
Malam itu Azlan memboyong Yasmin ke salah satu apartemen milik keluarganya. Di sanalah mereka akan menjalani kehidupan barunya setelah menikah. Malam itu Yasmin hendak membuka gaun pengantinnya.
"Azlan, pergilah mandi dulu." Kata Yasmin yang tubuhnya sudah merinding di buat oleh Azlan.
Azlan terus saja menciumi tubuh yang kini berubah status menjadi istrinya.
"Azlan." Ucap Yasmin lagi.
"Hheemmm?" Sahutnya singkat.
"Mandi dulu! Apa kau tidak gerah seharian di pesta tadi?" Tanya Yasmin.
"Setelah mandi nanti kita akan gerah lagi, Yasmin! Heheheh." Sahut Azlan mikir jorok.
"Dasar laki-laki, selalu saja mikir jorok!" Gumam Yasmin.
"Apa salahnya? Aku kan sudah menjadi suamimu!" Ujar Azlan.
Yasmin berbalik dan menghadap Azlan.
"Hehehehe, Malam ini aku pasti akan menindasmu habis-habisan, Yasmin!" Bisik Azlan yang membuat wajah Yasmin memerah.
"Huh, pergilah mandi sana!" Kata Yasmin mendorong Azlan masuk ke kamar mandi.
Setelah Azlan masuk ke dalam kamar mandi, Yasmin duduk di kursi di hadapan cermin. Ia teringat akan perkataan Azlan padanya. Wajahnya semakin memerah membayangkan apa yang akan di lakukan oleh Azlan padanya nanti.
"Kenapa aku jadi ikut-ikutan mikir jorok?" Gumam Yasmin sendiri.
Selang beberapa menit Azlan pun keluar dari kamar mandi. Dengan handuk yang melingkar di pinggangnya ia mendekat pada Yasmin.
"Aku sudah mandi! Hehehehe, ayo kita mulai!" Bisik Azlan yang sudah ngebet sedari tadi.
"Eehhh, aku kan belum mandi! Jadi aku mandi dulu, oke?" Sahut Yasmin langsung berlari masuk kedalam kamar mandi.
Azlan hanya bengong saat melihat Yasmin lari masuk ke dalam kamar mandi.
"Hehehehe, setelah ini kau tak bisa lari dariku lagi, Yasmin." Ucap Azlan terkekeh jahat.
Hampir satu jam Azlan duduk di tepi ranjang untuk menunggu Yasmin selesai mandi, namun Yasmin yang di tunggu-tunggu tak juga muncul.
"Kenapa dia lama banget sih?" Gumam Azlan tak sabaran.
Akhirnya Azlan pun menggedor pintu kamar mandi yang membuat Yasmin kaget setengah mati.
"Yasmin, cepatlah! Lama banget sih!" Ujar Azlan.
"Iya sebentar." Sahut Yasmin.
"Keluar gak sekarang! Kalau gak aku dobrak nih pintunya." Ancam Azlan.
Tak lama Yasmin pun keluar dari kamar mandi dan masih menggunakan handuk kimononya.
"Kenapa kau begitu lama di kamar mandi? Boker kah?" Tanya Azlan.
"Hehehe, aku tadi sedang.......
"Aaahhh, lama banget! Aku sudah tak sabar nih!" Kata Azlan langsung menggendong tubuh Yasmin dan meletakkannya di atas ranjang.
Kemudian ia pun melompat kegirangan ke atas tubuh Yasmin. Malam yang membuat Azlan penasaran dari dulu akhirnya di rasakan juga olehnya, apalagi ia melakukannya dengan wanita yang sudah sah menjadi istrinya.
Rasa nyaman dan tenang di rasakan pula olehnya saat sedang menikmati peraduan cinta antara dia dan istrinya. Malam yang indah itu akhirnya di rasakan oleh kedua insan yang kini sedang menikmati kebersamaanya di kamar apartemen.
*****
Di dalam kamarnya, Boy yang belum tertidur selalu terbayang wajah Gaby yang tak lama lagi akan bertunangan dengannya. Saat sedang berfantasi memikirkan Gaby, terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar.
"Boy, apa kau sudah tidur?" Tanya Melda dari balik pintu.
"Masuk saja ma, aku belum tidur kok!" Sahut Boy.
Melda pun masuk kedalam kamar anaknya itu.
"Boy, tadi mama sudah bicara sama papa dan katanya Minggu depan kau dan Gaby akan segera bertunangan." Kata Melda.
"Kenapa tunangan sih, ma? Kan aku maunya nikah terus." Ujar Boy tak sabaran.
"Hei, kau pikir mengatur sebuah pernikahan itu mudah, hah?" Teriak Melda.
"Jadi kapan dong aku nikahnya?" Tanya Boy.
"Setelah Gaby lulus menjalani S-I kedokterannya!" Jawab Melda.
"Nunggu setahun lagi dong kalau begitu!" Ujar Boy.
"Ngebet amat sih!" Kata Melda.
"Ma, mama apa gak kepengen nimang cucu?" Tanya Boy.
