MENIKAHI CEO SOMPLAK

MENIKAHI CEO SOMPLAK
AKU CEMBURU…!!!!!


__ADS_3

Azlan dan Yasmin tiba di itali. Saat di bandara ada seorang wanita bule yang datang menghampiri Azlan dan mencium pipinya dengan mesra. Hati Yasmin bergetar dan seketika jadi kesal melihat Azlan tampak sangat akrab dengannya.


“Siapa wanita ini? Dia sangat cantik!” Gumam Yasmin dalam hatinya.


Wanita bule itu terus berbincang dengan Azlan. saat sedang berbincang Azlan melihat Yasmin kesal dengan wanita bule yang ada di hadapannya.


“Yasmin sedang kesal! Apa dia cemburu melihat aku dan si geboy? Hehehehe, ini sangat seru!” Kata Azlan dalam hatinya sambil melirik Yasmin yang tampak cemberut.


Azlan tiba-tiba memeluk Gaby lagi dan juga mencium kedua pipi Gaby. Si Gaby hanya bengong saat Azlan melakukan hal itu padanya, memang Azlan dekat dengannya tapi Azlan tidak pernah mau mencium pipinya selalu saja Gaby yang duluan mencium pipi Azlan jika mereka bertemu.


“Hei, kakak sudah gila ya?’ Kata Gaby kebingungan.


“Diamlah, aku ingin buat Yasmin cemburu!” Bisik Azlan.


“Siapa Yasmin?” Tanya Gaby.


Azlan memberikan kode dengan melirik Yasmin.


“Hehehehe, sepertinya dia kesal!” Kata Gaby melihat Yasmin.


“Join?” Tanya Azlan.


“Ssiippp!” Sahut Gaby.


Azlan dan Gaby saling mesra membuat Yasmin semakin cemburu. Yasmin gadis polos yang tak bisa menyembunyikan rasa cemburunya.


“Oh iya kak, siapa wanita cantik ini?” Tanya Gaby bergelayut manja pada Azlan.


“Dia sekretaris baruku!” Jawab Azlan.


“Ayo kita kerumahmu.” Kata Azlan mengajak Gaby pergi kerumah Zidan dan Isabel yang tak lain adalah orang tua Gaby.


Azlan memberikan semua koper kepada Yasmin untuk di bawa, sementara dia sibuk bergandengan dengan Gaby untuk membuat hati Yasmin meradang. Tiba dirumah Zidan dan Isabel, Azlan di sambut dengan ramah oleh om dan tantenya. Begitu pula dengan Reyn yang sangat senang melihat Azlan datang kerumah mereka.


Azlan yang mempunyi urusan penting dengan Zidan langsung berdiskusi di ruang kerja Zidan bersama dengan Yasmin. Setelah selesai berdiskusi Yasmin keluar ruang kerja Zidan dan bertemu dengan Isabel.


“Hai yasmin, kemarilah! Kita akan segera makan siang bersama.” Kata Isabel ramah.


“Nyonya bisa bahasa Indonesia?” Tanya Yasmin terkejut.


“Tentu saja, aku bahkan pernah bersekolah disana dan memiliki sahabat bernama Ferry yang menikah dengan kakakku.” Kata Isabel.


“Apakah tante luisa?” Tanya Yasmin asal menebak.


“Kau mengenalnya?” Isabel balik bertanya.


“Tentu saja!” sahut Yasmin.


Yasmin dan Isabel berbincang mengenai Luisa dan Ferry. Isabel sudah hampir 2 tahun tak pernah menginjakan kakinya di Indonesia karena Zidan sangat sibuk dengan pekerjaannya. Tak lama kemudian Azlan dan Zidan masuk keruang makan dan duduk di meja makan untuk makan siang bersama. Kemudian turunlah Gaby dan Reyn ikut serta makan bersama mereka.


Azlan sengaja mengambil tempat duduk berhadapan dengan Yasmin, Gaby yang ikut membuat Yasmin cemburu duduk di sebelah Azlan. Reyn duduk di sebelah Yasmin dan terus memandangi Yasmin. Reyn menyukai wajah Yasmin yang cantik tanpa make-up yang tebal.


Saat makan siang itu Yasmin terus menatap Azlan yang makan sulang-sulangan dengan Gaby. Mereka sangat mesra membuat Yasmin menggenggam garpu dengan kuat. Zidan memperhatikan Yasmin yang cemburu kepada Gaby yang bersikap mesra dengan Azlan.


