Menikahi Pria Laut

Menikahi Pria Laut
Bab 11


__ADS_3

"xi... Xian??"


"Xiuwa kita semalaman sudah melakukannya di sini..."


"Apakah perutmu sakit??aghh aku minta maaf aku terlalu kasar"kata xiuwa sambil mengelus perut Xian.


"Umhh... tidak apa tapi kamu akan terlambat bekerja...aku juga akan bekerja...."jawab Xian sambil memakai bajunya.


"Aghh....Ughh... sakit"


"Sepertinya kamu tidak bisa bekerja saat ini.... tubuhmu sepertinya tidak begitu sehat... aku akan mengantarmu dan mengambil barang barangmu kemudian kembali ke rumahku"


"Kau yakin xiuwa... sepertinya tidak perlu...aku akan beristirahat di rumah"jawab Xian.


"Tidak aku akan mengantarmu.....diam disini...."kata xiuwa sambil memakai bajunya segera.


"Tunggu disini aku akan mengambil barang barangmu....tapi kamarmu no berapa...."


"203"


"Aghh baik....kunci...."


Xian memberikan kunci kamarnya ke xiuwa.Dan xiuwa bergegas menuju ke apartemen Xian sambil berlari.


"Haihhh"


Drzttttt..... Drzttttt.....


"halo??"jawab xian


"Xian... kenapa kamu belum datang juga??"tanya vyu dari telepon Xian


"Aghhh maaf nona vyu sekali lagi....aku tidak bisa hadir hari ini.... sepertinya tidak enak badan...."balas Xian.


"Ohh....iya tidak apa apa.... tapi besok kamu bisa hadir bukan??"tanya vyu kembali.


"Tentu..."


"Baiklah aku tutup teleponnya...."


"Iya..."kata Xian sambil menutup teleponnya.


Xian melihat ke arah samping melihat Xiuwa yang sudah membereskan barang barangnya.xiuwa kembali masuk ke dalam mobil.


"Kamu belum memakai bajunya??"tanya xiuwa sambil melihat Xian dengan posisi telanjang.


"Ma...maaf.....aku lupa soalnya tadi aku habis di telepon nona vyu"jawab Xian.


"Karena kamu tidak masuk kerja??"


"Iya...."


"Ehhh... xiuwa"


xiuwa mengambil baju Xian dan memojokkan Xian kembali.


"Tidak perlu memakai bajunya juga tidak apa apa...kamu sangat cantik jika seperti ini..."ucap Xiuwa sambil tersenyum.


"Kau manusia jangan bertingkah seperti binatang..."ucap Xian sambil mendorong xiuwa.


"Haha... tidak aku tidak berpikiran kotor seperti itu...."balas xiuwa sambil memberikan bajunya kembali ke Xian


"Tapi kau sangat mesum"ucap Xian sambil menolehkan kepalanya.


"Hahaha..."


"Apa yang kamu tertawakan"tanya Xian penasaran.


"Bodoh.... wajahmu memerah ketika marah"

__ADS_1


"Tu... tunggu merah?? xiuwa cepat antar aku pulang....."


"Baik permaisuriku"jawab xiuwa.


Xian memakai bajunya kembali.Setelah sampai di pintu gerbang.Xian langsung berlari menuju ke kamar mandi rumah xiuwa.


"(Sikap Xian sangat aneh??)"


Xian kemudian merendam kakinya di bak mandi.Xiuwa yang sedari tadi melihat Xian bertingkah aneh langsung menghampiri Xian.


"Xian...kamu merubah tampilanmu??"tanya xiuwa.


"Ini sudah biasa terjadi jika wajahku memerah dipenuhi dengan rasa panas...itu tandanya aku sangat membutuhkan air"kata Xian.


"(Aku sepertinya pernah melihat ini....aghh kejadian Xian pertama kali di kantor...)"


"Kamu sedih melihat aku seperti ini??"kata Xian sambil menundukkan kepalanya.


