
Tawa dan canda ria memenuhi suasana.Xiuwa membawa makanan ke ruang tamu.
"Bukan masakanmu saja kan?!!!"tanya chenzu.
"Kau apa ingin ku bunuh cepat makan dan pergi....."kata xiuwa.
"Hilihh mentang mentang sudah memiliki istri kau menjadi seperti wolf Jungleland "kata chenzu.
"Haishhh kau mengganggu suasana di sini menjadi heboh....dan itu membuat bayi kecilku menangis "ucap xiuwa.
"Heiii bahkan dia belum lahir....huh"
Chenzu kemudian memakan makanan yang dibuatkan xiuwa.
"Sudah larut aku mau pulang...."kata chenzu.
Chenzu langsung keluar dari rumah xiuwa.
"Hahh sekarang dia tidak mau tanggung jawab karena sudah mengotori alat makan"kata Xiuwa.
"Tidak perlu marah marah....kita bisa membereskannya..."ucap Xian sambil tersenyum.
Xiuwa langsung meraba pantat Xian.
"Ahhh.... Xiuwa jangan mulai lagi"kata Xian sambil menurunkan tangan Xiuwa.
"Bukankah kamu menyukainya.... sayang kamu sekarang sangat cabul ya...."tawa geli xiuwa sambil menggoda Xian.
"Humm.... sudah ayo cepat...sudah malam "kata Xian.
Disisi lain zinwen masih sibuk dengan pekerjaannya.
"Hah... skripsi idiot"sentak zinwen sambil melempar berkas berkasnya.
Zinwen mengambil arak yang dia simpan di lemarinya.Zinwen hanya terlelap dalam pikirannya yang padat.Dia kemudian menuangkan araknya ke gelas arak kesayangannya.
"Hahahaha.......hahahaha..... hahahaha "tawa zinwen sambil mabuk.
"Hahahaha.....aku kehilangan semuanya.... sahabat....teman.... kekasih... bahkan pekerjaanku dan orang tuaku....hah apa ini?well...well...hahaha... zinwen hidupmu ini benar benar tidak ada ujung kebahagiaan"gumam zinwen sambil terus meminum arak.
"Jika aku mati sekalipun..... sepertinya tidak akan ada yang peduli denganku.... bahkan keluargaku sekalipun....hah??waktu apa itu waktu.... dunia ini penuh dengan kekonyolan hahaha"gumam zinwen yang sudah mabuk berat.
Zinwen kemudian menumpahkan araknya ke komputer dan berkas berkas penting lainnya.Zinwen kemudian mengambil gunting dan menyayat tangannya sendiri lalu pingsan di tempat.
Pagi kembali menyapa suasana.Papa Xiuwa yang baru saja bangun tidur seketika mendapatkan laporan bahwa di kantornya terjadi kecelakaan.
"Sayang ada apa..."tanya mamanya zinwen sambil tersenyum.
"Kau akan mengetahuinya setelah kau ikut aku kesana"balas papanya Xiuwa.Wajahnya yang menampilkan ekspresi marah seperti tak lekang dari pandangan mama zinwen.
Drzttttt....... Drzttttt.....
Seketika ponsel xiuwa berbunyi.
"Xiuwa angkat teleponnya..."sentak Xian yang masih sibuk menyiapkan sarapan.
"Unghhh ganggu saja"gumam Xiuwa yang baru bangun.
"Halo...."
"Xiuwa sekarang kakakmu masuk ke rumah sakit jadi datanglah kami sekeluarga akan menjenguknya...."kata papanya xiuwa.
"Hah?? zinwen....dia hanya masuk kerumah sakit apa yang membuatmu cemas...."
"Kemarin ada kecelakaan padanya ketika di kantor"ucap papanya xiuwa.
"Ya....aku akan kesana"ucap xiuwa dengan ketus.
Xiuwa langsung bangun dan menghampiri Xian yang sedang menyiapkan sarapan di dapur.
__ADS_1
"Hahh sekarang kamu makan aku sudah menyiapkannya...."kata Xian sambil merapikan meja makan.
"Umhh...sama seperti biasanya rasanya sangat enak"balas xiuwa.
"Tadi siapa yang meneleponmu pagi pagi?"tanya Xian.
"Papa"singkat xiuwa.
"Papamu??ada urusan apa?"tanya Xian.
"Dia memberi tahu bahwa zinwen ada kecelakaan dikantornya"kata xiuwa.
"Kakakmu?"
"Sudah kukatakan dia bukan kakakku!!aku sangat muak membahasnya"ucap xiuwa.
"Haihh yasudah makan dulu dan siap siap ke kekantor"ucap Xian.
Xiuwa kemudian bersiap siap berangkat kerja.
"Xiuwa sebaiknya jenguklah dia.... Xiuwa ini demi bayi kita"kata Xian dengan nada mengancam.
"Hah??? hubungan bayi kita dengannya apa... sudahlah dia orang orang yang konyol"ucap xiuwa.
"Unghh.... Xiuwa....kamu tega......"tiba tiba Xian memasang wajah memelas.
"Hahhhh....iya iya...aku berangkat dan juga menjenguknya"ucap xiuwa.
Cup...
"Yah hati hati"kata Xian sambil melambaikan tangan ke arah xiuwa.
Xiuwa melambaikan tangannya juga lalu pergi dengan mobilnya.
Selama perjalanan pikiran xiuwa tetap saja bayinya dan Xian.Xiuwa sangat tidak mempedulikan zinwen maupun dia akan mati sekalipun.Tapi karena Xian xiuwa harus menepati perkataannya.
Semua keluarga sudah berkumpul di depan pintu ruang zinwen.Semua menunggu kepastian dokter.
"Iya kami orang tuanya.... bagaimana keadaan anak kami?"tanya papanya xiuwa.
