Menikahi Pria Laut

Menikahi Pria Laut
Bab 53


__ADS_3

Renxu terdiam sejenak.


"Kamu keterlaluan!!!"sentak Renxu sambil menangis.


Tiba tiba lingyan menangis.Renxu seketika berbalik dan mendengar suara bayi yang menangis.


"Bayi???"Renxu menatap kearah luar kamar.


Xian langsung memakai bajunya dan berlari ke luar kamar dan mengambil lingyan.Xiuwa yang shock langsung menyusul Xian.Disusul Renxu.


"AHAha...hmmm  Shu Shu lingyan jangan menangis....."ucap Xian sambil menggendong lingyan.


"Kita akan pergi dari sini ya nak....."ucap Xian sambil berlari ingin keluar dari rumah.


Xiuwa seketika datang tepat di depan pintu kamar lingyan.


"Xiuwa minggir...kamu bisa menyelesaikan urusanmu bersamanya dengan baik baik...."ucap Xian.


"Xian.....a...apa yang kamu lakukan.... sayang.... bukankah kamu sudah berjanji untuk selamanya bersamaku"kata xiuwa.


"Xiuwa a..aku mohon.."ucap Xian.


Xian masih terus menggendong lingyan yang menangis.Lingyan masih tidak berhenti menangis.Xian kemudian berlari ingin keluar tapi Xiuwa malah memeluknya dengan erat.


"Xiuwa!!! lepaskan!!! brengsek!!"


"(Kata kata itu sudah mulai keluar dari Xian)"pikir xiuwa.


"Xian apa yang kamu katakan?"tanya xiuwa.


Xian seketika terdiam sambil menatap kearah xiuwa dan lingyan.


"(Kamu pasti stres karena hal ini....)"pikir xiuwa.


"Xian aku minta maaf...aku tidak ingin membuatmu marah atau jijik padaku....tapi"


"Xiuwa aku mohon selesaikan"ucap Xian sambil mendorong xiuwa.Xiuwa semakin memeluk erat Xian.


"Pergi!!!!"teriak Xiuwa ke Renxu.


Renxu terdiam mendengar perkataan xiuwa dan berlari keluar dari rumah Xiuwa.


Xiuwa langsung mencium Xian dengan kuat.Tubuh Xian seketika bergetar tanpa keseimbangannya.Tubuhnya mulai lemas karena kehabisan nafas.Lingyan terdiam sambil mengusel usel pakaian Xiuwa dan Xian.


"Hah...."


Nafas mereka dihembuskan kemudian Xian menatap kembali wajah xiuwa dan mulai memeluk xiuwa dengan erat sambil menangis.


"Xiuwa....aku kan yang menghancurkan kehidupanm?? Xiuwa jawablah dengan jujur"kata Xian.


"Kenapa kamu mengatakan itu jelas ini bukan salahmu"ucap Xian sambil mengecup kening Xian.


"Katakan padaku apa yang Renxu katakan padamu"ucap xiuwa.


"Dia tidak mengucapkan apa apa hanya saja aku merasa bersalah..."kata Xian.


Xiuwa menatap Xian dan menghapus air matanya dan menciumnya.


"Xian.... jangan seperti ini lagi...... kamu lihat aku.... apakah kamu tidak mempercayai aku?"tanya xiuwa.


"Aku percaya padamu tapi...."


"Xian lihat lingyan.... kamu ibunya jadi jangan sekali kali kamu lakukan hal bodoh ini"kata xiuwa sambil memeluk Xian.xian terdiam dan langsung memeluk balik xiuwa.


Renxu keluar dengan perasaan yang sangat sakit.Dia hanya berlari sambil menangis.Disamping halte bis Renxu hanya meringkuk.Chenzu yang baru saja pulang dari rumah sakit melihat Renxu yang duduk seperti orang kikuk di pinggiran halte bis.Chenzu kemudian turun dari mobilnya.


