Menikahi Pria Laut

Menikahi Pria Laut
Bab 54


__ADS_3

Xiuwa langsung merebut lingyan dan menggendongnya keluar dari kamarnya.Papanya hanya diam dengan memandang mata yang sayu.


"(Maaf)"batin Papanya kemudian menunduk dengan raut wajah sedih.


"Paman sebaiknya anda perbaiki hubungan anda dengan Xiuwa.....aku yakin Xiuwa bisa menerimamu...."ucap chenzu sambil tersenyum.


"Sudah tidak ada jalan lagi untukku nak Chen.... mungkin memang kedepannya kita akan seperti ini"kata papanya xiuwa.


"Jadi Paman tidak percaya padaku sama sekali.... Xiuwa yang saat ini sudah melunak kembali seperti Xiuwa yang dulu sebelum mamanya meninggal"ucap chenzu.


"Maksudmu?"


"Hahhh.... Paman akan mengerti sendiri"kata chenzu sambil meninggalkan papanya xiuwa.


"Tunggu!"sentak papanya xiuwa memanggil chenzu.


"Bagaimana kamu bisa mengetahui semua itu.... apakah xiuwa pernah bercerita kepadamu tentang keluarga kami?dan apakah karena itu kamu memandangku dengan tatapan dingin?"tanya papanya.


Chenzu menoleh dengan tatapan dinginnya dan mulai berpikir.


"Apakah kamu membenciku?"tanya papanya sekali lagi.


"Ya....kau ayah yang tidak bertanggung jawab"ucap chenzu.


"Seharusnya kamu sebagai ayah tidak membiarkan anak kecil seperti Xiuwa menangis sendirian di pemakaman ibunya....apa yang kau lakukan tuan!!!kau malah berselingkuh dengan wanita brengsek..... ayah macam apa dirimu"sentak chenzu sambil menarik kerah baju papanya xiuwa.Tangan chenzu seketika melemas dan pergi meninggalkan papanya xiuwa


"(Tidak mungkin lingyan menerima papa.... bagaimana ini bisa....)"pikir xiuwa


"Unhhh"lingyan kemudian memukul xiuwa.


"Eh?? lingyan kenapa memukul papa?"tanya xiuwa


"...."


"Papa...."


Xiuwa terkejut mendengar perkataan anaknya.Wajahnya yang tadinya muram sekarang menjadi dipenuhi dengan ria bahagia.


"Anak papa sudah bisa ngomong...."ucap xiuwa sambil mencium cium pipi lingyan.Tidak selang lama lingyan langsung berteriak dan menangis dengan keras sehingga semua orang mendengar suara itu.


Xiuwa lebih terkejut lagi setelah lingyan menangis dengan keras.Xian yang mendengar suara tangisan lingyan langsung bangun dari ranjangnya dan berlari keluar kamar.Xian kemudian langsung mengambil lingyan dari xiuwa.


"Shushu...apa yang kamu lakukan hingga lingyan menangis keras seperti ini"Tanya Xian.


"Tadi...."


Suara langkah kaki terdengar.Perlahan lahan suara langkah kaki itu mendekati Xian.Xian menatap dari bawah kaki hingga ke atas kepala.Wajah Xian tiba tiba pucat melihat papanya xiuwa yang berdiri tegak di depan Xian.


Xiuwa langsung maju dan menutupi Xian.


"Tak perlu kamu halangi lagi....aku sudah melihatnya..."kata papanya.


"Aku mohon kali ini saja kau tidak membuat ulah disini aku akan mengizinkanmu sementara waktu ada di sini melihat cucumu "kata xiuwa.


"(Benar saja yang dikatakan Chenzu.... hati xiuwa sekarang sudah melunak apakah karena pemuda cantik dibelakang Xiuwa itu)"pikir papanya.


"Aku kesini bukan mencari masalah..... jadi kamu tidak perlu khawatir aku akan menyakiti istrimu"balas papanya xiuwa.


"Xiuwa..... papamu...."


