
Lexa terus berada di kamarnya setelah dari Rumah Sakit, rasanya sangat ingin bertemu dan menemani ayahnya namun dia sendiri takut jika berada di sana malah akan semakin membuat Ayahnya sakit dan dia tidak mau semua itu terjadi.
Air matanya terus mengalir membasahi wajahnya, matanya sudah sangat sembab namun seakan tidak habis air matanya.
Ceklek,,
Pintu terbuka dan terlihat Karel yang berdiri di depan pintu.
" Apa saya boleh masuk " Ucapnya
Lexa mengangguk dan beranjak duduk serta menyeka air matanya,,
Karel berjalan mendekat dengan membawa nampan berisi makanan, Lexa tidak makan dari siang.
" Makanlah,, Kamu tidak makan dari siang "
" Aku tidak lapar "
Karel menghela napasnya dan meletakan nampan di atas meja, dia pun duduk di tepi ranjang sambil menatapnya.
" Aku yakin Ayahmu akan baik baik saja "
Lexa mendongak dan menatapnya,,
" Aku sangat ingin menemui dan menemani Ayah "
Karel lebih mendekat dan menarik Lexa dalam dekapannya, Lexa tidak menolak dan juga tidak membalas pelukannya.
Memang saat ini dia sangat membutuhkan sandaran untuknya,,
Aku akan membuatmu bertemu dengannya,, Aku janji. Batin Karel dengan mengusap gadis yang masih berada dalam dekapannya.
Sementara di Rumah Sakit,,
Wicaksono belum sadar dan masih berada di ruang ICU, jantungnya masih sangat lemah sedangkan baik Sarah atau Sesil pun masih berada di sana begitu juga dengan Nicol.
Namun Nicol malah terus memikirkan Lexa, dia khawatir dengannya setelah melihatnya menangis seperti tadi.
Lexa begitu menyayangi ayahnya, dia pun sangat manja dengannya.
" Kak,, Aku takut terjadi sesuatu dengan Ayah " Ucap Sesil namun Nicol hanya terdiam.
" Kak Nicol,, " Ulangnya dengan menggoyangkan tangannya
" Aku ke kantin dulu,, Kalian belum makan bukan "
" Biar aku temani " Ucap Sesil beranjak namun Nicol langsung menolaknya
" Aku sendiri,, Kamu temani tante sarah saja "
Sesil terus menatap Nicol kesal, rasanya dia ingin berdua dengannya namun Nicol selalu saja menolaknya padahal hubungan mereka terbilang biasa bahkan orang tua mereka merencanakan pertunangan.
Nicol berjalan menyusuri lorong Rumah sakit, dia sengaja menyendiri untuk bisa menghubungi Alexa, dia tidak bisa lagi menahan rasa khawatirnya.
Dia pun merogoh jaketnya untuk mengambil ponselnya dan menghubungi Lexa.
Sementara Karel masih berada di kamar Lexa, dia menemani Lexa yang sedang makan sengaja memang dia terus di sana agar Lexa mau menghabiskan makannya setelah sebelumnya Lexa terus menolak untuk makan dengan alasan tidak lapar.
__ADS_1
Derrt,, derrt,,
Ponsel Lexa bergetar di atas meja, Tangannya menjulur untuk mengambilnya namun dia kembali meletakan nya tanpa berniat untuk mengangkatnya namun lagi lagi ponselnya kembali berdering dan dia membiarkannya sedangkan Karel merasa heran juga penasaran.
" Kenapa tidak kamu angkat " Ucapnya dan Lexa hanya menggeleng
" Tidak penting " Ucapnya malas
Karel beranjak dan mengambilnya, matanya memicing saat melihat nama Nicol di sana.
Dia pun menggeser tombol hijau untuk menjawabnya.
" Alexa,, Kamu baik baik saja "
" Dia baik baik saja, Anda tidak perlu khawatir "
Deg..!!
Lexa langsung menoleh saat tau jika Karel menjawab telponnya.
" Anda urus saja kekasih Anda dan jangan ganggu istri orang " Lanjutnya langsung menutup sepihak telponnya.
" Kenapa kamu angkat " Ucap Lexa saat Karel meletakan ponselnya
" Sudah selesai makannya " Ucap Karel tanpa menjawab pertanyaan Lexa.
" Hem,, "
Karel mengambil piringnya dan akan berjalan keluar namun Lexa memanggilnya.
" Karel,, "
Lexa beranjak dan langsung memeluknya membuat kaget Karel dengan tingkah tiba tiba gadis di hadapannya.
