
Loh,, kenapa ada Mobil kembali..
Apa Karel melupakan sesuatu atau ada yang tertinggal. Gumam Lexa saat mendengar suara Mobil dari depan rumah.
Lexa segera berlari keluar dan membuka pintu namun matanya menatap seseorang yang berdiri di depan pintu yang juga menatapnya.
" Kamu siapa? " Ucap seorang perempuan cantik membuat Lexa menatapnya bingung
" Sayang,, " Ucap laki laki yang juga menghampiri.
" Tuan,, Nyonya " Sapa Rian yang langsung berlari menghampiri.
Sementara Lexa berdiri menatap mereka bingung,
" Rian,, Kita bicara sebentar " Ucap Leon dan Rian mengangguk.
" Silahkan nyonya " Ucap Lexa dan Moza berjalan masuk.
Semua pelayan langsung menyambut Moza, Nyonya Besar di rumah itu.
" Nyonya,, Apa kabar " Ucap Sarni membuat Moza tersenyum
" Baik,, Kamu bagaimana Sarni bagaimana keadaan rumah "
" Semua baik baik saja Nyonya "
Moza mengangguk dan matanya menatap Lexa yang berdiri dengan wajah menunduk,,
" Kamu pasti Alexa? " Ucapnya menatap tajam Lexa
" I- iya Nyonya " Ucap Lexa gugup.
Astaga,, sudah pasti mereka adalah orang tua Karel, kenapa mereka datang mendadak di saat aku sama sekali belum siap dan Karel, kenapa dia malah tidak memberitahuku.
Karel melajukan mobilnya namun telponnya berdering, matanya menatap Leon yang menghubunginya.
" Halo Dad "
" Dimana kamu Nak,, Daddy dan Mommy sudah sampai di rumah "
__ADS_1
" Apa,, Aku segera kembali "
Karel menutup telponnya dan memutar mobilnya, dia tidak menyangka jika orang tuanya akan sangat cepat datang padahal baru semalam Mommy nya menghubungi nya.
****.. Umpatnya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Sementara di Perusahaan,,
Remon beserta beberapa Klien sudah menunggunya namun Karel belum juga sampai membuatnya segera menelpon Karel.
" Halo Tuan,, Maaf Anda dimana "
" Astaga,, Remon kamu wakili Saya Meeting hari ini dan laporkan semua hasilnya, Saya ada urusan "
" Baik Tuan "
Remon menutup telponnya dan kembali menghampiri Beberapa Orang yang menatapnya.
---------
Mobil Karel sampai di depan rumah, dengan segera dia berlari masuk namun matanya menatap dimana Leon, Moza juga Alexa yang duduk di ruang tamu namun terlihat wajah Alexa yang terlihat sedih entah apa yang sudah orang tuanya bicarakan dengannya.
" Daddy,, Mommy " Ucap Karel langsung menghampiri mereka.
" Sayang,, Gimana kabar kamu,, Mommy sangat kangen "
" Baik Mom,, Aku juga kangen Mommy, Mommy apa Kabar "
" Baik sangat baik " Ucap Moza mengusap wajah tampan putranya sementara Leon menatapnya tajam.
" Daddy " Ucap Karel menghampiri Leon dan mencium punggung tangannya.
" Gimana kabar kamu, "
" Baik,, Daddy apa kabar "
" Seperti yang kamu lihat "
Karel mengangguk dan menatap Lexa yang masih duduk dengan wajah yang menunduk,,
Apa yang terjadi, kenapa Alexa terlihat sedih dan wajahnya, -
__ADS_1
" Karel,, Jonatan sudah menceritakan semuanya bahkan daddy dan mommy pun sudah melihat bahkan membaca berita mengenai kamu "
" Aku bisa jelaskan semuanya Dad, -
" Daddy perlu bicara dengan kamu, Kita bicara di ruang kerja " Ucap Leon berjalan
Karel menghampiri Lexa dan mengusap pucuk rambutnya,,
" Rel,, " Lirih Lexa menatap Karel.
" Semua akan baik baik saja, Aku tinggal sebentar "
Lexa mengangguk dan menatap Karel yang berjalan mengikuti Leon.
" Ma- Maaf Nyonya Saya buatkan Anda minum sebentar "
" Tidak perlu ada Sarni yang biasa siapkan "
" Baik Nyonya "
Moza menatap Lexa yang langsung kembali menundukkan wajahnya.
Jantung Lexa berdetak begitu cepat, napasnya pun mulai sesak dengan tatapan yang Moza berikan untuknya bahkan sedari tadi Moza sama sekali tidak tersenyum membuat Lexa semakin yakin jika dirinya tidak akan di terima di dalam keluarga mereka, dirinya yang merupakan anak dari kalangan keluarga biasa apalagi kini sama sekali tidak memiliki keluarga dan pernikahan mereka yang terjadi karena sebuah jebakan tanpa adanya rasa saling cinta dan sayang lebih dulu dadi keduanya walau akhirnya rasa cinta itu muncul dan tumbuh dalam hati masing masing.
Tes..
Air matanya menetes begitu saja, rasa takut akan kehilangan seketika muncul di benaknya, dia takut jika harus di pisahkan dari laki laki yang sudah sangat dia cintai, hanya Karel laki laki yang menemaninya, menjaganya bahkan suami yang sangat mengerti akan dirinya selama ini.
" Kamu menangis? " Ucap Moza namun Lexa langsung menyekanya dan tersenyum
" Tidak Nyonya " Ucapnya tersenyum dan menyembunyikan wajahnya.
Kenapa dia menangis seperti itu, bahkan aku sendiri sama sekali tidak bicara apa pun dengannya.
Moza menatap Lexa yang terus menyeka air matanya,,
" Maaf Nyonya,, Ini minumnya "
" Terima kasih Sarni "
" Sama sama Nyonya, Saya permisi "
__ADS_1
Sarni melirik Lexa dan menatapnya dengan khawatir, Sarni pun tau jika saat ini Lexa menangis namun dia sendiri tidak tau apa Tuan dan Nyonya merestui pernikahan Putra satu satunya dengan gadis seperti Alexa dan pernikahan mereka terjadi karena suatu jebakan.