, dia mengirimkan pesan kepada Rian.
" Hai " Ucap Seseorang membuat Karel menoleh.
Matanya membulat saat melihat Gabriel lah yang berdiri di sampingnya.
" Kamu "
" Kita kembali bertemu bahkan aku sangat senang bisa melihat mu kembali Rel "
Karel memalingkan wajahnya,,
" Jadi dia istri kamu "
Deg..
__ADS_1
Karel menoleh dia tidak mengerti dengan ucapan Gabriel,,
" Aku sudah melihatnya,, dia cantik sangat cantik tapi dia bulan tipe wanita kamu Rel "
" Bukan urusan kamu "
" Aku tau kamu belum bisa melupakan ku dan aku yakin suatu saat nanti kita akan kembali bersama " Ucap Gabriel dengan meninggalkan Karel.
Hati Karel kembali goyah,,
Bagaimana pun dulu mereka pernah ada hubungan bahkan Gabriel cinta pertamanya, mereka putus pun karena suatu masalah.
****,,, Umpat Karel mengusap wajahnya kasar.
" Sayang kenapa? " Ucap Lexa duduk menatap Karel yang masih menutup wajahnya.
" By,, tidak papa " Bohong Karel tersenyum
Lexa mengangguk namun dia tau jika pasti Karel bertemu dengan Gabriel tadi sangat jelas perubahan di wajahnya.
Apa masih ada rasa di hati kamu terhadap Gabriel, apa kamu masih menyukai dan mencintainya??
Wajah kamu tidak bisa bohong Rel, kamu memang masih mencintainya.
Apa nantinya kamu akan kembali bersamanya dan meninggalkan ku??
" By,, hei,, Kenapa? " Ucap Karel mengusap wajah cantik Lexa yang masih melamun.
" Tidak,, " Ucap Lexa dengan senyuman di wajahnya.
Namun tetap saja Karel tau jika istrinya sedang memikirkan sesuatu.
" Kamu pasti memikirkan Gabriel kan, Kamu bertemu dengannya,,
Dengerin aku,, Apa pun yang terjadi aku tidak akan pernah meninggalkan kamu untuk kembali dengannya tidak akan pernah By,, karena kamu, Bidadari yang telah Tuhan kirim untuk menemaniku sekarang dan selamanya "
Lexa menatap Karel,,
Matanya berkaca mendengar ucapannya namun tetap saja hatinya tetap merasa takut.
" Sst,, jangan menangis Oke,, Aku tidak mau melihat Bidadari ku menangis "
" Em,, Kamu kenapa malah gombalin aku "
" Hahaha,, Semua itu bukan Gombal By,, aku serius "
Lexa mengangguk,,
" Sekarang makan kamu bilang lapar tadi "
Karel tersenyum dan menatap Lexa yang mulai menikmati makanannya,,
__ADS_1