
Sarah juga Sesil sampai di rumahnya dan mereka terlihat sangat ketakutan bahkan sesekali Sesil menatap belakang untuk memastikan jika tidak ada orang yang mengikutinya.
" Ma,, " Ucap Sesil membuat langkah mereka terhenti dan Sarah memandangnya
" Sudahlah Sayang,, Semua akan baik baik saja Oke "
" Apa yang kalian maksud baik Baik saja " Ucap Wicaksono yang ternyata berada di sofa dan mendengar pembicaraan mereka.
" Ayah " Panik Sesil
Sarah mengangguk dan mengandeng Sesil menghampiri suaminya yang masih menatapnya.
" Bukan apa apa Sayang, Ini hanya hubungan Antara putri kita dengan Nicol,, Iya Kan Nak "
Sesil menatap Sarah tidak paham namun kemudian mengangguk..
" Benar Ayah,, "
" Kami ke kamar dulu " Ucap Sarah langsung menarik tangan Putri nya.
Sementara Wicaksono,,
Dia memijat pelipisnya, beberapa hari ini keadaan tidak baik, jantungnya sering berdetak lebih cepat, bayangan wajah Lexa terus terbayang bahkan membuatnya sangat khawatir bagaimana keadaannya namun beliau sendiri tidak tau dimana Putrinya kini tinggal dan bagaimana kehidupannya bersama laki laki yang sama sekali tidak mereka kenal.
Alexa,, dimana kamu sekarang Nak, Bagaimana keadaan kamu,, apa laki laki itu baik kepadamu?? Ayah sudah salah seharusnya mendengarkan penjelasan kamu dan bukan malah menghakimi mu.
Sementara di kamarnya Sarah bersama Sesilia mereka terlihat memikirkan sesuatu,,
" Ma,, Aku takut bagaimana ini "
" Ternyata kita salah Ma, laki laki itu Karel pengusaha ternama dan terkenal itu bisa saja mereka menuntut kita dan memenjarakan kita"Ucap Sesil terlihat sangat ketakutan.
" Kamu sendiri juga salah Sesil, kenapa saat itu tidak dulu memastikan siapa laki laki di kamar itu "
" Mana aku tau Ma, informasi yang aku dapat jika di kamar itu hanya seorang laki laki tua yang sedang menunggu wanita penghibur, Jelas Saja aku langsung mendorong Lexa ke dalam "
" Mendorong Alexa, Apa maksud kalian " Ucap Wicaksono yang sudah berdiri di depan Pintu membuat keduanya kaget.
" Apa Yang kalian Lakukan terhadap Alexa " Lanjutnya dengan penuh penekanan di setiap Kata.
" Ti- tidak Sayang,, Ini hanya salah paham " Ucap Sarah berusaha menyembunyikan nya
" Sarah,, Jelaskan semuanya Apa yang telah terjadi "
Sesil menunduk, baru Kari ini dia melihat Ayahnya semarah ini.
" Ya,, Aku sengaja menjebak Alexa saat itu untuk membuatnya keluar dari rumah ini "
" Apa Maksud Kamu Sarah "
" Kamu tau Bagaimana Sesil selalu cemburu dengannya, Kamu hanya sayang kepadanya, apa pun kamu berikan kepadanya,, Sedangkan Sesil itu juga Putri kamu Wicaksono " Teriak Sarah
Wicaksono langsung memegang dadanya, rasanya sangat sesak,,
" Sayang,, kamu kenapa "
" Ayah,, Ayah kenapa "
__ADS_1
" Jangan sentuh saya " Ucap Wicaksono dengan menahan rasa sakit di dadanya..
Bruk..!!
Seketika tubuhnya tumbang tidak bisa lagi menahan rasa sakitnya.
" Ayah " Teriak Sesil menangis.
********
Alexa merasakan dadanya yang begitu nyeri, bahkan dia sampai meremasnya membuat Karel menatapnya bingung.
" Kenapa kamu " Ucap Karel Khawatir
" Dadaku sangat sakit,, " Ucap Lexa memejamkan matanya menahan rasa sangat perih.
" Kita Ke Rumah Sakit " Ucap Karel namun langsung Lexa menahan nya
" Aku Tidak apa, kita pulang ke rumah "
" Tapi, -
" Aku Mohon "
Karel menatap wajah Lexa yang masih menahan sakit, sebenarnya tidak tega namun mendengarnya memohon membuatnya hanya bisa mengangguk.
Karel melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk segera sampai di rumah, sedangkan Alexa masih memegang dadanya,,
Tiba tiba ponselnya berdering,,
" Bik Mirna " lirih Lexa saat melihat nama Asiten di Rumahnya dengan segera Lexa menerimanya
" Non,, Tuan Non,, "
" Ayah,, Ayah kenapa Bi "
" Jantung Tuan kambuh dan sekarang di bawa Ke Rumah Sakit "
" Apa,, Lexa langsung ke sana Bi " Ucap Lexa menutup telponnya
" Rel,, Jantung Ayah kambuh " Ucap Lexa dengan air mata yang menetes.