"Ini"ucap chenzu sambil menyodorkan sapu tangan miliknya.Renxu seketika menatap ke arah chenzu dengan ekspresi dingin.


"Kenapa??aku tidak jahat bukan??jadi kau menangis disini apakah karena xiuwa??kau sudah tahu kebenarannya?"tanya chenzu.

__ADS_1


"Jadi tuan chenzu juga sama seperti Xiuwa.....tuan chenzu juga membantu Xiuwa untuk berselingkuh?"tanya Renxu dengan wajah sedihnya.


"Umhhh.... bagaimana lagi ya....aku tidak membantunya hanya saja aku membiarkan dia melakukan sesuka hatinya...."kata chenzu.


Renxu semakin menangis kencang mendengar perkataan chenzu.


"Ehh.... ekhemmm aku lebih mengenal Xiuwa seperti apa dari kecil dia sangat membenci orang orang yang menghalangi dia....dia juga membenci orang orang yang selalu melarang dia....dan lebih tepatnya Xiuwa berhati baja... Xiuwa tidak memiliki kesabaran dan emosional.... walaupun hasilnya dia tetap seperti itu tapi dia memiliki perasaan yang sangat dalam.... sekalinya dia terluka....dia akan membenci orang itu untuk jangka waktu panjang atau mungkin bisa selamanya "kata chenzu.


Renxu kemudian mengambil sapu tangan itu dan langsung menghapus air matanya.


"Dia bisa membencimu bukan karena kamu bersalah.....itu semua karena papanya hingga membuat xiuwa trauma..... jadi apapun yang berhubungan dengan keluarga Zu Xiuwa pasti akan sangat membenci orang itu....."kata chenzu.


"Berarti begitu pula dengan kak zinwen dan mamanya bahkan keluargaku juga??"tanya Renxu.


"Yhammm.... kamu juga mengerti tatapan tajam apa yang dia berikan ketika dia menatap orang lain"kata chenzu sambil bersandar di dinding halte bis.


"(Tatapan?)"


"Dia sangat membenci orang yang ingin menyakiti orang tercintanya"ucap chenzu.


Chenzu kemudian pergi meninggalkan Renxu sendiri.Sapu tangan chenzu ditinggal begitu saja di tangan Renxu.


Renxu kemudian membuka sepatunya.Seketika besi besi robot terpasang di kaki Renxu.Renxu hanya diam melihat kakinya  yang lama sudah hilang.Renxu hanya bisa menangis sedih karena kaki robotnya.


Xian kemudian tidur kembali bersama lingyan.Xiuwa hanya duduk diam sambil menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda.Pintu rumah seketika ada yang mengetuk.


Tok.....tok.....tok....


"Ahh.... sebentar"teriak Xiuwa.


Xiuwa kemudian membukakan pintunya.


"Xiuwa..."


Xiuwa kemudian melihat wajah konyol Chenzu yang sedang melambaikan tangannya.


Bragg...


"Ehh.... xiuwa...kamu marah soal tadi ya...aku sangat sibuk ada pasien gila yang mencoba kabur bisakah kamu tidak menganggap hal ini serius"ucap chenzu sambil terus mengetuk pintu minta dibukakan.


Xiuwa tiba tiba langsung membukakan pintunya.


"Ada apa?"tanya xiuwa.


"Aku ingin berbicara denganmu"


Suasana di ruang tamu seketika dingin.Xiuwa membuatkan kopi untuk chenzu.Chenzu kemudian mulai berbicara.


"Begini...aku baru saja bertemu Renxu dijalan tadi apakah benar kamu yang melakukannya?"tanya chenzu.


"Melakukan apa?"Tanya Xiuwa dengan sinis.


"Kau mengatakan semuanya bukan? sehingga dia menangis seperti itu?"tanya chenzu.


