
Para pegawai kemudian pada keluar dari kantornya karena mendengar alarm kebakaran.Xiuwa kemudian menginformasikan bahwa tidak ada kebakaran apapun.Semua pegawai langsung kembali masuk ke dalam kantor.
"Unghhh.....nona bagaimana milikmu?? apakah sudah jadi?"tanya Xian.
"Ya....ini Xian cobalah...."kata Vyu.
"Unghhh...ahh..kamu bisa merasakannya bukan?"tanya Xian dengan ragu.
"Ahhh ya tapi aku terlalu takut...."ucap Vyu.
"Mhh aku tidak bisa meminum kopinya jika xiuwa tau aku akan dimarahi..... kasihan bayinya"ucap Xian dengan wajah manisnya.
"Umhh...yahh... bagaimana sekarang..."kata Vyu yang mengeluh.
"Aku tahu siapa..."ucap Xian.
Xian langsung mengambil ponselnya dan menghubungi chenzu.
"Halo??tuan chenzu...."
"Halo.... ada apa Xian?"tanya chenzu dari telepon.
"Bisakah kamu kemari hari ini aku akan mengadakan praktek minuman.... bisakah kamu menjadi jurinya??"tanya Xian.
"Ahhh...tentu baik aku akan segera kesana"ucap chenzu.
Xian kemudian mematikan teleponnya kembali.
"Siapa Xian?"tanya Vyu
"sahabatnya Xiuwa"jawab Xian.
"Sahabat?"
Selang beberapa menit.Chenzu datang ke rumah xiuwa.Chenzu terkejut melihat Vyu yang berdiri di samping Xian.
"Ehh..kau...."
"Kalian sudah saling kenal?"tanya Xian.
"Umhh.... sempat kami bertemu di rumah sakit"ucap Vyu.
"(Kenapa harus ada wanita menyebalkan ini di sini..)"pikir chenzu menggerutu.
"Tuan maukah kamu mencoba kopi ini?"tanya Xian.
"Unghh... boleh"kata chenzu.
Chenzu kemudian mencoba kopinya.
"Umhh... sangat enak.... tapi ini sudah dingin"kata chenzu.
"Hah benarkah?!!"ucap Vyu.
"Ehh..."
"Ini kopi buatan nona vyu....aku baru mengajarinya bagaimana cara membuat kopi"kata Xian.
"Ehhh.... jadi kamu menjadikan aku kelinci percobaan?! darimana kamu belajar hal licik seperti itu"Ucap chenzu sambil menyembur kopinya.
"Ahh.....aku tidak belajar hal licik tapi memang.....ini belajar praktek... apakah aku salah?"tanya Xian.
"Ahh.... tidak apa humm tapi hanya sedikit menyebalkan saja dengan orang ini"ucap chenzu.
"Ohh... begitu ya..."Vyu memaksakan senyumnya yang manis tadi.
Vyu terus belajar hal baru.Sampainya tidak terasa waktu sudah menunjukkan makan siang.
"Nona kamu mau mencoba membuat makanan juga?"tanya Xian.
"Mm.. boleh kebetulan waktu sudah menunjukkan makan siang"kata Vyu.
"Aghhh... setengah hari ini hanya belajar saja....apa pentingnya memasak bukankah lebih baik memesan makanan"gerutu chenzu.
"Membuat kopi yang mudah saja tidak bisa... apalagi membuat makanan"sindir chenzu.
__ADS_1
"Kau!!!"vyu yang sedari tadi kesal langsung menarik kerah baju chenzu.
"Ughhh...."
Tangan Vyu sudah siap siap untuk menghajar chenzu.Tangan nya mulai mengepal dan diangkat.
Krieettt........
Seketika itu Xiuwa datang ke rumah.
"Ah?apa yang terjadi?"tanya xiuwa dengan wajah kebingungan melihat semuanya berkumpul di ruang tamu.
"Ahh.... Xiuwa"Xian langsung menghampiri xiuwa.
"Umhh...uhuk... hahahaha kali ini aku membiarkan dirimu selamat.."tawa Vyu sambil menepuk pundak chenzu.
"(Ughh wanita menyebalkan)"pikir chenzu yang sudah ketakutan.
"Kenapa kamu pulang?"tanya Xian.
"Hari ini aku mau makan siang di rumah.... tapi tidak kusangka di rumah sangat ramai..."ucap xiuwa.
"Yah.... seperti yang kamu lihat"kata Xian sambil tersenyum.
"Hari ini makan siang apa?"tanya Xiuwa.
"Kami baru saja mau membuatnya....hahaha...."tawa Vyu.
"Hahh... lain kali katakan padaku jika ingin membawa orang orang ini"
"Kau sama saja menyebalkan seperti dia....aku diundang sendiri oleh Xian tapi bagaimanapun dengan dia"kata chenzu sambil melirik ke arah Vyu.
"(Kau juga sama)"pikir Vyu.
"Umhh... tidak tidak niatku baik kesini....aku hanya ingin belajar membuat kopi.... selama Xian tidak bekerja tidak ada bartender yang ahli"kata Vyu.
"Umhhh .... yasudah sekarang siapkan makan siang"
"Oke"ucap Xian dan Vyu.
Xian kemudian mengajari Vyu cara memasak di dapur lalu Xiuwa dan Chenzu duduk di ruang tamu.Raut wajah chenzu seketika datar.
"Kau tau aku kan.... mana mungkin aku melakukan hal itu.. haishh sekarang masalah ini jadi perbincangan satu dunia"ucap xiuwa sambil menghela nafas.
"Bukan itu saja bagaimana dengan keluarga Ruo?"tanya chenzu.
"Hahaha...itu membuatku tertawa geli"kata xiuwa sambil tersenyum.
