Menikahi Pria Laut

Menikahi Pria Laut
Bab 14


__ADS_3

Xian membukakan pintunya.Xian terkejut seketika xiuwa langsung menerobos masuk ke dalam kamar mandi.


"xiuwa.... kita sudah melakukannya kemarin....aku baru saja mandi...."


"harum..."kata xiuwa sambil memeluk Xian.


"Ummm...aku tidak memakai sabun apapun...aku belum sempat membelinya... nanti maukah kamu menemaniku ke supermarket??"tanya Xian.


"baiklah aku akan menemanimu..."


"sekarang aku harus bersiap siap untuk bekerja..."ucap Xian.


"kamu yakin tidak sakit??"tanya xiuwa sambil menyentuh punggung Xian.


"Ughh... jangan menekannya seperti itu....itu sakit"ucap Xian.


"baiklah....ini pakailah jubahnya dan segera mengganti pakaianmu... Chenzu akan mencurigai kita nantinya "kata xiuwa sambil membelai Xian dengan lembut .


xiuwa mencium Xian dengan lembut.Xian membalas ciuman xiuwa dengan hal yang sama.


"aku mencintaimu"ucap Xian sambil memeluk erat xiuwa.


"xi... Xian..kau belum memakai jubah mandimu.... jangan memelukku dengan e.. erat "kata xiuwa gelagapan


"ehh.."Xian terkejut dan melihat ke arah bawahnya xiuwa yang tegang.Xian terkejut dengan segera langsung memakai jubah mandinya.


Wajah xiuwa seketika memerah kemudian Xian berlari ke kamar.Xiuwa melihat Xian dengan tersenyum.Chenzu seketika datang di hadapan xiuwa.


"heiii...."


"apa?"tanya xiuwa dengan wajah datar.


"kemarin malam kamu melakukannya dengannya... xiuwa aku mendengarnya sendiri"


"lalu kenapa kamu tidak bangun dan langsung mengejutkanku dengannya...."ucap xiuwa.


"kamu lupa ya.... kemarin wajahmu sudah menekuk seperti itu...aku hanya saja mengasihi dirimu....."ucap chenzu sambil menyilangkan tangannya.


"sudah sana aku mau mandi ...kau boleh pergi sekarang.... bukankah kamu sibuk pak dokter..."ucap xiuwa sambil menutup pintu kamar mandi.


Brakk.....


"xiuwa!!!"


Xian bersiap siap untuk berangkat bekerja karena kemarin dia belum sempat izin tidak hadir.


"Xian mau ku antar??"tanya xiuwa sambil memeluk Xian di depan cermin.


"tidak perlu aku akan berjalan seperti biasanya"ucap Xian.


"bagaimana nanti kamu pingsan... bagaimana nanti kamu jatuh.... bagaimana nanti kamu diculik"ucap xiuwa panjang lebar.


"(xiuwa apa yang kamu pikirkan....)"batin Xian merasa tidak enak.


"tidak perlu... lagi pula setiap aku berjalan tidak ada hal yang aneh...."jawab Xian.


"maksudmu kamu tidak nyaman jika aku mengantar dirimu? Xian kamu begitu jahat padaku...."rengek xiuwa sambil memeluk erat Xian.


"MMM.. bukan begitu hanya saja sedikit aneh...aku tidak terbiasa dengan hal itu"jawab Xian sambil membelai wajah xiuwa.


"umhh..


seketika Xian mencium xiuwa dengan lembut dan menatap mata xiuwa dengan seksama.


"xiuwa untuk saat ini terimakasih telah membantuku.... jadi ajarkan aku menjadi anak yang mandiri..... agar aku bisa menjadi pria yang kuat seperti dirimu "ucap Xian sambil tersenyum.


"Xian aku menyayangimu.... jangan pernah pergi walau suatu saat nanti semua akan memisahkan kita "ucap xiuwa sambil membelai wajah Xian dengan lembut.


"umh...aku juga sangat menyayangimu "ucap Xian sambil memeluk erat xiuwa.


Chenzu yang tidak sengaja lewat di depan kamar xiuwa mendengar percakapan Xian dengan xiuwa.


"xiuwa kamu memang tepat memilih pasangan"gumam chenzu di depan pintu kamar xiuwa.


