MENIKAHI CEO SOMPLAK

MENIKAHI CEO SOMPLAK
PERJALANAN BISNIS


__ADS_3

Azlan sedang mengemasi keperluannya untuk pergi perjalanan bisnis. Chika masuk bersama Rindi ke dalam kamar Azlan.


“Kak, apa kau akan pergi perjalanan bisnis?” Tanya Rindi pada kakak sulungnya itu.


“Iya!’ Sahut Azlan.


“Sama kak Dandi?” Tanya Rindi lagi.


“Bukan! Tapi sama Yasmin.” Sahut Azlan.


“Chika ikut!” Seru Chika.


“Apaan sih?” Ujar Rindi melotot pada Chika.


“Chika mau ikut!” Kata Chika.


“Hei, kak Azlan dan kak Yasmin akan pergi perjalanan bisnis! Ya walaupun nanti disana kak Azlan akan menindas kak Yasmin, hehehehehe.” Kata Rindi cengengesan.


“Dasar tutup panci!” Ujar Azlan pada Rindi.


“Sssaaaa aaeee, wajan korengan!” Balas Rindi pada Azlan.


“Kakak punya koreng?” Tanya Chika tak nyambung pada Azlan.


“Pppfffttt, hahahahahahaha.” Rindi meledak tertawa.


Azlan hanya mampu menghela nafas pada adik-adiknya itu.


Azlan terus memasukkan bajunya ke dalam koper, sementara Chika lompat-lompat di ranjang Azlan. Rindi melirik celana pendek milik Azlan yang bercorak bugs bunny tokoh kartun kelinci. Itu celana kesukaan Azlan saat ia tidur.


“Kak, apa kau tidak bawa celana kesukaanmu ini?” Tanya Rindi memegang celana pendek itu.


“Tentu saja tidak!” Sahut Azlan.


Rindi langsung tersenyum jahat. Rindi tau apa yang ada di pikiran Azlan. Azlan tak mau Yasmin tau kalau dia punya celana berkarakter itu.


“Bagaimanapun kak Yasmin sudah jadi sekretarisnya, kak Azlan pasti akan menyuruhnya untuk menyimpan barang-barang kak Azlan saat di penginapan! Hehehehehe, ini pasti seru.” Ucap Rindi dalam hatinya.


Chika membuat Azlan kerepotan saat melompat-lompat di ranjangnya. Saat Azlan sibuk mengatasi Chika yang nakal, Rindi menyelipkan celana pendek karekter itu kedalam koper Azlan. setelah itu Rindi langsung menyeret Chika keluar dari kamar Azlan.


Keesokan harinya Azlan berpamitan pada orang tuanya.


“Jangan buat Yasmin hamil di luar nikah ya, Azlan!” Pesan Balqis.


“mami ini, tau saja niatku.” Sahut Azlan cengengesan.


“Dasar anak kurang ajar!” Ujar Balqis kesal.


“Ingat, jangan menindas menantuku.” Sambung Balqis.


Abrar mendekati Azlan.


“Semoga lancar menaklukkan Yasmin! Jika dia jual mahal, paksa saja, hehehehe.” Bisik Abrar pada Azlan.


“Hehehehe, ssiipppp!” Azlan cengengesan.


Berangkatlah Azlan bersama Yasmin pergi perjalanan bisnis ke lima negara dengan tujuan pertamanya ke negara tetangga yaitu Singapura. Setibanya disana, Azlan memesan satu kamar untuk mereka menginap selama 2 hari. Yasmin pastinya sangat kebingungan karena Azlan memesan satu kamar.


“Pak, aku tidur dimana?” Tanya Yasmin pada Azlan.


“Jangan panggil aku bapak!” Kata Azlan kesal.


“Hei, jadi aku tidur dimana kalau kau hanya memesan 1 kamar?” Tanya Yasmin.


“Kita tidur sekamar berdua.” Sahut Azlan.


“Apa?” Teriak Yasmin.


“Aku….aku tidak mau!” Sambung Yasmin.


“Kalau kau tak mau, aku akan menuntutmu kepengadilan! Perjanjian kita masih tersisa 16 hari lagi, apa kau lupa?” Ujar Azlan.


“Huh, kau hanya bisa mengancamku saja!” Kata Yasmin pasrah.