" Terima kasih,, Kamu sudah selalu baik kepadaku " Ucap Lexa di sela pelukannya
Karel terdiam bahkan dia merasakan sesuatu yang janggal dengan dirinya, dia merasa jantungnya berdetak tidak seperti biasanya.
" Apa kamu akan terus memelukku seperti ini " Ucap Karel membuat Lexa langsung melepaskan pelukannya.
" Maaf "
" Istirahatlah,, "
Lexa mengangguk dengan tersenyum,,
Karel kembali melangkahkan kakinya keluar kamar dengan perasaan campur aduk.
****,, ada apa dengan jantung ini kenap berdetak sangat kencang. Batin Karel meraba dadanya.
*********
Nicol kembali bersama Sesil juga Sarah,,
Namun dia masih terus penasaran kenapa malah Karel yang mengangkat telpon nya kemana Lexa apa dia baik baik saja,,
" Kak,, " Ucap Sesil namun lagi lagi Nicol tidak mendengarnya dan terlihat melamun
" Kak Nicol " Ulang nya
__ADS_1
" Kenapa "
" Kamu ini kenapa sih,, aku lihat kamu terus melamun apa yang sedang kamu pikirkan "
" Tidak,, Aku tidak memikirkan sesuatu "
Sesil menatap Nicol, dia tau jika Nicol berbohong kepadanya dia tau jika sebenarnya Nicol memikirkan Alexa.
Sejak kepergian Alexa sore tadi, Nicol terus menatapnya.
" Kita bicara sebentar " Ucap Sesil
" Ma,, Aku bicara sebentar sama Kak Nicol ya Mama gak papa aku tinggal kan "
" Iya sayang,, Mama gak papa "
Sesil menarik tangan Nicol menjauh dari Mamanya,,,
" Aku tau kamu memikirkan Lexa bukan,, " Ucap Sesil menatap Nicol
" Kamu bicara apa sih,, " Elak Nicol
" Semenjak kepergian Lexa kamu terus melamun, kamu pasti memikirkannya kan,, Kak,, Kamu masih ingat bagaimana kelakuan Lexa kan, dia sudah membohongi kita semua dengan sifat polosnya, dan kamu sadar dia sudah menikah, Sedangkan sekarang aku kekasih kamu kita akan segera tunangan tapi kamu malah memikirkan wanita lain yang jelas jelas sudah menyelingkuhi kamu"
" Aku tidak tau maksud dari semua perkataan kamu,, Kenapa kamu terus mengungkit kejadian itu "
" Aku sengaja mengungkitnya, , Supaya kamu melupakan wanita ****** itu "
" Sesilia,, Jaga ucapan kamu,, bagaimana pun Alexa saudara kamu "
" Aku tidak sudi memiliki saudara sepertinya, dia wanita ****** yang sudah menggoda laki laki di luar sana bahkan aku sangat malu mengingat kejadian itu "
" Sesil Diam.. !! " Bentak Nicol membuat Sesil kaget.
Nicol mengusap wajahnya kasar,,
" Sudah lah,, Aku malas berdebat.. " Ucap Nicol langsung berjalan meninggalkan Sesil.
" Kak Nicol,, Kak,, Kamu mau kemana " teriak sesil namun Nicol terus melangkah tanpa menghiraukannya.
Sesil menghentakan kakinya kesal dan berjalan menghampiri Mama Sarah.
" Loh sayang kamu kenapa terus dimana Nicol "Ucap Sarah saat melihat putrinya kembali dengan wajah kesal.
" Ma,, Aku bertengkar dengan Kak Nicol gara gara Alexa "
" Kurang Ajar Alexa, dia sudah membuat Ayah masuk Rumah sakit dan sekarang membuat putri cantik Mama ini kesal "
" Kak Nicol Ma,, dia masih memikirkan Alexa aku gak mau mereka kembali " rengek Sesil
" Tidak akan terjadi sayang, Mama tidak akan membiarkan semua itu terjadi,, "
" Ma,, Bilang dengan orang tua Kak Nicol untuk mempercepat pertunangan itu "
" Pasti sayang,, Mama akan segera menghubungi mereka,, kamu tenang ya sayang"
Sesil mengangguk dan memeluk Mamanya,,
Alexa,, gue gak akan biarin semua berpihak sama Lo terutama Kak Nicol, gue gak akan biarin kalian kembali bersama..
Gak akan pernah gue biarin.
__ADS_1