Menikah Karena Jebakan

Menikah Karena Jebakan
Bab 50


__ADS_3

Deg..!!


Jantung Karel berdetak kencang saat mereka menyebut nama Wanita Model yang kini sudah berada di Bandara bahkan terlihat jelas wajahnya.


Gabriel,, dia Ke Jakarta. Batin Karel


Sementara Lexa terus menatap Karel,,


" Rel,, "


" Ya By,, kamu sudah pesan? "


" Sudah Kamu pesan apa "


" Apa Saja,, terserah kamu "


Lexa mengangguk dan langsung memesankan nya.


Karel mengusap wajahnya, dia tidak tau bagaimana nanti jika mereka kembali di pertemukan.


" Dia,, " Ucap Lexa saat menatap Layar Televisi


" Kamu makan ya,, Aku Ke toilet sebentar "


Karel mengusap pucuk rambut Lexa dan berjalan menuju Toilet sementara Lexa menatap wajah wanita cantik yang terus di sorot banyak wartawan dan dia tau jika dia adalah Gabriel mantan Karel dulu.


Dia kembali,, dan sudah pasti akan menemui Karel. Apa mereka akan kembali bersama.?


" Kenapa belum makan By,, " Ucap Karel yang sudah kembali.


Karel menatap Lexa yang tenyata malah menatap Telivisi dia pun segera menggenggam tangan Lexa.


" Jangan berpikir macam macam Oke,, Sekarang makan ya " Ucap Karel lembut dan Lexa mengangguk.


Mereka pun menikmatinya dengan beberapa obrolan bahkan Karel tersenyum melihat istri kecilnya yang begitu menggemaskan.


" Kenapa kamu begitu menggemaskan hem " Ucap Karel dengan mengusap ujung bibir Lexa dengan jadi jempolnya.


" Rel,, Malu banyak orang "


Karel menatap sekeliling dan kembali menatap Lexa,


" Aku sama sekali tidak peduli,, Kamu istriku "


Bluss,, wajah Lexa merona dengan ucapan Karel.


 


Hingga mereka memutuskan untuk pulang namun di saat Lexa akan membayarnya namun Pelayan malah menolaknya..


" Mbak,, "


" Ya Kak,, Ada yang bisa Di bantu "


" Bisa minta tolong Bill ya "

__ADS_1


" Maaf Kak,, semua sudah di bayar "


" Hah,, Tapi saya belum membayarnya memangnya siapa yang bayar "


" Laki laki yang bersama Anda "


Lexa menoleh dia menatap Karel yang sedang memainkan ponselnya.


Karel sengaja berbohong untuk ke toilet padahal dia hanya menuju kasir dan membayar semua makanan yang mereka pesan.


" Oke mba makasih "


" Sama sama Kak,, "


Lexa berjalan menghampiri Karel,,


" Kenapa kamu sudah bayar, Aku kan janji akan mentraktir "


Karel tersenyum,,


" Kamu simpan uang nya, itu hasil kerja keras kamu By, Dan semua kebutuhan kamu adalah tanggung jawab aku sebagai suami "


Lexa tersenyum membuat Karel gemas dan menarik hidungnya..


" Thanks Hubby,, I Love you "


" I Love You so Much "


Karel menggandeng tangan Lexa keluar dan menuju Mobilnya.


********


Hari sudah larut,,


Lexa berada di atas ranjang dengan bermain ponselnya sementara Karel masih berada di dalam kamar mandi.


Lexa membuka berita yang malah semua memberitakan tentang Gabriel model cantik yang sangat terkenal dan kini dia berada di Jakarta.


" By,, kamu belum tidur "


" By " Ulang Karel


Lexa menoleh dan menggeleng membuat Karel bingung.


" Kamu kenapa "


Karel menarik ponsel dari tangan Lexa dan terlihat jika Lexa sedang menatap berita tentang Gabriel.


Karel meletakan ponselnya dan menangkup wajah cantik istrinya.


" Dia hanya masa lalu aku,, Tapi kini kamu masa depanku By " Ucap Karel menyakinkan Lexa.


Tes..


Air mata Lexa menetes,

__ADS_1


Rasanya sangat takut dengan kedatangan kembali Mantan kekasih Karel.


Karel menarik Lexa ke dalam pelukannya,,


" Aku takut kamu akan kembali dengannya dan meninggalkan ku " Ucap Lexa di sela tangisannya "


" Jangan berpikir macam macam By, karena semua itu tidak akan pernah terjadi "


Karel melepaskan pelukannya dan mengusap air mata di wajah Lexa.


Tatapan mereka saling bertemu,,


Hingga Lexa menutup matanya saat Karel semakin mendekatkan wajahnya hingga sesuatu benda kenyal dia rasanya di bibirnya,,


Lexa semakin di buat melayang dengan sentuhan tangan Karel dan dia pun mulai membalas ciumannya.


Tubuh mereka kini sudah berada di balik selimut tebal bahkan pakaian tercecer di lantai.


Udara dingin dan mengiringi mereka yang sedang di mabuk cinta.


Keduanya saling menikmati hingga hampir pagi mereka baru terlelap.


Pelukan hangat Karel berikan untuk tubuh polos istrinya yang sudah lebih dulu menuju alam mimpi.


Lexa memang selalu dibuat kelelahan jika Karel sudah meminta haknya sebagai seorang suami.


Namun Karel, dia seakan tidak merasa lelah untuk melakukannya namun melihat wajah lelah Lexa membuatnya tidak tega untuk kembali mengajaknya olah raga.


Di saat dirinya mulai akan memejamkan matanya tiba tiba juniornya kembali ingin beraksi, bersentuhan dengan tubuh polos Lexa membuat juniornya kembali menginginkan sesuatu.


Ditatapnya wajah Lexa, dia pun kembali melancarkan aksinya.


" Eum" Legukan Lexa di saat sesuatu dia rasakan


Karel pun kembali melakukannya dengan Lexa yang sudah tertidur.


Adzan subuh berkumandang dan barulah Karel merasa mengantuk,,


Dia menarik Lexa ke dalam pelukannya dan tidak lama di pun terpejam.


*****


Alarm di ponselnya terus bunyi membuat Lexa mengerjabkan matanya,,


Tangannya meraba atas nakas dan mematikan alarm nya.


Di tatapnya wajah Karel yang masih berdamai, senyumannya terukir mengingat jika Karel selalu saja bisa menenangkannya.


Cup,,


Lexa mengecup singkat bibir Karel dan akan beranjak, namun terdengar ponsel Karel yang berdering.


Siapa yang mengirimkan pesan pagi pagi. ucap Lexa mengambil benda pipih yang tidak jauh darinya.


Matanya memicing saat melihat sebuah pesan masuk di Ponsel Karel dan di saat dia buka dan di bacanya mata Lexa membulat tidak percaya bahkan dadanya terasa sesak,,

__ADS_1


Tidak mungkin. ucapnya dengan tangan yang menutup mulutnya.


__ADS_2