Menikahi Pria Laut

Menikahi Pria Laut
Bab 52


__ADS_3

Vyu seketika terdiam sejenak.Tiba tiba pikiran aneh datang di benaknya.


"Ehh tunggu sebentar apakah lingyan sudah bisa mengikuti tes?umhh tentang dia omega atau alpha bahkan beta?"tanya Vyu.


"Anak kecil seumuran lingyan mana bisa mengikuti tes darah psikolog itu.... kemungkinan jika lingyan memiliki tampang seperti ini dia bisa jadi alpha"kata chenzu.


"Alpha?"


"Iyaa.... ini masih dugaanku.... diumur 5 tahun sampai 10 tahun lingyan akan lebih terlihat karakteristiknya"ucap chenzu.


"Jadi kita harus menunggunya untuk mendapatkan hasil tes itu?"tanya Vyu.


"Yaa..... begitulah"kata chenzu.


Suasana dikota mulai menjelang siang tepat matahari akan berada di atas kepala.Panas mulai terik.Xiuwa terbangun dari tidurnya dan melihat Xian yang masih tertidur pulas.


"(Ahhh.....hal gila apa yang baru saja terjadi....unghhh aku baru ingat kami tadi menggila karena feromon itu..... astaga)"


Xiuwa kemudian bangun dan keluar dari kamarnya.Xiuwa melihat Chenzu dan Vyu sudah tidak ada di ruang tamu.


"Astaga si sialan ini membawa lingyan kemana?"gumam Xiuwa.Xiuwa kemudian mengecek kamar lingyan akan tetapi lingyan masih tidak ditemukan.Xiuwa akhirnya mengambil ponselnya dan menghubungi Chenzu.


Drzttttt..... Drzttttt...


"Xiuwa? sebentar sus..."ucap chenzu ke salah satu perawat pasien.


"Halo..."


"Halo apakah lingyan bersamamu?"tanya xiuwa.


"Wanita ****** itu yang membawanya.... saat ini aku sedang bekerja jadi hubungi saja dia"kata chenzu sambil menutup teleponnya.


"Halo....halo!!! chenzu!!!!sial.."gumam Xiuwa kesal.Xiuwa langsung keluar dari rumah dan pergi ke cafe milik Vyu.


Tay dan Chiwa dikagetkan dengan kedatangan lingyan.Lingyan kemudian tersenyum setelah memasuki cafe.


"Wahhh.... sangat lucu"tawa Chiwa sambil menghampiri lingyan dengan cepat.


"Ini siapa??"tanya Tay.


"Ini anaknya Xian...."balas Vyu.


"Kenapa nona membawanya kemari apakah Xian dan tuan Zu memperbolehkannya?"tanya Tay.


"Yahh....aku diberi kepercayaan tentunya...."ucap Vyu.


"Hei.... tampan apakah kamu mau bermain bersama kakak Chiwa???ahhh wajahnya mirip sekali seperti Xian sangat imut.... lihat pipi tembamnya....ya ampun membuatku ingin memakannya"ucap Chiwa sambil mencubit pipi lingyan.


"Eihhh itu bayi Chiwa jika kamu mencubitnya seperti itu apa tidak merasakan sakit?"tanya Tay.


"Kau diam saja..."kata Chiwa.


Tay kemudian menghampiri lingyan.Lingyan dan Tay kemudian saling bertatapan mata dengan waktu yang cukup lama.


"Huww.....huwaaaaaa"lingyan seketika menangis dengan keras.Vyu yang melihat itu langsung terkejut dan menghampiri lingyan.


"Shu....Shu...anak baik...."kata Vyu sambil menggendong lingyan.


Tay terkejut dan sontak terdiam melihat lingyan yang tiba tiba menangis.Tay kemudian mendekati dan ingin menenangkan lingyan akan tetapi lingyan malah menangis tambah keras.Tay masih tidak mengerti maksud semua itu.


