
Xian hanya tertawa tawa berbincang dengan chenzu.Suasana dapur semakin heboh karena adanya chenzu.
"Chenzu...aku membuatkan steak dengan mentega dan telur setengah matang.....aku mencampurnya dengan keju dan paprika.....lalu kutambah sedikit bubuk cabai dan kubakar atas luar telur... apakah kamu mau mencobanya??"tanya Xian sambil menyuguhkan makanan itu.
"Waw... Xian makanan ini seperti makanan kelas atas....aku akan mencobanya"kata chenzu mengambil garpu dan pisau untuk mengambil dan memotong dagingnya.
"Umhh~~"
"Amazing...."gumam chenzu sambil memakan makanannya.
Hari semakin sore.xiuwa cepat cepat kembali ke rumahnya.Setelah xiuwa sampai di rumah.Xian dan chenzu tertidur di ruang tamu dengan makanan tergeletak diatas meja.
"Xian--"bisik xiuwa.
"Umh... xiuwa"jawab Xian sambil mengucek matanya.
"Umhhh...."
Seketika xiuwa mencium Xian dengan kuat hingga Xian tidak bisa bernapas dengan tenang.
"Ugh ... xiuwa...."
"Shutt nanti chenzu bangun melihat kita bagaimana..."kata xiuwa.
"MMM..."
"Xian...kau habis makan apa...mulutmu rasanya seperti seperti makanan restoran...sangat enak..."ucap xiuwa.
"Aku hanya memasak beberapa daging"jawab Xian.
Xiuwa terus memojokkan Xian sehingga Xian tidak bisa berdiri sendiri.
"Tu...tu..tunggu xiuwa.... Ughh...."
"Sayang kamu sangat imut...kau tahu??"ucap Xiuwa sambil mencubit pipi Xian.
"Xiuwa kemarin malam kita sudah melakukannya.... biarkan aku istirahat...."ucap Xian sambil memohon.
"Baiklah.....aku tidak akan memaksamu"
"Bolehkah aku meminta ciuman itu kembali"ucap Xian
"Sini...."ucap xiuwa dengan pelan.
Xiuwa mencium Xian dengan lembut.
Umh.....
Chenzu terbangun dari tidurnya tanpa sadar dan mendengar suara suara aneh di belakangnya.Dia tidak berani menoleh dan melihat.
Cup..
Cup..
"Umh..."
"(Sial aku terjebak di sini...yang benar saja mereka melakukannya di depanku....)"
"Ughh xiuwa...."
"(Aghhh rasanya aku ingin menghilang dari sini.....)"
Prangg....
Piring yang ada disamping chenzu seketika jatuh dan membuat terkejut Xian dan xiuwa yang sedang berciuman.
"(Huhu...kenapa hariku sangat sial)"pikir chenzu mengeluh.
"Chenzu....kamu sedari tadi sudah bangun bukan??"ucap xiuwa sambil melototi chenzu.
"Xiuwa aku benar benar minta maaf... jujur punggungku sakit tidur di meja seperti ini.... bisakah aku tidur disofamu....dan kamu melakukannya di kamar..."
"...tu...tuan chenzu bukan seperti itu....ini...ini hanya"
"Tidak perlu malu Xian..."
Xiuwa membawa Xian kembali ke kamarnya.Wajah Xian seketika memerah dan membuat Xian malu sekali.
__ADS_1
"Xian wajahmu.... apakah kamu butuh air???"
"Ini...bukan memerah karena aku kepanasan.....mmm...tapi karena canggung "ucap Xian sambil meringkuk di pelukan Xiuwa.
"Manis sekali...kamu mau melanjutkannya di kamar??"tanya xiuwa.
"Tidak sebaiknya kamu makan malam terlebih dahulu...."kata Xian sambil mendorong xiuwa.
"Baik....baik....ayo"
"Aku tadi memasak menu menu makanan barat...."ucap Xian sambil menyuguhkan makanan yang ada di depan ruang tamu.