Chenzu datang menghampiri xiuwa.

__ADS_1


"xiuwa aku pamit untuk kembali.....jika kamu butuh bantuan jangan lupa menghubungi aku..."ucap chenzu.


"baiklah Terimakasih atas bantuanmu"


chenzu pergi dari rumah xiuwa.Xian bersiap siap untuk berangkat.Xiuwa sudah merapikan pakaiannya dan bersiap siap berangkat bekerja.


"kau melayani diriku seperti seorang putri.. jangan lupa yang aku katakan barusan...aku sangat menyayangimu"kata Xian sambil tersenyum.


"hahaha... tidak perlu lagi...aku sudah gila karena dirimu"ucap xiuwa sampai mencubit hidung Xian.


"bisakah kau tidak melukai wajahku ini..."gerutu Xian.


Seperti pagi biasanya Xian berjalan menyusuri trotoar dipinggir sungai.Xian kembali hadir ke cafe.


"Xian apa yang kamu perbuat disini..."tanya Chiwa dengan dingin.


"tidak ada apa apa...."kata Xian sambil mengabaikan Chiwa.


"hei kau kau mau tahu customer kita pada protes keras karena kamu tidak ada...."


"tidak apa apa.... Xian kamu boleh bekerja kembali"kata nona vyu.


"ehh... nona vyu tidak marah padaku??"


"kemarin pacarmu mengirimi aku pesan bahwa kamu tidak bisa berangkat karena sakit....dia juga mengirimi fotomu ketika sakit"kekeh vyu.


"xiuwa mengirimkan nona pesan??"


"pesan?"sambung Chiwa.


"bahkan kamu tidur seperti bayi kecil yang baru saja dilahirkan.... sepertinya pacarmu sangat sayang padamu"tawa kecil vyu.


Mereka semua terdiam sambil menggaruk kepalanya.


"sudah sudah ayo bekerja...."ucap vyu sambil menepuk tangannya.


Semua bekerja seperti biasanya.Cafe dipenuhi dengan pesanan customer semuanya disibukkan dengan pekerjaannya.


Jam makan siang datang.Seperti biasanya xiuwa datang dengan membawa makanan untuk dimakan bersama Xian.


"Xian...."kata xiuwa sambil melambaikan tangannya.


"heii jaga jarak kalian ini ditempat umum tahu...."kata vyu sambil berdiri di samping pintu cafe.


"hmhmhmhmhm.... nona vyu sebenarnya xiuwa ini tidak bermaksud begitu...dia hanya sedikit posesif"tawa kecil Xian.


"kamu mau membongkar semuanya..."kata xiuwa sambil mencubit pipi Xian.


"hahaha.. tidak kamu tidak perlu begitu...."sambung Xian.


"aku membawakan makanan..... kalau yang ini kamu pasti menyukainya...."


"ah...apa itu "


semua orang yang ada di cafe melihat Xian dengan Xiuwa yang sedang bermesraan.Semuanya menatap dengan tajam.


"Ahhh.. yang dilakukan pasangan ini...aghh sangat lucu..."


"Xiuwa mereka mengamati kita seperti itu... sebaiknya kita makan siang di luar...."ucap Xian.


"biarkan mereka kita"


"xiuwa aku tidak nyaman jika seperti ini..."kata Xian.


"hahaha.... baiklah.."


xiuwa membuka makanannya.Xiuwa membawakan desert cake sweet.


"xiuwa ini sepertinya sangat enak...aku mau satu"ucap Xian sambil menatap kuenya dengan serius.


"iya ini aku memberikannya khusus untukmu apakah kamu menyukainya?"tanya xiuwa sambil tersenyum.


"rasanya sangat enak....enak sekali..."ucap Xian sambil memakan kuenya dengan serius.


"kamu bisa makan dengan benar... sampai berantakan seperti ini"kata xiuwa sambil mengelapi mulut Xian.

__ADS_1


"umhh... xiuwa apakah kedepannya kita akan selalu bersama?"tanya Xian.


"kenapa kamu bertanya seperti itu kepadaku"jawab xiuwa sambil menundukkan kepalanya.


pandangannya seketika murung.Xiuwa menatap kuenya dengan tatapan kosong.Xian hanya memperhatikan xiuwa yang kembali melamun.