“Hehehehehe.” Azlan menang lagi.


Yasmin hanya pasrah saat Azlan menindasnya dengan alasan perjanjian mereka yang tempo waktunya tersisa 16 hari lagi. Azlan menggunakan sisa-sisa tempo perjanjian itu dengan sangat teliti untuk mengambil kesempatan mendekati Yasmin.


Yasmin dan Azlan sudah berada di dalam kamar hotel tempat mereka menginap. Azlan memerintahkan Yasmin ini dan itu sebagai sekretarisnya. Yasmin hanya bisa mematuhi Azlan yang duduk di atas ranjang sambil bersandar. Yasmin pun sedang merapikan pakaian Azlan di dalam lemari dan saat Yasmin melirik celana pendek berkerakter itu Yasmin tertawa terbahak-bahak.


“Hei, apa kau terlalu banyak bergaul dengan si kembar sehingga kau jadi gila seperti mereka?” Kata Azlan mendengar tawa Yasmin.


“Azlan, aku tak menyangka kau memiliki celana ini, hahahahahahaha.” Kata Yasmin tertawa sampai berguling-guling di lantai.


Azlan kaget saat melihat celana pendek kesayangannya itu ada di genggaman Yasmin. Dengan wajah yang sangat merah, Azlan mengambil celana kesayangannya itu.


“Pasti kerjaan si anak milenial itu! Awas kau rindi.” Ujar Azlan dalam hatinya.


Lalu ia melihat Yasmin yang terus menertawakannya.

__ADS_1


“Apa yang salah, ini kan menggemaskan!” kata azlan sambil mengelus celana pendek itu ke pipinya.


“itu tokoh kartun bugsbunny! hahahahah.” Yasmin kembali tertawa melihat sikap konyol Azlan yang sangat menyayangi celana pendek itu.


“Hei…hei, kau menertawai aku! Apa kau lupa aku pernah melihat celana dalammu yang berenda-renda itu hah?” Kata Azlan.


“Itu hal yang biasa bagi wanita!” Sahut Yasmin.


Yasmin masih tertawa melihat celana pendek milik Azlan.


“Huh, kau sangat senang, Yasmin?” Azlan mendekati Yasmin dan mendekapnya.


“Apa yang kau inginkan?” Tubuh Yasmin bergetar menatap Azlan.


Lagi-lagi Azlan menciumnya.


“Itu hukuman untukmu karena berani menertawai atasanmu.” Kata Azlan tersenyum jahat pada Yasmin, sementara Yasmin cemberut kesal.


Yasmin berbaring disamping Azlan yang pura-pura tidur di ranjang hotel itu. Yasmin membalikkan tubuhnya membelakangi Azlan saat hendak tidur. Lalu tiba-tiba Azlan mendekapnya dari belakang.


“Azlan, lepaskan aku!” Kata Yasmin meronta.


“Tidak akan!” Sahut Azlan.


“Kau membuatku susah bernafas.” Kata Yasmin.


Lalu Azlan membalikkan tubuh Yasmin menghadapnya.


“Kau susah bernafas?” Tanya Azlan.


Yasmin mengangguk.


"Aku akan memberikanmu nafas buatan." Kata Azlan dengan senyuman liciknya.


Azlan kembali mengecup bibir Yasmin tanpa izin darinya. Yasmin seakan terbiasa oleh perlakuan Azlan yang suka memaksanya untuk berciuman, jadi dia hanya diam saja saat Azlan menciumnya.


“Huh, kau selalu saja seperti ini!” Kata Yasmin sewot.


“Tapi kau suka kan, hhheeemmmm?” Ujar Azlan melihat wajah yasmin memerah.


“Minggir, aku mau tidur!” Kata Yasmin berbalik membelakangi Azlan lagi dan menutupi dirinya dengan selimut sampai kepala.


“Ppfftt, dia malu-malu kucing.” Ucap Azlan dalam hatinya sambil menahan tawanya.


Three hour later……


“Hah, sial! Dia malah nyenyak!” Gumam Azlan menatap Yasmin.


Tiba-tiba Yasmin mengigau.


“Dasar kau, Azlan brengsek! Selalu saja menindasku.” Racau Yasmin dalam tidurnya.


“Hihihihihihi, dia memimpikan aku!” Aata azlan kegirangan.