Xiuwa seketika datang dan masuk ke cafe.Aura didalam seketika berubah menjadi dingin.Xiuwa kemudian langsung mengambil anaknya dari tangan Vyu.


"Shu...Shu sayang ini papa...."ucap xiuwa sambil menepuk nepuk bokong lingyan.


Seketika itu Xiuwa mencium bau aroma yang khas seperti tanah wewangian.Xiuwa yang mencium aroma itu seperti ingin mual.

__ADS_1


"Huwpp"


"Ehhh... Xiuwa kau baik baik saja?"tanya Vyu.


"Aku baik baik saja (ada pelaku lain disini.... aroma ini..... adalah aroma feromon alpha dominan)"pikir xiuwa.


Mata xiuwa seketika tertuju pada orang yang ada di belakang Vyu yaitu Tay.Mata Xiuwa seketika itu berubah menjadi sangat dingin dan tajam menatap kearah Tay.


"Xiuwa?"tanya Vyu yang ingin memutuskan lamunan xiuwa.Lingyan masih terus menangis.Xiuwa kemudian keluar dari cafe dengan cepat.


"Xiuwa?!!!(sepertinya xiuwa marah besar)"pikir Vyu.Vyu kemudian menyusul Xiuwa dan mengejarnya.Xiuwa langsung masuk ke mobil kemudian mengunci pintu mobilnya.


"Shu...Shu... sayang tidak ada apa apa okey....ini papa coba lihat papa"ucap xiuwa sambil menenangkan lingyan.


"Unghhh..."lingyan kemudian mengusel usel pakaian Xiuwa dan tertidur.


"(Dugaanku benar saja....)"pikir xiuwa.


Vyu kemudian datang dan mengetuk kaca jendela mobil xiuwa.Xiuwa hanya diam memandanginya dan menancap gas pergi dari cafe.


"Alpha..... orang itu selama ini alpha? untung saja aku sudah mengikat Xian jika tidak aku tidak bisa membayangkan Xian akan memiki anak dari pria lain"pikir xiuwa.


Xiuwa membawa lingyan ke kamarnya.


"(Apakah lingyan seorang alpha dominan?? kenapa dia bisa merasakan hal ketidaknyamanan itu.... bahkan diumurnya yang masih kecil)"pikir xiuwa.


Xian kemudian terbangun.


"Ughhh badanku sepertinya hancur(sebenarnya bau apa yang membuatku seperti itu)"pikir Xian.


"Ahh!!!"


Bragg....


"Xian!!"teriak Xiuwa terkejut melihat Xian.


"Ahh Xiuwa aku tidak apa apa...."balas Xian.


Xiuwa kemudian membantu Xian berdiri dan memopongnya kembali ke ranjang.


"Xian apakah kamu sakit?"tanya xiuwa.


"Unghhh hanya saja pinggangku...."Ucap Xian.


"Apakah kamu mau aku memanggil pelayan itu untuk memijatmu?"


"Boleh...."balas Xian.


"Xiuwa....umhhh dimana lingyan?tadi aku melihatnya kamu membawanya ke luar"tanya Xian.


"Dia sudah tidur di kamarnya....kamu tenang saja"kata Xiuwa sambil tersenyum.


"Ahh syukurlah...ummm pertanyaan yang sempat aku tanyakan padamu... kamu belum menjawabnya..."ucap Xian sambil menarik baju Xiuwa.


"Pertanyaan?..... pertanyaan seperti apa?"tanya Xiuwa.


"Apa itu heat?"tanya Xian balik.


"Ehhh...unghhh kamu bisa menanyakan hal ini ke chenzu dia ahli psikolog"kata xiuwa dengan wajah memerah.


"Hah??"


"Aku akan pergi memanggil pelayan kamu istirahat saja"ucap xiuwa.


Xiuwa kemudian pergi ke luar kamar.Xian yang melihat kelakuan xiuwa langsung tertawa geli.