" Kita Ke sana sekarang " Ucap Karel mengusap pucuk rambut Lexa yang terus menangis.
Bagaimana pun Wicaksono adalah Ayah kandungannya, dan semua terjadi karena sebuah kesalahan pahaman.
Karel terus melirik Lexa dengan air mata yang terus mengalir entah perasaanya menjadi sakit melihat gadis kecil yang sudah bersamanya beberapa waktu seperti ini.
Ada apa dengan saya kenapa melihatnya menangis seperti ini malah membuat saya ikut sedih bahkan hati saya sangat sakit melihatnya.
-------
Rumah Sakit Medika
Wicaksono langsung di larikan Ke ICU, kondisinya sangat buruk bahkan dekat jantungnya sangat lemah.
" Ma,, Aku takut terjadi sesuatu dengan Ayah, aku gak mau Ayah meninggal" Ucap Sesil dengan isak tangisnya.
" Tidak Sayang,, Ayah pasti baik baik saja Mama yakin "
__ADS_1
Sarah memeluk putrinya yang terus ketakutan, menunggu Dokter yang masih memeriksa suaminya di dalam.
Alexa langsung turun dan berlari masuk, dia begitu khawatir dengan keadaan Ayahnya,, Ibunya sudah meninggal dan hanya Ayahnya lah yang dia miliki sekarang.
" Alexa tunggu " Ucap Karel mengejarnya bahkan kini mereka sama sekali tidak memperdulikan dimana mereka sekarang, tidak peduli jika ada media yang meliputnya
" Aku mau ketemu Ayah Rel " Ucap Lexa dengan air mata yang membasahi wajahnya
" Saya tau kamu khawatir, tapi Kamu juga harus memikirkan keadaanmu,, "
Lexa terdiam dan mereka berjalan masuk,,
Terlihat hanya Sesil yang berada di sana, Dokter Meminta Sarah untuk ikut bersamanya membicarakan keadaan Wicaksono.
" Sesilia " Ucap Lexa membuat Sesil menatapnya.
Deg..!!!
Lexa datang dan dia bersama Karel..
Sesil semakin ketakutan, bagaimana tidak Karel menatapnya tajam bahkan seakan ingin menerkamnya.
Lexa berlari menghampiri,,
" Apa yang terjadi kenapa Ayah bisa masuk Rumah Sakit " Ucap Lexa menatapnya namun Sesil menggeleng dengan sorot matanya terus menatap Karel yang berjalan mendekat.
" Sesil,, Katakan Kenapa Jantung Ayah bisa kambuh "
" Semua ini karena kamu Alexa,, " Ucap Sarah yang berjalan mendekat
Lexa menoleh ,,,
" Ayah kamu terus memikirkan kamu, Dia sering melamun bahkan makannya sering terabaikan, Andai saja kamu tidak melakukan perbuatan memalukan saat itu pasti ini semua tidak akan terjadi, Dan Ayah kamu akan baik baik saja "
" Apa Maksud Mama,, Aku sama sekali tidak melakukan semua itu,, "
" Tidak melakukannya,, tapi semua bukti Jelas"
Lexa menggeleng,,
" Alexa " Ucap Nicol yang baru saja sampai dan matanya menatap laki laki di hadapannya, laki laki yang pernah dia lihat sebelumnya saat mengantarkan Alexa kuliah.
" Kak Nicol " Ucap Sesil langsung memeluknya sementara Nicol malah menatap Alexa yang masih mengeluarkan air matanya.
" Sekarang Kamu pulang,, Kamu tidak berhak berada di sini,, Semua ini karena Kamu dasar Anak kurang Ajar "
" Jangan Pernah berani menyentuhnya " Ucap Karel langsung menahan Tangan Sarah yang akan menampar Lexa dan menghempaskan nya dengan kasar.
" Saya peringatkan sekali lagi, Jika kalian berani menyentuh Istri saya, Saya tidak akan segan segan membuat kalian kehilangan semuanya,, Ayo Alexa " Lanjutnya menggenggam tangan Lexa dan meninggalkan mereka yang masih menatapnya.
" Ma,, Mama tidak apa " Ucap Sesil dan Sarah menggeleng namun cengkeraman Karel membuat pergelangan tangannya merah.
Sedangkan Nicol,,
Dia terus menatap Alexa, Dia sedih melihat gadis yang di cintai nya menangis, hatinya pun sangat sakit ketika mendengar jika Karel menyebut Alexa sebagai istrinya.
Jadi dia laki laki yang sudah bersamamu saat itu dan dia laki laki yang sama saat mengantarkan mu kuliah.
Aku salah Alexa..
__ADS_1
Nicol terus menatap Alexa hingga sudah tidak lagi terlihat punggung nya.