Menikahi Pria Laut

Menikahi Pria Laut
Bab 32


__ADS_3

Zinwen terus memikirkan ketika dia masih bersahabat dengan Xiuwa.


"Xiuwa!!!"


"Ka...kamu iblis.... lepaskan aku!!!"ucap xiuwa dengan ekspresi wajah sedihnya.


"Xiuwa kenapa kamu ingin mengakhiri persahabatan kita..."


"Persahabatan kita tidak ada gunanya...ini tidak dibandingkan dengan mamaku"ucap xiuwa terus menangis.


"Ka..kamu merebut papaku"lanjutnya sambil menangis.


"Zinwen!!! sudah cukup apakah kamu tidak bisa melihat Xiuwa sedang menangis!!!pergi sana jauhi kami dasar sampah!!!"ucap chenzu ketika masih kecil.


"Orang lain tidak munafik seperti dirimu!!"lanjut ucap chenzu.


"Kenapa kamu mengambil papanya bahkan disaat mamanya sakit.....kau tidak punya hati.... bagaimana kamu hidup selama ini.... apakah kamu adalah benalu?!!!!"teriak chenzu.


Seketika zinwen langsung memegangi kepalanya dan menangis setelah berhenti melamun.


"(Jika saja ada waktu.....aku akan mencegah ini)"


------------


"Xiuwa ayo....ini kakakmu sekarang namanya zinwen"ucap papanya kepada xiuwa yang masih kecil.


"Apa?!!aku tidak mau!!!"ucap xiuwa.


"Xiuwa..."


"Apa?!!!kamu tidak pantas menyebut namaku lagi....pergi kamu jauh jauh"kata xiuwa sambil mendorong zinwen.


"Aghh..."


"Zinwen kamu harus bersabar untuk menghadapi Xiuwa yang keras kepala.... suatu saat kita akan merebutnya kembali apa yang seharusnya kita miliki "bisik mamanya zinwen.


"Maksud mama?!!"


Lamunan zinwen terus berputar di benaknya.


"(Harta..... tujuan aku kesini hanya harta xiuwa...)"pikir Zinwen.


Renxu meninggalkan ruang tamu dan langsung pergi ke kamarnya.


"Zinwen apa yang sedang kamu pikirkan??"tanya mamanya.


"A...aku??ma... sebaiknya akhiri permainan ini aku sudah muak..... bisakah mama mencari yang lain??? tolong kasihani xiuwa dia sudah tidak punya mama"ucap zinwen.


"Zinwen....apa yang kamu katakan??mama kamu ini juga mamanya bukan??jadi janganlah berhenti di tengah jalan sebelum sampai di tujuan.... ini hanya sedikit lagi "ucap mamanya sambil menepuk pundak zinwen.


"Aku mau pergi...."ucap zinwen.


"Zinwen!!"


Zinwen keluar dan menaiki mobilnya lalu pergi ke luar rumah.Paanya Xiuwa yang dari tadi diam seketika menghubungi xiuwa.


DRZTTTTT... DRZTTTTT.......


"NOMOR YANG ANDA TUJU TIDAK DAPAT DIHUBUNGI COBALAH BEBERAPA SAAT LAGI..."


"Apakah aku harus menghampirinya?"ucap papanya xiuwa.


Benturan keras terdengar.


bugghh....


"Ugh..... xiuwa pelan pelan"


"Sayang bukankah ini malam pertama kita??"ucap xiuwa terus menggenjot tubuh Xian.


"Hickk....umhh..."


"Apakah kamu sangat menyukai posisi seperti ini???Ughh sepertinya aku akan keluar"ucap xiuwa.


"Tu.. tunggu ada yang salah.....umhh... apakah kamu tidak memakai pengaman???"


"Hmm? maksudmu ******???aghh sayang~~aku sudah mengatakannya kepadamu bukan???aku ingin memiliki anak bersamamu??"ucap xiuwa sambil terus bergerak.


Wajah Xian seketika memerah.

__ADS_1


"Umh...ughhh.... xiuwa ku... kupikir kamu sudah gila"ucap Xian sambil menahan erangan.


