
Xian menidurkan lingyan bersama boneka kelinci kecilnya di kamarnya.Xian kemudian kembali ke kamarnya dan melihat Xiuwa yang sudah meringkuk bersama selimutnya.
"Ughhh..."
"Xiuwa??..."
"Ahhh yang tadi aku minta maaf....aku bukan bermaksud untuk..... tapi memang aku tidak bisa"ucap Xian dengan terbata bata.
"Tidak apa.... hanya saja sikapku menyerupai bajingan "kata xiuwa sambil menahan sakitnya.
"Sekarang apakah kamu membutuhkan pertolongan....."tanya Xian.
"Tidak....."
"Kamu yakin??"tanya Xian sambil melepas bajunya.
"Ehhhh....xi... Xian...apa yang kamu lakukan"
"Anggap saja permohonan maafku "ucap Xian sambil meraba dada besar xiuwa.
"Ahhh sayang...."
-----------------
"Unghh.... Xian Xian....hei .. sudah pagi ayo kita siap siap"ucap xiuwa.
"Mmhhhh..... siap siap apa....."
"Kita akan kembali ke China...."
Xiuwa mengajak Xian untuk mandi.Mereka berdua kemudian bersiap siap.
"Ehh lingyan.... kita kembali ya ke China bertemu Paman chenzu sama Tante vyu...."ucap Xian.
"Ayo...."
Xiuwa dan Xian kemudian masuk kedalam mobil sedan hitam.Xiuwa langsung menjalankan mobilnya.Sesampainya di pelabuhan xiuwa kemudian memasuki kapalnya.
"Haha...yeayy kita sudah sampai.... nanti lingyan jangan nakal nakal di sana"
"Heheh...huiihiwa.."
Xian kemudian mengambil ponselnya dan selfie bersama lingyan dan Xiuwa.
"Ayo senyum......"
Cekrikkk..
"Wahh...."
"Nanti kita mencetaknya"ucap xiuwa.
Xiuwa dan Xian pun keluar dari kapal dan di depan mereka mereka sudah disambut beberapa pengawal pribadi dan Chenzu.
"Xiuwa...."
"Heiii apa kabarmu..... astaga urusan kantormu sangat merepotkan.....heii apakah ini bayi kecil lucu itu...."
"Hwahawhaw....hah"lingyan kemudian mengoceh sambil tersenyum geli melihat chenzu.
"Hahahaha kau sangat menggemaskan sayang....."chenzu seketika mengambil lingyan dan menggendongnya.
Dari arah samping seketika mobil mewah sport datang.Seketika itu kaca mobil itu terbuka dan terdapat pengendara wanita cantik mengenakan kacamata hitam.
"Siapa dia...."tanya chenzu.
"Hah...."wanita itu kemudian membuka kaca matanya.
"Nona?!!!"Xian seketika terkejut melihat Vyu yang berada di dalam mobil itu.
"Xiannn.....ayo masuk"ucap Vyu.
Xian dan lainnya kemudian masuk ke dalam mobil.
"Ahh sudah 10 bulan ya kira kira...."kata Vyu.
"Kau dapat dari mana mobil ini?!"tanya xiuwa yang spontan terkejut.
"Hahahaha aku hanya merebut apa yang menjadi milikku"kata Vyu.
"Hah?? tidak masuk akal..."kata Xiuwa sambil memalingkan wajahnya ke arah jendela mobil sebelahnya.
"Aku akhirnya berhasil menjatuhkan keluarga Ruo...... harta keluarga Ruo sekarang menjadi milikku...astaga seluruhnya...."ucap Vyu.
__ADS_1
Seketika semua terkejut dan menatap Vyu dengan tajam.
"No...nona menggunakan harta keluarga Ruo?"tanya Xian yang masih tidak percaya.
"Keluarga Ruo apa hancur begitu saja?"tanya chenzu.
"Kau membeli ini dengan mobil ini dengan uang uang itu?"
