Menikahi Pria Laut

Menikahi Pria Laut
Bab 62


__ADS_3

Xiuwa sudah mulai panik.Matanya mulai sembab dan memerah.


"Xiuwa??"chenzu kemudian melambaikan tangannya didepan wajah xiuwa.


Xiuwa seketika menangis dengan keras.Chenzu terkejut melihat Xiuwa yang menangis.


"(Aku melihat Xiuwa menangis kembali seperti dulu....sama seperti dia kehilangan mamanya)"pikir chenzu.


Chenzu kemudian menepuk pundak xiuwa.


Anak buah Xiuwa semua mulai dikerahkan untuk mencari Xian.Xian terus dicari.


Setelah mendengar cerita Xian...


"Ahh begitu....kami tidak keberatan jika kamu ingin tinggal disini"ucap papanya Langxu.


"Iya...pasti dia mencarimu....kasihan anakmu jika harus kamu ajak pergi dan berlari lari terus keluar"ucap mamanya Langxu.


"Aku tidak menyangka.....tuan Zu sangat jahat!!"sentak Langxu.


"Tidak apa...."ucap Xian sambil mengelus rambut Langxu.


"Kakak disini saja ya.....aku akan bermain dengan adik kecil lingyan..."ucap Langxu.


"Hahaha..."


"Kamu mirip sekali dengan Gaxie....kakak Langxu..."ucap papanya Langxu.


"(Tapi bukankah kembaran Gaxie sudah mati.... harusnya dia tenggelam bukan?)"pikir papanya.


"(Jika aku mengingat kejadian itu rasanya aku ingin kembali menangis)"pikir mamanya.


"Hahaha.... tidak perlu bersedih nak.... disini kami akan melindungimu dari tuan besar Zu...."


"Terimakasih...."ucap Xian sambil tersenyum.


Xiuwa kemudian menunggu di tepi pantai berharap Xian muncul di depannya.Wajahnya sudah mulai pucat.


"Xiuwa disini akan hujan apa kamu tidak mau pulang....ayo kita pulang..."ucap chenzu.


"...."


"Xiuwa kamu mendengar aku tidak?!!"sentak chenzu.


"..."


Chenzu kemudian meninggalkan Xiuwa di pinggir pantai.


Hujan seketika turun dengan deras.Chenzu hanya mengamati Xiuwa dari dalam mobilnya.Chenzu kemudian mengambilkan payung miliknya dan memberikannya kepada xiuwa.


"Ini pakailah agar tidak kehujanan"ucap chenzu.


"...."


Chenzu langsung memberikan payung itu ke tangan Xiuwa dan pergi meninggalkannya lagi.


"Astaga anak itu...."


"(Xian aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi yang terpenting pulanglah aku menunggumu....)"pikir xiuwa.


Kilatan petir terlihat.


"Ahhh kakak aku takut...."


"Tidak apa apa ....kak Xian ada disini...(kenapa badai datang begitu tiba tiba)"pikir Xian sambil melihat keluar jendela kamar.


"Xiuwa!!!ayo pulang....!!!"teriak chenzu.


Sekali lagi perkataan chenzu tidak didengarkan.Chenzu langsung menyeret Xiuwa dan memasukkannys kedalam mobil.


"Chenzu!!!"sentak xiuwa.


"Kau baru saja sadar???kau terus saja melamun...ku pikir dirimu rusak"ucap chenzu.


"Kembalikan aku ke sana!!!"ucap xiuwa.


"Kamu akan sakit...."ucap xiuwa.


"Chenzu!!!..."

__ADS_1


"Kamu mau memukulku lagi?kamu belum puas??"tanya chenzu.


Xiuwa langsung terdiam pandangan kosong seperti menghantuinya.Chenzu semakin kasihan tapi dia sudah tidak memiliki cara lain untuk membiarkan Xiuwa begitu saja.


"(Aku tidak berniat begini....tapi maaf...)"pikir chenzu.


Hari berlalu semakin cepat.Sudah hampir satu minggu Xiuwa masih tidak menemukan Xian.Xiuwa terus sakit sakit dan pucat.