"Xiuwa?? apakah pertanyaan tadi menyulitkan dirimu??"tanya Xian sambil memperhatikan xiuwa dengan tajam.


"tidak akan"singkat xiuwa.


"maksud kamu apakah kita tidak akan bersama?"tanya Xian


"tidak... aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi....kamu lihat aku dan percaya padaku...itu tidak akan terjadi"ucap xiuwa ingin menangis dihadapan Xian.


"xiuwa aku tidak bermaksud membuat dirimu menangis... maafkan aku"


"tidak ini hanya debu yang membuat mataku perih"ucap xiuwa sambil mengusap air matanya.


"xiuwa aku tidak mau kamu menangis seperti ini maafkan aku"ucap Xian.


"aku tidak akan menangis lagi... sudah tidak perlu merasa bersalah...."kata xiuwa sambil meyakinkan Xian.


"aku takut kamu akan menangis lagi karena aku"ucap Xian sambil menundukkan kepalanya.


"hahaha... kamu berpikir seperti itu?"tanya xiuwa sambil tertawa.


"jangan berpikiran hal konyol seperti itu"ucap xiuwa sambil memakan kuenya.


Suasana seketika menjadi hening.Xiuwa mengamati Xian dengan serius.Xiuwa memakan makanannya sendiri.Waktu makan siang sudah berakhir.Mereka akan segera kembali bekerja.


Cup..


umhh....


Xian seketika mencium xiuwa dengan kuat.Xiuwa terkejut dengan apa yang terjadi pada saat ini.Xiuwa membalas ciuman Xian dengan hal yang sama.


"jangan menangis..."kata Xian sambil berlari ke dalam cafe dan melambaikan tangannya ke arah xiuwa.


xiuwa melambaikan tangannya ke arah Xian.


Xiuwa mengendarai mobilnya dan kembali ke kantor.Xiuwa berhenti di pinggir jalan dekat taman.Xiuwa merokok dan melamun.


"(Menikah.. menikah...aku belum tahu apa itu pernikahan....)"


"(Langit? apakah langit pernah berjanji padaku untuk tidak membuat diriku terlelap dalam tidurku....dia juga berjanji akan menjaga mama disana.... apakah dia menepati janjinya)"pikir xiuwa.


"Jika mama masih disini....aku akan membawanya pergi jauh dari papa.... Xian kau membuatku melupakan semua kenangan pahit itu... Xian ajaklah aku semakin dalam....agar aku tidak bisa mengingat kenangan pahit itu lagi"gumam Xiuwa sambil merokok.


Motor besar sport berpapasan dengan xiuwa.Seseorang menyapa xiuwa.


"Heii...kamu kenapa berhenti di sini apakah tidak ada pekerjaan?"kata vyu.


"Kau!!!... kenapa kau selalu ada di mana mana....."kata Xiuwa.


"Ckckck... heii....kamu tidak perlu banyak berpikir"


"Ngomong ngomong.... motormu tinggi...dan kamu wanita.."


"Terus masalahnya??ini rahasia ya.... sebenarnya aku adalah pembunuh bayaran...."ucap vyu sambil tersenyum.


"A..apa... pembunuh? kenapa Xian bisa mengenal wanita seperti ini"kata xiuwa dengan spontan.


"Pacarmu itu orang yang sangat polos.... jadi jangan pernah kamu memanfaatkan kekurangan orang lain...aku juga tahu kamu adalah seorang pembunuh..."ucap vyu.


"Kenapa kamu meyakinkan bahwa aku pembunuh??"tanya xiuwa dengan nada santai.


"Keluarga Zu...aku dengar salah satu putra dari keluarga Zu akan dinikahkan dengan keluarga Ruo"


"Apa maksudmu... kamu ingin mengancamku memberi tahukan kepada Xian.."kata xiuwa dengan sinis.


"Tidak....aku sudah menebaknya.... kamu kan yang akan dinikahkan...aku juga tahu bahwa keluarga Ruo adalah mafia"kata vyu sambil tersenyum.


"Darimana kamu tahu semuanya..."


"Sebenarnya...target yang ingin kubunuh adalah Ruo Wang Lee..."ucap vyu dengan santai.

__ADS_1


"Apa?!!!"


...*****************...


__ADS_2