
Semua melihat ke arah Xiuwa.
"Kau pikir semua akan berakhir begitu menyenangkan....aku bisa menunjukkan hal yang lebih menyenangkan dari pada ini "kata xiuwa.
Peluru itu seketika menggelinding tepat di kaki papanya Renxu.Nama yang digunakan dalam peluru itu adalah Glock Meyer.
Seketika papanya Renxu terdiam.
"(Ini bukan lagi penembak jitu.... sepertinya dia orang dari kelompok mafia lain.....tapi bagaimana xiuwa mengenal orang ini?)"pikir papanya Renxu.
"Lepaskan mereka aku bilang "teriak Vyu.
"Lepaskan mereka...."
Seketika semua pengawal melepaskan ikatan xiuwa dan Xian.Xiuwa langsung berlari dan memeluk Xian dengan erat.
"Xian sayang kamu baik baik saja bukan?"tanya Xiuwa.
"Ya...aku baik baik saja.... Xiuwa lain kali jangan mengorbankan dirimu...aku baik baik saja "ucap Xian sambil menangis memeluk xiuwa.
Seketika Xiuwa langsung menghampiri Steve yang merupakan atasan pengawal.Xiuwa langsung menariknya dari belakang dan menggorok leher Steve.
Papanya Renxu terkejut melihat pengawal kepercayaannya yang digorok xiuwa.
"Tu...tuan....maaf "Steve seketika jatuh.
"Wow xiuwa bisa melakukan hal gila itu juga ternyata...."gumam Vyu dari atas.
"Xiuwa apa yang kamu lakukan?!!!!"sentak papanya Renxu.
Steve mati begitu saja dengan darah mengalir.
"Aku akan memberikan beberapa pertunjukan yang sebenarnya untukmu"ucap xiuwa sambil memegang pisau.
Mata xiuwa seketika menjadi sangat tajam menatap kearah papanya Renxu.Xiuwa kemudian mengambil pistol dari kantung Steve.
"Hahh..."
Xiuwa kemudian menodongkan pistolnya ke arah papanya Renxu.Semua pengawal dan anak buahnya langsung menodongkan pistol ke arah Xiuwa.
Vyu kemudian menembaki pengawalnya satu persatu dengan cepat.Xiuwa langsung menembak papanya Renxu dan berlari membawa Xian.
Papanya Renxu seketika terkejut.Vyu langsung menembak tali ikat Renxu yang menggantung.Renxu seketika jatuh dari atas.Papanya Renxu yang masih sempat sadar langsung melindungi putrinya yang jatuh.
Papanya tidak bisa menahan beban itu langsung meninggal di tempat.
Vyu langsung tersenyum melihat adegan mengerikan yang baru saja terjadi.Vyu kemudian pergi dari tempat itu.
Xiuwa kemudian pergi dengan menggunakan sedan hitam milik Steve.
"Xian maaf aku tidak mengetahui hal ini....aku sangat minta maaf padamu.."ucap xiuwa
"Tidak apa akhirnya tidak terjadi.... Xiuwa darah ini....kamu tidak boleh melakukan hal itu lagi pada orang lain...."ucap Xian.
"Kita kerumah dulu...."kata xiuwa.
Vyu yang baru saja keluar dari pabrik tua itu langsung membuka topengnya.
"Haha... sangat lucu..."tawa Vyu.
Vyu seketika pergi dari sana dengan cepat.
Zinwen yang masih dirumah sakit kemudian mengurus biaya rumah sakit.Zinwen kemudian melihat Renxu dan papanya yang dibawa masuk ke rumah sakit.
Dibelakang mereka diikuti Wang Lee yang sedang sedih.
"Wang Lee!!"seketika zinwen memanggil Wang Lee.
__ADS_1
Wang Lee memalingkan tubuhnya ke arah zinwen.Sudah terlihat tatapan tajam dan marah Wang Lee.
Zinwen langsung berhenti berkata.Wang Lee kemudian kembali menyusul adiknya dan papanya.
"(Seperti ada badai besar)"pikir Zinwen.
Zinwen kemudian keluar dari rumah sakit.Tanpa ada seseorang disampingya.Zinwen hanya terdiam dan merasa sedih melihat dirinya yang saat ini.
Xiuwa membawa masuk Xian kedalam kamarnya.
"Xian tidak ada tubuh yang tergores kan??"tanya xiuwa sambil mengecek seluruh tubuh Xian.
"Hah... tidak ada.... Xiuwa kau jangan cemas begitu..."ucap Xian.
Xiuwa kemudian melihat pergelangan tangan Xian yang merah.
"Ini apa??! pasti sangat sakit di ikat kan"kata Xiuwa.
Xiuwa langsung pergi mengambil kotak obat dan mengoleskan minyak pijitnya ke tangan Xian.
"Xiuwa aku tidak apa apa okey... lihat aku...ada apa denganmu???kau bisa melihatkan aku baik baik saja"ucap Xian.
"Xian...."
"Ummm..."
Xian seketika mencium xiuwa dengan lembut.
"Ahh.... Xiuwa aku baik kok.....kamu sudah menghabisi nyawa seseorang demi aku....jadi cukup melakukan hal gila..."ucap Xian.
"Aku hanya takut....aku sangat takut.... bahkan dadaku merasakan sesak "ucap xiuwa sambil menangis memeluk Xian.
"Aku sangat takut hal hal itu terjadi bahkan disaat aku kehilanganmu bahkan di saat seperti inipun aku masih takut....."