"Alasan! Bilang saja kalau kau takut Gaby di gondol pria lain di Itali." Sahut Melda.
"Tuh, mama tau!" Ujar Boy.
"Kau tenang saja, Gaby itu gadis baik-baik. Dia tak mungkin mengkhianatimu." Kata Melda.
"Ya sudahlah, aku pasrah." Sahut Boy.
__ADS_1
Melda pun keluar dari kamar Boy setelah bicara padanya. Melihat mamanya sudah keluar, Boy naik ke atas ranjang dan melompat-lompat kegirangan.
"Yes...yes! Akhirnya Gaby jadi milikku, hehehehe." Ucap Boy senang.
Di dalam sebuah bar, Geof sedang Santi dengan beberapa wanita cantik di sampingnya. Geof sedang menggenggam ponselnya. Berkali-kali ia mengirim pesan pada Gaby, namun tak satupun pesan darinya di balas. Akhirnya Geof mencoba untuk menghubungi Gaby.
"Halo." Ucap Gaby di ponselnya.
"Halo, Gaby, kenapa pesanku tidak di balas?" Tanya Geof.
"Oh,maaf kak, tadi aku sedang berbincang sama papa dan mama." Sahut Gaby.
"Ada apa kak?" Tanya Gaby.
"Eemmm, besok aku berniat untuk mengajakmu jalan-jalan, apa kau mau?" Tanya Geof.
"Maaf kak, aku tak bisa, karena aku sudah janji mau kerumah tante Clara." Kata Gaby menolak.
"Oh, begitu." Sahut Geof.
"Maaf ya kak." Ucap Gaby.
"Hahaha, tak masalah! Mungkin lain waktu." Kata Geof.
Setelah menutup teleponnya, Geof berdecak kesal.
"Huh, berpura-pura jual mahal padaku. " Ujar Geof.
"Tuan, kenapa? Siapa yang jual mahal?" Tanya seorang wanita yang menemani Geof.
"Orang tidak penting!" Sahut Geof.
"Jangan pedulikan orang yang tidak penting, aku ada disini untukmu, tuan." Kata wanita itu lagi merayu Geof.
"Malam ini kau sangat sexy, temani aku!" Bisik Geof di telinga wanita itu.
"Dengan senang hati." Sahut wanita itu balas berbisik.
Keesokan paginya pemandangan yang sangat tak biasa di lihat oleh Yasmin saat bangun tidur. Ia melihat Azlan tertidur pulas dengan kondisi telanjang dada dan berbalut satu selimut dengannya.
"Semalam aku dan dia melakukan itu." Gumam Yasmin dengan wajah sangat merah.
Yasmin bangkit dan turun dari ranjangnya, ia ingin mandi, namun tiba-tiba lengannya di tarik Azlan.
"Kapan kau bangun? Barusan aku lihat kau sangat pulas." Kata Yasmin.
"Aku sudah bangun sebelum kau, bahkan saat kau tidur aku sempat memainkan dadamu. " Sahut Azlan.
"Ma...masa.? Kenapa aku tak tau?" Tanya Yasmin.
"Hheemmmmpppp, dasar mesum!" Ujar Yasmin.
Lalu Azlan menimpa tubuh Yasmin.
"Apa?" Tanya Yasmin.
"Yasmin, ternyata melakukan itu hal yang paling enak! Aku mau lagi....lagi....lagi....dan lagi!" Kata Azlan.
"Tapi aku mau mandi!" Kata Yasmin.
"Nanti setelah ini kita mandinya barengan." Kata Azlan.
Azlan melakukan hal itu lagi pada yasmin. Yasmin hanya bisa pasrah saat Azlan menindasnya. Yang ada di pikiran Yasmin hanyalah melakukan kewajibannya sebagai seorang istri.
*****
Gaby masih duduk santai di sofa ruang tengah, sedangkan Reyn bermain game di komputer. Saat itu Zidan dan Isabel sedang mempersiapkan pesta pertunangan untuk putrinya itu. Saat menatap ponselnya Gaby tampak mengernyitkan dahinya.
"Sejak kapan aku unfollow kak Geof?" Kata Gaby yang membuat tubuh Reyn gemetar.
Gaby menoleh pada adiknya.
"Eehh, rendang! Ini pasti ulahmu kan?" Tanya Gaby.
"Hehehehe." Reyn hanya bisa cengengesan saja.
"Dasar!" Umpat Gaby.
"Kak, sebentar lagi kau akan bertunangan dengan kak Boy, jadi aku hapus saja pertemananmu dengan Geof?" Sahut Reyn.
Kemudian ponsel Gaby bergetar, dan saat ia melihatnya ternyata telepon dari Boy.
"Halo." Ucap Gaby.
"Gaby, apa hari ini kau ada waktu?" Tanya Boy.
"Kenapa kak?" Kata Gaby balik bertanya.
"Eemm, aku ingin mengajakmu makan siang dan jalan-jalan." Kata Boy.
"Apa kau mau?" Tanya Boy.
"Iya kak, aku mau!" Sahut Gaby.
