Menikah Karena Jebakan

Menikah Karena Jebakan
Bab 55


__ADS_3

" Eh,, " Ucap Lexa saat malah Karel menarik pinggangnya dan membuat wajah mereka semakin dekat, sorot mata elang Karel terus menatap manik mata Indah Lexa.


Ceklek,,


Suara pintu terbuka sukses membuat keduanya menoleh dan terlihat seseorang berdiri menatap mereka dengan tatapan yang sulit di artika..


" Karel " Ucap Gabriel berdiri menatap mereka.


Lexa melepaskan pelukan Karel dan menatapnya sementara Karel terlihat wajahnya sangat tidak senang dengan adanya Gabriel di sana.


" Tu- Tuan Maaf " Ucap Remon


Karel tidak menjawab dan berjalan masuk dengan tangannya yang langsung menggandeng tangan Lexa.


" Rel,, " Teriak Gabriel membuat Karel menghentikan langkahnya


" Buat apa kamu kemari " Ucap Karel memutar tubuhnya.


Gabriel menatap tangan Karel yang Terus menggenggam tangan Alexa.


" Kamu jahat Rel,, Kamu bilang Cinta sama aku cuma aku yang ada di hati kamu, tapi kenapa kamu malah menikah '-


" CUKUP GABRIEL!!! " Emosi Karel menatap Tajam Gabriel.


Untuk pertama kalinya Alexa melihat Karel semarah ini bahkan di saat bersamanya Karel sama sekali tidak pernah marah sedikit pun.


" Harus berapa kali Saya bilang, Saya sudah menikah dan Kita hanya masa lalu yang sudah Saya lupakan,, "


" Tidak Rel,, Kamu bohong.. Aku tau kamu masih cinta sama aku kan,, Kita pernah berjanji untuk menikah "


" Cukup,, Kamu keluar sekarang "


" Engga Rel,, Aku mau di sini aku mau kita kembali bersama "


" Remon,, "


" Baik Tuan,, Nona Silahkan keluar "


" Jangan ikut Campur kamu,, "


" Kalau Nona terus seperti ini Saya akan Panggilkan sekurity "


" Lepas,, Aku bisa keluar sendiri "


Gabriel menatap Mereka dan berjalan keluar,,


" Permisi Tuan "


" SIAPA YANG MENGIJINKANNYA MASUK KEDALAM RUANGAN SAYA " Ucap Karel dengan nada yang di naikan.


" Ma- Maf Tuan,, Saya sudah melarangnya tapi Nona Gabriel menerobos masuk "


" SAYA TIDAK MAU KEJADIAN INI KEMBALI TERULANG "


" Baik Tuan "


Karel mengusap wajahnya kasar, Sedangkan Alexa terus menatapnya dan berjalan mendekat.


" Sayang " Ucap lembut Lexa.


Bukan menjawab Karel malah langsung memeluk erat tubuh mungil Alexa, bahkan terasa jelas tubuh Karel yang gemetar membuat Lexa membalas Pelukan nya memberikan kekuatan juga ketenangan untuk tubuh suaminya.


Alexa tau bagaimana dulu hubungan mereka bagaimana perasaan Karel terhadap Gabriel namun malah di balas dengan sikap dan tindakan yang membuat Karel berubah.


Karel melepaskan pelukannya dan menatap Lexa,,


" Jangan pernah tinggalin aku By " Ucapnya membuat Lexa khawatir.


Lexa menggeleng dan Karel kembali menarik dan memeluknya.


" Aku janji Sayang,, Aku akan terus menemani kamu sampai kapan pun " Ucap Lexa dalam dekapan Karel.


Karel mengangguk dan terus memeluknya,,


 

__ADS_1


Sementara Gabriel terus menatap bangunan tinggi di depannya, dia sangat emosi dengan sikap Karel yang berubah drastis kepadanya.


Hanya karena gadis kecil itu kamu jadi berubah Rel, tapi aku tidak akan menyerah untuk membuat kamu kembali kedalam pelukan aku.


kring,,,


Dering Ponsel Gabriel terdengar,,


" Halo "


(......)


" Tidak,, Aku tidak akan menyerah karena hanya dia yang bisa membuat kita kembali kaya


(.....)


" Kamu tunggu saja "


Gabriel menutup telponnya dan menyimpannya,, dia pun masuk ke dalam mobil dan melajukannya.


********


Di dalam ruangan,,


Lexa menatap Karel yang sudah mulai dengan Pekerjaan nya, dia terus menatapnya.



