Menikahi Pria Laut

Menikahi Pria Laut
Bab 58


__ADS_3

Xiuwa dan Xian kemudian bangkit dan pergi dari sana.Papanya xiuwa berdiri di depan pintu makam sedang menelepon seseorang.


"Haha .....aku yakin grup kita bisa menang... untuk saat ini sudah cukup ya...."papanya langsung mematikan teleponnya dan pergi.


Xiuwa dan Xian yang melihat dari jauh hanya diam saja.


"Xiuwa itu bukankah papamu..."


Wajah Xiuwa hanya menampilkan ekspresi dingin menatap tajam kearah papanya.Xian yang melihat ekspresi itu dibuat canggung oleh Xiuwa.


"Umnhhh xiuwa aku hanya ingin pergi jalan jalan biasa.....aku ingin berjalan kaki saja keliling jadi jika kamu....."


"Aku tidak keberatan.... asalkan itu membuat kamu bahagia"ucap xiuwa.


"Tapi Xiuwa mobilmu...."


"Aku bisa menitipkannya ke Joy...."


"Tapi Xiuwa kamu bek....."


"Xian sudah kubilang tidak apa apa...oke...ayo"ucap xiuwa sambil menggandeng tangan Xian.


Xian hanya diam dan menurut pada xiuwa.Xian dan Xiuwa berjalan jalan sudah lebih dari 1 setengah jam akhirnya menemukan restaurant tempat makan.


"(Hah.... ternyata lelah juga berjalan jalan seperti ini)"pikir xiuwa yang sudah lesu.


"Umhh?? Xiuwa ada resto.....ayo kita makan dan istirahat sebentar...."balas Xian.


"Oke...."


Xian dan xiuwa kemudian masuk ke dalam restoran itu.Semua orang yang ada di sana terutama wanita pada menatap kearah mereka dengan tajam.


"Astaga.....ada pria tampannn"serunya bersama teman temannya.Xiuwa dan Xian mengambil meja yang tepat di sebelah wanita itu.


"Kau mau pesan apa?"tanya xiuwa.


"Unghhh.... lobster..."ucap Xian.


Xiuwa langsung memukul tangan Xian.


Puk...


"Aww..."


"Sudah kubilang jangan memakan temanmu sendiri...."ucap Xiuwa.


"Ummm tapi Xiuwa aku mau makan itu.....aku ingin mencobanya... walaupun begitu dia juga adalah makanan manusia..... jadi apa salahnya jika aku mencoba?"tanya Xian.


"Mulai nakal lagi....makan daging sapi saja....."


"Xiuwa aku mohon kali ini saja...."ucap Xian sambil memohon.


Xiuwa langsung memanggil pelayan.


"Pelayan...."


"Iya tuan ada yang bisa saya bantu?"


"Saya pesan beef steak dan lobster pedas manisnya satu.... lalu sama bubur...dan juice orange dua"ucap xiuwa.


"Baik..."


"Xiuwa...."


"Kenapa..?"


"Terimakasih...."ucap Xian.


Makanan Xian dan Xiuwa sudah disajikan di atas meja.


Tiba tiba para wanita yang ada di samping Xian dan Xiuwa langsung menghampiri mereka dan duduk di tempat mereka.


"Halo tuann.... boleh kenalan dengan kami?"tanya salah satu dari mereka.


Xiuwa hanya merespon dengan senyum dinginnya dan sambil memotong beef steak.


Xian hanya menatap wanita itu dan memberi makan lingyan.


"Ahh....ummm....nama tuan siapa..."


Xian kemudian menatap kearah xiuwa sambil mengatakan.


"Xian..."


"Wahhh... nama yang indah.....tuan Xian kenapa teman anda sangat dingin..... tidak apa dia juga tampan...."ucap wanita itu.


"Yahh ...dia memang tampan...."Ucap Xian.

__ADS_1


"Ngomong ngomong kenapa kalian membawa anak kecil?"


Xian kemudian membatu.


"Kenapa kalian bertanya tanya tentang urusan kami..... memangnya kalian pikir kalian siapa"ucap xiuwa.


Wanita wanita itu tercengang mendengar perkataan itu.


"Ahh ....maaf dia memang pedas orangnya"ucap Xian.


Wanita itu kemudian pergi dari meja makan xiuwa dan Xian.


"Sayang sekali dia galak"ucap wanita itu.


"Hari ini adalah hari terakhir dan pertama kali kamu makan seafood.... keesokannya aku tidak mau kamu lakukan ini lagi"ucap xiuwa sambil membuka cangkangnya.


Xiuwa kemudian menyuapi Xian.Wanita wanita itu terkejut melihat mereka.


"A...apa..apaan ini?!"


"Apakah enak rasanya?"tanya xiuwa.


"Umhhh...enak.... lebih lembut dari beef steak"ucap Xian.


"Lihat mereka tertawa bersama"bisik bisik wanita wanita itu.


Xiuwa melihat bibir Xian yang belepotan saus.


Xiuwa menatap Xian dengan senyum dingin sambil ingin memajukan bibirnya.


Wanita wanita itu melihat Xiuwa dan Xian dengan seksama.


Flopp....cup..


Bunyi suara itu terdengar jelas di telinga mereka.


"Ti... tidak mungkin....."salah satu wanita itu ada yang pingsan.


"Me... mereka gay?!"bisik temannya yang terkejut.


"(Sial...apa yang aku lakukan)"Xiuwa terdiam sambil memegang wajah Xian.


Wajah Xian seketika memerah dan langsung memalingkan wajahnya.


"Xi...Xian aku minta maaf..."


"Aku sudah kenyang...."ucap Xian.


"Xiuwa sudahkah kamu menghubungi orang yang kamu maksud tadi untuk membawa mobilmu?"tanya Xian.


