Menikahi Pria Laut

Menikahi Pria Laut
Bab 57


__ADS_3

Xiuwa kembali lagi ke kantornya.Xiuwa kemudian memulai kembali membuka file filenya yang sudah lama tidak dia kerjakan karena merawat Xian di Amerika.


"(MallĀ  square zingwa?)"


"Ahhh mall ini....(mall ini adalah mall terakhir yang dikerjakan kantor dan sekarang masih ada ikut campur tangan dari keluarga Ruo)"pikir xiuwa.


Xiuwa kemudian mengambil checknya.Check itu diisi uang 19 milyar dan menyisihkannya di brankas.


"Tabungan ini cukup untuk pembiayaan sekolah lingyan ke depan"gumam Xiuwa.Xiuwa kemudian mengambil kertas kontrak pembatalan proyek.Xiuwa membatalkan kerjasamanya dengan pembangunan mall square itu.Surat pembatalan kontrak itu kemudian ia masukkan kedalam map merah.


"Joy keruangan ku sekarang"ucap xiuwa.


Joy seketika masuk kedalam ruangan Xiuwa.


"Ada yang bisa saya bantu tuan Zu?"tanya Joy.


"Kirimkan file ini ke tuan Ming...."balas xiuwa.


Joy terkejut mendengar perkataan Xiuwa.


"Tu....tuan.. apakah Anda yakin akan membatalkan kerjasamanya? pembangunan proyek ini sudah sampai di tengah perjalanan.....jika anda batalkan ini akan merugikan keduanya perusahaan....dan perusahaan kita juga akan rugi besar"ucap Joy.


"Aku tidak peduli itu.... sekarang kamu kerjakan tugasmu"sentak xiuwa dengan tegas.


"Ba..baik tuan..."


Joy kemudian pergi meninggalkan ruangan Xiuwa.Xiuwa duduk termenung sambil menatap langit langit.Xiuwa kemudian mengambil bingkai kecil dari kardus barang barang lamanya.


Xiuwa mengambil foto yang ada didalam bingkai kecil itu.Foto itu berisi foto masa kecilnya bersama zinwen, papanya dan mama tirinya.Xiuwa dengan cepat merobek foto itu menjadi serpihan kecil kecil.Xiuwa kemudian mengeluarkan foto baru dan mengeluarkan dari sakunya.


Foto Xian yang manis itu keluar.


-----------------


"Sebelum kita berangkat ayo kita Selfi dulu...."


"Ayo senyum......"


CEEKRIKK


"Wahh...."


"Nanti kita mencetaknya"ucap xiuwa.


-----------------


Xiuwa kemudian mengusap foto keluarganya sendiri.


"(Xian, Lingyan aku berjanji akan selalu menjaga kalian hingga nyawaku tidak ada lagi)"gumam Xiuwa sambil tersenyum mengusap foto itu.Xiuwa mengganti foto lamanya tadi dengan foto keluarga barunya.Bingkai foto itu diletakkan di atas meja kerjanya.


"Aku sangat mencintai kalian..."ucap xiuwa.


"Tuan adakah yang bisa kami bantu?"tanya salah satu pelayan.


"Unmmhh...ahh aku hanya perlu sedikit bantuanmu.... kebetulan bahan bahan kebutuhan rumah habis.... bisakah kamu membelinya??aku sudah memiliki daftar belanjaannya apa saja yang diperlukan "Ucap Xian sambil memberikan daftar belanjaannya ke pelayan itu.


"Baik tuan....aku akan membelikannya "Ucap pelayan itu.


Pelayan itu kemudian pergi.Xian kemudian ingin mengerjakan pekerjaan lain.Seperti menyapu,mengepel, mencuci seperti biasanya, tapi setiap dia ingin melakukannya ada saja pelayan yang menghalanginya agar Xian tidak melakukan pekerjaan itu.


"Tuan biar kami saja....anda bisa melakukan aktivitas lain...."kata pelayan lain nya.


"Ahhh baiklah..."


