MENIKAHI CEO SOMPLAK

MENIKAHI CEO SOMPLAK
BUDAYA INDONESIA


__ADS_3

Kenzo duduk di bandara untuk menunggu penerbanganya ke Eropa. Ia akan mengejar Syeril yang sedang tinggal di Paris. Dengan perjalanan yang panjang, tibalah Kenzo di Paris. Syeril menjemputnya di bandara.


"Kak." Sapa Syeril tersenyum manis pada Kenzo.


"Bagaimana kabarmu?" Tanya Kenzo pada Syeril.


"Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja." Sahut Syeril.


Syeril pun mengajak Kenzo ke apartemennya. Selama Kenzo di Paris, ia tinggal di apartemen Syeril. Syeril yang sudah lama tinggal sendirian di Paris menjadi wanita yang mandiri, ia sudah bisa memasak dan juga berbenah rumah. Apartemennya sangat bersih dan rapi, membuat Kenzo nyaman tinggal disana.


Setiap harinya Kenzo dan Syeril berkeliling kota Paris. Mereka bersenang-senang disana. Saat sedang makan malam di apartemennya, Syeril menyinggung Azlan.


"Apa kak Azlan bahagia dengan istrinya?" Tanya Syeril pada Kenzo.


Kenzo menatap Syeril sejenak.


"Iya, mereka sedang menantikan kelahiran bayi kembar tiganya." Sahut Kenzo.


Syeril tersenyum pahit saat mendengar perkataan Kenzo. Kenzo meletakkan sendoknya, dan menggenggam tangan Syeril di atas meja. Kenzo dan Syeril saling tatap.


"Syeril, lupakanlah kak Azlan, perasanmu itu hanya akan menyakiti dirimu saja." Kata Kenzo.


Syeril hanya tersenyum dan menarik tanganya dari genggaman Kenzo.


"Kak, apa kau mau mencicipi puding buatanku?" Tanya Syeril mengganti topik pembicaraan.


Syeril langsung melangkah menuju sebuah kulkas yang tak jauh dari ruang makan itu. Syeril membuka pintu kulkas, lalu tiba-tiba ia merasa ada seseorang yang sedang mendekapnya dari belakang.


"Syeril, bukalah pintu hatimu untukku." Ucap Kenzo saat ia mendekap Syeril dari belakang.


"Kak." Ucap Syeril dengan jantung yang berdetak kencang.


Kenzo membalikkan tubuh Syeril menghadap dirinya.


"Aku serius padamu, Syeril! Sudah lama aku menyukaimu." Kata Kenzo lagi.


Syeril menatap mata Kenzo. Kenzo mengelus pipi Syeril dengan lembut lalu mendekatkan wajahnya pada Syeril. Kenzo mengecup bibir Syeril dengan lembut. Pipi Syeril tampak memerah saat Kenzo mengecupnya. Seketika Syeril seakan melupakan tentang Azlan saat Kenzo mengecupnya.


"Aku mencintaimu, Syeril." Ucap Kenzo.


"Kak, bantu aku melupakan kak Azlan!" Ucap Syeril dengan linangan air matanya.


"Iya, aku akan membantumu, Syeril." Sahut Kenzo memeluk Syeril dengan erat.


Syeril menangis di dalam pelukan Kenzo malam itu. Sebenarnya Syeril sudah menyerah dengan cintanya terhadap Azlan, semenjak tau Azlan telah menikah dan bahagia dengan Yasmin. Namun wajah Azlan masih terbayang-bayang di pikiran Syeril di setiap harinya.


"Syeril, ayo kita kembali ke indonesia." Ajak Kenzo.


"Tapi kak, aku takut perasaanku pada kak Azlan tidak bisa berhenti." Kata Syeril.

__ADS_1


"Aku akan membantumu, aku berjanji akan membuatmu lupa pada kak Azlan." Kata Kenzo.


Syeril tersenyum menatap Kenzo yang benar-benar berusaha untuk mengejar dirinya.


"Iya, aku mau pulang ke indonesia."Kata Syeril.


Kenzo tersenyum lebar menatap Syeril.


"Sebelum kita kembali, temani aku ya ke Roma, aku ingin mengunjungi om Zidan dan tante Isabel." Kata Kenzo.


"Iya." Sahut Syeril.


 


*****


Di sela-sela kesibukannya, Boy sering mengunjungi Gaby di Itali. Apalagi semenjak hari pernikahan mereka semakin dekat, Boy sering datang ke Itali untuk membahas tema pernikahan mereka. Boy yang sedang di Itali menginap di salah satu kamar di rumah Zidan. Gaby mencuri-curi kesempatan untuk berduaan dengan Boy saat orang tuanya sedang tidak berada di rumahnya. Namun Gaby dan Boy tak dapat sebebas yang mereka inginkan, masih ada Reyn yang mengawasi mereka berdua. Malam itu Reyn melihat Gaby membawa bantal guling menuju ke kamar Boy. Ia langsung mencegat sang kakak.


"Kak, mau kemana bawa-bawa guling segala?" Tanya Reyn pada Gaby.


"Mau bobo bareng kak Boy!" Jawab Gaby dengan gamblangnya.


"Ddiihh, jujur amat ngomongnya! Kalau papa dan mama tau bisa habis kau." Ujar Reyn.


