
Karel langsung beranjak saat melihat pintu terbuka dan Dokter yang berjalan keluar,,
" Bagaimana keadaan istri Saya? " Ucap Karel
" Istri,, ?? " Ulang Dokter karena memang pernikahan Karel dan Lexa tidak ada yang tau.
" Maaf Tuan, Istri Anda baik baik saja hanya karena kehamilannya yang masih usia muda membuat Nyonya tidak stabil " Lanjut Dokter
" Apa Hamil, Istri Saya Hamil? "
" Iya Tuan, Istri Anda sedang hamil 5minggu "
Karel langsung tersenyum,, bahkan selama ini dia memang sangat menginginkan anak dari Alexa.
" Tapi Tuan,, Kandungan Nyonya sangat lemah dan saran Saya lebih baik Anda ajak Nyonya Alexa liburan tapi jangan sampai membuatnya kelelahan juga agar pikiran Nyonya lebih fresh karena saya lihat Nyonya Alexa banyak pikiran"
" Baik Dok,, Apa saya bisa menemuinya "
" Silahkan Tuan "
Karel mengangguk dan melangkah masuk di lihatnya Alexa yang sudah sadar namun terlihat masih lemah dan selang di tangannya.
" By,, " Ucap Karel mendekat
Lexa menoleh namun wajahnya pucat,,
" Aku mau pulang,, "
" Ya kita pulang tapi nunggu Infus kamu habis ya"
Lexa mengangguk rasanya tubuhnya sangat lemas, kepalanya pun masih sedikit pusing.
" Aku kenapa? "
Karel menggenggam tangan Lexa dan mengecupnya,,
" Kamu hamil By dan kita akan segera memiliki anak "
Deg..!!
Hamil,, ??
" By,, hei kenapa apa ada yang sakit " Ulang Karel namun Lexa menggeleng rasanya tidak percaya bahkan kehamilannya terjadi di saat keluarga kecilnya sedang sedikit ada masalah.
--------
Hari semakin sore,,
Lexa pun sudah di perbolehkan pulang namun semenjak tau dirinya hamil Lexa hanya terus diam dia entah apa yang dia pikirkan atau dia lakukan.
Karel terus menatapnya,,
Dia pun langsung mendekat dan mengusap pucuk rambutnya.
" Kita pulang sekarang " Ucap Karel dan lagi lagi Lexa hanya mengangguk.
Namun Lexa langsung kaget saat malah Karel membopong tubuhnya..
" Ka- kamu, Aku bisa jalan sendiri " Ucap Lexa
Karel tidak menjawab dan terus membopong dengan berjalan keluar, beberapa suster menatapnya takjub bahkan mereka sangat kagum dengan apa yang dilihatnya.
Lexa langsung menyembunyikan wajahnya merasakan malu,,
Sampai di mobilnya Karel pun menurunkannya dengan sangat hati hati bahkan memasangkan sealbet di tubuh Lexa.
Lexa terus menatapnya hingga Karel berputar duduk di kursi kemudi.
Rasanya sangat aneh dengan sikap Karel yang sangat manis dan lembut untuknya walai memang Karel perhatian kepadanya.
" Uwek,, "
Perut Lexa langsung merasakan mual membuat Karel khawatir dan menepikan mobilnya..
__ADS_1
" Astaga By " Panik Karel
" Perut aku mual banget,, "
Karel mengusap wajah cantik Lexa yang mulai mengeluarkan butiran keringat,,
Rasanya tidak tega melihat wanita yang di cintai nya merasakan semua ini andai bisa di gantikan maka akan dengan ikhlas Karel mau menggantikannya.
Lexa memejamkan matanya namun dia merasakan sentuhan di perutnya dan di saat matanya terbuka terlihat Karel yang mengusapnya dan mengolesinya dengan minyak angin dan anehnya rasa mualnya seketika hilang.
" Masih mual, Kita balik ke Rumah Sakit ya "
" Aku mau mangga "
Karel menautkan alisnya,,,
" Rel,, Aku mau mangga muda pasti seger dan gak mual lagi perut aku "
" Iya By,, kita cari ya "
Lexa mengangguk,,
Karel kembali melajukan mobilnya mencari kios buah di sekitar jalanan yang mereka lewati namun beberapa kios kosong dan hanya ada mangga yang sudah matang namun Lexa sama sekali tidak mau.