Chenzu terkejut melihat mereka kembali.Raut wajahnya seketika memerah.
"Pftt hahaha.... konyol.... bagaimana kamu bisa memunculkan wajah seperti itu"kata xiuwa sambil terkekeh menunjuk ke arah chenzu.
"Kamu!!"
"Xiuwa jangan sebaiknya kita makan bersama...."ucap Xian.
"Bodoh bodoh dan bodoh untuk apa aku datang ke sini tadi,...."gumam chenzu sambil menepuk kepalanya.
"Makan Xian sudah memasaknya sendiri....kamu harus coba juga makanan yang dia buat"ucap xiuwa sambil menyodorkan piring ke chenzu.
"Aku sudah mencobanya sebelum kamu pulang...."
"Apa?!!? Xian apa yang baru saja chenzu katakan itu benar.... kenapa kamu langsung memberikannya kepada orang lain terlebih dahulu.... tidak menungguku"ucap xiuwa sambil mengeluh di depan wajah Xian.
"Ehh.. tadi kamu belum pulang....lagi pula aku memiliki tamu bukankah kita harus melayaninya dengan baik??"ucap Xian sambil mengelus rambut xiuwa.
"Aku akan membuatkan yang spesial untuk dirimu...."
"Benarkah??? nanti berikan padaku malam ini "ucap xiuwa dengan penuh harapan.
"(Perasaanku tidak mengenakan sepertinya...)"batin Xian.
"(Xian ini mau saja dibodohi anak ini.... kepolosannya melewati batas pemikiran otaknya)"pikir chenzu menggerutu.
"Daging....aku mau itu... ambilkan aku..."kata xiuwa sambil menunjuk ke dagingnya.
"Ini...."
"Jika tidak kamu akan mati di tangan keluarga Ruo bukan hanya kamu.... semuanya ikut terlibat...."bisik chenzu ke xiuwa.
Xiuwa hanya membalas perkataan yang chenzu katakan dengan anggukan.Xiuwa berharap ini memutuskan total hubungan perjodohan itu.
"(Pernikahan...apa itu pernikahan jika hanya membuat tertekan... kenapa semua kehidupan manusia itu berada di pernikahan.... kenapa manusia harus menikah..... bahkan dunia ini hanya menampung orang orang brengsek)"pikir xiuwa.
"Xiuwa kenapa??aku melihatnya dari tadi kamu hanya melamun.... apakah kamu memikirkan sesuatu??"tanya Xian.
"Tidak sebaiknya cepat makan dan pergi tidur"ucap xiuwa.
"Kalian akan tidur berdua??? hanya tidur?? berdua??aku tidak tahu apa yang kamu pikirkan...."kata chenzu sambil menyipitkan matanya ke arah Xian dan xiuwa.
"(Kamu mau membuat Xian merubah pikirannya....agar aku tidak bisa tidur dengannya)"batin xiuwa gerutu.
"Umhh... chenzu juga ada disini.... sebaiknya aku tidur di ruang tamu"
"Aku ikut"kata xiuwa memotong percakapan.
"Sebaiknya tidur bersama di sini..."ucap Xian sambil pergi mengambil selimut dan bantal.
"Chenzu kau sengaja!!"ucap xiuwa sembari menarik kerah baju chenzu.
"Xiuwa....aku tidak bermaksud be...begitu.... lagi pula bukannya kalian belum menikah... kalian masih harus menjaga jarak sebelum itu"
"(Apa aku akan menikah dengan Xian??)"
"Ckk sudahlah aku tidak mempermasalahkannya...."
"Hehe...kau yakin xiuwa??... kupikir kamu memikirkannya...hahaha"tawa chenzu sambil memukul pundak xiuwa.
"Lalu?!! jangan membuatku kesal"ucap xiuwa.
"Hahaha"
"Eh apa yang kalian tertawakan??", tanya Xian kembali membawa selimut dan bantal.