"Tidak....ekor Shireen mu Bagus....sama cantiknya denganmu"


"Xiuwa...ini bukan saat berbicara seperti itu"


"Sini aku lihat..."


Xian terkejut tiba tiba Xiuwa menciumnya.Xiuwa menciumnya dengan sangat kuat hingga Xian kehabisan nafas dan tenaganya.


"Xiuwa aku belum siap"kata Xian.


"Kamu bertingkah imut seperti itu.... bagaimana tidak menghilangkan akal sehatku??"kata xiuwa sambil mencium Xian kembali.


Xian membalas ciuman xiuwa dengan manis.Setelah Xian berendam xiuwa mengeringkan ekor Xian dengan handuk dan kembali ke wujud manusianya.


"Xian aku akan pergi bekerja kamu diam dirumah jangan kabur lagi...oke"


"Oke pak bos"


"Xiuwa seperti menganggapku anak kecil...."


Setelah xiuwa datang ke kantornya xiuwa melihat disana sudah ada zinwen dan renxu.Semua karyawan menatap xiuwa dengan takut.


Tatapan xiuwa seketika dingin dan masuk ke kantornya melewati zinwen dan renxu.Xiuwa tiba di ruangannya dia melihat papanya yang sedang duduk membaca koran.


"Hei putraku apakah kamu akan berdiam diri saja disana mematung??"kata papanya xiuwa.


"Ada apa papa kesini untuk hari ini aku tidak bisa berbicara dengan siapapun.....aku banyak pekerjaan"balas xiuwa.


"Aku sudah mendengar semuanya dari Ruo renxu dan kakakmu zinwen bahwa kamu tidak mau mengikuti perjodohan ini..."ucap papanya xiuwa dengan tegas


"Lalu??kau masih mau memaksaku untuk menikahinya??"tanya xiuwa.


"Xiuwa kamu mau saat ini papamu mati di tangan keluarga Ruo?? xiuwa perjanjian perjodohan ini sudah disepakati tidak bisa diganggu gugat...."jawab papanya xiuwa


"Untuk apa aku mendengarkanmu??!!kamu bertanya padaku???tuan mulia Zu.... apakah kamu pernah sekali saja kamu mendengarkan aku??"tanya xiuwa dengan kesal


"Xiuwa lancang kamu!!!"


Plakk......


Tamparan itu tepat mengenai pipi xiuwa.


"Apakah masih belum puas??"kata papanya xiuwa.


"Rasa sakit ini tidak sebanding rasa sakit yang mama rasakan... apakah kamu pikir aku ini buta?!!!hei lihat rasa manusiawimu yang kotor... apakah kamu pikir aku putramu tidak punya hati nurani seperti dirimu??"ucap xiuwa sambil meluapkan emosi.


"Kenapa kamu hanya bisa memaksaku...kamu tidak pernah sayang kepadaku?? kenapa kamu berselingkuh di saat mama sedang sakit keras?!! apakah kamu pikir hati manusia tidak ada??papa aku hanya ingin memberitahumu bahwa aku bisa berdiri sendiri tanpa bantuan darimu"lanjut xiuwa.


Papanya xiuwa terdiam sekejap.


"Xiuwa sekarang kamu berpikir aku tidak punya hati nurani?? xiuwa bahkan kamu sendiri tidak berkaca... apakah kamu punya hati nurani???kamu bahkan mau melihat aku papamu sendiri mati... xiuwa aku tahu apa yang kamu rasakan.... setidaknya pakailah hati nuranimu untuk menikahinya dan menerima renxu sebagai istrimu...."balas papanya xiuwa

__ADS_1


"Aku tidak mencintainya?!!!"kata xiuwa dengan tegas


"Lalu... apakah aku pernah mencintai mamamu?!!!"kata papanya xiuwa dengan lantang.


"Ka...kamu tidak pernah mencintai mama??"xiuwa terdiam tidak bisa berkata.


"Sekarang kamu lakukan saja perjodohan itu.... untuk mengenang mamamu"kata papanya xiuwa sambil pergi dari ruangan Xiuwa.