"Kalau begitu mama dan papa jangan sampai tau." Sahut Baby.


"Tidak bisa, aku akan bilang sama mama dan papa, kalau kau yang genit sama kak Boy!" Ujar Reyn.


"Huh, itu-itu saja senjata untuk membungkamku." Ujar Reyn kesal.


"Hehehehe, makanya jangan tawuran dan buat masalah yang buat papa akan menghukummu." Kata Gaby menang.


"Huh, terserah kau saja sana!" Kata Reyn berlalu pergi meninggalkan Gaby.


Dengan girang Gaby mengetuk pintu kamar Boy. Boy membukanya dan kaget melihat Gaby berdiri di depan pintu kamarnya. Gaby langsung menerobos masuk ke dalam dan duduk di tepi ranjang.


"Sayang, kenapa kau bawa guling?" Tanya Boy.


"Aku mau bobo sama kak Boy!" Sahut Gaby tersenyum manis.


Senyuman Boy melebar saat itu. Boy mengambil guling yang di peluk Gaby dan melemparkannya kesembarang tempat.


"Ngapain bawa guling sih, sini peluk aku saja!" Kata Boy yang begitu merindukan calon istrinya itu.


Gaby memeluk Boy yang telah melebarkan kedua tangannya pada Gaby. Mereka berdua berbaring di atas ranjang saling mendekap.


"Aku sangat merindukanmu, dokter bule." Ucap Boy pada Gaby.


"Aku juga, kangen banget." Sahut Gaby.

__ADS_1


Malam itu Gaby dan Boy berbincang sebelum tidur mengenai pesta pernikahan mereka. Keesokan paginya, tanpa sengaja Zidan melihat Gaby keluar dari kamar Boy.


"Astaga, anakku lain dimulut lain di hati! Awalnya bilang gak mau saat di jodohkan, sekarang dia yang ngebet, kalau Isabel tau bakal di taekwondo nih si Gaby." Gumam Zidan dalam hatinya.


Lalu Isabel menepuk pundak Zidan yang membuatnya berteriak kaget. Karena Zidan berteriak, Isabel malah ikutan terkejut.


"Apaan sih, belbel? Mengagetkan aku saja!" Ujar Zidan memegang dadanya.


"Om kok bengong disini? ngapain?" Tanya Isabel.


Zidan berpikir keras untuk mengelabui Isabel. Ia tak mau Gaby di taekwondo oleh Isabel kalau tau Gaby keluar dari kamar Boy. Zidan membalikkan tubuh Isabel menjauh dari kamar Boy.


"Hahaha, belbel, aku sudah lapar, ayo kita sarapan." Kata Zidan menarik tangan Isabel menuju ke ruang makan.


Isabel yang tak tau apa-apa hanya menuruti apa apa yang di inginkan oleh suaminya itu. Saat sedang sarapan bersama, Gaby membicarakan rencananya yang ingin menikah dan mengadakan pesta pernikahan di indonesia.


"Pa, nikah kita di indonesia saja ya." Pinta Gaby pada Zidan.


"Kenapa?" Tanya Zidan.


"Aku ingin tema pernikahan aku tuh mengenai budaya indonesia, lagian aku dan kak Boy berencana untuk bulan madu di labuan bajo." Kata Gaby lagi.


"Iya om, kami berencana untuk berbulan madu di sana setelah menikah." Sahut Boy.


"Oke kalau begitu, tidak jadi masalah! Kalau kalian menginginkannya." Kata Zidan.


"Yes!" Seru Reyn tiba-tiba kegirangan.


"Hei, kau kenapa Reyn?" Tanya Isabel.


"Kalau pestanya di indonesia, aku bisa bertemu dengan Fatya, hehehehe." Sahut Reyn.


Zidan dan Isabel hanya tersnyum melihat tingkah putranya yang sedang jatuh cinta pada seorang gadis minang yang masih berusia 15 tahun itu. Saat sedang sarapan pagi, mereka kedatangan tamu yaitu Kenzo dan Syeril yang datang berkunjung ke Roma untuk bertemu dengan Zidan dan juga Isabel. Boy kaget melihat Syeril menggandeng tangan Kenzo saat itu, karena Boy sangat tau perasaan Syeril kepada Azlan selama ini.


Mereka sarapan bersama saat itu di ruang makan. Setelah selesai sarapan, Geboy berbincang di ruang tengah dengan Syeril dan juga Kenzo.


"Sudah jadian kah?" Tanya Boy asal tebak.


"Sudah dong! Itu juga setengah mati ngejarnya." Sahut Kenzo.


Syeril hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Boy.


"Syeril, beneran nih?" Tanya Boy lagi.


"Eemm, iya kak." Sahut Syeril.


"Wah, bakalan nyusul kita nih." Kata Gaby.


"Amiiiinnn!" Seru Kenzo.

__ADS_1


Syeril kembali hanya tersenyum saat berbincang di ruang tengah. Selama mereka sedang berada di kota teromantis itu, Kenzo tak mau menyia-nyiakan waktunya untuk mendekati dan meyakinkan Syeril menerima cintanya tanpa ada bayang-bayang Azlan di hubungan mereka berdua. Kenzo terus memberikan perhatian dan kasih sayangnya kepada Syeril yang membuat Syeril merasa nyaman di sisi Kenzo.


__ADS_2