
Keadaan Nicol sudah membaik dan siang ini sudah di perbolehkan pulang,
nicol sudah bersiap bersama kedua orang tuanya, namun tiba tiba pintunya terbuka dan terlihat Sarah yang datang bersama Sesil membuat Nicol merubah wajah nya.
" Sesil,, Kamu pasti mau jemput Nicol ya " Ucap Miranda
" Iya Tante,, Semua sudah siap ya. "
" Mau apa kamu kesini,, Bukannya aku sudah bilang jangan pernah temui aku lagi " Ucap Nicol membuat semua kaget
" Nicol,, jaga sikap kamu " Bentak Bagaskara membuat Nicol langsung keluar
" Sesil,, Maafin Nicol ya Sayang dia hanya butuh waktu saja "
" Iya Tante "
Miranda tersenyum dan mengusap wajah cantik Sesil, dia kemudian berjalan mengejar Nicol.
Ting,,
Ponsel Sesil bunyi,,
Sesil langsung menutup mulutnya saat melihat jika Vidio dirinya bersama seorang laki laki do hotel malam itu sudah dikirim ke ponselnya.
+6265782xxxx
Saya bisa menyebarluaskan vidio ini kapan pun
" Sayang,, Kamu kenapa " Ucap Sarah namun Sesil langsung menyimpan ponselnya
" Eng-engga Ma,, Sekarang kita kejar mereka "
Sesil terus memikirkan Vidio itu bahkan ancaman dari Karel tidak main main.
" Sayang,, Hei kenapa " Ucap Sarah kembali saat melihat Sesil terus terdiam
" Tidak Ma, Aku hanya sedikit lelah " Kelah Sesil
" Kasihan anak Mama,, Setelah sampai rumah kamu istirahat ya Sayang "
Sesil mengangguk dan bersender pada bahu Sarah,,
**********
Sementara Lexa bersama Karel berada di samping Vila mereka menikmati udara Yang sejuk di sana.
" By " Panggil Karel membuat Lexa menoleh
Cup,,
Karel mencuci cium bibir Lexa membuat empunya bibir memicingkan bibirnya kesal namun malah membuat Karel gemas.
" Permisi Tuan " Ucap Minah datang dengan secangkir coklat hangat
__ADS_1
" Makasih Bik " Ucap Karel dan Minah mengangguk namun matanya menatap wanita cantik yang duduk bersama Karel.
" Ternyata benar Nyonya sangat cantik " Ucapnya memuji Lexa
Lexa tersenyum,,
" Bukan hanya cantik Bik,, Tapi juga menggemaskan " Ucap Karel
" Rel,, Apa sih " Kesal Lexa
Minah tersenyum melihat mereka yang terlihat saling mencintai apalagi Karel sudah kembali tersenyum setelah kejadian beberapa tahun lalu senyuman itu seakan hilang dan kini kembali karena seorang wanita yang berhasil mengisi hatinya.
" Saya permisi Tuan, Nyonya "
" Makasih Bik " Ucap Lexa ramah.
Sebenarnya Lexa sedikit heran, dia tidak meminta untuk di buatkan coklat hangat..
" Kamu pasti bingung kenapa Bik Minah buatkan coklat hangat " Ucap Karel dan Lexa mengangguk
" Cuaca di sini dingin By,, jadi aku minta Bik Minah buatkan coklat hangat kesukaan kamu "
Lexa tersenyum dan memeluk lengan Karel,,
Rasanya begitu bahagia hidupnya saat ini, Di temani oleh suami yang begitu sayang dan cintai nya.
-
Karel juga Lexa sudah bersiap untuk kembali ke Jakarta.
Namun Lexa terlihat berbeda, dia masih sangat betah di sana namun besok dia harus kembali dengan aktifitas nya begitu juga dengan Karel.
" Lain kali kita bisa kembali ke sini,, atau kamu mau kita pindah di sini? "
" Apa sih ngaco kamu,, Aku hanya sangat betah di sini, udara yang sejuk, pemandangan indah bahkan suasana yang begitu tenang "
Karel menggenggam tangan Lexa dan mengecupnya,,
" Kalau kamu suka tinggal di sini, Kita Bisa terus tinggal di sini By "
Lexa menggeleng,,
" Makasih ya Kamu selalu buat aku bahagia, tapi semua urusan kita ada di Jakarta "
Karel tersenyum dan memeluk istrinya,,
-
Kini merek sudah ada di perjalanan,, Hari semakin senja,,
Lexa masih terus menatap jalanan, saat berangkat dia sama sekali tidak melihat keindahan jalan yang mereka lalui karena tertidur dan kini dia bisa melihatnya dengan kagum membuat Karel tersenyum.
" Rel,, Aku lapar "
__ADS_1
Karel tersenyum dan mengusap wajah cantik Lexa,,
" Kita cari Rumah Makan yang dekat ya"
Lexa mengangguk dan Karel melajukan mobilnya mencari sebuah rumah makan namun di sana hanya ada Lesehan Lamongan membuat Karel bingung.
" Ayo turun " Ajak Lexa
" By,,, kamu serius mau makan di sini "
" Bener,, Ayo "
Lexa menarik tangan Karel dan duduk di salah satu tikar yang sudah di sediakan,
Karel sendiri baru pertama kalinya makan di tempat seperti itu.
" Permisi Mas, Mba mau pesan apa "
" Aku pesan Pecak Ikan, Jus jeruk kamu Apa Rel "
" Samain aja By "
" Berarti sama ya Pa"
" Baik di tunggu "
Karel menatap sekeliling, membuat Lexa tersenyum..
" Pertama kali ya Makan di tempat seperti ini" Goda Lexa membuat Karel menoleh
" Ah Aku lupa jika laki laki di samping aku ini merupakan CEO ARNIKO COMPANY " Lanjut Lexa membuat Karel menarik hidung mancungnya
Lexa terkekeh namun sudah pasti Karel sedikit parno, dia biasa makan di sebuah Restoran mewah namun kali ini dia malah makan di pinggir jalan.
" Silahkan Mas, Mba "
" Makasih "
" Yuk Makan " Ucap Lexa mencuci tangannya dan mulai menikmatinya
Karel masih diam, dia sedikit ragu untuk memakannya namun melihat Lexa yang begitu lahap Membuatnya ingin mencobanya.
" Kamu coba dulu deh aku suapi " Ucap Lexa menyodorkan tangannya yang sudah berisi nasi dengan ikan
Karel membuka mulutnya,,
Satu kunyahan membuat Karel terdiam, rasanya sangat enak tidak kalah dengan masakan restoran.
" Gimana,, Enak kan "
Karel mengangguk dan mulai memakannya,, Lexa hanya tersenyum dan kembali menikmatinya.
Seorang CEO dari Perusahaan ternama untuk pertama kalinya makan di sebuah lesehan pinggir jalan, Bukan wibawanya akan hilang namun malah semakin bertambah begitu juga dengan seorang Karel juan.
__ADS_1