"Keadaan pasien sudah stabil pendarahan di tangan pasien sudah ditangani"ucap dokter.
"Pihak keluarga sudah boleh dipersilahkan masuk"kata suster itu.
Semua keluarga Zu masuk dan menemui zinwen.
Papanya xiuwa kemudian masuk dan langsung menampar zinwen.
plak....
"Ughh"
"Bagaimana kamu bisa melakukan hal gila itu?!!! apakah kamu tidak berpikir jernih....semua berkas penting apa yang kau lakukan juga.... seharusnya kamu mengatakannya jika tidak sanggup mengerjakannya"sentak papanya xiuwa.
"Zuyang apa yang kamu lakukan?!!dia juga putramu seharusnya kamu kasihan melihat keadaannya yang saat ini"kata mamanya zinwen sambil menenangkan papanya xiuwa.
"Justru perbuatan ini dirinya sendiri yang membuatnya....Aku sangat kecewa padamu apa yang mau kau lakukan merusak berkasnya dan mati dengan konyol?"ucap papanya xiuwa sambil memaki zinwen.
"Wah wah..... sekarang aku ketinggalan drama apa?...."ucap xiuwa yang baru masuk ke ruangan Zinwen.
Xiuwa melangkahkan kakinya dan menatap wajah zinwen dengan tatapan tajam.
"Sudah kubilang apa...... sebuah kucing jalanan memang seharusnya dijalanan..... mereka sangatlah liar dan konyol"lanjut Xiuwa menatap sinis ke arah mamanya zinwen.
"Kau tidak sedang menjatuhkan seseorang bukan?"kata mamanya zinwen sambil membalas tatapan tajam xiuwa.
"Tuan ini balasanmu karena telah mengkhianati wanita berhati malaikat....kau mengingkari janji suci pernikahan.....maka inilah yang yang Tuhan berikan untukmu"kata Xiuwa.
"Brengsek kamu anak kurang ajar!!!!"sentak mamanya zinwen ingin menampar wajah xiuwa
__ADS_1
Papanya zinwen seketika menghalang itu.
"Apa yang mau kamu lakukan...."
Seketika mamanya zinwen membatu dan menenangkan tangannya.
"Kamu juga sering main tangan ke Xiuwa kan ketika aku tidak ada.... Xiuwa dulu juga masih kecil"kata papanya xiuwa sambil mebela xiuwa.
Xiuwa datang menghampiri mamanya zinwen.Xiuwa kemudian menampar wajah mamanya berkali kali.
"Satu"sebut xiuwa
plak....
"Dua"lanjut xiuwa
"Xiuwa!!!"sentak zinwen melihat itu.
plak....
"Tiga"
plak....
"Kurang rasa bersyukur"lanjut Xiuwa.
Mamanya seketika membatu dan mengusap pipinya yang merah dan memar.Papanya hanya diam tak membela siapapun.
"Ini tamparan yang mamaku berikan untukmu jika sebelumnya dia tidak sakit dan meninggal"balas xiuwa.
"Sekarang....aku akan membalas rasa sakitnya....kamu harus ingat....aku sangat membenci orang rendahan seperti kalian"lanjut xiuwa.
xiuwa kemudian meninggalkan tempat itu.
"Xiuwa..... sekarang tidak memperdulikan aku semua karena perbuatan kalian kepadanya..... kalau bukan karena kalian dia tidak akan membenciku....kamu juga aku juga menikahimu juga karena istriku jika bukan karena istriku apakah aku mau menikah denganmu??? sangat bodoh "kata papanya xiuwa sambil pergi meninggalkan zinwen dan mamanya.
Zinwen sempat terkejut dengan perkataan papanya.
"ma....apa maksudnya papa mengatakan hal itu?!!"tanya zinwen.
mamanya hanya terdiam sama sekali tidak menghiraukan perkataan zinwen.
"mama menikah karena mamanya xiuwa??"tanya zinwen.
"...."
"sekarang mama keluar dari sini....aku ....aku muak dengan semua ini.... keluar!!!!"sentak zinwen sambil memalingkan wajahnya dan menangis.
"zinwen mama tidak...."
"tidak apa???hah?? tidak apa?!!!mama bukan saja mengkhianati mamanya xiuwa mama juga sudah menyakiti semua orang....apa maksudnya mama sudah mendapatkan kepercayaan dari mamanya xiuwa lalu mama ingin mengambil hak warisan atas dasar apa mama melakukan itu!!!!!"
"zinwen semua itu karena kamu!!! jika kita tidak mendapatkan harta keluarga Zu.... kita akan selalu menjadi seperti keluarga jalanan "
"hahahaha ternyata aku memiliki mama idiot seperti dirimu....bahkan mama memang berhak ditampar "ucap Zinwen sambil menahan marahnya.
"zinwen kamu membangkang sekarang!!!kamu aghhh..... mulai besok kamu bukan lagi anakku!!!"mamanya zinwen kemudian pergi dari rumah sakit.
Zinwen menangis kembali sambil meringkuk.Xiuwa yang baru saja keluar dari rumah sakit tiba tiba ditarik tangannya oleh papanya.
Xiuwa kemudian menghempaskan tangannya lalu melapnya dengan sapu tangan.
"Xiuwa apa sebegitu bencinya kamu ke papa.....maaf papa selama ini diam saja tidak membantumu"
"kau pikir aku butuh bantuanmu... apakah kamu merasa aku sangat kasihan.... sayang tuan aku tidak menerimanya dengan senang hati "kata xiuwa sambil pergi meninggalkan papanya.
"xiuwa berikan aku kesempatan sekali lagi "ucap papanya sambil menarik tangan Xiuwa kembali.
"lepaskan!!!"
__ADS_1
...*************...