
Seperti biasanya Lexa selalu bersama Milea sahabatnya, mereka memang sangat dekat bahkan sudah seperti saudara.
Kali ini Milea sudah tau semua tentang Lexa, pernikahan Lexa bahkan kehidupan Lexa bersama Karel dan sebagai Sahabat Milea sangat bahagia melihat kehidupan Lexa kini dimana Karel sangat menyayangi dan mencintainya.
" Ke kantin yuk, Lapar gue " Ajak Milea
" Baiklah,, " Ucap Lexa tersenyum dan mereka berjalan menuju kantin.
Sebenarnya bukan hanya Milea saja, namun semua mahasiswi di kampus pun sudah tau pernikahan Lexa dengan siapa membuat mereka tidak berani untuk mencari masalah ataupun mengganggu Lexa karena mereka tau siapa Karel Juan.
Hingga mereka sampai di Kantin, namun Lexa menahan Milea saat melihat adanya Nicol di sana.
" Eh kenapa " Ucap Milea bingung namun Lexa hanya menggeleng dia tidak mungkin terus menghindari Nicol.
" Yuk " Ajak Lexa menarik Tangan Milea masuk ke dalam dan Benar saja Nicol langsung beranjak saat melihat mereka.
Lexa duduk di salah satu kursi, namun Nicol langsung mendekat bahkan duduk di samping Lexa.
" Gabung boleh kan " Ucapnya tanpa malu
" Lo,, " Ucap Milea namun Nicol malah langsung menatap Lexa dengan senyumannya.
Lexa menghela napasnya dan menatap Nicol,,
" Mau Kamu apa sih "
" Kamu "
Lexa beranjak namun Nicol kembali menahan Tangannya,,
" Lepasin gak "
" Tidak akan pernah Lexa,, Aku mau kita kembali seperti dulu "
" Hee,, gak usah mimpi ya, Kemana aja Kamu kemarin hah dan setelah semua jelas baru sadar "
" Ya Lexa,, semua karena Seselia si jala** sialan itu, dia yang membuat kita seperti ini Alexa, aku sadar saat itu aku salah tapi aku mau kita mulai Semua kembali "
Lexa tersenyum,,
" Sudah terlambat,, Aku sudah hidup bahagia bersama Karel "
__ADS_1
Brak..!!!
Nicol memukul meja membuat semua menatapnya,,
" Tidak ada satu orang pun yang bisa merebut kamu dari aku Alexa "
" Lo Gila Nicol " Kesal Milea namun Nicol malah mendorongnya hingga terjatu.
" Nicol " Ucap Lexa emosi akan membantu Milea namun Nicol kembali mencekeram tangannya,,
" Aw,, " Rintihnya saat Nicol semakin erat mencekeram pergelangannya.
" Lepasin Tangan Istri Saya " Ucap seseorang membuat semua mata menatapnya.
Karel datang dengan pesona luar biasa membuat semua menatapnya takjub,,
Nicol tersenyum menatapnya,,
" Lepas atau Saya akan membuat Anda menyesal " Lanjut Karel membuat Nicol melepaskan tangan Lexa.
" By,, kamu gapapa " Ucap Karel dan Lexa mengangguk namun terlihat pergelangan tangannya yang merah.
" Kamu gapapa " Lanjutnya dan Milea mengangguk.
" Karel Juan,, Gue gak akan biarkan Lo dapetin Lexa,, Lexa hanya milik gue " Ucap Nicol langsung meninggalkan mereka.
Karel terus menatapnya,,
Namun dia kembali menatap Lexa yang sudah bersama Milea.
" Tangan kamu By " Ucap Karel khawatir
" Astaga Lexa tangan Lo " Lanjut Milea
Lexa meringis, pergelangan tangannya memang sedikit sakit.
Nicol sangat erat mencekeram nya hingga membuat memar.
" Kita Obati " Ajak Karel membawa Lexa keluar sementara semua mahasiswi masih terus menatap Karel yang sudah bersama Alexa.
Ini kedua kalinya Karel datang di kampus membuat kehebohan tersendiri, selama ini mereka hanya tau siapa Karel dari majalah atau Televisi namun kini mereka bisa melihat langsung siapa Karel bahkan untuk aslinya jauh lebih tampan dan sempurna.
__ADS_1
--
Karel membawa Lexa menuju mobil, dengan segera Karel langsung mengambil kotak obat dan mulai mengolesi di luka memar Lexa.
" Aw,, " Rintih Lexa
Karel menatapnya dan menghela napasnya,,
" Tahan ya sedikit lagi " Ucap Karel kembali mengolesi salep.
Lexa menatap tangannya,,
Nicol sudah benar benar keterlaluan membuatnya seperti ini.
" Apa sangat sakit " Ucap Karel namun Lexa menggeleng dan menatap wajah Karel yang terlihat menahan marah.
" Rel,, " Lirih Lexa membuat Karel kembali menatapnya
Lexa langsung berhambur dalan pelukan, Karel menautkan kedua alisnya bingung.
" Maaf " Lanjut Lexa namun Karel masih terdiam
" Jangan marah "
Karel memejamkan matanya dan menggeleng,, dia tidak mau gadis kecilnya merasa takut dengan dirinya.
" Tidak By,, aku tidak marah oke " Ucap Karel membalas pelukan Lexa dan mengecup pucuk rambutnya.
Lexa menatap Karel yang wajahnya sudah berubah menjadi tersenyum,,
" Perlu ke Rumah Sakit " Ucap Karel menangkup wajah Lexa
" Tidak,, aku mau kita pulang sekarang "
Karel mengangguk dan mengusap rambut Lexa.
Dia pun melajukan mobilnya,,
Nicol,,
Anda sudah berani bermain dengan Saya.
__ADS_1