__ADS_1
"Oke, sebentar lagi aku jemput ya." Kata Boy yang juga sedang kegirangan.
"Oke." Sahut Gaby.
Setelah menutup teleponnya, Gaby berlari kencang masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian dan dandan.
Reyn menatap sang kakak.
"Segitu girangnya kah dia? " Gumam Reyn.
Gaby sudah terlihat cantik di depan cermin. Zidan dan Isabel baru saja pulang. Gaby keluar dari kamarnya dan Zidan melirik pada putrinya itu.
"Cantik banget, mau kemana?" Tanya Zidan.
"Ketemu Boy!" Sahut si rendang.
"Berisik!" Teriak Gaby sewot.
"Eehhemmm, katanya tak suka sama Boy, kenapa dandan cantik untuknya?" Kata Zidan menggoda Gaby.
"Papa, apaan sih?Mmenyebalkan!" Ujar Gaby.
"Hei, Jangan ganggu putriku!" Kata Isabel pada Zidan.
"Wwuuiiihh, mamanya marah." Sahut Zidan memeluk Isabel.
Tak lama terdengar bunyi bel di depan pintu. Pelayan membuka pintu dan tampaklah Boy yang sudah rapi untuk menjemput Gaby.
"Om, izin bawa Gaby makan siang ya om? " Ucap Boy pada Zidan.
"Iya, jangankan di bawa makan siang, di bawa lari juga tak apa-apa!" Sahut Zidan.
"Ddiihh, papa apaan sih!" Ujar Gaby sewot.
Zidan dan Boy hanya tertawa saat melihat Gaby sewot. Kemudian Boy dan Gaby pun pergi makan siang di luar.
Boy mengajak Gaby makan siang di salah satu cafe yang terkenal untuk anak muda. Gaby dan Boy makan sambil ngobrol, saat itu mereka di hampiri oleh Azlan yang juga sedang makan siang di luar bersama dengan Yasmin.
"Eehhh, kalian sedang kencan?" Tanya Azlan yang tak tau kabar tentang pertunangan Boy dan Gaby.
"Iya!" Sahut keduanya.
"Sejak kapan?" Tanya Yasmin.
"Sejak hari ini!" Sahut keduanya lagi.
Boy melihat raut wajah Azlan dan Yasmin kebingungan.
"Kami akan segera bertunangan." Kata Boy.
"Wwwhhhhaaattt!" Teriak Azlan dan Yasmin kaget.
"Iya, minggu depan aku dan kak Boy akan bertunangan." Kata Gaby menimpali.
"Dijodohkan?" Tanya Azlan.
Gaby dan Boy mengangguk.
"Yakin nih?" Tanya Yasmin.
Gaby dan Boy mengangguk lagi.
"Kalau begitu aku ada julukan baru untuk kalian berdua!" Kata Azlan.
"Apa?" Tanya Boy.
"Selama ini aku hanya menjuluki Gaby dengan sebutan geboy, tapi kali ini julukan geboy untuk kalian berdua! Jadi saat kalian sedang berdua, aku akan memanggil kalian GEBOY (GABY DAN BOY). Hahahaha, aku pintar kan?" Kata Azlan nyeleneh.
"Hah, dasar konyol!" Seru Yasmin, Boy dan juga Gaby.
Siang itu tanpa sengaja mereka melakukan double date. Setelah makan siang, Azlan mengajak Yasmin pergi mengunjungi rumah orang tuanya sedangkan Boy mengajak Gaby pergi nonton bioskop di salah satu mall.
Sebelum film yang ingin mereka tonton di mulai, Boy dan Gaby berjalan-jalan di mall tersebut. Boy menawarkan untuk Gaby berbelanja, namun Gaby menolaknya, Gaby sedang tidak ingin berbelanja apapun saat itu. Selama mereka berjalan-jalan di mall, Boy menggenggam tangan Gaby, namun di saat yang bersamaan ternyata Geof juga sedang berjalan di mall itu dengan salah satu wanita kencannya. Geof melihat Boy dan Gaby bergandengan tangan.
"Huh, dia menolak ajakan ku semalam hanya karena mau pergi jalan dengan Boy!" Gumam Geof marah.
"Dasar si Boy! Main belakang dia denganku! Dia kan tau niatku untuk mendekati Gaby, Tapi malah dia yang bergandengan tangan dengan Gaby" Gumam Geof kesal.
Lalu tangan Geof di tarik oleh wanita kencannya.
"Sayang, aku mau tas yang itu." Pinta wanita itu pada Geof.
"Kau pergi beli sendiri sana, aku mau pulang!" Sahut Geof kesal.
"Kenapa?" Tanya wanita itu bingung.
"Tiba-tiba aku sangat kesal!" Sahut Geof pergi meninggalkan wanita itu sendiri.
Dengan perasaan yang sangat marah pun akhirnya Geof pergi dari mall itu. Sedangkan Boy dan Gaby pergi ke bioskop untuk menonton film romantis. Duduk bersebelahan sambil bergandengan tangan dan sesekali Gaby merebahkan kepalanya di lengan Boy.
__ADS_1