“Hei,  sejak kapan kalian mesra begini?” Tanya Zidan pada Azlan dan Gaby.


“Sejak tadi!” Seru keduanya.


“Reyn, mau sampai kau menatap Yasmin terus?” Tanya Zidan pada putranya itu.


“Sampai kak Yasmin jatuh cinta padaku, pa!” Sahut Reyn.


“Astaga, putraku sudah gila!” Sahut Isabel.


Yasmin terus menatap Azlan dan Gaby dengan kesal. Hal itu membuat Reyn bingung.


“Kak Yasmin, kenapa kau menatap kak Azlan terus?” Tanya Reyn.


“Hehehe, tidak, itu hanya perasaanmu saja!” Sahut Yasmin meneruskan makannya.


Setelah makan siang, Yasmin masuk kedalam kamarnya. Ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


“Huh, menyebalkan! Dia bilang dia suka padaku, tapi di itali dia punya kekasih.” Kata Yasmin yang tak tau kalau Gaby adalah sepupu Azlan.


Tak lama terdengar suara ketukan pintu. Yasmin pun membuka pintu kamarnya dan melihat Reyn berdiri di depan pintu kamarnya.


“Kakak cantik, ayo jalan-jalan denganku! Aku akan bawa kau keliling kota roma.” Kata Reyn pada Yasmin.


“Hehehehe, kau sangat baik!” Ucap Yasmin.


“Jangan mencoba untuk mendekati kekasihku, Reyn!” Kata Azlan tiba-tiba muncul.


Kamar Azlan bersebelahan dengan kamar Yasmin saat di rumah Zidan.


“Kak, aku pinjam sekretarismu, bukan kekasihmu!” Kata Reyn.


“Dia kekasihku, bodoh!” Kata Azlan ngegas.


“Sejak kapan aku menjadi kekasihmu?” Tanya Yasmin kesal pada Azlan.


“Sejak pertama kita bertemu!” Sahut Azlan semakin ngegas.


“Huh, dasar aneh!” Umpat Yasmin.


“Pergi sana temui kekasihmu yang bule itu!” Kata Yasmin pada Azlan.


“Siapa? Apa maksudmu kak Gaby?” Tanya Reyn.


Yasmin hanya diam dan saling tatap dengan Azlan.


“Hei, kak Gaby itu sepupu kak Azlan, sama seperti aku!” Kata Reyn.


Yasmin kaget saat tau yang sebenarnya.


“Menyingkirlah bocah!” Kata Azlan kesal pada Reyn yang mencoba untuk mendekati Yasmin.


“Huh, menyebalkan! Kak Yasmin, I love you, mmuuaaacchh.” Ucap Reyn pada Yasmin sambil berlalu pergi.


Azlan mendekati Yasmin dan mendorongnya masuk kedalam kamar. Azlan terus mendorong Yasmin hingga jatuh ke atas ranjang. Kini azlan menimpa tubuh Yasmin.


“Mau apa kau?’ Tanya Yasmin pada Azlan.


“Yasmin, Apa kau cemburu melihatku dengan wanita lain kan?” Tanya Azlan sambil menatap wajah Yasmin yang memerah.


“Tidak!” Sahut Yasmin memalingkan wajahnya.


“Huh, masih saja bohong?” Ujar Azlan menahan kesalnya.


"Aku tidak bohong!" Ucap Yasmin mendustai perasaannya sendiri.

__ADS_1


Azlan bangkit dan melangkah pergi dengan kesal. Yasmin sangat senang mengetahui kalau Gaby bukanlah kekasih Azlan melainkan sepupunya. Azlan menunggu Yasmin di ruang tengah duduk bersama Gaby dan Reyn. Tak lama munculah Yasmin yang sudah siap untuk pergi berjalan-jalan dengan Azlan.


“Kakak cantik, ayo kita let’s go!” Seru Reyn menarik tangan Yasmin.


“Minggir kau, dasar kampret!” Teriak Azlan kesal pada Reyn.


Terjadilah aksi tarik menarik antara Azlan dan Reyn yang saling memperebutkan Yasmin. Si gaby langsung kesal pada adiknya yang dimatanya menjadi pebinor. Gaby langsung memukul kepala Reyn dan menggigit tangannya.


“Aduh, mama! Kak Gaby jadi menggigitku!” Teriak Reyn kesakitan.


“Hapuskan pebinor dari dunia ini! ” Ujar Gaby melotot pada Reyn.