"Tidak akan Xian percayalah padaku "bisik xiuwa ke Xian.


"UMM"Xian kemudian mengangguk.


"Halo... kita sudah bertemu yang kedua kalinya....kamu pasti mengenalku kan?"tanya papanya xiuwa sambil mengulurkan tangannya ke arah Xian.


"Ya..."Ucap Xian sambil bersalaman dengan papanya xiuwa.


"Hahahaha....nak kamu tidak perlu takut denganku....aku merestui hubungan kalian"kata papanya.


Xian terkejut mendengar perkataan itu dan langsung terpana.


"Terimakasih Paman..."

__ADS_1


"Panggil saja papa"kata papanya xiuwa.


Xian kemudian tersenyum.


"Apakah Anda ingin menggendong lingyan?"tanya Xian.


"Boleh...."


Papanya xiuwa kemudian menggendong lingyan.Xiuwa hanya diam melihat lingyan berhenti dari tangisnya karena digendong papanya.


"Xiuwa...."papanya seketika menatap xiuwa.


"Wajah ini tampan sekali sepertimu"kata papanya.


Xiuwa hanya menghela nafas panjang dan menghampiri papanya.Xiuwa kemudian mencium lingyan dengan lembut lalu kemudian pergi.


"Xiuwa mau kemana???ini sudah mau malam.... apakah kamu...."


"Aku ada urusan...."kata xiuwa membalas Xian dengan singkat.


Chenzu hanya diam melihat itu sambil menatap ke arah papanya xiuwa dengan dingin.


Xiuwa pergi ke bar tempat pertama dia dan Xian bertemu secara langsung.Xiuwa kemudian memesan beberapa bir dan anggur.Entah dari mana asalnya Vyu tiba tiba menarik tubuh xiuwa dengan kencang hingga membuat xiuwa terjungkal ke belakang.


"Aghhh"


"Hoiii....hoi.....kapten kadettt.....hahahah ahoyyyy aku pesan bir 2 gelas lagi nanti aku akan membayarnya dengan ciuman~~"ucap Vyu yang sudah dalam mabuk berat.


"Brengsek apa yang kau..... Vyu!!!!"


"Hahhh???siapa yang memanggilku???"lantur Vyu.


"(Percuma dia tidak akan sadar....)"pikir xiuwa.


"Hahhh...ahhh Xian!!!! astaga kau sangat manis sekali... lihat wajahmu memerah seperti ini"kata Vyu sambil menekan pipi xiuwa.


"Astaga.....nona!!!"sentak xiuwa.


"Tuan ini pesananmu..."


"Bajingan!!!"teriak Xiuwa.


Vyu seketika terjatuh dengan sempoyongan.Wajahnya memerah akibat mabuk.


"Uhh permisi apakah disini menyediakan kamar hinap khusus?"tanya xiuwa.


"Ahh ....ada tuan.."


"Saya pesan satu dan bawa wanita ini ke kamar itu...."ucap xiuwa.


"Oke...."


Penjaga penjaga bar kemudian membawa Vyu pergi.Xiuwa kemudian kembali menikmati minumannya.Satu tegukan bir habis dilahap hausnya Xiuwa disusul satu botol anggur dia habiskan.Wajah xiuwa memerah karena efeknya sudah terlihat.


"Hshhhhh..... tidak... tidak....3 gelas bir lagi"pesan Xiuwa.


"Baik..."


Tiga gelas bir sudah siap didepan mata xiuwa.Xiuwa kemudian menghabiskannya dengan cepat.


Satu teguk


Dua teguk


Tiga teguk.


Xiuwa sudah tidak berani meminumnya kembali.Kepalanya berputar putar seperti kunang-kunang yang berkeliaran di taman.


"Hahhh....mama aku akan berjuang untukmu!!!"teriak Xiuwa yang mulai mabuk.


Suara suara musik musik pop terdengar sangat keras.Kepala Xiuwa semakin pusing.Bayang bayang dari arah samping Xiuwa terlihat menyentuh Xiuwa.Tangannya menepuk pundak xiuwa dengan cinta.Xiuwa melihat wajah itu langsung terkejut.