"Haishh....sial kau sangat imut "


"Ughh... xiuwa...!(astaga terlalu dalam) xiuwa aku...."


"Apakah seperti ini??hmmm?"


"Aghhh... xiuwa cu... cukup...."ucap Xian sambil menyentuh dada besar milik xiuwa.


"Kamu mau???ugh... Xian kau tahu betapa imutnya dirimu"ucap xiuwa.


"Aghh...ti.. tidak...


Tok....tok....tok...


"Helloo ... apakah ada orang didalam??"tanya chenzu yang terus memanggil Xiuwa.


"Umhh... sepertinya itu tuan chenzu.... xiuwa sebaiknya kita berhenti...."ucap Xian.


"Haisss...."


Xian langsung bergegas memakai bajunya dan membukakan pintunya.


"Heii....aku ada sedikit oleh oleh....hahh kemarin aku pergi keluar kota jadi hanya ini yang bisa aku bawakan"ucap chenzu.


"Sepertinya enak....ayo masuk"kata Xian.


Chenzu terus memperhatikan belakang Xian.


"Xian itu dibelakangmu kenapa basah?? apakah kamu mengompol??"tanya chenzu.


"Umh???ti... tidak"ucap Xian dengan wajah memerah.


"(Bau apa ini.... astaga sangat menjijikkan)"pikir chenzu.


"Kenapa kamu membawanya masuk??"tanya xiuwa dengan mengenakan jubah tidurnya.


"Aku tahu apa yang sebenarnya terjadi.... astaga..."gumam chenzu sambil menepuk kepalanya.


"Aku mau mengajaknya makan kupikir tidak baik jika mengabaikannya begitu...."ucap Xian sambil menyiapkan makanan.


"Bisakah kamu tidak mengganguku disaat malam pertamaku"ucap xiuwa.


"Hehe .... Aku sangat hebat"ucap xiuwa.


"Jangan bersombong diri?...kamu lupa ya aku bakal menempati tempat ini jika kamu kalah taruhan.... hahaha bagaimana apakah Xian sudah hamil???"


"Aku sudah mengatakannya beri aku waktu...apa kau pikir bayi itu dibuat dari terigu gandum"ucap xiuwa.


"Apa yang kalian bicarakan??"tanya Xian sambil membawakan makanan dan kopi.


"Umh... hanya sebuah petisi... Xian bolehkah aku meminta makanan yang sama seperti yang kamu buatkan untukku waktu itu??"ucap chenzu dengan wajah memelas.


"Ahmm... baiklah..."


"Kau merepotkannya ... sayang tidak perlu membuatnya... biar aku saja"ucap xiuwa sambil bangkit dari tempat duduknya.


"Tidak perlu..."kata Xian.


"Astaga pasangan ini..."gumam chenzu.


Tok....tok...tok..


"Tidak mungkinkan xiuwa memiliki tamu di malam hari selain aku??"gumam chenzu sambil melihat


Ke arah pintu yang diketuk.


Chenzu menghampiri pintu itu dan membukanya.


"Iya siapa....."tanya chenzu.


Wajah papanya xiuwa seketika membuat chenzu terkejut setelah melihatnya.Kopi yang baru saja dia minum seketika dimuntahkan.


"Chenzu?? apakah kamu baik baik saja???"tanya papanya xiuwa dengan ramah.


"Ahaha Paman kenapa bisa disini??"tanya chenzu.


"Aku mencarinya dirumah tidak ada.... kemarin dia tidak pulang... sudah pasti dia disini "ucap papanya xiuwa.

__ADS_1


"Umh....ya.. tapi Paman..."


"Xiuwa ada didalam kan??"tanya papanya.


"(Astaga aku tidak mungkin membiarkannya masuk begitu saja....)"


"Baiklah paman ayo silahkan masuk...."ucap chenzu.


"(Xiuwa pasti marah besar padaku)"


Papanya masuk ke rumah xiuwa dan tidak sengaja melihat Xiuwa dan Xian yang memasak sambil berpelukan.