“Hei…hei, aku bukan pebinor! Kak azlan dan kak Yasmin belum menikah, jelas bukan pebinor dong.” Kata reyn menyangkal.


Ppplleetttaaakkkk…..


“Jangan membantahku!” Ujar Gaby kembali menindas reyn.


“Huhuhuhuuhuhuhu, kepalaku benjol, aku jadi gak tampan lagi!” Kata Reyn nangis bombai.


Isabel mendengar kegaduhan dari kedua anaknya tersebut, namun ia tak bisa kemana-mana karena Zidan sedang mendekapnya dengan erat di kamar.


“Om, lepas aku mau lihat anak-anakku!” Kata Isabel.


“Tidak!” Sahut Zidan menolak.


Azlan langsung membawa Yasmin pergi jalan-jalan mengitari kota roma. Yasmin sangat bahagia melihat kota yang sangat indah itu. Ia berjalan kaki di seputaran kota dan makan cemilan khas Itali disana. Bagi Azlan itu hal yang biasa saja, Azlan sudah sering berkunjung kesana, namun bagi Yasmin itu adalah pengalaman yang sangat menyenangkan karena ini kali pertama Yasmin menginjakkan kakinya di itali.


Azlan membawa Yasmin mengunjungi menara miring sebagai icon dari negara Itali. Yasmin sangat bahagia tanpa menyadari ia terus menggenggam tangan Azlan dengan mesra. Tentunya Azlan ikut bahagia saat Yasmin menggenggam jemari tanganya. Sangking bahagianya, mereka tak menyadari hari mulai gelap. Zidan menghubungi mereka untuk segera kembali untuk makan malam bersama.


Azlan dan Yasmin pun kembali kerumah Zidan dan langsung menuju keruang makan. Saat itu mata Yasmin saling bertatap dengan seorang pria yang tak asing baginya. Jantungnya berdebar kencang saat melihat Fatur duduk di sebelah Gaby.


“Kak, kenalkan ini seniorku di kampus, namanya Fatur.” Kata Gaby pada Azlan dan juga Yasmin.


Fatur bersalaman dengan Azlan, Lalu Fatur mendekati Yasmin.


“Yasmin, sejak kapan kau disini?” Tanya Fatur.


“Eh, kalian saling kenal?” Tanya Gaby pada fatur dan juga Yasmin.


“I..i..iya.” Sahut Yasmin.


“Aku baru saja tiba tadi pagi.” Jawab Yasmin pada Fatur.


“kenapa kau tak bilang kalau kau akan ke itali…??” tanya fatur.


“Eemm, semuanya mendadak jadi tak sempat mengabarimu.” Jawab Yasmin.


Azlan menatap Yasmin dan Fatur. Kini giliran Azlan lah yang kesal dan cemburu melihat Fatur berbincang dengan Yasmin.


“Dia adalah pria yang sering chat dengan Yasmin saat itu.” Ucap Azlan dalam hatinya.


Mereka duduk kembali dan makan malam bersama. Yasmin hanya menundukkan wajahnya saat makan, Fatur


menatap Yasmin dan Azlan menatap Fatur. Mereka berbincang-bincang setelah makan malam di ruang tengah. Yasmin memilih untuk masuk kedalam kamarnya beristirahat.


“Bagaimana kalian bisa kenal?” Tanya Azlan pada Gaby dan Fatur.


“Aku dan kak Fatur satu kampus dan kami sama-sama jurusan kedokteran, hanya saja ka Fatur melanjutkan S-II nya! Kak Fatur sangat baik, dia sering membantuku mengerjakan tugas dari dosen!” Kata Gaby.


“Oh, lalu bagaimana kau bisa kenal dengan Yasmin?” Tanya Azlan pada Fatur.


“Apa kalian dekat?” Tanya Azlan.


“Ya, kami sangat dekat.” Sahut Fatur yang memancing amarah Azlan.


“Baiklah, aku akan istirahat dulu ya!” Kata Azlan pergi ke kamarnya.


Saat tengah malam Azlan tidak bisa tidur teringat perkataan fatur yang mengatakan kalau ia sangat dekat dengan Yasmin. Azlan memutuskan untuk menemui Yasmin di kamarnya. Saat itu Yasmin belum juga tidur. Azlan mengetuk pintu kamar Yasmin, dan Yasmin membukanya. Azlan langsung masuk dan mengunci pintunya.


“kenapa kau belum tidur?” tanya azlan pada Yasmin.