"Xiuwa kenapa kamu menangis....hey kamu ayah dari anak ini jadi janganlah menangis kamu adalah seorang pria kuat"kata Xian sambil mengusap air matanya xiuwa.
Xian langsung memegang tangan Xiuwa dan menyentuh bagian bawah Xian.
"Lubang kecil ini..... kenapa kamu menyuruhku memegangnya?!!"tanya xiuwa sambil memalingkan wajahnya yang sudah memerah.
"Ahh... Xiuwa apa yang...."
"Apakah menyentuhmu seperti ini?"
Xiuwa kemudian memasukkan tangannya ke dalam Xian.
"Tu...tunggu Xiuwa aku tidak mmmmm...."
"Kalau begitu kamu sangat menyukai ini bukan?"tanya xiuwa.
"Ughh.... tidak lepaskan Xiuwa..."
"Kakimu bahkan semakin melebar dan membuka bagaimana aku tidak tertarik "ucap xiuwa
"Anak kita...."
Seketika Vyu masuk kedalam rumah xiuwa.Xiuwa dan Xian seketika terdiam dan berhenti melakukan hal itu.Xian segera memakai bajunya.
"Ahh apakah mereka sudah datang ke rumah?"tanya Vyu yang melihat lihat isi rumah xiuwa.
"Xiuwa....."panggil Vyu.
"Hei kau masuk ke rumah tidak izin apakah tidak diajarkan sopan santun sama sekali"ucap xiuwa yang tiba tiba datang.
"Bagaimana keadaan Xian...."
"Kenapa kau bisa menangkap Renxu?"tanya xiuwa.
__ADS_1
"Aku sudah tahu kalau rencana kita terbaca.... pasti mereka melakukan hal lain diluar dugaan rencana kita...."ucap Vyu.
"Hanya saja aku lebih cerdik hari ini.....kau tahu bahwa tuan besar Ruo saat ini meninggal dunia"kata Vyu sambil duduk di sofa xiuwa.
"Tuan Ruo?!!!apa maksudmu?!! maksudmu papanya Renxu?!!"sentak xiuwa yang terkejut mendengar perkataan itu.
"Yhammm...mungkin saat ini Renxu patah tulang dan sedikit cacat"ucap Vyu.
"Bagaimana kamu...."
"Aku melepaskannya dari atas pabrik ke bawah...."kata Vyu.
Xiuwa terdiam dan menganga lebar mendengar kata kata itu dari Vyu.
"Apakah kau tidak punya hati???!!"tanya xiuwa.
"Dan aku juga mengatakan hal yang sama.... apakah kamu tidak punya hati???lihat pakaianmu yang berlumuran darah"ucap Vyu sambil menunjuk ke baju Xiuwa.
Xiuwa terdiam sejenak dan langsung membawa Vyu menemui Xian.
"Xian...."
"Nona...."
"Bagaimana keadaanmu? apakah kamu dan dia baik baik saja?"tanya Vyu.
"Yha.... nona aku ingin bertanya padamu.... apakah orang tadi itu kamu...orang yang menyelamatkan aku dan xiuwa?"tanya Xian.
"Hahahaha kau sangat polos.... apakah kamu masih tidak mendengar suara ku tadi?"tanya Vyu.
"Jadi tadi kau yang menyelamatkan aku"tanya Xian.
"Iya.... syukurlah kalau kamu baik baik saja"ucap Vyu dan langsung memeluk erat Xian.
"(Semua orang terlalu mempedulikan aku.... tapi.... kenapa aku merasa ada yang kurang)"pikir Xian.
"Apakah kamu ketakutan nak.... lihatlah papamu yang begitu cemas denganmu begitu pula Tante...."kata Vyu sambil menyentuh perut Xian.
"Hahahaha....nona kamu sangat lucu.... kenapa nona tidak mencari kekasih?"tanya Xian.
Vyu seketika terdiam dan berhenti menyentuh perut Xian.Seketika wajahnya menjadi murung.
"(Kau tidak akan memberitahu Xian yang aneh aneh bukan)"pikir xiuwa sambil melirikin dari pintu kamar.
"Ahh...itu tidak penting....yang terpenting jaga bayimu sampai lahir....dia sepertinya sangat bersemangat untuk menjalani hidupnya"ucap Vyu dengan cepat merubah ekspresi.
"Yasudah Xian aku pamit pulang... sepertinya memang sudah baikan"kata Vyu.
"Dah...."Vyu melambaikan tangannya.
"Dah..."Xian kemudian membalasnya dengan perlakuan yang sama.
Vyu seketika keluar dari kamar xiuwa.Xiuwa kemudian langsung menarik tangan Vyu.
"Apa kau masih belum melupakan Xian?!!"bisik xiuwa dengan nada tegas.
"Ya... sepertinya begitu...maaf tuan Zu aku lelah aku akan kembali ke cafe untuk menemui karyawanku"ucap Vyu sambil memalingkan wajahnya.
Vyu kemudian pergi dari rumah Xiuwa.Wajahnya seketika datar tanpa ekspresi.
"Bukan karena aku bukan karena dia....aku akan pergi"gumam Vyu.
Vyu kembali ke cafe dengan kumuh.Tay dan Chiwa yang melihat kondisi Vyu sekarang bertanya tanya.
"Nona apa yang terjadi padamu??"tanya Chiwa.
"Ahh.... hanya pekerjaan yang melelahkan"kata Vyu.
__ADS_1
"(Bau feromon omega.... tunggu ini seperti bunga violet.... dapat dari mana nona vyu aroma feromon omega ini?)"pikir Tay.
...*************...