__ADS_1


"(Ini bukan xiuwa yang ku kenal dulu)"pikir Xian.


Xiuwa kemudian masuk ke kamar mandi dan membasuh wajahnya didepan cermin.Xiuwa menatap wajahnya sendiri di cermin.


"(Ma.... apakah mama menerima aku menikah dengan pria)"batin xiuwa.


Xiuwa langsung menundukkan kepalanya dan menatap kearah langit langit.


"Xian Guo..... terimakasih sudah mau menemaniku di sini..."gumam Xiuwa.


Beberapa menit kemudian seorang pelayan wanita masuk ke kamar dengan menggunakan masker.Wanita itu datang seperti pelayan biasa pada umumnya.Anehnya pelayan itu seperti kebingungan melihat Xian.


"Apakah Anda pelayan yang dikirim xiuwa?"tanya Xian dengan lembut.


"Kau...."seketika pelayan itu membuka maskernya.


Xian seketika itu terkejut melihat wajah itu.Wajah itu seketika muncul di depan Xian.Xian kemudian mematung.Wajah itu menampilkan seseorang yang bahkan hampir Xian lupakan yaitu Ruo Renxu.


"Kau bagaimana bisa ada di kamar Xiuwa?..."tanya Renxu.


Renxu melihat Xian yang ada di ranjang tanpa mengenakan pakaian dan sudah ditandai bekas ****** dimana mana.


"Kau...apa yang kamu lakukan disini?!!"tanya Renxu.


"A..aku..."


Xiuwa kemudian kembali lagi ke kamarnya.


"Sayang...aku sudah...."


Xiuwa terdiam setelah melihat seorang wanita berdiri menghadap ke arah Xian.Renxu seketika menoleh ke arah Xiuwa yang baru saja masuk.


"Sa.... sayang?? Xiuwa siapa yang kamu panggil?"tanya Renxu.


"Renxu..."Xiuwa terkejut melihat wajah wanita itu yang ternyata adalah Ruo Renxu.


"Renxu kita sudah bercerai...aku juga sudah bisa mulai menerimamu sebagai temanku...jadi"


"Jadi kalau kamu seorang gay???jadi kamu seorang pria brengsek??jadi selama ini kamu selingkuh?!!"tanya Renxu.


Xian hanya diam tidak berdaya.Air mata Renxu mengalir deras.


"Renxu aku sudah mengatakannya kepadamu untuk berhenti mengurusi urusanku.... janji..."


"Janji apa???!! tidak ada status bagiku....aku sebagai istrimu bahkan kita sudah bercerai?aku sebagai mafia ayahku sudah tidak ada?aku sebagai milyader bahkan aku hanya orang miskin?....apa yang kamu lakukan kamu sedang bermain main denganku?"tanya Renxu.


"Lihat bahkan apa yang kamu lakukan dengan pria ini disini?!!!"ucap Renxu sambil membuka selimut yang ada di atas Xian.


Xian langsung terkejut dan ingin menangis.Xiuwa yang melihat itu langsung berlari dan menampar wajah Renxu.


Plakkk.....


"Renxu kamu sudah kelewatan!!!siapa yang menyuruhmu masukkan ke dalam.....aku tidak pernah menyuruhumu masuk ke rumahku tanpa izin"sentak xiuwa sambil memeluk Xian.


"(Jadi wanita yang waktu itu bukanlah dia....)"pikir Renxu.


"Dia adalah istriku jadi jangan heran aku melindunginya"ucap xiuwa.


"A...apa?!!!sejak kapan kalian menikah....jangan bilang dihari kau dan dia bertemu denganku dan berbelanja bersamaku kau ...."


"Ya ...kami sudah menikah.... tepat di hari penembakan di kediaman Zu....aku tidak bisa hadir karena aku sudah menikah"ucap xiuwa.


"A...apa?!!"


...********...

__ADS_1


__ADS_2