Selama Yasmin di sampingnya, Azlan terus saja mengganggu Yasmin bahkan memaksa Yasmin untuk menurutinya. Sedangkan Abrar dan Balqis bertemu dengan Teo serta istri dan anak tirinya di sebuah restoran.


“Tuan Abrar, aku sangat tersanjung kau ingin bertemu denganku.” Kata Teo.


“Aku tidak akan berlama-lama, aku akan mengatakan tujuanku untuk bertemu denganmu disini.” Kata Abrar dengan wajah yang serius.


“Silahkan, tuan!” Kata Teo.


“Aku ingin anakku bertunangan dengan putrimu!” Kata Abrar.


“Apa? Ini sungguh mengejutkan!” Sahut Elita ibu tiri Yasmin.


Elita mengira kalau Abrar akan menikahkan Azlan dengan Naura, anaknya. Naura tertunduk malu saat Abrar mengatakan niatnya pada Teo.


“Kau tau kan maksudku, tuan teo?” Kata Abrar.


“Iya, tuan!” Sahut Teo.


“Apa kau menyetujuinya?” Tanya Balqis.


“Tentu saja, jika itu perihal yang baik, aku sangat senang!” Jawab Teo.


“Baiklah, aku ingin acara pertunangannya di adakan setelah anakku kembali dari perjalanan bisnisnya.” Kata Abrar.


“Baiklah.” Sahut Teo.


Setelah makan malam di restoran sambil membicarakan pertunangan anaknya, Teo kembali kerumahnya. Elita dan Naura sangat senang mendengar Abrar akan menikahkan Azlan dengan Naura.


“Naura, kau sangat beruntung jika menikah dengan anak tuan Abrar!” Kata Elita.


“Iya, ibu! Aku sangat bahagia! Tak ku sangaka tuan Azlan yang tampan itu akan menjadi suamiku.” Kata Naura senang.


“Elita, tuan Abrar bukan menikahkan putranya dengan Naura.” Kata Teo.


“Apa maksudmu? Kau tidak dengar dia jelas-jelas mengatakan akan menikahkan anaknya dengan putrimu!” Tanya Elita.

__ADS_1


“Apa kau lupa, aku memiliki putri yang lain? Aku memiliki Yasmin sebagai putri kandungku!” Sahut Teo.


Hati Naura bagaikan tersambar petir. Rasa geram muncul di benak Elita.


“Jadi maksudmu, tuan Abrar akan menikahkan anaknya dengan Yasmin?” Tanya Elita dengan wajah yang begitu kesal.


“Iya.” Sahut Teo.


“Kenapa harus Yasmin, ayah?” Teriak Naura kesal.


“Karena Yasmin memiliki hubungan dengan putranya tuan abrar.” Jawab Teo.


“Huh, sangat menyebalkan!” Umpat Naura dan langsung masuk kedalam kamarnya.


Elita mengejar anaknya yang kesal masuk kedalam kamarnya.


Keesokan harinya tanpa sepengetahuan Teo, Elita datang menemui Abrar di kediamannya.


“Ada apa nyonya?” Tanya Abrar.


“Kau ingin menikahkan putri tiriku dengan putramu, bukan?” Kata Elita.


“Iya, apa ada masalaT?” tanya Abrar.


“Jika kau ingin menikahkan Yasmin dengan putramu, maka berikan aku suntikan dana untuk perusahaanku yang sedang kacau balau.” Kata Elita.


“Kau ingin bernegosiasi denganku, nyonya?” Tanya Abrar menahan rasa geramnya.


“Tentu saja, jika itu di perlukan!” Sahut Elita.


“Haahahahaha, kau pikir siapa dirimu? Kau bukan ibu kandungnya! Kau bahkan tidak pernah  mengurusnya! Apa hak mu membuat negosiasi denganku untuk Yasmin?” Kata Abrar membuat Elita mati kutu.


“Dengarkan aku baik-baik, tanpa kehadiranmu Yasmin akan tetap menikah dengan anakku!” Kata Abrar lagi dengan bengisnya menatap Elita.


Elita terdiam dengan tubuh yang bergetar.


“Keluar dari rumahku!” Teriak Abrar.