"Apakah menurutmu ini sepele"seketika semuanya mengucapkannya dengan serempak.
"Ya...begini...."kata Vyu dengan kata singkat.
"Ahhh apakah ini bayimu Xian...."tanya Vyu.
"Iya ... namanya Zu Lingyan...."
"Hai lingyan...kamu ingat tidak kita pernah berbicara ketika kamu didalam perut..."
"Aneh aneh saja bertanya anak masih bayi mana mungkin mengerti itu"ucap chenzu.
"Lingyan orang gila itu tidak perlu di dengarkan ya....."ucap Vyu.
"Heii....kau mengajari anakku berbuat buruk kalau terus menerus seperti ini aku dan Xian akan keluar dari mobil ini"balas xiuwa.
Seketika semua terdiam.
"Huw...huawe...heheheh"oceh lingyan.
"Ahhh astaga lucunya.....Xian dia sangat cantik seperti dirimu"ucap Vyu.
"Ya....dia juga penurut..."
"Waw...aku sudah menduga hal ini.....tapi apakah kamu tidak ingin merayakan pernikahanmu?"tanya chenzu.
"Pernikahan....itu pernikahan yang sederhana sudah membuatku merasa cukup"kata Xiuwa.
"Aku sudah merasa bahagia...."jawab xiuwa dengan senyum.
Semua seketika menatap wajah xiuwa.
"Xiuwa jika kamu sangat menginginkannya.....aku juga akan mengikutinya..."ucap Xian sambil memopong lingyan.
Xiuwa kemudian menyentuh tangan lingyan.
Xiuwa kemudian berciuman mesra dengan Xian.
"Ahhh sepasang suami istri ini..."
"Baiklah.....aku tidak akan menggangu kalian..."ucap chenzu.
Vyu kemudian mengendarai mobilnya ke arah rumah xiuwa.Xiuwa dan Xian kembali ke rumah lamanya.Pemandangan rumah itu masih sama.
"Xiuwa ini masih sama seperti dulu"kata Xian sambil tersenyum.
"Kita memulainya dari titik nol hingga saat ini"ucap xiuwa sambil memandang Xian.
"Pertama kali.... sepertinya aku belajar menjadi pembohong di sini"kata Xian sambil ingin menangis.
"Kau ingat kita melakukan hubungan intim setelah hujan membasahi tubuhku dan merubahku.....kau justru memaafkanku.... bagaimana tidak....aku sudah membuat kesalahan fatal waktu itu....tapi kau malah melarangku untuk pergi...."kata Xian sambil ingin menangis.
"Huw... huwaaaaa...."
Lingyan tiba tiba menangis dengan keras.
"Xian apa yang terjadi?"tanya Vyu.
"Kau membuatnya menangis.....apa yang kau lakukan?!!"sentak Vyu.
Xiuwa hanya membatu tanpa mengatakan sepatah kata apapun.
"Dia jahat padamu.....heii lingyan sudah jangan menangis....jika papamu menyakiti mamamu...Tante akan memukulnya dengan keras...."ucap Vyu.
"Heiheiiii.....apa maksudmu....aku tidak melakukan hal apapun.... hanya saja...."
"Tidak nona....ini hanya karena aku mengenang masa lalu kita pertama kali....jadi aku sempat terbawa suasana"ucap Xian sambil menghapus air matanya.
"Xian tidak perlu kamu mengingatkanku tentang kesalahan kesalahan itu"ucap xiuwa.
"Haihhh sekarang kita pikirkan masa depan lingyan dan keluarga kita....."kata xiuwa.
"Masa lalu apa itu masa lalu kalian.... bisakah sedikit berbagi kisah"ucap Vyu.
"Tidak...aku sudah bilang cukup...."kata Xiuwa sambil merangkul pundak Xian.
__ADS_1
"Nona Vyu....ada yang ingin aku bicarakan denganmu.... apakah anda bisa menjadi baby sitter lingyan...."