__ADS_1
"Um.... tidak ada ayo cepat tidur..."ucap chenzu dengan tersenyum.
xiuwa mematikan lampunya.Mereka tidur berjejer di lantai ruang tamu xiuwa.Xiuwa sangat kesal karena tidur bersama sama diruang tamu dia berharap dia akan tidur berdua dengan Xian.
"kenapa kamu melihatku seperti itu..."ucap chenzu.
xiuwa hanya memandangi wajah chenzu dengan kesal.
"aghh...seru juga jika tidur bersama seperti ini.... xiuwa kapan ya terakhir kali kita tidur seperti ini"ucap chenzu.
"tidak ingat "balas xiuwa sambil memeluk Xian.
"ehh..."
"aku tidak akan menculiknya...kau terlalu khawatir... sudah sebaiknya tidur"ucap chenzu
Selang beberapa jam kemudian.....
"umh..."
"shutt... nanti chenzu bangun"
"xi.. xiuwa disini ada chenzu..."
"bukankah kamu akan memberikannya kepadaku??"tanya xiuwa dengan memohon.
"tidak saat ini.....ehh.."
"Xian jangan menguji kesabaranku"ucap xiuwa sambil membalikkan tubuh Xian.
"aghh..ugh... xiuwa..."
"pelankan suaramu....jika sakit gigit saja bantal..."ucap xiuwa sambil mengelus kepala Xian
"umhh...aghh xiuwa"seringai Xian.
"jangan bertingkah imut...itu akan membuat diriku tidak berhenti"
"umhh..."
xiuwa membuka kaki Xian dengan lebar dan mendorongnya begitu kuat.
"eughhh... xiuwa sakit..."
"Xian berhenti memperlihatkan wajahmu seperti itu "kata xiuwa dengan pelan.
xiuwa mencium Xian dengan lembut.Pandangan dan tatapannya hanya fokus pada Xian.Chenzu yang tidak sengaja mendengar suara erangan seketika membuka matanya hingga terkejut.Dia tidak berani membalikkan tubuhnya dan melihat Xiuwa bercinta dengan Xian.Wajahnya memerah mendengar suara suara Xian.Dia hanya menahan dirinya dengan memeluk bantal guling dengan erat.
"(xiuwa brengsek kamu....)"batin chenzu untuk mencoba tidur kembali.
Xiuwa terus melanjutkan bercintanya dengan Xian.Chenzu yang sudah tidak tahan, mencoba berpura-pura tidur dan sedang bermimpi membalikkan badannya.
"(sebaiknya pura pura mengigau saja untuk menghentikan mereka)"pikir chenzu.
"hei sialan!!! berhenti kamu......."ucap chenzu sambil menutup matanya.
"xiuwa dia..."
"dia hanya mengigau kamu tidak perlu khawatir...."ucap xiuwa sambil terus bergerak.
"umhh... Ughh"
Chenzu tidak sengaja melihat Xian dari balik bantal gulingnya.Wajahnya Xian begitu cantik dengan warna kemerahan suaranya yang terdengar imut membuat Xian sangat menggoda.
"(astaga apakah aku benar benar melihat seorang pria...dia sangat imut)"
Pagi kembali.Xian terbangun dan langsung berlari menuju ke kamar mandi.Xiuwa yang tersadar Xian pergi langsung segera bangun dan mengumpulkan pakaian Xian yang berserakan dan pergi kembali ke kamarnya.Chenzu seketika bangun dengan mata pandanya.Semalaman dia tidak bisa tidur karena memikirkan wajah Xian.
"(Aghh aku pikir aku gila)"pikir chenzu sambil mengusap kepalanya.
"Xian... apakah kamu di sini??"tanya xiuwa sambil mengetuk pintu kamar mandi.
"Yhaa..."jawab Xian.
"Aku membawakan jubah mandi untukmu....buka pintunya..."kata xiuwa dari luar pintu kamar mandi.
"Tunggu sebentar...."
__ADS_1
...***************...