Menikahi Pria Laut

Menikahi Pria Laut
Bab 24


__ADS_3

Xian pergi ke tepi pantai dan menceburkan dirinya ke laut.Di dalam laut sangat damai dan tenang.Tidak ada udara dan polusi semuanya murni berwarna biru dan asin.Xian mendatangi rumahnya.Kakaknya yang sedang bermain dengan seekor lumba-lumba dikejutkan kedatangan Xian.


"Hihih.... bagaimana...."


"Kak aku akan kembali ke daratan....Kakak kenapa kamu tidak bisa berubah menjadi manusia?"tanya Xian.


"Kakak juga tidak mengerti....."


"Kakak apakah kamu sebentar lagi tidak akan ada di dunia ini lagi...."kata Xian sambil menangis.


"Shutt...jangan...lihat mutiara itu berjatuhan dari pipimu...."kata kakaknya.


Kakaknya memeluk Xian dengan erat.Semua senar senar kail yang selalu mengikat Xian hanya terompang amping karena kakaknya.Sama seperti xiuwa jika dia menjauh dari keluarganya dia juga akan merasakan ikatan yang menyakitkan.


"Adik...jika kakak tidak akan lama di dunia ini...kamu jaga dirimu baik baik ya...."ucap kakaknya.


"Kakak...."


Xian terus menangis melihat kakaknya yang tak kunjung sembuh.Senyum yang biasa Xian pakai ke mana mana semuanya lenyap.Wajahnya hanya memunculkan kedataran dan kemurungan.Xian kembali ke daratan setelah melihat kakaknya.


"Apakah semua ini bertuliskan kata kata terakhir untuk kami"gumam Xian sambil mengusap air matanya.


Xian berhenti tepat di depan cafe vyu.Seperti biasa vyu menunggu Xian sedari tadi.Didepan cafe juga di tunggu rekan rekan Xian yaitu Chiwa dan Tay.


"Xian selamat datang....cafe kami akhirnya buka juga....hahaha"tawa Chiwa sambil merangkul pundak Xian.


"Xian kamu baik baik saja??? wajahmu tampak...."


Bugghh...


Seketika Xian pingsan tepat dihadapan vyu dan temannya.


"Xian!!!!"


"Wajahnya sangat panas....ada apa dengan Xian... apakah kita akan membawanya ke rumah sakit?"tanya Chiwa.


"Tidak perlu...ambil kain dan kotak P3K di dapur..."kata vyu.


"(Sangat panas.... wajahnya sangat merah dan cantik.... Xian apakah kamu benar benar pria)"batin vyu.


Xian bangun sudah berada di ruang kerja sampai sekarang tubuhnya masih sangat panas.Vyu yang sedari tadi menemani Xian langsung menghampiri Xian dan mengecek suhu tubuh Xian.


"Xian kau sakit kenapa tidak mengatakannya dari awal..."


"Hickk..."


Vyu terkejut melihat Xian yang tiba-tiba menangis seperti anak kecil.Wajahnya yang merah merona sempat membuat Vyu melamun dalam sekejap.


"Xian apa yang sebenarnya terjadi??"


"Kakakku...hicck...dia mengatakan bahwa dia tidak bisa menjagaku kembali...dia akan menghilang dari pandanganku selamanya"ucap Xian.


"(Aku tau apakah kamu kesepian ketika kamu sudah berpisah dengan xiuwa??Xian kau memang anak yang lugu)"batin Vyu.


"Tidak apa ada aku disini kamu jangan takut....aku akan ada disampingmu"ucap vyu sambil memeluk Xian.


"(Xiuwa kamu benar benar brengsek)"batin Vyu sambil menatap Xian.


Chiwa dan Tay mengamati dari balik pintu ruang karyawan.


"Tay... apakah nona vyu menyukai Xian?..."tanya Chiwa.


"Ku pikir ini akan menjadi cinta segitiga"kata Tay.