"Dia melakukannya terlebih dahulu pada Xian.....Xian baru saja tertidur sekarang"


"Memang apa yang baru saja dia lakukan?"tanya chenzu.


"Dia masuk rumah dan ke kamarku tanpa izin...dan dia melihat semuanya disana....aku tidak mengerti dosa apa yang Xian lakukan dia marah marah dan membuka selimut Xian"ucap xiuwa.


"Dan kau marah?"tanya chenzu.


"Unghhh...."


"Marah karena isi dibalik selimut Xian terlihat?"tanya Chenzu.


Wajah Xiuwa seketika memerah.


"Aku sudah menebaknya bukankah kalian baru saja berhubungan...umpphhh"Xiuwa seketika membekap mulut chenzu.

__ADS_1


"Hahaha kau mau menertawakanku aku sudah tahu itu.....itu tidak perlu pembahasan lagi"kata xiuwa.


Chenzu menjauhkan tangan Xiuwa dengan paksa.


"Hahhh...aku benar bukan?"tanya chenzu.


Xiuwa kemudian menatap jam dinding diatas.


"Apakah papa sudah kembali ke China?"tanya xiuwa.


"Itu aku belum mengetahuinya....tapi sempat kau pergi beberapa bulan lalu nyonya Zu datang ke kantormu"ucap chenzu.


"Mama tiriku??"tanya xiuwa.


"Aku tidak tahu apa yang dia lakukan disana.... tapi aku sudah berusaha menghalangi dia.... tapi dia justru mengancamku.... waktu itu aku tidak bisa melihat apa yang dia lakukan karena aku ada urusan dadakan di rumah sakit"ucap chenzu.


"Aku sudah tahu jawabannya.... tapi sayang berkas dan file yang dia cari aku sudah menyembunyikannya di tempat aman"kata Xiuwa sambil meminum kopinya.


Chenzu seketika menyemburkan kopi yang dia minum.


Pfuttttttttt...


"Apa?!!!!"chenzu terkejut mendengar perkataan Xiuwa.


"Hummm??Jadi semuanya kau..."


"Iya semua itu di urus Joy"ucap Xiuwa.


"Bagaimana kamu bisa melakukannya....di hari itu bukankah....."


Seketika suara ketukan pintu rumah xiuwa terdengar dan memotong pembicaraan Xiuwa dan Chenzu.


Tok....tok....


Xiuwa kemudian menghampiri pintu.Wajah Xiuwa seketika membatu melihat papanya yang berdiri tegak di depan pintu.


"Serius??"


"Bisakah kamu mengizinkan aku masuk?"tanya papanya.


 


Papanya dan Chenzu kemudian masuk ke kamar lingyan.


"Ini anakmu?? apakah pria yang dulu itu omega??"tanya papanya.


"Iya...jika kamu mau aku melepaskannya aku tidak akan pernah menyetujuinya "ucap xiuwa.


"Xiuwa aku hanya bisa bersyukur kamu saat ini dalam keadaan baik baik saja.... bisakah aku menggendong anak ini?"tanya papanya.


"Ya.."kata xiuwa dengan singkat.


Papanya kemudian menggendong lingyan sambil mengusap pipinya yang tembam.


"Sangat cantik...."kata papanya.


Lingyan tiba tiba terbangun dan menatap kearah papanya xiuwa yaitu kakeknya sendiri.


Mata lingyan tidak mau berhenti menatap mata kakeknya.Lingyan kemudian mengoceh ngoceh.


"Haww....huwww..."


"Iya sayang ini kakek.... lingyan mau apa?"tanya papanya xiuwa.


Chenzu dan Xiuwa terkejut melihat reaksi Lingyan yang tanpa menolak kakeknya sendiri.


"Xiuwa.... sepertinya lingyan menerima keberadaan kakeknya"bisik chenzu.


"Aku tidak tahu apa yang terjadi saat ini "ucap xiuwa.

__ADS_1


...********...


__ADS_2