" Pokoknya cari sampai ketemu " Kesal Lexa membuat Karel dibuat bingung.
" Kita cari di tempat lain ya " Ucap Karel mengusap wajah Lexa yang mulai cemberut.
Namun tiba tiba Lexa melihat sebuah gerobak lotek buah, dia pun menelan air liurnya saat melihat buah buah segar dengan sambal di atasnya.
" Sayang stop "
Ciit..
" Kenap By, perut kamu mual lagi atau ada yang sakit? "
Lexa menggeleng,,
" Lotek buah? " Ucap Karel
" Aku mau itu,, Seger banget kayaknya "
" Ya Udah kamu tunggu ya aku beli sebentar "
" Aku ikut " Ucap Lexa menahan tangan Karel.
Karel menghela napasnya dan mengangguk namun dia langsung memutar saat Lexa akan turun dari mobil.
" Hati hati By " Ucap Karel langsung membantu Lexa turun.
" Aku bisa jalan sendiri Sayang " Kesal Lexa
" Nurut atau mau aku gendong "
Lexa mencebikan bibirnya dan menurut, mereka berjalan menuju gerobak.
" Kamu duduk di sini biar aku yang pesan "
Lexa mengangguk dan menatap Karel yang menghampiri penjualnya.
" Pa,, satu porsi jangan pedas ya "
" Baik Mas,, "
Karel mengangguk dan kembali menghampiri Lexa yang sedang merasakan kepanasan.
Karel langsung berdiri di depan Lexa untuk menutupinya dari sinar matahari.
Lexa mendongak dan tersenyum,,
" Kenapa berdiri di situ "
" Supaya kamu tidak kepanasan By,, "
__ADS_1
" Kamu duduk sini, kalau terus di situ nanti pingsan siapa yang bakal kuat angkat tubuh kamu? "
Karel tersenyum,,
" Tidak Mungkin,, Aku kuat By "
" Sombong kamu " Ucap Lexa terkekeh.
Akhirnya kamu kembali tertawa By,, melihat kamu tertawa seperti ini membuat aku tenang dan bahagia.
" Silahkan "
" Terima kasih Pa " Ucap Lexa langsung langsung menerimanya dan matanya berbinar saat melihat potongan buah di hadapannya dengan lahap dia pun mulai memakannya.
Karel terus menatapnya,
" Pelan pelan By " Ucap Karel dengan mengusap bibir Lexa yang tersisa sambal.
Karel menatap sekeliling untuk mencari penjual minuman.
" Kamu tunggu di sini ya. Aku beli minum di sana "
Lexa mengangguk dengan mulut yang penuh makanan.
Yah,, Kok habis..
Aku pesan lagi deh. ucap Lexa berjalan untuk memesannya.
" Pa,, Pesan lagi ya yang sama seperti tadi "
" Baik Mba "
Lexa kembali duduk,,
Tidak lama Karel kembali dengan mineral yang di bawanya.
" Kamu minum dulu " Ucap Karel memberikan sebotol mineral yang sudah dibuka tutupnya.
" Silahkan Mba,, " Ucap penjual Lotek membuat Karel menoleh.
" Kamu pesan lagi? " Ucapnya dan Lexa mengangguk.
" Istrinya lagi hamil ya Mas "
" Iya Pa,, "
" Pantas saja mbak nya lagi ngidam "
" Ngidam? "
" Biasanya merasakan mual dan pengin makan yang seger seger Mas "
Karel mengangguk,
" Saya permisi "
" Silahkan "
Karel menatap Lexa yang masih terus menikmati lotek nya.
Ngidam,, Jadi seperti ini lebih baik nanti aku tanya Mommy.
" Kamu mau " Ucap Lexa
" kamu makan ya "
Karel mengusap pucuk rambut Lexa,,
Senyuman terus terukir di wajahnya kebahagiaan dirinya karena akan segera memiliki anak dari istrinya.
Namun tiba tiba seseorang menghampirinya dan memanggilnya..
" Karel,, "
__ADS_1