"(Xiuwa bukankah ini terlalu berlebihan....)"pikir Xian.Xian kemudian masuk ke kamar lingyan.


"Aishhh anak mama berat sekali ya sekarang...."ucap Xian sambil memopong lingyan.


"Hawaaa...hiwwww"lingyan kemudian merespon perkataan Xian.

__ADS_1


Xian sambil tertawa menggendong lingyan keluar dari kamarnya.Xian kemudian pergi keluar rumah ingin jalan jalan sebentar keluar.Tetapi langkah Xian dihentikan oleh dua pengawal pribadi Xiuwa di depan gerbang.


"Tunggu tuan....."


"Ehhh...."


"Anda tidak diperbolehkan keluar atas izin tuan muda Zu..."kata pengawal


"Ahhh kenapa....aku hanya akan keluar berjalan jalan sebentar...."ucap Xian.


"Jika anda memaksa untuk keluar kami akan dipecat oleh tuan Zu.... untuk saat ini jika anda ingin keluar anda harus dipandu"ucap pengawal.


Xian terdiam mendengar perkataan pengawal itu.Xian kemudian menghubungi Xiuwa.


"Halo..."


"Xiuwa....apa yang kamu lakukan....aku sekarang tidak bisa keluar dari rumah untuk berjalan jalan....apa kamu masih memikirkan aku akan kabur lagi dari rumah...?"tanya Xian yang sudah menekuk wajahnya.


"Ahh.... sayang... bukan maksudku seperti itu.... kamu ingat kan kejadian tadi pagi....(aku tidak bisa menjelaskannya bahwa Wang Lee memantau kita)"pikir xiuwa.


"Begini apanya.... kamu takut aku akan terkena air?"bisik Xian.


"Umhhh ya ...itu akan membahayakan dirimu...."ucap xiuwa.


"Xiuwa aku bisa menjaga diriku sendiri... kamu tenang saja...lagi pula aku bisa menahannya apa kamu lupa bertemu denganku dengan kondisi ku yang seperti apa?"kata Xian.


"Aku masih dalam wujud manusia bukan?"bisik Xian.


"Umhhh tapi....."


"Xiuwa aku hanya ingin kebebasan jika kamu terus seperti ini....itu sama saja kamu mengurungku dan Lingyan.


"Ahhh baiklah aku akan menjemputmu"ucap xiuwa.


Xiuwa kemudian mematikan ponselnya.


"(Aku tidak ingin mengganggu dia... seharusnya tadi aku saja yang belanja...)"pikir Xian.


Xian kemudian menunggu Xiuwa di depan pintu rumah.


"Joy aku akan pergi karena urusan sebentar bisakah kamu menghandle semua nya selagi tidak ada aku?"tanya xiuwa.


"Baik tuan"


Xian masih menunggu sambil menggaruk garuk kepalanya.


"Umhh tadi seharusnya aku tidak menghubungi Xiuwa.... pasti tadi dia sedang bekerja"pikir Xian.


"(Ngomong ngomong tentang pekerjaan bagaimana aku bekerja kembali di cafe)"pikir Xian.


Kemudian mobil xiuwa masuk.Lingyan yang melihat itu langsung berteriak.


"Papaaa!!"tawa girang lingyan melihat Xiuwa.


"Lingyan....umhhh anak papa....husshhhh Xian tidak bisa keluar ya dari rumah...keciann"ucap xiuwa sambil menggendong lingyan.


"Aku tadi kan belum selesai berbicara denganmu....apa yang kamu lakukan kesini.... seharusnya kamu bekerja"cubit Xian.


"Aaww...."


"Mulai lagi nakalnya....lain kali jangan tutup teleponnya sebelum aku selesai berbicara"ucap Xian.


"Iya iya"ucap xiuwa sambil memeluk Xian.


Xian dan xiuwa kemudian masuk ke dalam mobil.


"Hari ini kamu mau jalan jalan ke mana?"tanya xiuwa.


"Unghhh.....aku hanya mau jalan jalan .... tapi tidak menggunakan mobil...sebab itu aku mau keluar"ucap Xian.