Xiuwa merasa terpukul dengan perkataan papanya.Dia terdiam dan hanya larut dalam tatapan kosong.Matanya seperti ingin mengeluarkan air.Dia hanya menhannya dan terdiam sambil melamun.


"Bodoh aku benar benar dibodohi"gumam Xiuwa.


Zinwen yang melihat papanya keluar dari ruangan Xiuwa seketika menghampiri papanya.Renxu hanya terdiam melihat raut wajah papanya xiuwa dengan ekspresi sangat marah.


"Bagaimana papa?? apakah xiuwa menyetujuinya?"tanya zinwen.


"Ya...dia pasti menyetujuinya"ucap papanya.


"Renxu kamu bersabar saja.... xiuwa memang orang yang sangat keras kepala"


"Baik Paman"kata renxu sambil tersenyum.


Semua karyawan kantor sangat penasaran dengan kejadian yang terjadi pada bossnya xiuwa.Mereka saling berbicara pada karyawan lainnya.Ruangan xiuwa kedap suara jadi tidak ada yang bisa mendengarkan pertengkaran Xiuwa dengan papanya.


"Semuanya fokus pada pekerjaan masing-masing"tegas papanya xiuwa.


Semua karyawan mulai xiuwa yang sedari tadi melamun kemudian bangkit dan mulai bekerja.Tatapannya kosong.Dia tidak bisa memikirkan pekerjaannya selain kematian mamanya.


Hari semakin malam.Xiuwa masih berdiam diri di ruangannya.Dia melihat kota dari atas gedung kantornya.Sesekali dia bergumam sendiri.


"Kota seindah ini bagaimana bisa ditinggali orang orang brengsek...."gumamnya.


Xian yang sedari tadi menunggu kepulangan Xiuwa hingga saat ini Xiuwa belum pulang ke rumah.Xian terus menatap jam dinding yang berdetak kencang.Xian terus memperhatikan jam itu hingga saat ini Xiuwa masih belum kembali.


Xian khawatir akan terjadi apa apa pada xiuwa.Akhirnya dia pergi keluar dari rumah dan pergi mencari xiuwa.


Xian pergi ke kantor xiuwa hanya dengan berjalan kaki.Di tengah perjalanan Xian bertemu dengan Tay.Mereka saling memandang satu sama lain.Tay menyapa Xian.


"Hei?? bagaimana kamu ada disini bukankah kamu tidak enak badan?"tanya Tay.


"Aku sedang mencari pacarku...dia sampai saat ini belum pulang juga kerumah aku khawatir sesuatu terjadi padanya...."ucap Xian sambil menundukkan kepalanya.


"Bagaimana aku juga membantu mencarinya...."kata Tay dengan ramah.


Sepanjang perjalanan.Xian berbincang bincang santai dengan Tay.


"Apakah tadi sangat ramai di cafe???"


"Ya..kau tahu...di cafe tadi banyak sekali masalah..."ucap Tay.


"Masalah??"


"Iyha.... customer semua pada marah karena rasa cofee yang saat ini berbeda dengan rasa yang lalu"kata Tay.


"Bagaimana bisa??"tanya Xian penasaran.


"Hari ini kau tidak masuk....jadi semuanya hanya dikerjakan nona vyu...."ucap Tay.


"Aghh...nona vyu yang melakukannya sendiri?!!"kejut Xian.


"Yha...dia wanita yang hebat ya... tadinya kami mau membantunya tapi dia berkata 'tidak perlu biar aku saja' padahal kami sudah tahu kalau dia tidak pandai dalam membuat minuman... sejujurnya saja dia benar benar wanita yang mempunyai pendirian yang kuat"kata Tay sambil merokok.


"Dia benar benar wanita yang sangat baik... tapi aku masih tidak mengerti kenapa dia sering mabuk mabukan"ucap Xian.


"Mungkin dia memiliki masalah pribadi... orang akan menggila setelah memiliki masalah yang rumit"kata Tay.


"Oh"singkat Xian.


...*****************...

__ADS_1


__ADS_2