
Lexa berjalan menghampiri Karel yang tengah berdiri di balkon kamar,,
" Kenapa di sini " Ucap Lexa membuat Karel menoleh dan tersenyum
" Gapapa,, lama banget mandinya "
Lexa tersenyum dan berdiri menatap lurus,,
" Baru saja Nicol menelpon "
" Nicol? Ngapain lagi dia "
" Dia cuma mau ucapan selamat ulang tahun saja By " Ucap Nicol menatap Lexa yang malah mencebikan bibirnya
" Hei,, kenapa mulut kamu seperti itu " Lanjut Karel menarik hidung Mancung Alexa
" Buat apa dia menelpon,, " Malas Lexa membuat Karel tertawa
" Kenapa tertawa,, Ada yang Lucu "
" Kamu By,, dulu perasaan Kalian dekat dan sepasang kekasih Bukan, terus kenapa sekarang, -
" Stop,, itu dulu dan aku sudah melupakan semuanya " Ucap Lexa langsung menutup mulut Karel.
Karel menggenggam nya dan malah mengecupnya membuat Lexa membulatkan matanya.
" By,, Apa kamu akan kembali dengannya karena kamu sudah tau tenang semuanya "
Lexa menatap Karel, sangat jelas jika wajah Karel saat ini serius mengatakannya.
Lexa tersenyum dan berjinjit,,
Cup,,
Kecupan singkat Lexa berikan pada bibir Karel,,
" Buat apa aku kembali dengannya sedangkan suamiku ini lebih kaya darinya " Ucap Lexa tertawa dan langsung berlari masuk membuat Karel menggeleng dengan tingkah gadis kecilnya.
" Kamu awas ya,, " Ucap Karel mengejar Lexa.
Karena langkah Lexa tidak selebar Karel membuatnya langsung bisa di tangkap bahkan di peluknya,,
__ADS_1
mereka tertawa bersama namun beberapa detik kemudian mata mereka saling menatap, terpancar sorot mata yang berbeda.
Lexa memejamkan matanya saat Karel mendekatkan wajahnya dan dirasakannya benda kenyal yang sudah bermain di bibirnya.
Lexa yang mulai terbawa pun membuka mulutnya membuat Karel lebih leluasa mengabsen setiap inci dalam mulutnya, dengan kedua tangannya melingkar pada leher Karel.
Karel melepaskan ciumannya dan menatap wajah Lexa yang juga tengah menatapnya,, sorot mata keduanya sudah berbeda dan juga deru napas keduanya seperti mengingankan sesuatu lebih.
" Apa aku boleh memintanya sekarang " Ucap Karel meminta Ijin karena dia tidak mau memaksakan Alexa.
Lexa tersenyum namun kemudian langsung menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Karel karena rasa malu.
Karel tersenyum karena telah mendapatkan ijin, dia pun segera menggendong Lexa menuju ranjang dan membaringkannya, di kecupnya kembali bibir Lexa lembut hingga ciumannya beralih di leher jenjang Lexa hingga meninggalkan tanda kepemilikan di sana.
" Eum,, " Legukan Lexa semakin membuat Karel tidak sabar.
" Rel,, " Ucap Lexa dengan suara sendunya membuat Karel menghentikan kegiatannya dan menatap Lexa.
" Aku bakal pelan pelan By ". Jawab Karel seakan tau apa yang Lexa pikirkan.
Lagi lagi Lexa mengangguk membuat Karel kembali dengan kegiatannya,,
Hingga rasa sakit Lexa rasakan, air matanya menetes,,
" Aku akan hati hati By " Bisik Karel dengan kembali mencium lembut bibir Alexa.
Lexa menggigit bibir Karel karena rasa sakitnya, namun semakin lama rasa sakit berubah menjadi kenikmatan membuat nyanyian yang terus keluar dari mulut Mungilnya.
Udara dingin malam ini menjadi saksi dimana kedua insan yang sedang di mabuk cinta telah menyatukan hidup mereka malam ini.
************
Berbeda dengan Lexa yang sedang merasa bahagia kini Nicol malah terbaring di Rumah Sakit karena menabrak gerobak Bakso, namun untungnya lukanya tidak terlalu parah.
" Astaga Nicol,, " Ucap Miranda yang baru saja datang bersama Suaminya Bagaskara
" Kenapa bisa seperti ini " Ucap Bagaskara
Nicol menatap mereka dan terdiam,,
" Kamu pasti memikirkan Alexa kan,, "
" Ma,, '-
" Kak Nicol,, Gimana keadaan Kamu aku khawatir dan langsung ke sini saat Tante Mira menelpon tadi " Ucap Sesil yang langsung menerobos masuk di susul Sarah.
__ADS_1
" Aku gapapa,, " Ucap Nicol tanpa menatap Sesil
" Nicol,, Kamu kenapa sih Sesil Calon istri kamu dan dia sangat mengkhawatirkan kamu " Ucap Miranda namun Nicol hanya diam
" Kak,, Aku benar benar khawatir,, mana yang sakit "
" Diam Sesil,, " Ucap Nicol semakin menaikan nada suaranya membuta semua kaget
" Nicol " Bentar Bagaskara membuat Nicol terdiam.
" Kamu ini kenapa, Sesil sudah baik datang menjenguk kamu tapi sikap kamu malah seperti ini "
" Mending kalian keluar,, Aku mau istirahat " Ucap Nicol memejamkan matanya.
Bagaskara menggeleng dengan sifat keras kepala putranya,,
Mereka pun mengalah dan keluar membiarkan Nicol beristirahat.
" Sesil,, Maafin Nicol ya Sayang,, Nicol butuh waktu tapi Tante janji akan terus membujuknya"
" Iya Tante aku tau,, Aku sangat mencintai Kak Nicol jadi aku akan terus bersabar "
" Kamu benar benar gadis yang sangat baik Sesil, Bodohnya Nicol tidak mau menerima gadis seperti kamu " Lanjut Bagaskara membuat Sesil semakin senang mendapatkan pujian dari mereka.
" Om bisa saja,, " Ucap Sesil sengaja merendah untuk bisa semakin mendapatkan pujian dari calon mertuanya.
" Ma,, Aku mau di sini ya temani Kak Nicol "
" Iya Sayang,, Mama juga di sini ya di rumah sendiri Mama " Ucap Sarah membuat semua tertawa.
" Baiklah,, kita mending duduk di sana ya " Ajak Miranda dan mereka duduk di kursi tunggu.
Sebenarnya Baik Bagaskara juga Miranda tau apa yang sudah Sesil lakukan dulu terhadap Alexa, namun mereka tidak mempermasalahkannya menurut mereka Sesil melakukan nya karena rasa Cinta yang begitu besar terhadap Putranya dan karena itulah mereka akan menerimanya sebagai menantu di keluarga mereka.
Sementara Nicol,,
Dia membuka matanya kembali dan beranjak duduk,, ingatan tentang ucapan Karel terus berputar di pikirannya.
Sial,, Aku tidak akan membiarkan Alexa bersama Karel..
Alexa hanya milikku dan akan menikah denganku bukan dengan laki laki lain termasuk Karel.
Nicol meremas tangannya mengingat apa yang sudah Sesil perbuat dan karena itulah Lexa malah jauh darinya.
Sesilia,, Sampai kapan pun aku tidak akan memaafkan mu,, Kamu penyebab semua ini.
__ADS_1