"Mama...."

__ADS_1


"Xiuwa...."


Mata xiuwa berkaca kaca melihat Mamanya ada di depan matanya.


"Maa ... sekarang mama sudah punya cucu dan menantu baik.....mama kembali yaa sama Xiuwa"ucap xiuwa sambil memeluk erat mamanya.


"Xiuwa... maafkan mama ya....ayo pulang papa menunggumu..."kata mamanya.


Penglihatan Xiuwa mulai kabur kabur.Xiuwa kemudian pergi bersama orang lain ke rumah.


Sampainya dirumah suara pintu diketuk.


Tok....tok...tok...


Chenzu langsung membukakan pintunya.


"Astaga apa yang terjadi padanya...."tanya chenzu.


"Dia sepertinya mabuk lagi....."jawab orang itu yang tidak lain adalah Xian.


"Terimakasih papa sudah mau mengantarku kesana"ucap Xian ke papanya xiuwa.


"Tidak apa dia juga anakku...dan masih menjadi tanggung jawabku....nak chenzu dan Xian aku pamit pulang waktu sudah mulai larut"kata Papanya xiuwa.


"Baik...anda hati hati di jalan"ucap Xian.


Papanya xiuwa hanya mengangguk sambil tersenyum.Kemudian membuka pintu dan keluar.


"Apakah xiuwa tidak berat kau bawa bawa dia seperti itu?"tanya chenzu.


"Unghhh...iya...jadi tuan chenzu apakah bisa membantuku?"tanya Xian.


Chenzu kemudian membantu Xian memopong xiuwa ke kamar.Lingyan hanya bermain boneka dan tidak sengaja melihat dompet kulit coklat.Lingyan mengambil dompet itu kemudian membukanya hingga dijatuh jatuhkan ke lantai.


Chenzu yang baru saja keluar dari kamar Xiuwa melihat lingyan yang sedang memberantaki isi dompet itu.Chenzu langsung menghampiri lingyan dan mengambil dompet itu dan isi isinya.


"Zuyang.... astaga ini dompet papanya xiuwa..."gumam chenzu.


Chenzu kemudian menggendong lingyan dan menidurkannya di kamarnya.


Sisi lain Xian sedang menggantikan pakaian Xiuwa.


"(Ahh... apakah beserta pakaian dalamnya?)"pikir Xian.


Wajah polos Xian seketika memerah.


"Maa.... jangan sentuh itu..."ucap xiuwa yang masih mengira Xian adalah mamanya.


"Xiuwa...aku hanya mengganti popok untukmu....hmhmm..... Xiuwa jadilah anak baik"ucap Xian sambil meringis menahan tawanya.


Xiuwa kemudian tersenyum sambil mengangguk.Xian langsung segera mengganti celana Xiuwa.


Xian langsung memasangkan selimut untuk Xiuwa.Xian kemudian mengecup kening xiuwa dan pergi ke luar dari kamar.


"Tuan chenzu apakah lingyan sudah tidur?"tanya Xian.


"Ya....tadi sudah ku buatkan susu formula.... jadi kamu tidak perlu khawatir"kata chenzu.


"Baik ....apa tuan chenzu mau makan aku bisa membuatnya"kata Xian sambil menawarkan chenzu.


"Boleh kebetulan aku sangat lapar..."jawab chenzu.


Xian kemudian masak.Chenzu terus memperhatikan Xian dari belakang.


"(Bokongnya .... Xiuwa memahatnya dengan sempurna...)"pikir chenzu.


"Tuan ini...."


"Tumis jamur?dan iga bakar?"tanya chenzu.


"Ya...ku dengar itu bagus untuk tulang anda dan kadar darah rendah"kata Xian.


"Ternyata kamu sudah bisa memahami semua tentang kehidupan manusia ya"ucap chenzu.

__ADS_1


"Ya... begitu"


...*********...


__ADS_2