
Lexa membuka matanya merasakan cahaya matahari yang mulai masuk ke dalam kamarnya, namun matanya langsung membulat saat melihat Karel yang ternyata sudah bangun bahkan tersenyum dengan menatapnya..
" Morning by " sapanya lembut dengan senyuman yang terus terpancar di wajah tampannya walau juga baru bangun tidur.
" Sayang,, sejak kapan kamu bangun dan menatapku " Ucap Lexa malu.
Karel terkekeh dan menarik selimut yang Lexa tarik untuk menutupi wajah merahnya,,
" Sekitar setengah jam yang lalu "
" Jadi selama itu kamu terus menatapku "
Karel mengangguk membuat Lexa semakin di buat malu walau mereka sudah lama bersama dan bahkan tidur bersama namun tetap saja Lexa merasa Malu.
" Mandi lah, Aku akan mengajakmu ke suatu tempat " Lanjut Karel mengusap wajah Lexa dan beranjak.
" Kemana? " Penasaran Lexa beranjak dan Karel hanya menoleh seraya tersenyum membuat Lexa mencebikkan mulutnya kesal.
Lexa akan berjalan namun dikagetkan dengan Karel yang langsung menggendongnya,,
" Eh,, "
Lexa menatap Karel yang terus menggendongnya hingga masuk ke dalam kamar mandi.
" Wait,, Kamu " Ucap Lexa yang takut malah Karel akan meminta sesuatu kepadanya.
" Apa By? " Goda Karel
" A- aku sedang hamil Rel " Ucap Lexa membuat Karel terkekeh dan mengacak gemas rambut panjangnya.
" Memangnya kamu pikir aku mau ngapain By, Aku hanya akan membantu kamu mandi karena kamu tidak boleh kelelahan dan aku tidak mau terjadi sesuatu dengan anak kita "
Lexa tersenyum dan mengusap perutnya yang masih rata,,
Dia terus menatap Karel yang menyiapkan semua keperluan mandi untuknya bahkan menyiapkan air hangat untuknya berendam.
Sayang, kamu lihat Papa kamu..
__ADS_1
Dia sangat mencintai kamu, sehat sehat di perut Mama.. Kami tidak sabar menunggu kamu lahir.
Batin Lexa dengan masih mengusap perutnya.
Karel menghampirinya,,
" Air hangatnya sudah siap,, "
Lexa mengangguk dan Karel membantunya melepas piyama yang di pakainya dan mulai merendam tubuhnya.
Karel tersenyum namun di balik semua itu dia harus menahan sesuatu pada dirinya, sesuatu yang sangat membuatnya tersiksa.
Dirinya laki laki normal dan di saat melihat Lexa tanpa menggunakan sehelai pakaian pun membuatnya menginginkannya namun dia teringat akan pesan Dokter untuk tidak melakukannya karena kondisi kehamilan Lexa yang lemah.
" By,, aku tunggu di luar, Panggil Aku jika sudah selesai " Ucap Karel dan Lexa mengangguk.
Karel segera keluar sebelum dirinya semakin dibuat tersiksa dengan apa yang dilihatnya.
--------
Sudah hampir satu jam Lexa berada di dalam membuat Karel khawatir, dia pun langsung membuka pintu dan terlihat Lexa yang sedang memakai handuk.
Lagi lagi Karel harus menelan salivanya dengan apa yang dilihatnya, lekuk tubuh Lexa dengan kulit putih bersih mulus sungguh sangat membuatnya ternganga.
" Sayang " Ucap Lexa membuyarkan lamunan Karel
" Ah ya By, kamu sudah selesai kenapa tidak memanggilku "
Lexa tersenyum,,
" Aku masih bisa melakukan sendiri,, Dan aku harus terbiasa bagaimana nantinya jika kamu bekerja "
Karel mendekat dan menatap Lexa, aroma wangi sabun tercium di hidungnya,,
" Kemanapun aku pergi kamu harus selalu ikut bersama ku " Ucap Karel menggendong Lexa kembali ke kamar.
Karel mendudukan Lexa di kursi hias, dia pun mengambilkan pakaian Lexa dan membantunya,,
__ADS_1
Lexa di buat seperti Ratu Oleh Karel karena dia sama sekali tidak di perbolehkan melakukan apa pun mengurus dirinya saja Karel yang melakukannya hingga mengeringkan rambut basahnya.
" Kamu tunggu di sini sebentar " Ucap Karel
Lexa mengernyit namun dia menurut dan menunggu Karel yang malah keluar kamar.
Ceklek,,
Pintu kembali terbuka dan terlihat Karel membawa segelas susu hangat untuknya.
" Minum susunya Supaya kamu juga anak kita sehat "
Lexa tersenyum dan meneguknya, selalu saja jika Karel yang membuatkannya terasa sangat enak.
Karel mengusap ujung bibir Lexa yang basah dan meletakan gelas kosong di atas meja.
Lexa langsung membulatkan matanya saat melihat Karel yang langsung berlutut di hadapannya bahkan menggenggam kedua tangannya.
" Sayang kamu mau ngapain " Kaget Lexa namun Karel menggeleng dengan sorot mata yang terus menatapnya penuh cinta.
" Selama ini begitu banyak tingkah dan sikap aku yang membuat kamu sedih bahkan menangis, Aku minta Maaf,, Namun aku berjanji mulai saat ini hingga seterusnya aku akan selalu ada menemani kamu, mencintai menyayangi kamu juga anak kita, kita akan mengurusnya bersama hingga besar..
By,, kamu mau kan memaafkan aku? "
Lexa menatap Karel,, sorot mata yang benar benar , matanya mulai berkaca kaca sebelum Karel meminta maaf kepadanya dia pun sudah memaafkannya semua hanya masa lalu dan Lexa tau jika Karel saat ini hanya mencintai dirinya.
Karel hanya bisa mengangguk dengan linangan air mata yang sudah tidak bisa dia tahan,,
Karel tersenyum dan langsung memeluk tubuh Lexa,, memeluknya erat namun tetap ada sela pada perut Lexa agar anak mereka tidak sesak.
Lexa menangis,,
Dia tidak menyangka jika Karel akan melakukan semua ini bahkan dia merasa bersalah karena pernah berpikir jika Karel akan meninggalkannya dan kembali bersama Gabriel masa lalunya, cinta pertamanya.
Karel melepaskan pelukannya dan mengusap air mata di pipi Lexa, bahkan Karel mengecup kedua mata Lexa bergantian dan mengecup dalam kening Lexa membuat kenyamanan yang Lexa rasakan.
Dan kini tatapan mata Karel tertuju pada perut Lexa dia pun berjongkok dengan wajah tepat di perut Lexa, di usapnya perut Lexa dan di kecupnya.
__ADS_1
Lexa mengusap rambut Karel yang masih terus menciumi perutnya.