"Maksudmu Joy...."kata xiuwa.


"Iya....."


"Aku sudah mengirimkan pesan jadi kamu tenang saja"ucap xiuwa sambil tersenyum.


"Yasudah kalau begitu ayo kita pulang..."ucap Xian.


"Apakah kamu tahu jalan pulang?"tanya xiuwa.


Tiba tiba Xian linglung.


"Hahahaha.....ini bukan daerah tempat tinggal kita.... kita sudah keluar kota..."ucap xiuwa.


"A...apa?!!!Ki...kita dimana ..."


"Kita pulang naik angkutan umum saja"balas xiuwa.


"(Hari ini aku melihat wajah xiuwa yang berbeda....)"pikir Xian.


"Xian kenapa kamu menatapku seperti itu?"tanya xiuwa.


"Ahhh tidak apa apa...."ucap Xian.


Xiuwa dan Xian kemudian sampai di rumah.Pandangan Xiuwa semakin menjadi bahkan dia sampai tidak bisa menjaga feromonnya.


"Xian ayo kita membuat adik untuk lingyan....."bisik xiuwa di telinga Xian.


"Unghh Xiuwa ini bukan waktunya untuk bercanda..."ucap Xian yang mulai gemetaran.


"Xiuwa.... Lingyan masih kecil dan aku tak bisa melakukannya...."ucap Xian yang sudah tidak berdaya dan menangis.


Xiuwa terkejut melihat ekspresi wajah Xian yang kekanakan.


"(Astaga.... imutnya...)hahaha.... tidak tidak....maaf aku tidak akan melakukannya sekarang...."ucap xiuwa sambil memeluk Xian.


Tay bangun dari pingsannya.

__ADS_1


"Nona dia bangun...."ucap seseorang yang ada di hadapan Tay.


"Unghhh......"


"Tay....apa kamu baik baik saja?"tanya Vyu yang khawatir.


"Nona...."


"Waw.... keahlian bertahanmu sangat buruk.... hanya begitu saja kau langsung pingsan.."ucap Chiwa.


Tay kemudian terdiam setelah bangun.


"(Aku mengatakannya tadi bahwa aku seorang Alpha.....)"pikir Tay sehabis sadar dari pingsannya.


"Aku baik baik saja"ucap Tay.


Tay bangkit kemudian pergi ke toilet.Tay memandang wajahnya di cermin.


"Brengsek!!....aku sudah menjadi bajingan gila"sentak Tay kemudian menundukkan kepalanya sambil merintih kan air matanya.


Vyu menatap pintu toilet pria sambil menghelus dada.


"(Apakah ini alasannya Xiuwa sangat marah ketika lingyan menangis disini....ya sekarang aku paham)"pikir Vyu.


Seseorang kemudian memarkirkan mobilnya di depan cafe.Seseorang itu mengenakan jas mewah dan barang barang mewah lalu masuk ke dalam cafe sambil memesan minuman.


"Tolong satu Americano...."ucap zinwen.


Orang itu tentu Zinwen.Zinwen duduk di meja yang dekat sekali dengan kaca jendela cafe yang besar.Zinwen kemudian membaca artikel majalah.


"Ini tuan..."kata Chiwa.


"Umhhh ya... terimakasih"balas zinwen.


"Aku sepertinya pernah melihat anda....hahhh....kamu...."wajah Chiwa seketika terkejut.


Vyu kemudian melihat Chiwa yang sedang mengobrol dengan orang itu langsung menghampirinya.


"Chiwa...."


"Kamu!!!"zinwen langsung berdiri dari di tempat duduknya.


Pandangan itu menjadi canggung.Mata Vyu seketika terbuka lebar lebar.


"Kau....."


"Bukankah kamu wanita yang dikirim Xiuwa untuk menyelamatkan kami bukan??"tanya zinwen.


"Kamu juga salah satu dari keluarga Zu bukan?!"tanya Vyu.


"Ya....aku kakaknya Xiuwa...."ucap zinwen.


"Lebih tepatnya....ada hubungan apa kamu dengan xiuwa...."kata zinwen.


"Uhhh.....aku hanya temannya"ucap xiuwa.


"Tapi sepertinya kau lebih mengenal jauh keluarga Ruo... pasti kamu juga tau bukan keluarga keluarga besar lainnya?"


"(Pertanyaan konyol apa ini?!!)"pikir Vyu.


"Apa hubungannya dengan dirimu..."


Mata zinwen seketika menatap Vyu dengan tajam.Hawa dingin menyebar kemana-mana.


"Urusan....?kamu menanyakan urusan padaku.... jelas bagaimana aku tidak bertanya..... keluarga Ruo seketika jatuh miskin dan menghilang dari publik..... apakah kamu pikir itu tidak ada urusannya..."Ucap zinwen.


"Lalu apa yang kau urus jujur tuan Zu.....ini tidak ada hubungannya sama sekali denganmu.....dan ingat aku.... kita tidak pernah memiliki kontak apa pun..... semua terjadi karena Xiuwa "ucap Vyu.


"(Mulut wanita ini bisa dibilang satu dua dengan mulut xiuwa.... tidak ada bedanya orang orang yang bermulut pedas)"pikir Zinwen.


Zinwen menghela nafasnya kemudian kembali duduk dengan tenang.Raut wajahnya sudah tidak terbentuk lagi.


"(Orang yang menarik)"pikir Vyu.


Vyu langsung meninggalkan zinwen.


"Nona.... apakah kamu..."


"Ya dia tuan muda Zu tertua..."ucap Vyu sambil tersenyum.


"Ahhh pantas saja aku seperti mengenal orang ini..."


"Memang kamu kenal dia dimana?"


"Di TV"ucap Chiwa.


... *******...

__ADS_1


__ADS_2