"Hah... xiuwa!!!!"teriak papanya ketika terkejut melihat itu.


"Pa...papa?!!!"xiuwa seketika melepaskan pelukannya.


"(Apakah ini papanya xiuwa??)"pikir Xian dengan ekspresi takut.


"Kenapa papa disini???"


"Apa yang baru saja kamu lakukan?!!kau memeluk pria ini?? Xiuwa apakah sebenarnya kamu gay??!!"


"Pa...aku...aku hanya....haishh aku gay kenapa??papa tidak bisa menerimaku jika aku seorang gay??"kata xiuwa.


"Apa ini yang Renxu kesepakatan di antara kalian?!!!"


Xiuwa memegangi tubuh Xian dengan erat dan meyakinkan Xian untuk tidak takut.


"Dia istriku..."


"A..apa?!!! kalian sudah menikah?!!"tanya papanya yang shock melihat Xiuwa.


"Bukankah papa mengajariku untuk berselingkuh??aku lebih pintar bukan??"tanya xiuwa.


"Xiuwa... maafkan papa...papa tidak bermaksud"


"Papa ingin menghabisi ku karena ini??"tanya xiuwa dengan tegas.


"Xiuwa papa minta maaf jadi kembalilah...papa tidak mau kamu seperti ini"ucap papanya xiuwa.


"Sekarang kamu takut???aku pernah berkata didunia ini hanya ditempatkan ribuan dan puluhan brengsek...."


"Xiuwa maafkan papa...papa tidak ingin menjauh darimu lagi"


"Kenapa kamu merasakan kesengsaraan hidup???hahaha.....kamu tidak ingat kamu sering meninggalkan aku dan mama demi selingkuhanmu???"tanya xiuwa.


"Sekarang kamu berlutut demi aku??? bukankah itu konyol...."tanya xiuwa.


"Xiuwa cukup dia papamu....aku tidak mau kamu bertengkar ingat dia satu satunya keluarga yang kamu miliki "ucap Xian.


"Tuan besar??? apakah anda mau makan bersama kami disini??"tanya Xian.


"Nak.... kenapa kamu baik sekali pada orang tua rendahan seperti aku....aku hanya menginginkan anakku"ucap papanya xiuwa sambil mengusap air matanya.


"Xiuwa apakah kamu masih menyimpan dendam itu??"tanya Chenzu.


"Kematian mama itu semua karena pria ini.... untuk apa aku memaafkan pria ini yang secara tidak langsung membunuh mamaku"ucap xiuwa dengan senyum sinisnya.


"Xiuwa....mamamu pasti bahagia melihat kamu kembali bersama papamu.... Karena dia tidak pernah melihat anaknya sering dan bersama papanya...."ucap chenzu.


"Aku harus melupakan semua kenangan pahit itu??? apakah aku tidak waras??? orang mana yang bisa seperti itu???"ucap Xiuwa.


"Xiuwa jika kamu masih seperti ini....aku akan pergi dan tidak akan pernah kembali selamanya...."ucap Xian.


"Nak kamu tidak perlu...."


"Aku juga punya keluarga"ucap Xian.


"Xian kamu ....."


"Xiuwa aku mohon demi aku....aku mohon"ucap Xian sambil memeluk erat xiuwa.


"Aghhh... baiklah beri aku waktu..."


"Aku juga ingin mengatakan padamu bahwa sebelum aku mati.... tolong ambil surat wasiat yang aku simpan di halaman kampung rumah mamamu"


"Tunggu apa maksudmu?!!!"tanya xiuwa dengan tegas.


"Dan pergi sejauh mungkin..... keluarga Ruo akan membunuhmu jika dia tahu kamu berselingkuh....jadi sebelum terlambat... lakukan itu Xiuwa papa tidak bermaksud meninggalkan dirimu dengan ibumu.... hanya saja suatu saat nanti kamu akan mengetahui tentang keluarga Zu"ucap papanya.

__ADS_1


"(Aku tidak mengerti maksud perkataan papanya xiuwa)"gumam chenzu.


...******************...


__ADS_2