"Kenapa kau mengucapkan hal konyol seperti itu?!!!"tanya Chiwa sambil mencubit Tay.

__ADS_1


"Heiii... perhatikan letak tanganmu dimana... tapi dari raut wajah Xian sepertinya dia masih mencintai tuan xiuwa... bagaimana tidak coba kamu perhatikan sendiri"ucap Tay.


"Aku sungguh kasihan dengan anak malang seperti Xian..."ucap Chiwa.


Mereka langsung membersihkan meja dan seisi cafe.


Xiuwa yang sedang mengerjakan berkas berkas kantornya.Seketika dikunjungi chenzu ke ruangannya.


"Pftt .. bagaimana kamu masih memikirkan suara suara itu dibenakmu?"tanya chenzu sambil tertawa geli.


Xiuwa menepuk kepalanya beberapa kali sambil menatap chenzu dengan tajam.


"Apa?"


Brakk......


"Pertanyaan yang kamu berikan membuatku gila.... sekarang jujur padaku kamu mengenal mantan pacarku bukan??? Chenzu sekarang aku tidak peduli pada apapun itu kau bisa mengatakannya sekarang!!!"kata xiuwa sambil memukul mejanya dengan keras.


"Xi.. xiuwa jika aku memberi tahumu kepalamu akan..."


"Aku tidak peduli mau kepalaku akan pecah atau hilang ingatan total aku tidak peduli.... sekarang katakan....dan  kamu pasti tahu alasan kenapa aku putus dengannya"kata xiuwa sambil mengangkat kera baju chenzu.


"Dengarkan aku...itu masalah percintaanmu apa aku terlibat juga dalam kasus ini...hahaha xiuwa kau tidak bodoh bukan???"ucap chenzu.


"Aku sangat ingin mengetahui ingatanku itu"kata xiuwa sambil melepaskan kera baju chenzu.


"Entahlah aku merasakan sesak terkadang aku ingin menangis...jika aku membayangkan pria itu... sebenarnya apa yang terjadi"ucap xiuwa sambil mengeluh lemah di depan chenzu.


"Xiuwa dia sangat berarti bagimu...dia seperti pengganti ibumu... jadi kamu pasti merasakan hal bodoh seperti itu"kata chenzu.


"Lalu kenapa kami putus...."


"Xiuwa itu semua kamu lakukan demi papamu...dia memutuskan dirimu demi dirimu...kau tahu dia berkorban"


"Walaupun aku harus mati di tangan keluarga Ruo aku tidak peduli....."


"Aghhh kepalaku....sial..."


"Aku sudah bilang jangan memaksakan diri xiuwa....ini sangat berbahaya bagi nyawamu"


"Aghh... tunggu..."


"Xiuwa..."


"Xian!!!!"seketika xiuwa berteriak tanpa alasan.


"Aku sudah ingat sekarang...siall"


"Xiuwa...kamu..."


"Xian sudah tidak ingin bertemu denganku lagi"


"(Apa yang terjadi...)"pikir chenzu.


"Xian caramu licik sekali menghapus ingatanku...kamu licik sekali"gumam Xiuwa sambil menangis.


"Xiuwa coba kamu ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi...."


"Dia melakukan semua ini demi berpisah denganku aku harus segera menemui dia.."ucap xiuwa sambil tergesa gesa keluar dari kantornya.


"Hei xiuwa!!!!berkasmu!!!(bagaimana bisa xiuwa se emosional itu)"


Xiuwa mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi ke arah pantai.Chenzu yang khawatir segera menyusul xiuwa.Sesampainya xiuwa berlari dan berteriak di pantai.


"Brengsek!!!!brengsek!!! Xian sekarang kamu keluar!!!aku mau lihat seberapa liciknya dirimu"teriak Xiuwa sambil menangis.

__ADS_1


Chenzu yang melihat Xiuwa seperti itu langsung membawa xiuwa menepi.


