Menikah Karena Jebakan

Menikah Karena Jebakan
Bab 52


__ADS_3

Lexa melepaskan pelukan Karel yang begitu erat membuatnya sedikit sesak,,


" Aku tidak bisa napas " Kesal Lexa membuat Karel tersenyum menatapnya


" Maaf By,, " hanya ucapan itu yang keluar dari mulut Karel entah mengapa di saat bersama Lexa semua rasa sesak nya hilang begitu saja.


" Kita pulang " Ajak Karel dan lexa mengangguk


Karel membuka pintu mobilnya untuk Alexa dan dia berputar menuju kursi kemudi dia pun segera melajukan mobilnya.


Selama dalam perjalanan Karel terus menggenggam tangan Lexa hingga Lexa sendiri merasa keringatan namun Karel malah sama sekali tidak menghiraukan nya.


Lexa merubah duduknya menghadap Karel, dia merasa jika ada sesuatu dalam diri Karel.


" Sayang " Panggil nya


" Ya By "


" Kamu lagi gak sakit kan atau kamu lagi ada masalah? "


Karel menoleh dengan senyuman tampannya dan menggeleng,,


" Aku tau kamu sedang bohong, jujur sama aku"


" Kita bicara di rumah Oke " Ucap Karel mengacak rambut Lexa.


Lexa mengangguk dan menatap jalanan lurus namun dia menatap jika Karel melajukan mobilnya bukan kembali ke rumah hingga mobil berhenti di sebuah Basemen membuat Lexa bingung.


" Kamu bilang pulang,, terus ini kita kemana? "


" Nanti kamu bakal tau By "


Mereka sampai di depan semua Kamar tangan Karel menekan password dan pintu terbuka.


" Ini Apartemen kamu "


" Kita By,, Lebih tepatnya Apartemen kamu karena aku membelikan ini sebenarnya sebagai hadiah Ulang tahun namun saat itu masih dalam tahap renovasi dan baru selesai kemarin"


Lexa menatap Karel, dia tidak menyangka jika Karel bahkan membelikan dan malah merenovasi semua ruangan sesuai yang sangat sesuai dengan keinginannya.


" Maaf aku hanya bisa memberikan kamu ini selama pernikahan kita "


Lexa tidak menjawab namun malah langsung berhambur dalam pelukannya,,


" Aku tidak butuh semua ini yang aku butuh kamu selalu ada di samping aku selamanya"


Karel mengangguk dan memeluk Lexa bahkan mengecup keningnya dalam.


--------


Hari semakin sore,,

__ADS_1


Lexa masih terus menikmati udara di sana rasanya sangat betah berada di sana,,


Karel yang terus menatapnya pun tersenyum dan berjalan mendekat.


" Eh,, " Ucap Lexa saat merasakan sesuatu di pinggangnya bahkan mengusap perutnya


" Apa kamu suka By "


" Sangat suka,, ini sangat bagus dan indah terima kasih kamus selalu memberikan kejutan untuk aku "


" Ini belum seberapa dengan apa yang sudah kamu lakukan untuk aku By,, aku sangat beruntung kini memiliki kamu "


Lexa tersenyum dan mengusap tangan Karel yang masih melingkar di perutnya.


" Aku mau kita bisa segera memiliki anak "


Deg..!!


Lexa langsung melepaskan tangan Karel, dia kaget dengan apa yang Karel ucapkan pernikahan mereka pun belum lama dan dia belum siap jika harus segera memiliki anak.


" Kenapa,, Apa kamu tidak mau kita memiliki anak "


" Bu- bukan seperti itu tapi aku takut "


" Takut,, "


" Aku takut tidak bisa mengurusnya "


" Kita akan merawatnya bersama "


Lexa tersenyum dan mengangguk dia pun membalas pelukan Karel,,


" Tunggu,, Kamu bilang ada yang mau kamu bicarakan " Ucap Lexa menatap Karel.


Karel terdiam dan menghela napasnya, dia sebenarnya tidak mau menceritakan semuanya kepada Lexa namun dia juga tidak kau jika ada salah paham dalam rumah tangganya.


" Gabriel menemui ku di Kantor "


Deg..!!!


Bagai tersambar petir, apa yang dia takutkan benar terjadi dan sudah pasti jika Gabriel akan meminta mereka kembali.


" Dia menemui kamu "


" By,, Dia hanya masa lalu aku dan aku sama sekali tidak ingin melihatnya, Aku janji "


Lexa melepaskan genggaman tangan Karel dan berjalan masuk,,


Sementara Karel menatapnya dan mengikutinya masuk.


__ADS_1


" Satu yang aku takutkan,, Dia terus mengejar kamu dan akhirnya kalian kembali bersama "


" By, percaya lah itu tidak akan pernah terjadi " Ucap Karel berjongkok di hadapan Lexa membuat Lexa mengangguk.


Walau Karel selalu bilang Gabriel masa lalunya namun tetap saja perasaannya takut dan sangat takut dengan kembali Gabriel yang akan mengganggu Karel, mengganggu rumah tangga mereka.


" Oya sebentar By "


Lexa menatap Karel yang berjalan menuju lemari dan membuka laci, dia pun kembali dengan sesuatu di tangannya.


" Apa Itu Sayang "


" Bukalah "


Lexa menerima dan membukanya,, matanya berbinar melihat sebuah kalung yang sangat indah dan cantik bahkan terukir nama mereka di sana.


" Ini,, "


" Untuk kamu,, Aku sengaja mendesign sendiri modelnya apa kamu suka "


" Ya ini sangat cantik Sayang "


" Akan lebih cantik jika kamu yang memakainya"


Lexa tersenyum,,


Karel mengambil dan memakaikannya benar saja semakin terlihat cantik saat Lexa yang memakainya.


" Makasih sayang,, Aku tidak menyangka kamu memberikan banyak kejutan untuk ku hari ini "


" Sama sama By "


Lexa menatapnya dan tersenyum,,


Kring,,,


Terdengar dering Ponsel Karel,,


" Sebentar aku angkat telpon dulu "


" Hem "


Karel mengangkat telpon masuk dan duduk di samping Lexa seraya mengusap pucuk rambutnya,,


" Halo "


(......)


" APA?!! "


Lexa langsung menatap Karel, bahkan wajahnya berubah membuat Lexa penasaran siapa yang menghubunginya hingga membuat Karel semarah ini..

__ADS_1



__ADS_2