“aku belum ngantuk!” jawab Yasmin.


Triiing………


Suara ponsel Yasmin mendapatkan pesan. Azlan langsung mengambilnya dan melihat kalau itu pesan dari Fatur. Otak Azlan langsung mendidih saat membaca pesan Fatur di ponsel Yasmin. Banyak kata mesra yang di lontarkan Fatur untuk Yasmin walaupun Yasmin tak membalasnya semenjak Yasmin memiliki perasaan kepada Azlan.


“Apa dia kekasihmu?” Tanya Azlan.


Yasmin hanya diam saat Azlan menatapnya sinis.


“Jawab aku Yasmin!” Bentak Azlan membuat Yasmin menangis.


Yasmin menggelengkan kepalanya namun tak berani menatap Azlan. Azlan mambanting ponsel Yasmin dengan kesal.


“Aku benci membaca pesan darinya!” Kata Azlan marah.


Yasmin semakin ketakutan melihat Azlan cemburu pada Fatur.


“Kemas pakaianmu, kita akan kembali ke Indonesia besok pagi.” Kata Azlan.


Azlan berbalik dan hendak keluar dari kamar Yasmin, namun langkahnya terhenti saat Yasmin memeluknya dari belakang.


“Maaf.” Ucap Yasmin sambil menangis.


Azlan memejamkan matanya sejenak dan kemudian berbalik berhadapan dengan Yasmin lalu memeluknya.


“Apa kau mencintai aku?” Tanya Azlan pada Yasmin.


Yasmin mengangguk.


“Aku tak mau anggukan, aku mau kau menjawabnya.” Kata Azlan.


“Iya, aku mencintaimu.” Ucap Yasmin.


Azlan semakin erat memeluk Yasmin. Kemudian ia menghapus air mata Yasmin yang membasahi wajahnya.


“Jangan menangis lagi, wajahmu jadi jelek!” Kata Azlan mencubit pipi Yasmin.


“Kau duluan yang membentakku!” Ujar Yasmin memukul dada bidang Azlan.


“Hehehehe, akhirnya kau mengakuinya kalau kau jatuh cinta padaku, Yasmin.” Kata Azlan.


Wajah Yasmin memerah saat Azlan menggodanya.


“Cepat cium aku!” Kata Azlan sedikit memaksa Yasmin.


“Aku tidak mau!” Sahut Yasmin.

__ADS_1


“Kalau tidak aku yang akan mengecup bibirmu.” Ancam Azlan.


“Huh, kau selalu mengancamku!” Gumam Yasmin.


Ccuupp….


Yasmin mengecup bibir Azlan.


“Lagi.” Kata Azlan.


“Tadi kan sudah.” Kata Yasmin.


“Kurang.” Kata Azlan.


“Kurang apa?” Tanya Yasmin.


“Kurang hot dan kurang banyak!” Sahut Azlan langsung menyerang Yasmin dan mengecup bibirnya sekali lagi.


Didalam kamar Azlan dan Yasmin saling *******, Zidan dan Isabel sedang menguping dari luar pintu.


“Eh, kok senyap?” Tanya Isabel.


“Jangan ganggu anak muda kasmaran, aku juga butuh, tau!” Kata Zidan menyeret Isabel masuk kembali ke kamar mereka.


“Si om maunya itu memulu.” Kata Isabel melihat Zidan membawanya kembali ke kamar mereka.


Keesokan paginya, Azlan dan Yasmin pamit kepada Isabel dan Zidan untuk kembali ke Indonesia. Saat baru saja keluar dari pintu rumah, Fatur menyapa Yasmin dan langsung di hadang oleh Azlan.


“Yasmin, apa kau akan kembali ke Indonesia?” Tanya Fatur.


“Iya, kak!” Sahut Yasmin.


“Yasmin, aku sering mengirimkan chat padamu, kenapa kau tidak membalasnya?” Tanya Fatur.


“Untuk apa dia membalas semua pesan chatmu?” Sahut Azlan kesal pada Fatur yang terus mendekati Yasmin.


Fatur menjadi ikutan kesal kepada Azlan yang seakan menghalangi dirinya mendekati Yasmin.


“Aku bertanya pada Yasmin, bukan kau!” Ujar Fatur tak senang pada Azlan.


“Aku kekasih Yasmin, dan sebentar lagi aku akan menikah dengannya, jadi kau harus jaga jarak denganya!” Balas Azlan membuat Fatur terkejut.