Elita langsung bangkit dan pergi dari rumah abrar dengan ketakutan. Sepulang dari rumah Abrar, Elita pergi menemui Teo di kantornya. Dia memaksa Teo untuk meminta dana pada Abrar untuk perusahaannya dengan Yasmin sebagai gantinya. Tentu Teo sangat marah hingga ia menampar wajah istrinya itu.


“Cukup! Sudah habis kesabaranku menghadapimu dan anak kesayanganmu itu!” Teriak Teo pada Elita.


“Kau pikir putriku adalah barang, hah?” Teriak Teo lagi.


“Aku hanya ingin memberimu jalan, tuan abrar memiliki harta yang sangat melimpah! Dengan mudah dia akan memberikan secuil hartanya untuk membantu perusahaan kita.” Kata Elita.


“Sampai matipun, aku tidak akan pernah menjual anakku!” Kata Teo.


Teo lantas mengusir istrinya untuk meninggalkan kantornya. Ia sangat kesal dengan sikap serakah Elita yang mempermalukan dirinya di hadapan Abrar.


“Ya tuhan, inikah hukumanku karena telah menyia-nyiakan nani dan Yasmin?” Ucap Teo mengalirkan air mata penyesalannya.


Flashback on.


Sebenarnya kehidupan Teo dan nani sangat bahagia, Teo sangat mencintai nani sebagai istrinya. Namun suatu ketika perusahaan keluarga Teo sedang mengalami kesulitan hingga akhirnya orang tua Teo memaksanya untuk menikah lagi dengan seorang janda beranak satu dari keluarga kaya yang dapat membantu perusahaan mereka. Demi perusahaan keluarga agar tidak bangkrut, akhirnya Teo pun menikahi Elita dan membawanya kerumah dimana Nani dan Yasmin tinggal.


Elita tak senang jika Nani dan Yasmin ikut tinggal bersama mereka. Elita menyuruh Teo mengusir Nani dan menceraikannya dengan ancaman menghentikan bantuan dari keluarganya kepada perusahaan keluarga Teo. Dengan berat hati Teo terpaksa mengusir Nani dari rumah, namun karena rasa cinta yang ia miliki terhadap Nani membuatnya tak ingin menceraikan Nani


Yasmin tak tahan tinggal satu atap bersama Naura sebagai saudara tiri. Naura selalu saja membuatnya menjadi kambing hitam atas semua masalah yang terjadi sehingga Teo sering memarahinya. Akhirnya Yasmi kabur dan memilih tinggal bersama ibunya, yaitu Nani.


Selama bertahun-tahun perasaan Teo tersiksa melihat Nani dan Yasmin hidup susah dan tinggal dirumah yang sederhana itu. Kesedihannya semakin menjadi-jadi saat mengetahui Nani mengidap penyakit kanker yang merenggut nyawanya tersebut dan juga kini Yasmin sangat membenci dirinya.


Flashback off.


 


*****


Azlan dan Yasmin kini berada di belanda. Mereka baru saja keluar dari sebuah restoran setelah bertemu dengan rekan bisnisnya di sana. Dengan waktu yang sangat sedikit, Azlan dan Yasmin kembali ke hotel dan membereskan barang-barang mereka dan hendak pergi menuju Itali.


Di kamar hotel itu Azlan berbaring sambil menatap Yasmin yang sangat senang mengemasi pakaiannya.


“Senang banget!” Ucap Azlan menyindir Yasmin.


Yasmin hanya tersenyum.


“Kenapa hanya senyum saja? Jawab! Paling tidak kesal gitu, tidak asik sama sekali jika kau tidak kesal.” Kata Azlan.


“Untuk apa aku kesal, aku sangat senang akan melihat negara teromantis sedunia!” Seru Yasmin.


“Hanya ke Itali saja, girang banget! Kata Azlan sewot.


“Kita kesana untuk urusan bisnis!” Sambung Azlan lagi.


“Aku tak perduli! Yang penting aku akan ke Itali, hehehehe.” Sahut Yasmin.


“Huh, dasar!” Ujar Azlan.


Setelah istirahat beberapa jam, berangkat lah kedua insan itu terbang menuju Itali. Perjalanan menuju Itali sangat memakan waktu yang panjang, sehingga Yasmin semakin tak sabaran ingin menapakkan kakinya di negara teromantis itu.

__ADS_1


__ADS_2