"Ohh dengan hati....hahahaha"
"Xiuwa bagaimana dengan aku?!!kamu tega..."
"Kamu kan mempunyai pekerjaan.....lagi pula bukankah di rumah sakit sibuk "ucap xiuwa.
"Hahahaha.... bahkan orang terdekatnya tidak bisa diandalkan "ucap Vyu sambil menjulurkan lidahnya.
"Kau mengejekku?!!! dasar anjing sialan"sentak chenzu.
"Haw...huwaaaaaaa...hah...huwaaa"lingyan menangis lagi.
"Astaga sayang.....Shu...Shu...anak baik"
"bayi saja bisa takut padamu....biar aku saja...."ucap chenzu.
Seketika tangan Vyu melayang dan dengan tatapan tajamnya Vyu langsung menampar wajah chenzu.
Plakkk.....
Lingyan seketika terdiam dari tangisnya.
"Aww....(wanita sialan)"pikir chenzu sambil memegang pipinya yang merah.
"Aku lebih menyarankan kau tidak banyak berprotes....aku akan mengubah selalu jadwal kalian dan bergantian mengasuh lingyan"kata Xiuwa sambil memegang kepalanya.
"Haishh.... tidak apa aku akan menyiapkan kamar untuk lingyan"kata xiuwa.
"Tunggu disini....aku akan menyiapkan makanan ringan... silahkan kalian lanjutkan"ucap Xian.
Seketika suasana di dalam ruang tamu menjadi dingin.
"Keluarga Ruo adalah keluarga terhormat dan terpandang.... bagaimana bisa kamu.....haisshhh apakah dengan membunuhnya kamu masih belum puas?"tanya xiuwa.
Lingyan hanya diam sambil mengoceh.
"Aku hanya mengambil hakku ....jadi, apakah aku salah? apakah dari semua yang aku lakukan salah?"tanya Vyu.
Semua terdiam sejenak mendengar perkataan Vyu.Xiuwa kemudian mencoba mengambil langkah kata katanya.
"Aku cuma ingin bahagia....itu saja.."kata Vyu sambil menahan air matanya.
"Nona bukan seperti itu membalasnya kau cukup diam dan menenangkan diri"kata xiuwa.
"Untuk apa?! bukankah kamu juga menggila di waktu bersamaan...kau tidak ingat?kau membunuh pengawal pribadi keluarga Ruo hanya untuk Xian.."
Xiuwa kemudian membatu tidak mengeluarkan satu kata apapun.
"Kau pikir kau jauh berbeda dariku?"kau melakukan itu untuk apa?? bukankah membalasnya untuk orang yang kamu cintai?"tanya Vyu.
Chenzu seketika memukul meja dengan keras.
Bragg....
"Cukup!!Berdebah brengsek!!! wanita sialan....kau bisa tidak untuk membuatnya trauma lagi.."sentak chenzu.
Seketika lingyan menangis dan membuat seluruh ruangan terkejut.
"Ehh...shut... sayang jangan nangis..... nanti papa ikut nangis lho..."ucap xiuwa.
"(Jika lingyan menangis Xian akan terkejut)"
Tiba tiba lingyan tertawa sambil menatap papanya dengan serius.
"Hawwhahaha...."
Xiuwa seketika terkejut merasakan pahanya yang basah dan melihat ke arah lingyan dengan serius.
"Pesing sekali"ucap Vyu.
"Haiisshhh.... lingyan!!! astaga..."Xiuwa kemudian menepuk kepalanya.
"Kamu mengompol?"tanya xiuwa.
Lingyan hanya tertawa melihat Xiuwa.
"Ahh... sepertinya aku harus memakaikanmu popok"kata xiuwa.
"Aku memakaikan lingyan popok.... kalian lanjutkan saja"ucap xiuwa meninggalkan Chenzu dan Vyu sendiri.
"Jadi kita berdua lagi?"tanya chenzu.
__ADS_1
...*********...