Fatur menatap Yasmin yang hanya diam saat Azlan mengatakan hal itu padanya. Gaby melihat Reyn terduduk lemas di lantai.


“Woi, kenapa kau?” Tanya Gaby pada adiknya itu.


“Aku langsung patah hati saat kak Azlan bilang mau menikah dengan gadis pujaanku!” Kata Reyn dengan konyolnya.


“Ddiihh, dasar bodoh!” Ujar Gaby kembali menindas adiknya.


Azlan menarik tangan Yasmin dan masuk kedalam mobil untuk berangkat ke bandara, sedangkan Fatur hanya bisa


menatap kepergian wanita yang ia cintai selama ini di bawa oleh pria lain. Fatur merasa sangat menyesal karena tak pernah mengungkapkan isi hatinya kepada Yasmin.


“Andai saja dari dulu aku mengajaknya pacaran, mungkin dia akan dengan setia menungguku kembali menjadi dokter.” Ucap Fatur dalam hatinya masih menatap kepergian Yasmin.


Setelah azlan dan Yasmin pergi ke bandara, Fatur pun pergi dari rumah Zidan.


Di ruang keluarga rumah Zidan.


“Kau tak sedih Fatur mencintai orang lain?” Tanya Isabel pada Gaby.


“Tidak, kenapa harus sedih?” Sahut Gaby.


“Kau dan Fatur dekat kan?” Kata Isabel.


“Ma, aku dekat bukan berarti suka sama kak Fatur!” Sahut Gaby.


“Kak Fatur itu bukan tipeku, kak Fatur itu tipe pria ramah, gila belajar dan sedikit membosankan!” Kata Gaby lagi.


“Jadi kau suka tipe pria seperti apa?” Tanya Zidan.


“Aku suka pria maco dan nakal! Biar ada greget gimana gitu, hehehehe.” Sahut Gaby.


“Nikahi saja preman jalanan, mereka kan nakal!” Sahut Reyn.


“Ddiiihh, nyaut aja si rendang!” Ujar Gaby pada Reyn.


“Rendang tuh enak, tau!” Balas Reyn.


Sangking sukanya Reyn dengan rendang, sampai-sampai ia di juluki rendang oleh keluarganya. Malahan ia punya cita-cita ingin menikah dengan gadis Indonesia yang jago memasak rendang.


 


 


*****


Di kediaman hawa, si kembar mulai kumat dengan spidol di tanganya.


“Siapa yang kita coret-coret nih? Kak Azlan tidak dirumah.” Kata Melia.


“Eeemmm, si Delina saja! Besok kan malam minggu, kalau kita coret-coret wajahnya dia pasti tidak akan keluar rumah, hehehehe.” Sahut Melani.


Si kembar pun masuk ke kamar Delina dan melihat ruangan kamar Delina sangat gelap. Mereka pikir Delina sudah tidur makanya mematikan lampu. Delina tau si kembar mau berbuat iseng padanya, lantas ia pun ingin membuat si kembar kapok masuk ke kamarnya.


“Kebetulan aku sedang pakai masker wajah! Hehehe, mampus kalian aku kerjain.” Ucap Delina dalam hatinya.


Dengan mengambil senter di atas meja belajarnya dan membalut selimut putih di tubuhnya, Delina menampakkan wajahnya yang sedang menggunakan masker pada si kembar. Senter menyala tepat di wajah Delina yang menyorot wajah delina menjadi seperti hantu yang menyeramkan.


“Aaarrrgggghhhhh.” Teriak si kembar kocar kacir berlari keluar kamar Delina.


Delina ngakak sampai guling guling di lantai melihat si kembar lari terbirit-birit saat melihatnya.


“Mampus, rasain tuh! Dasar wanita-wanita iseng.” Ujar Delina kembali ke ranjang dan memainkan ponselnya.


Keesokan paginya si kembar keluar dari kamarnya dengan wajah pucat pasi. Tubuhnya menggigil bagaikan orang yang sedang kedinginan. Tampak thermometer terpasang di mulut keduanya.


“Kenapa?” Tanya Abrar pada si kembar.


“Demam!” Sahut keduanya.


“Oh.” Sambung Abrar.


Si Delina ngakak melihat si kembar demam sangking takutnya dengan kejadian semalam.


“Nanti kita hubungi om devan agar bisa memeriksa kalian berdua!” Kata Balqis.


“Iya!” Sahut si kembar.

__ADS_1


__ADS_2