"Xiuwa cukup....aku yakin Xian akan kembali percayalah padaku...."


"Dia mengatakan bahwa dia akan pergi dari sisiku selamanya..."


"Apa yang kamu lakukan disini??"


"Apa....(aku melupakan sesuatu bahwa Chenzu tidak mengetahui bahwa Xian seekor Shireen)"


"Hahaha... lihat sekarang wajahmu mempunyai ekspresi yang konyol..."tawa chenzu.


"Tenang saja aku akan merahasiakannya...hmm apakah kamu takut??pfttt..."lanjut chenzu tertawa geli.


"Kamu tahu dia bukan manusia biasa..."


"Yaa... sebenarnya ketika kamu datang kerumahku....dia itu datang dengan wujud ikannya....jadi itu alasan yang membuat kamu tidak bisa lepas darinya"kata chenzu sambil menatap matahari yang ingin terbenam.


"Xiuwa kamu hebat memilih pasangan aku sangat kagum...."


"Dia sangat penting bagiku.....dia sudah sebagai separuh dari kehidupanku"ucap xiuwa sambil mengusap air matanya.


"Apakah kamu akan berdiam diri disini? xiuwa kamu akan sakit jika seperti ini..."


"Tidak perlu... kamu boleh pergi sekarang..."ucap xiuwa sambil kembali duduk di bawah pohon kelapa.


"Xiuwa...."


...


Jawaban dari xiuwa tidak terdengar.Chenzu akhirnya menyerah  dan pergi meninggalkan xiuwa sendiri.Xiuwa hanya melamun sambil menunggu Xian muncul di depannya.


Xian yang sampai sekarang masih di cafe belum sadar dari tidurnya.Tubuhnya semakin lama semakin panas.


"Nona apa yang harus kita lakukan lagi tubuhnya semakin panas...aku takut akan terjadi sesuatu...."kata Chiwa yang sedari tadi cemas.


"Baiklah kita akan bawa dia ke rumah sakit...."balas vyu.


"No..nona aku mau pulang... bisakah kamu mengantarkan aku ke pantai.."ucap Xian.


"Pa.. pantai?? rumahmu dekat pantai...umhh bukankah..."


"Aku mau ke pantai sekarang antar aku"ucap Xian dengan wajah pucat.


"Baik..baik...ayo"


Dengan baik vyu mengantarkan Xian dengan motornya.Vyu terus memegang erat tangan Xian agar tidak jatuh.


"Terimakasih nona...."


"Xian kamu baik baik saja bukan....aku tidak tega meninggalkan dirimu sendiri di sini.... biarkan aku mengantarmu..."


"Tidak perlu.... rumahku tidak jauh"ucap Xian sambil meninggalkan vyu.


"Xian....haishh.... sudahlah aku tidak seharusnya memaksa dia"gumam vyu sambil memandangi Xian.


Xian terus berjalan dan tidak sengaja kakinya tersandung dan terjatuh.Xiuwa yang tidak sengaja mendengar suara aneh itu langsung menghampiri dan melihat Xian yang terjatuh.Vyu yang sedari tadi mengamati Xian terkejut melihat Xian jatuh.Vyu ingin membantu Xian dengan segera tapi selang beberapa detik Xiuwa langsung muncul dan memeluk Xian.


"Xian...hei Xian...."


"Xiuwa... kenapa kamu memanggilku Xian..."


"Sekarang aku sudah mengingat semuanya....kamu kenapa...dan kenapa tubuhmu sangat panas....Xian apakah kamu membutuhkan air???"tanya xiuwa.


"Hickk.. xiuwa maafkan aku"kata Xian sambil memeluk xiuwa dengan erat lalu menangis.

__ADS_1


Xiuwa sangat terkejut dengan kelakuan Xian dan langsung membalasnya dengan pelukan yang hangat.


...*******************...


__ADS_2