"Sebenarnya apa yang terjadi??"tanya chenzu ke papanya xiuwa.


"Waktu itu aku hanya mengantar Xiuwa kerumahnya....dokter mengatakan jika Xiuwa tidak menghabiskan masa Rut nya dia bisa terus tersiksa karena panasnya"ucap papanya.


"(Jadi..... yang bisa kupikirkan waktu itu.... Xian masih belum mengerti maksud semua kehidupan manusia ini)"pikir chenzu.


"Kau menjelaskan bahwa Xiuwa membutuhkan omega sebagai obat masa Rut alpha... apakah kamu menjelaskan apa yang harus dilakukan omega ketika masa Rut nya?"tanya chenzu.


"Tidak....dia mengatakannya bahwa dia sudah mengerti...."Ucap papanya xiuwa sambil menggelengkan kepalanya.


"(Benar dugaanku...Xian pasti berpikir bahwa jika dia terlalu polos tidak mengetahui semua kehidupan manusia... pasti dia berpikir akan dicurigai bahwa dia seekor Shireen)"pikir chenzu.


"(Haishh kenapa semua ikan berpikiran dangkal)"pikir chenzu.


Xian merajut sebuah Syal yang berukuran besar.Xian sudah belajar banyak tentang kreativitas manusia.Dia berniat ingin menjualnya di musim dingin.


"Kakak...kakakk....lihat gambaran Langxu.....ini kakak Xian ini kakak Gaxie yang ditengah adek lingyan dan Langxu....."


"Eh?? kenapa wajah kakak digambar mirip seperti kakak Gaxie??"tanya Xian.


"Kakak Gaxie mirip sekali seperti kakak Xian..... tapi sekarang kakak Gaxie sudah pindah ke luar negeri karena sudah bersama istrinya disana"ucap Langxu.


"Ahh..... sangat cantik"ucap Xian sambil tersenyum.


Satu tahun kemudian.....


Waktu semakin berjalan hingga mencapai dihari malam natal.Xian mengendarai sepeda sambil membawa Syal buatannya.


Telepon berdering.


Drzttttt.... Drzttttt....


"Halo??"


"Halo.....kakak....harus pulang sekarang!!!kita harus merayakan malam natal bersama....ayo Kakak lihat lingyan sudah tidak sabar menunggu....wuhhuuuuu"kata Langxu dari telepon.


Xian kemudian menenteng sepedanya sambil berjalan di pinggiran.


Brugg...


"Aughh...maaf tuan...."kata Xian sambil menundukkan kepalanya.


"Xian...."


Angin dingin seketika berhembus kencang.Suara lirih dengan serak terdengar jelas di telinga Xian.


Xian kemudian mengangkat kepalanya dan melihat wajah seseorang itu.Wajahnya memucat.


"Xiuwa?!!!"sentak Xian yang terkejut menatap wajahnya.


"Apa kabar.....lama tidak bertemu..."ucap xiuwa.


"Ke...kenapa kamu bertanya padaku....su.. sudahlah aku tidak punya waktu"Ucap Xian.


Xiuwa menarik Xian dan tiba tiba memeluk Xian.


Raut wajah Xian seketika datar.Tangan Xian langsung menampar wajah Xiuwa.


Plakk...


"Xi..."


"Berhenti memanggilku Xian.... namaku adalah Gaxie....apa yang kau lakukan ada hak apa kau menghalangiku.."sentak Xian.


"Gaxie.... sejak kapan namamu menjadi Gaxie??aku hanya bertanya padamu sekarang.... apakah kita sudah berpisah secara resmi?!"tanya xiuwa.


Mata Xian hanya berkedut menatap kearah xiuwa.Tangannya mengayunkan tangan Xiuwa ke dadanya.


"Dengarkan aku....jika kamu benar benar tidak berpisah denganku.... apakah kau masih merasakan detak jantung yang sama seperti dulu?"tanya Xian.


Xiuwa membatu.