__ADS_1


Seketika mobil xiuwa ngerem mendadak.


"Ahhh!! Xiuwa!!"sentak Xian yang terkejut.


"Hanya itu?"tanya xiuwa.


"Aku kan sudah mengatakannya kepadamu... kamu dengar dulu penjelasanku....sebab itu aku tidak mau mengganggumu.... sekarang aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan jika sudah seperti ini"ucap Xian.


Xiuwa kemudian menepuk kepalanya.


"Ahhh begitu....(mungkin ini karena aku sangat khawatir)"pikir xiuwa.


"Apa yang kamu pikirkan....?"tanya Xian.


Xiuwa kemudian menatap Xian.Lingyan langsung memukul tangan Xiuwa.


"Hawww"


Lingyan seolah olah ingin berbicara secara langsung dengan Xiuwa.Mulutnya tidak berhenti mengoceh ke arah Xiuwa.


"Lingyan yang papa pikirkan kok..... Xian percayalah padaku"


"Kamu berbohong..... kamu sedang memikirkan sesuatu sekarang.... wajahmu pucat jika kamu berbohong aku tahu itu"ucap Xian.


Xiuwa kemudian terdiam.


"Ahhh.... jika kamu ingin jalan jalan bolehkah aku mengajakmu kesuatu tempat...."ucap xiuwa.


"Umhhh kemana...."tanya Xian.


Xiuwa kemudian mengendarai mobilnya.1 setengah jam akhirnya sampai di suatu tempat.


"Aku seperti pernah melihat tempat tempat seperti ini di film"ucap Xian.


"Ini tempat pemakaman...dimana hari terakhir kali bagi manusia....."ucap xiuwa.


"Jika kita mati kita akan dikubur dibawah tanah seperti ini"ucap xiuwa.


"Apakah kamu baru mengetahuinya?"lanjut tanya Xiuwa.


"Bagaimana aku tahu jika selama ini aku tinggal di laut..."ucap Xian.


Xiuwa mengajak xiuwa sambil mengunjungi makam mamanya.Xiuwa membawa bunga Lily putih kesukaan mamanya.


Xiuwa kemudian terkejut melihat Lily putih ada disamping makam mamanya.


"Padahal kemarin aku tidak berkunjung ke sini"ucap xiuwa.


"Disini juga ada Lily putih apakah ada seseorang yang berkunjung ke sini sebelum kamu?"tanya Xian.


"Kupikir begitu...."Xiuwa langsung menaruh bunga Lily miliknya.


Xiuwa kemudian berdoa kemudian mengelus batu nisan mamanya.Xiuwa memandang makam itu dengan serius.Kemudian mengucapkan kata katanya.


"Ma....ini anakku dan istriku....aku mengajaknya kesini untuk menjengukmu...."ucap xiuwa.


"Halo bibi aku adalah istri Xiuwa...maaf jika aku telah membuat anak bibi menangis....aku sudah begitu banyak menyusahkan dirinya.... hingga sampai saat ini aku masih belum sempurna dan pantas menjadi istrinya.... bahkan sampai saat ini juga aku juga masih menyusahkan dia sebagai ibu rumah tangga yang baik..... walaupun aku juga seorang pria tapi aku juga tidak ingin berakhir seperti ini.... tapi apa yang bisa aku lakukan ini sudah menjadi takdir"ucap Xian sambil menangis menatap makam mamanya xiuwa.


Xiuwa langsung memeluk Xian dan mengusap air matanya.


"Apa yang kamu katakan??hah?? sudah jangan menangis menurutku kamu sudah spesial...."kata xiuwa.


"Hikss....aku bukan orang normal layaknya seperti kamu.... bagaimana spesialnya "ucap Xian.


"Lihat mutiaramu semakin banyak.....jika kamu menangis terus seperti ini kamu akan sakit "kata xiuwa sambil memeluk Xian.


"Xiuwa...."


...********...

__ADS_1


__ADS_2