"Hah....apa yang kamu tertawakan...ini bukanlah hal yang lucu"ucap chenzu.
"Kenapa tidak bisa tertawa.....dia mengajukan permutusan proyek keluarga Ruo....tapi ketika aku menandatanganinya dia membakar kertas itu dan membuat satu kantor menjadi heboh"kata xiuwa dengan ekspresi dingin.
"Dan itu membuatku sangat mual"lanjut xiuwa.
Chenzu ternganga mendengar dan melihat ekspresi Xiuwa seperti itu.
"Dan kau tahu.... zinwen sekarang..... sangat sampah"Ucap xiuwa dengan sinis.
Chenzu hanya diam tidak bisa mengatakan satu katapun.Apa yang Xiuwa alami adalah trauma dan luka dalam Xiuwa.Bersangkutan dengan mamanya sendiri Xiuwa sulit memaafkan seseorang dan menjadi anak pedendam.Walaupun begitu xiuwa tidak pernah merasakan kebahagiaan.Dan sekarang dia mulai berubah total karena sosok pria yang polos yang dia cintai.Entah kenapa chenzu hanya berpikir itu yang terbaik untuk xiuwa.
"Hahaha...aku ikut tertawa"kata chenzu.
Bahkan seorang sahabatnya sendiri zinwen sudah menghianati persahabatan mereka.Hanya satu yang terbaik untuk xiuwa adalah menjalani kehidupannya bersama Xian.
Vyu membawakan makanan.
"Hah... hanya ini?"tanya xiuwa.
Vyu langsung blush melihat makanan yang hanya sepiring.
"Kau memang tidak ikhlas membuatkannya bukan?!!"gerutu chenzu.
"Heii!!!aku bukan pembantumu jadi ambil spatula dan pergi sendiri....jika mulutmu masih saja berbicara mengenai aku.!!.. ekhemmm...siap siap jadi kudapan goreng"kata Vyu sambil menatap chenzu dengan tajam.
"(Yang benar saja wanita memiliki aura seperti itu)"pikir chenzu.
__ADS_1
"Heh... chenzu kau takut dengan wanita ini?"tanya xiuwa sambil senyam senyum.
"He..kata siapa aku takut....aku hanya belum siap saja lagi pula mana boleh aku melawan dia....diakan wanita"kata chenzu mengeles.
Xiuwa kemudian memakan makanannya.
"Ahmmm.....ugh... huwek"Xiuwa kemudian melepehkan makanannya.
"Siapa yang memasak ini?!"tanya xiuwa sambil melap mulutnya.
"Ugghh....."
"Xiuwa?....ini aku membuatkan makanan yang tadi itu masih praktek memasak kok"kata Xian yang baru saja datang membawa beberapa makanan
Xiuwa dan Chenzu seketika menatap makanan dengan serius.
"Pantas saja...."Ucap chenzu dan Xiuwa berbarengan sambil menatap makanan yang tadi.
"Haishhh..... kupikir apa..."
"Lagi siapa yang menyuruh kalian makan"kata vyu.
"Maaf menunggu....nah sekarang kalian rasakan"kata Xian.
"Umnhhh memang Xian yang paling luar biasa"kata Vyu sambil memakan masakan Xian.
"Beef....unghhh tidak terlalu buruk"ucap xiuwa.
"Umhhh...."
"Kamu juga harus makan siang"kata Xiuwa sambil tersenyum menyuapi Xian.
"Hahh....aku sangat capai sekali hari ini...."keluh Vyu.
"Itu baru permulaan nona.... sekarang nona sudah bisa membuat kopi...aku sangat senang bisa mengajari nona"ucap Xian.
Xiuwa kemudian mengambil makanan lagi dan menyuapi Xian.
"Ughh kalian bisakah tidak memamerkan kemesraan kalian"ucap chenzu.
"Umhh....haha....tuan ini memang xiuwanya saja yang begini"kata Xian.
"Diam...."xiuwa langsung melap mulut Xian.
"Jika kau protes.... pergi dari sini"ucap xiuwa.
"Hahahaha"tawa Vyu melihat chenzu yang diusir.
Dikediaman Zu papanya xiuwa kembali.Renxu yang melihat mertuanya tidak dalam keadaan baik langsung menghampirinya.
"Papa tidak mau kue?"tanya Renxu.
"Hahh.... Renxu... sebaiknya kamu tidak perlu aku seperti ini....aku semakin tidak tega melihatmu"ucap papanya xiuwa.
"Kenapa?papa ada masalah cerita saja ke Renxu...."jawab Renxu.
"Tidak sayang.... Renxu papa mau mengatakan satu hal ini padamu"ucap papanya xiuwa.
"Apa itu?"
"Maukah kamu menceraikan Xiuwa"kata papanya xiuwa.
"Apa?"
Renxu seketika lemas mendengar perkataan itu.
"Ta.... tapi apa salah Renxu..... Renxu tidak melakukan kesalahan apapun.... Renxu tidak pernah memaksa xiuwa..."kata Renxu yang ingin menangis.
"Tapi maaf nak.... Xiuwa tidak mencintai dirimu.... mungkin memang karena kebencian dirinya padaku maafkan aku tapi ini bukan sekedar keras kepala Xiuwa saja"ucap papanya.
"Hickk....a...aku....aku tidak tahu"Renxu seketika menangis di pundak papanya Xiuwa.
"Maafkan aku jika kamu harus tersakiti karena aku....tapi memang semua ini salahku"ucap papanya xiuwa.
Renxu terus menangis tanpa henti.Matanya mulai sembab.
__ADS_1
"(A..aku...aku harus bisa kuat dan mengikhlaskan ini)"pikir Renxu.
...*************...