Sebenarnya aku lah yang sangat takut kehilangan kamu Rel, kenapa di saat kamu bertemu dengan Gabriel tubuh kamu selalu bergetar apa masih ada Cinta di hati kamu untuknya??


Tapi mengapa malah kamu ketakutan jika aku akan meninggalkan kamu,??


Sebenarnya kenapa kamu Rel???


Lexa menggeleng kan kepalanya,, dia tidak mau berpikir macam macam anggap saja jika Cinta mereka sedang di uji.


Lexa menghela napasnya dan berjalan menghampiri Karel,,


" Sayang,, Aku lihat kamu terus bekerja apa kamu tidak haus? "


" Kenapa?? Kamu bosan hem?? " Ucap Karel menarik pinggang Lexa.


Lexa menggeleng,,


" Gimana kalau aku buatkan Hot Coklat supaya kamu lebih rileks? "


" Tidak usah sayang, Aku bisa memanggil OB untuk membuatkannya "


" Hei,, Kamu itu suami aku kenapa malah minta dengan orang Lain " Kesal Lexa dengan kedua tangan yang sudah berada di pinggangnya


Karel terkekeh,,


" Baiklah Nyonya Juan,, "


" Oke,, Untuk Suamiku ini aku akan buatkan yang spesial, Tunggu sebentar " Ucap Lexa membalikan tubuhnya namun tangannya malah di tarik Karel membuatnya jatuh di atas pangkuannya.


Cup,,


" Makasih By " Ucap Lexa setelah mengecup singkat bibir Lexa.


Lexa mencebikan bibirnya dan beranjak dari pangkuan Karel, dia pun berjalan keluar.


Karel menggelengkan kepalanya dan kembali dengan pekerjaan nya.


 


Rian Dan Remon terlihat berada di Pantry, Lexa yang melihatnya pun kembali melangkahkan kakinya..


" Nyonya " Sapa mereka membuat Lexa tersenyum


" Ada yang bisa saya bantu Nyonya " Ucap Remon


" Tidak Usah,, Aku hanya akan membuatkan Coklat hangat Untuk Karel apa kalian mau? "


" Tidak Nyonya terima kasih "

__ADS_1


" Tidak Papa, Sebentar saya buatkan sekalian "


" Terima kasih Nyonya "


Lexa mengangguk dan membuatkan tiga gelas Coklat Hangat,,


" Ini Untuk Kalian, ,, aku kembali ke atas "


" Terima kasih Nyonya "


Lexa membawanya kembali ke dalam ruangan,,


Bruk,,!!


" Maaf Nyonya, Maaf " Ucap salah satu pegawai yang tidak sengaja menabrak Lexa


" Tidak papa " Ucap Lexa tersenyum.


" Sekali Lagi Maaf Nyonya "


Lexa mengangguk dan Pegawai itu pun kembali ke kursi nya.


Lexa menatap jari tangannya yang tersiram sedikit melepuh,,


Perih,, Tapi ini hanya sedikit. Gumam Lexa kembali berjalan masuk.


Ceklek,,


" Ini Coklat hangatnya kamu minum Dulu " Ucap Lexa


Karel tersenyum dan mengambil gelasnya,,


" Terima kasih By "


Lexa tersenyum dan dia menahan jarinya yang terasa perih juga panas.


Karel menatap Lexa, dia tau jika istrinya sedang merasakan sesuatu.


" By,, ada apa? "


" Gapapa,, Kamu lanjut Kerjanya Oke "


" Aw,, " Rintih Lexa saat Karel menarik tangannya


" Ma-,


Karel melihat jari Manis Lexa yang melepuh,,


" Astaga jari kamu By "


" Gapapa kok cuma tadi gak sengaja kena air panas "


Karel langsung membopong tubuh Lexa menuju Kamar mandi dan membasuhnya dengan air,,


" Tunggu sebentar "


Lexa menatap Karel yang ternyata mengambil Kota Obat dan kembali menghampirinya, di tatapnya wajah Karel yang begitu khawatir padahal luka yang hanya sedikit.



" Perih,, " Rintih Lexa membuat Karel mendongak dan meniupnya.


" Kenapa tidak hati hati,, Ini juga lah alasan aku tidak mau kamu masuk ke dapur By,, Pertama Jari kamu teriris dan sekarang terkena air panas "


" Maaf,, "


Karel menatapnya,,


" Aku tidak mau terjadi sesuatu dengan kamu walaupun sedikit By, "


" Aku Minta maaf "


Karel tersenyum dan memeluknya,,


Lexa sengaja tidak menceritakan kejadian sebenarnya karena pasti Karel akan sangat marah dengan salah satu pegawai yang menabrak nya.

__ADS_1


__ADS_2