__ADS_1


"Shutt.... sudah cukup aku mau pulang..."


"Tampar aku lagi sampai benar benar kamu puas!!!"sentak xiuwa.


"Aku masih mengingat ekor ikan itu,aku masih mengingat ka


sebagai istriku....aku masih ingat jika kita melakukannya dan memiliki anak.... apakah kamu lupa aku ayahnya?"tanya Xiuwa.


"Lalu?? apakah dia membutuhkan ayah yang bejat seperti dirimu?"tanya Xian.


Xiuwa kembali kalah dengan perkataannya.Dia berpikir kembali karena kejadian itu hilang begitu saja.


"Aku tidak tahu berapa banyak wajah yang kamu gunakan saat ini.... tapi aku hanya mengiyakan"ucap Xian.


"Aku tidak mengerti?"


"Jadi.... menjauhlah dariku aku akan memaafkanmu"kata Xian sambil menenteng sepedanya.


Hati Xiuwa seperti terkoyak koyak.Xian kemudian pergi begitu saja tanpa menoleh ke belakang.


"(Inilah pertemuan kami kembali....aku masih takut dengan hari itu....dimana aku melihat Xiuwa dengan wujud iblisnya.....aku memang monster yang buruk....)"pikir Xian sambil menahan air matanya.


--------------


Brengsek kau seorang omega!!!!siapa yang menyuruhmu masuk ke sini!!!


Apakah kamu bercinta disini dan membawa anakmu kesini untuk melihatnya?!!"tanya xiuwa sambil menjambak rambut Xian.


"Ahhh... sakit xiuwa tolong lepaskan aku...apa yang terjadi padamu?"tanya Xian sambil menangis.


"Kamu tidak normal.... kenapa kamu menangis mengeluarkan mutiara?!!"teriak Xiuwa yang terbelalak melihat Xian.


Xian seketika terdiam.


---------------


Dihari itu Xian mulai membisu tanpa mendengarkan perkataan siapapun kecuali orang yang peduli dengannya.Xian kemudian menaiki sepedanya.


"(Sialll.....kenapa pertemuan kembali kami berakhir begitu dingin)"pikir xiuwa.


Xiuwa langsung menendang tiang listrik yang ada di depannya.


"Aku akan mendapatkannya....aku harus berjuang......ya....itu kebaikan keluarga kita"gumam Xiuwa.


Xian sampai di rumah.Xian kemudian memindahkan barang-barang nya ke garasi mobil.


"(Pertemuan tadi seperti badai besar yang baru saja usai)"pikir Xian sambil menahan air matanya.


"Xian..."


Dari belakang Xian seketika menepuk pundak Xian.


"Ahh...."


"Kenapa kamu melamun??"tanya Papanya Langxu.


"Ti... tidak tuan....aku hanya berkemas..."ucap Xian gagap


"Apa jualanmu laku banyak hari ini?"tanya Papanya.


"Hahaha.....dagangan hari ini tidak terjual cukup banyak.... mungkin orang orang lebih merayakan natal dirumah mereka masing masing dari pada harus berpegian..."balas Xian.


"Ohhh yasudah ayo masuk.... lingyan dan Langxu pasti menunggumu..."ucap papanya Langxu sambil mengambil kunci mobilnya.


"Umh"... Xian mengangguk.


Dari pintu rumah lingyan melihat Xian.


"Mama!!!"teriak Xian sambil merangkak cepat.


"Hummm anak mama....anak mama sudah besar ya..."kata Xian sambil menggendong lingyan.


"Ti...tidak kok kami hanya bermain puzzle...."Ucap Langxu.


"Hahaha tidak apa kok kakak bangga sama kamu dari kecil sudah bisa jagain lingyan gimana besar nanti...."ucap Xian sambil tersenyum mengelus rambut Langxu.


"Maa...biar Langxu punya adik baru...."


"Gak boleh!!! Gaxie sudah besar...."ucap mamanya Langxu memotong pembicaraan.

__ADS_1


"Hahahaha"semua tertawa geli di hari natal.


...******...


__ADS_2