
Lexa langsung menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang lengket, setelah makan Karel membawa nya jalan jalan hingga malam mereka baru sampai di rumah.
Karel mencari Lexa di dalam kamarnya, Lexa memang lebih dulu masuk saat Karel menerima telpon dari Remon.
" By,, " Ucap Karel mencari keberadaan Lexa namun tidak menemukannya membuat Karel berjalan keluar.
Karel tau dimana gadis kecilnya, dia pun menuju kamar dimana Lexa biasa tidur dan benar saja terdengar suara air dari dalam kamar mandi.
Lexa yang baru saja selesai mandi pun keluar dengan hanya menggunakan handuk,,
" Astaga Rel,, " Kaget Lexa saat melihat Karel yang berdiri di depan pintu kamar mandi.
" Ternyata benar di sini,, " Ucapnya menatap tajam Lexa.
Lexa menelan salivanya dengan tatapan Karel yang seperti akan menerkamnya,,
" Ka- kamu mau ngapain " Ucapnya saat Karel mengurung tubuhnya pada tembok.
" Eum,, "
Karel langsung mencium bahkan ******* bibir Lexa, bahkan dia sedikit menggigit bibir Lexa untuk bisa memperdalam ciumannya.
" Aku gak bisa napas " Ucap Lexa mendorong Tubuh Karel.
Karel tersenyum dan mengusap bibir Lexa,,
" Maaf By,,, tapi melihat kamu seperti ini, -
" Stop,, Aku ganti baju "
Lexa langsung berjalan menuju lemari namun lagi lagi Karel memeluknya dari belakang, mencium bahunya bahkan tengkuk leher Lexa.
" Eum,, " Lagi lagi Lexa harus meleguk dengan tingkah Karel yang menciumi seluruh punggung hingga lehernya.
Karel memutar tubuh Lexa dan kembali menyerang bibir juga leher jenjang Lexa bahkan meninggalkan bekas di sana.
" By,, aku, -
Lexa langsung mengangguk, dia tau apa yang Karel ingin katakan.
Karel membopong tubuh Lexa dan membaringkannya di atas ranjang, dia kembali menciuminya hingga handuk terlepas dari tubuh Lexa membuat Karel semakin bersemangat.
Rintikan gerimis malam mengiringi suara kenikmatan yang terjadi di dalam kamar dimana dua insan yang masih dengan olah raga malamnya.
Karel tersenyum dan mengusap wajah cantik Lexa yang kini sudah terlelap akibat kelelahan karena ulahnya,
Karel memang selalu saja tidak henti untuk meminta haknya, Tubuh Alexa sudah sangat candu baginya.
" Maaf By, sudah membuat kamu kelelahan " Ucap Karel mengecup kening Lexa dan beralih mencium bibir Lexa membuat yang empunya menggeliat.
__ADS_1
Karel langsung menariknya dalam pelukannya dan dia pun memejamkan matanya dan ikut terlelap bersamanya.
Lexa membuka matanya dan terlihat Karel yang sudah bangun namun malah terus menatapnya,,
" Morning Sayang " Ucap Lexa tersenyum membuat Karel menautkan kedua alisnya.
" tadi kamu panggil apa By,, "
" Sayang,, "
Karel tersenyum dan mengecup bibir Lexa gemas,,
" Kamu tuh,, " Ucap Lexa malu
" Kenapa hem,, "
" Aku malu belum juga sikat gigi "
Karel lagi lagi terkekeh dengan tingkah menggemaskan istri kecilnya,,
" Apa hari ini kamu kuliah " Ucap Karel dan Lexa mengangguk,,
" Kita mandi bareng yuk "
Sudah pasti ini hanya akal akalan Karel dan dia akan terlambat jika Karel meminta jatahnya lagi,,
" Tenang saja By,, Aku bakal menahannya " Ucap Karel langsung membopong tubuh polos Lexa dan membawanya menuju kamar mandi.
Hingga Satu jam mereka baru keluar, itu saja Lexa terlihat kesal karena Karel lagi lagi melakukannya didalam dan jika Lexa tidak ada kuliah sudah pasti Karel tidak akan menghentikannya.
Cup,,
Karel mengecup bibir Lexa yang terus cemberut,,,
" Maaf By,, aku tidak akan bisa tahan melihat tubuh kamu "
Lexa mencebikan bibirnya dan mereka langsung bersiap.
Karel mengantar Lexa kuliah pagi ini, namun Lexa masih saja cemberut karena dia sudah pasti akan telat pagi ini apalagi Dosen pertamanya terkenal Killer.
" Hei,, Baby, are you Oke "
Lexa menoleh dan menatap tajam Karel,,
" Kalau aku telat kamu harus tanggung jawab, Dosen pertama aku tuh terkenal Killer Sayang sudah pasti aku bakal kena marah bisa saja aku tidak boleh ikut kelasnya " Kesal Lexa membuat Karel malah tersenyum.
__ADS_1
" Apa sih Rel malah senyum senyum gitu,, "
" Kamu tidak akan telat By,, dan juga tidak akan ada yang berani memarahi kamu " Ucap Karel mengacak rambut Lexa.
Hingga mobil berhenti di depan gerbang kampus,,
" Kamu bakal telat jika kamu masih di sini by" Ucap Karel membuat Lexa menatap keluar
" Makasih Sayang,, kamu hati hati Bye " Ucap Lexa akan membuka pintu mobil namun di tahan Karel.
" Apa seperti itu pamit dengan suami hem "
Lexa tersenyum dan menjulurkan tangannya,,
" Aku kuliah dulu, kamu semangat kerjanya "
Cup,,
Karel langsung mencium singkat bibir Lexa dan tersenyum.
" Semangat kuliahnya, aku jemput pulangnya "
Lexa mengangguk dan membuka pintu mobilnya,,
Karel menatapnya hingga Lexa masuk ke dalam dia pun melajukan mobilnya menuju Perusahaan.
Lexa langsung bergegas menuju kelasnya karena 10menit lagi kelasnya akan di mulai,,
" Alexa tunggu " Ucap seseorang membuat Lexa menghentikan langkahnya dan menoleh,,
Lagi lagi seseorang yang membuatnya malas,,
" Sorry aku sudah telat " Ucap Lexa kembali akan melangkah namun Nicol langsung menarik tangannya hingga tubuh Lexa terjatuh dalam pelukannya.
Plak,,
Tamparan keras Lexa berikan kepada Nicol karena tingkahnya yang kurang ajar terhadapnya,,
" Jaga sikap Kamu " Kesal Lexa langsung berlari meninggalkan Nicol yang memegang pipinya karena tamparan Lexa yang cukup perih.
Maafin aku Alexa,,
Aku terlalu bodoh begitu saja mempercayai Sesil hingga sampai membuat kamu begitu membenci aku.
Tapi sampai kapan pun, aku tidak akan membiarkan siapa pun mendapatkan mu.
Hanya aku yang pantas menjadi pendamping kamu dan kita akan hidup bahagia dengan anak anak kita kelak.
Nicol tersenyum dan berjalan menuju kelasnya,,
__ADS_1